SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Tersebar


Byurrrrr....


"Benarkah? Coba aku liat". Camelia, penasaran berita tentang perselingkuhan Zara dan Carlen.


Bagus sekali, aku tidak menyangka jika beritanya di sebarkan di dunia maya. Mana mungkin tidak tersebar berita perselingkuhan nyonya Zara,diakan memiliki suami kaya raya dan sukses. Apapun pasti diliputi oleh wartawan langsung,ini benar-benar menyenangkan sekali.


"Astaga! Berselingkuh dengan Tuan Carlen rekan bisnis suaminya sendiri dan musuh suami kita". Kata Anggun, menggeleng pelan.


"Tapi,ini keterlaluan sekali. Dulu, pernah terjadi kepergok berciuman dengan seorang pria muda. Pria itu, mati di tangan Mr.Down sendiri. Nyonya Zara, bermohon-mohon untuk tidak menceraikan demi anak. Mau tak mau, Mr.Down mempertahankan sebagai istri dan menikah lagi". Sahut Selfi, tersenyum sumringah.


"Oh,apa kalian mengenal istri barunya Mr. Down? Aku pernah bertemu satu kali, itupun acara pernikahan kemarin yang mendadak sekali". Alibi Camelia, meskipun dia tau siapa istri baru Down.


"Hmmmm...Kami cukup mengenalinya sebagai teman biasa, tidak seperti dirimu yang spesial". Jawab Ning, menangkup wajah Camelia.


"Iisss...Kalian memang terbaik pokoknya, kapan-kapan ajak aku bergabung dengan lainnya juga". Kekehnya Camelia, tersenyum manis.


"Gampang masalah itu,kami akan menghubungi mu nanti". Jawab Wina, menikmati makanan di depannya.


"Sumpah! Ini adalah bumbu bakar-bakaran yang enak sekali,kau beli dimana adin madu?" Tanya Anggun,di angguki yang lainnya.


"Hehehehe...Aku bikin sendiri". Jawab Camelia, cengengesan.


"Benarkah? Waw...Kau pandai memasak yah,benaran enak sekali bumbu bakar-bakaran ini. Aku ingin bertanya tadi,tapi lupa". Wina, terlihat kepedesan menyantap makanannya.


"Tidak juga,cuman bisa sedikit soal memasak. Asalkan ada niat saja, tidak malas". Kekehnya Camelia. Astaga! Pedas sekali,aku lupa berapa jumlah cabe rawit yang aku haluskan.


Di sore hari ini, mereka menikmati bakar-bakaran dan canda tawa bersama.


***************


Sedangkan di kediaman Down.


JJ Abrams, Ardan, Markus dan Morgan. Mereka tengah memandang satu persatu mayat anak buahnya Carlen yang berjumlah 30 orang dalam keadaan tak berdaya.


Sedangkan Zara, seluruh tubuhnya babak belur karena Down menghajarnya habis-habisan. Dirinya di kurung di dalam sangkar besi,bersama dengan Carlen yang sama-sama tidak berdaya.


JJ Abrams, memberikan selimut kepada Zara yang bertelanjang bulat tanpa ada menutupi di tubuhnya.


Down, benar-benar marah kepada istri tuanya itu. Sudah mempermalukan dirinya dan keluarganya juga. Orang lain merasa iba kepada Zara, tidak ada sehelai benang pun menutupi tubuhnya.Cuman JJ Abrams,yang berani melakukannya dan Down diam melihat saja.


"Kami sudah melakukan tes darah, kulit dan lainnya. Hasilnya menyatakan bahwa mereka terkena racun mematikan,dalam hitungan detik saraf-saraf akan mati tak berfungsi. Aneh lagi,pelaku menyemprot racun ke wajah korban saja. Ada kejanggalan lainnya pelaku ahli melakukan akupunktur, menemukan satu jarum di leher korban. Sepertinya jarum kecil ini, sangat beracun sekali". Dokter itu, menjelaskan semuanya.


"Waw....Hanya satu wanita berbahaya yang aku kenal,siapa lagi kalau...". Markus, menggantung ucapannya.


"Hussssttttt...Kita memang mengatakan nona Camelia, seorang penyihir. Mana mungkin juga,dia melakukan hal ini. Tapi,aku menaruh rasa curiga dengannya ketika mengatakan aku bahagia mendapatkan job besar". Bisik Ardan, sontak membuat Morgan dan Markus bergidik ngeri.


"Menguntungkan bagi mu,atau takut bisa melumpuhkan dirimu?". Sahut Down,dia tiba-tiba bersemangat mencari tahu siapa pelakunya.


"Mr.Down aku sungguh tertarik dengan hal-hal yang berbeda. Aku ikut menyelidiki kasus ini,kita bertaruh siapa yang mendapatkan manusia beracun itu?". JJ Abrams, sangat suka dengan taruhan apapun.


"Baik,jika aku menang serahkan istri mu. Akan aku jadikan istriku, bagaimana?". Tanya Down,sontak membuat JJ Abrams sedikit terkejut.


Markus, Morgan dan Ardan. Terdiam membisu mendengar ucapan Mr.Down,yang tak masuk akal.


"Gila! Mr.Down terang-terangan menginginkan nona Camelia". Bisik Morgan.


"Iya,aku harus memberitahu kepada nona Camelia tentang ini. Aku tidak sabar menunggu nona Camelia, memberikan kesialan paling dalam kepada Mr.Down". Kekehnya Ardan,sat set mengetik pesan untuk Camelia.


"Benar sekali, Ardan. Jangan di biarkan masalah ini, Mr.Down akan tau rasanya bagaimana berhadapan dengan nona Camelia". Sahut Markus, menyunggingkan senyumnya.


JJ Abrams, melepaskan mantel yang melekat pada tubuhnya."Mr.Down ahli dalam berbisnis dan diam-diam ingin menjadi pebinor juga".


"Ssst...Ssst...Pebinor apa?". Bisik Ardan, kepada Morgan.


"Wah... Ketinggalan zaman ini, pebinor artinya perebut bini orang". Jawab Morgan, mengedipkan matanya dan di angguki Ardan.


Down,duduk santai di sofa dan tersenyum kecil. "Kenapa JJ Abrams,kau tidak berani bertaruh dengan ku?".


Ck, dasar pria tua! Tak cukup dengan satu wanita,kini menginginkan istri ku.Batin JJ Abrams."Bukannya aku tidak berani, bertaruh dengan mu. Aku lebih takut dengan amukan massa istri ku, Mr. Aku mencintai istri ku, lebih baik mengalah saja. Silahkan selidiki siapa manusia beracun itu, aku tidak berminat lagi".


"Mr.Down gurauan mun sangat lucu sekali. Mana mungkin menyukai istri dari Tuan JJ Abrams, iyakan?". Ucap Markus, mencairkan suasana tegang.


"Kata siapa,aku bercanda? Aku benar-benar serius menyukai nona Camelia,dia wanita yang berbeda dari yang aku lihat". Mr.Down langsung menjawabnya tidak memperdulikan tatapan JJ Abrams.


Kurang ajar sekali,aku harus berhati-hati sekarang. Cukup aku menjadi istri satu-satunya Mr.Down. Lagipula nona Camelia,mana mau bersamanya.Batin seorang wanita, istri keduanya Down.


Apa! Suamiku menyukai Camelia,yang sudah membuatku seperti ini? Kurang ajar sekali, seharusnya aku bermain cantik lagi untuk menghabisi nyawa Camelia. Aaaarrgghh... Sekarang aku tidak bisa berbuat apa-apa,aku tidak terima dengan perbuatanmu Camelia!Batin Zara, terus-terusan memaki-maki Camelia.


"JJ Abrams,jangan terlalu mencintai seseorang. Takutnya kau di manfaatkan oleh musuh-musuh mu,karena mereka tengah mencari kelemahan mu". Kedip mata Down, tersenyum sumringah.


Camelia wanita beracun tidak ada yang menyakitinya, bahkan aku terkapar di sini dan tak berdaya.Batin Carlen, mengerjapkan bola matanya.


Ardan, mendekati tubuh Carlen cuman tertutup kain di bagian bawahnya. "Jika benar kau kedipkan bola matamu,Carlen. Katakan sejujurnya kepadaku,siapa pelaku yang melakukan ini. Apakah dia orangnya?". Tanya Ardan,sontak membuat perhatian orang-orang sekitar. Termasuk JJ Abrams dan Down.


Ardan, mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto Camelia. Carlen, mengerjapkan bola matanya yang beberapa kali.


JJ Abrams,Down dan lainnya terkejut dengan jawaban Carlen. Markus, Morgan dan Ardan mereka lebih percaya jika Camelia yang melakukannya. Sebab dia adalah wanita yang unik, sulit di tebak.