SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Penyebab


"Kami sudah menyelidiki penyebab kebakaran di semua kafe kalian .Diduga, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik" Ucap seorang polisi,di hadapan Kaizam dan Leo.


"Tidak!Itu tidak mungkin,pak!" Leo, menggeleng kepalanya tak percaya dengan kenyataannya.


"Pasti ada seseorang yang sengaja melakukannya,pak. 3 sekaligus kafe kami,hangus terbakar tanpa sisa. Pokoknya saya minta kasus ini tetap di lanjutkan, semuanya harus terbukti jika ada yang melakukannya dengan sengaja" Kata Kaizam, terlihat frustasi dengan keadaan sekarang.


"Maaf,kami sudah melakukan penyelidikan dengan cara apapun. Hasilnya tetap sama, kami tidak menemukan sesuatu yang janggal. Beberapa cctv di sekitar sini, tidak ada satupun seseorang mendekati kafe kalian" Ucap polisi itu lagi, menepuk pundak Kaizam agar bersabar menghadapi musibah ini.


"Sudahlah nak,kita tidak bisa memaksa kehendak kita sendiri. Kalian bisa membangun kafe ini, seperti sedia kala lagi"Dwi, memeluk kedua anaknya itu.


Kaizam dan Leo, mengangguk kepala dan menurut perkataan mommy nya.


Tentu saja, membangun kafe seperti dulu akan memerlukan biaya besar.


Kiki dan Rika, mendekati kekasihnya memberikan semangat untuk bangkit lagi.


"Sayang, kamu yang sabar yah"Kiki, mengelus lembut lengan Leo.


 Leo, menghela nafas panjang dan mengangguk pelan.


"Mommy Dwi, orangtua Kiki mau ketemu sama mommy besok" Kata Kiki, menundukkan kepalanya karena takut menyinggung perasaan Dwi.


Leo, langsung menarik lengan kekasihnya untuk menjauhkan dari mommy nya. "kamu ngomong apa sih,Ki? Jangan aneh-aneh deh,apa kamu tidak memikirkan keadaan kami".


Dwi, membalikkan badannya mendekati Leo dan Kiki. "Kiki,kamu adalah kekasih anakku. Kalian cukup lama saling berhubungan,apa kamu tidak memikirkan keadaan Leo? Dia tengah banyak pikiran tentang usahanya,kini hangus terbakar. Apa kamu ini, pantas menjadi menantuku?"


Deg!


Kiki, terkejut mendengar ucapan mommy sang kekasih. "Aku cuman menyampaikan pesan kedua orangtuaku,mommy. Apa masalahnya,coba?"


"Cukup, Kiki! Mendingan kamu pulang sana,jangan pernah meninggikan suaramu kepada mommy ku" Sahut Kaizam,tak suka dengan sikap Kiki kepada mommy nya.


"Leo,..." Kiki, meminta pembelaan dari sang kekasih.


Namun, Leo menepis tangannya dan memberikan kode untuk pergi.


"Tega kamu, Leo" Akhirnya Kiki, melangkah pergi dan masuk kedalam mobil meninggalkan mereka semua.


Rupanya Amisha dan teman-temannya, berada tak jauh dari tempat kejadian. Mereka tau,apa penyebab kebakaran kafe Leo.


Begitu juga dengan Camelia,berada di tepi jalan dan membuka kaca mobilnya. Memandang lekat ke arah kafe Leo,yang hangus terbakar. Ada senyuman kecil di sudut bibirnya, ingin sekali tertawa lepas.


"Camelia" Gumam Dwi,ketika melihat dari kejauhan. Ingin melangkah menghampiri Camelia,namun Camelia sudah menancapkan gas mobilnya.


"Ck, rupanya Camelia sempat melihat keadaan kafe mu" Kata Rika, menyunggingkan senyumnya.


"Lebih baik kamu menjauhi anakku,karena Kaizam tidak menyukai mu" Ucap Dwi, melewati Rika yang terdiam membisu.


Air bening mengalir di kedua pipinya, hatinya terasa teriris-iris mendengar ucapan sang kekasih dan calon ibu mertuanya itu.


Amisha, mendekati Rika yang menangis kesegukan di samping mobil. "Heran sekali yah, sudah tau punya kekasih tapi tidak perduli sama kamu. Anehnya lagi,kamu masih betah bertahan. Oups...Apa jangan-jangan dia sudah menyentuh mu, OMG...! Jangan bilang kamu menyerahkan keperawanan mu, murahan sekali"


Setelah puas mengejek Rika, Amisha dan teman-temannya pergi begitu saja.


"Aaaarrgghh....! Aku tidak terima dengan perlakuan mu, Kaizam! Aku akan membongkar rahasia mu, memberitahu kepada mommy mu. Pokoknya kamu adalah milikku, tidak akan aku lepas" Rika, masuk kedalam mobil dan mengambil ponselnya. Ada senyuman smrik, sudah pasti rencananya berhasil.


"Aku akan memberitahu kepada orangtuaku, untuk menemui kaizam dan mommy nya. Lihatlah,kau tidak akan bisa lepas dari ku"


*******************


Baru saja Camelia, sampai di mansion pulang dari kerja. Rupanya ada tamu yang tidak di inginkan,mau tak mau harus di ladeni.


"Ada apa lagi,bu Maryam malam-malam begini bertamu" Tanya Camelia, duduk santai di sofa.


"Aku sudah mengurus rumah sakit, untuk memindahkan kakakku di mansion ini" Ucap Maryam, sontak membuat Camelia terkejut mendengarnya.


"Aisss.. Benar-benar licik rupanya,kau melakukan apapun untuk tinggal di mansion ini? Terserah bu Maryam saja,tapi aku tidak akan membiarkan kalian menikmati fasilitas di sini". Camelia, tersenyum smrik anggap saja mereka adalah hiburan di mansion.


"Camelia,aku dan kakakku Sandra masih memiliki hak atas mansion ini" Maryam, menaruh rasa curiga kepada Camelia. Tumben sekali, dia tidak banyak komentar dan mau saja. Biasa mulutnya sangat pedas sekali, mengeluarkan kata-kata mutiaranya itu.


Hahahaha... Kebetulan sekali,aku memerlukan wawasan di mansion. Semenjak mereka pada mati, mansion nampak sepi tidak ada panas-panasnya. Baiklah,aku akan meminta keluarga dari ibu kandungnya Camelia untuk tinggal di sini. Jadi,dua keluarga akan ribut sampai berperang. Oh,senang sekali melihat mereka bertengkar.Batin Katrina,harus melakukan efek jera dan kabur sendiri dari mansion ini.


"Semoga saja, kalian betah di mansion ini. Jangan lupa rawat kakak tersayang mu itu, maksudnya nenekku yang harus kalian rawat sepenuhnya. Kalau sudah selesai, silahkan pergi dari sini" Camelia, tersenyum manis.


"Ck," Maryam, beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya tanpa menoleh ke arah Camelia. Baguslah,aku akan tinggal di mansion ini dan menikmati fasilitas kemewahan. Camelia,aku akan berusaha keras mengambil semua harta ini.


"Nona Camelia,apa yang harus kita lakukan?" Tanya kepala pelayan mansion, begitu khawatir mereka akan tinggal di sini.


"Kepala pelayan, benalu tidak akan menyerah jika kita mengusir mereka. Tetapi,jika mereka pergi meninggalkan mansion ini. Sudah pasti mereka tidak akan kembali lagi,kita harus melakukan rencana mengerjai mereka"Camelia, tersenyum smrik sudah menyusun rencana.


"Kami siap membantu,nona" Sahut pelayan lainnya, langsung di angguki Camelia.


Pertama-tama Camelia, harus mengunci beberapa ruangan yang memiliki fasilitas gym dan lainnya. Rencananya koki mansion akan masak sehari, dengan masakan sederhana. Jangan ada mau membersihkan tempat tidur mereka,apa lagi mencucikan pakaian.


"Hmmmmm....Aku punya ide cemerlang,karena besok mereka akan pindah ke sini. Otomatis malam ini,kalian semua akan pindah ke suatu tempat. Kepala pelayan, tidak masalahkan tinggal di sini untuk mengawasi mereka. Jangan khawatirkan hal itu,masih ada tukang kebun yang menemani anda". Kekehnya Camelia,kepala pelayan cuman menurut.


Para koki mansion dan beberapa pelayan juga. Camelia, langsung membawa mereka ke suatu tempat. Jangan harap Maryam,anak dan mantunya menikmati suasana di mansion. Mereka tidak akan betah berlama-lama di mansion,tanpa ada pelayan untuk mereka.


Tak lupa juga, Camelia mengamankan beberapa barang berharga di mansion dan meletakkan beberapa cctv untuk jaga-jaga.