
Mommy Dwi, tersenyum sumringah melihat kedatangan Camelia.
"Ahh....Si manis mommy, akhirnya datang. Dari tadi loh, mommy tungguin". Mommy Dwi, langsung memeluk tubuh Camelia.
Begitu juga Camelia,membalas pelukannya. "Maaf, datangnya terlambat. Ini oleh-oleh untuk mommy,beli sih. Hehehehe.... Nenek gak ikutan mom,ada kesibukan mendadak katanya".
Camelia berjalan beriringan dengan mommy Dwi,yang merangkul pundaknya.
Anya, semakin tidak terima apa yang di lihatnya. Begitu dekat kah, mommy Leo dengan Camelia. Jadi tamu Tante Dwi, adalah Camelia. Kurang ajar sekali, Camelia sangat dekat dan aku tidak ada apa-apa nya di mata Tante.Batin Anya, ingin sekali meluapkan emosi.
Camelia, menyebutnya dengan sebutan mommy. Sedangkan dirinya Tante,iri tentu saja. Terlihat jelas Camelia dan mommy Dwi berbincang hangat. Tidak seperti dirinya, terkadang di acuhkan saja.
Eee... Anya,ada di sini. Lalu,apa hubungannya dengan keluarga mommy Dwi? Aakkhh..Aku jadi canggung, pasti sudah menyinggung perasaan Anya.Batinnya Camelia, tersenyum kecil.
Deggg....
Camelia, terhenti berjalan melihat Anya ada di ruang tamu. Matanya menoleh ke arah mommy Dwi, meminta jawaban.
"Kebetulan saja, Anya datang ke sini. Katanya kangen sama mommy, sudahlah jangan memikirkan macam-macam. Dulu sih, dekat mommy sama ibunya Anya. Sekarang renggang,karena ada masalah". Kata mommy Dwi, menjelaskannya.
Camelia, mengangguk pelan. Baginya tidak penting masalah apa,cukup mereka saja yang tau. "Oh,apa aku mengganggu mommy dan Anya?Aku bisa pamit dulu,mom". Kekehnya Camelia, melihat Anya diam dalam amarahnya. Waw...Aku tidak menduga,jika dia ada di sini. Dari perkataan mommy Dwi, tidak menyukai kehadiran Anya. Tebal muka juga yah,kamu.
"Hahahah...Kamu ngomong apa sih,sayang. Gak masalah kok, Anya ada di sini. Ayo,kita ke dapur dan mommy sudah memasak kesukaan kamu". Terlihat jelas, raut wajah mommy Dwi sangat bahagia.
Leo, melihat mommy nya dan Camelia dari atas. Dia tersenyum kecil,lalu turun ke bawah.
Anya, menatap kepergian Camelia yang di istimewakan oleh mommy Dwi. Hatinya terasa panas, ingin mencakar-cakar wajah Camelia yang sok manis itu.
Jujur saja, Camelia merasa tidak nyaman dengan suasana semakin. Apa lagi Anya,di cueki oleh mommy Dwi.
"Mom, Anya gak di ajak?". Tanyanya ragu, mengulum senyumannya.
"Hussssttttt...Dia sudah terbiasa datang ke sini, apapun biasanya ambil sendiri. Sudahlah,kita cicipi makanannya dulu". Mommy Dwi, langsung bersemangat mengambil makanan untuk Camelia.
"Sumpah,mom! Makanan mommy, benar-benar enak banget. Biasanya nih, mommy titipkan bekal. Namanya juga teman sebangku, pasti pada minta. Mereka muji-muji masakan mommy,loh". Kata Camelia, tersenyum manis.
"Aduh! Mommy,jadi malu loh. Tapi,kenapa gak di ajak? Biar rame, mommy senang sekali".
"Kapan-kapan deh, mommy. Aku ajak mereka, pasti senang banget. Apa perlu nih,kita masak barengan". Usup Camelia,jiwa memasaknya meronta-ronta.
"Boleh-boleh, mommy senang sekali mendengarnya". Mommy Dwi, mengelus lembut rambut panjang Camelia. Sangat indah, berkilau dan harum.
Mereka berdua berbincang hangat, sampai terdengar dari ruang tamu. Anya, semakin memanas mendengar cekikikan tawa mereka di dapur.
Matanya tertuju kepada Leo,yang baru turun dari tangga. Secepat mungkin, menghentikan langkahnya.
"Anya, lebih baik kamu pergi dari sini. Kamu tau kan,mommy ku sangat kecewa dengan ibumu. Seharusnya,kamu dan keluargamu malu dan sadar diri". Leo, melepas cengkalan tangannya.
"Leo,itu semua masalah orangtua kita. Aku tidak ikut-ikutan sama sekali,kamu kenapa sih? Main usir aku aja, mentang-mentang ada Camelia. Kamu ingin mesra-mesraan sama dia,ha? Aku tidak akan membiarkan itu,paham! Mana mungkin aku membiarkan temanku,bersama perempuan licik itu". Tegas Anya, membuat Leo mendengus dingin.
"Jangan menuduh macam-macam, Anya. Pergilah dari sini, mommy semakin marah melihat kamu ada. Satu lagi,jangan melakukan apapun terhadap Camelia. Pasti kamu pahamkan, Camelia di sayangi mommy ku. Aku tidak mau melihat mommy,bersedih karena Camelia dan itu di sebabkan oleh mu". Leo, langsung menunjukkan jarinya ke arah Anya.
Anya, tersenyum kecut melihat sikap Leo yang membela Camelia. "Aku kecewa dengan mu, Leo. Segitunya kah, Camelia untuk mu? Alasan kamu saja,demi mommy dan mommy. Nyatanya untuk dirimu sendiri,aku tidak akan tinggal diam". Kata Anya, langsung membalikkan badannya. Dia keluar dari rumah orangtuanya Leo,air matanya luruh sudah.
Leo, mengangkat kedua bahunya dan tidak memperdulikan ucapan Anya.
Dia sudah muak melihat tingkah lakunya, yang tak bisa di kontrol. Perasaan memang tak bisa di paksakan, meskipun Leo sudah mengatakan bagaimana perasaannya terhadap Anya? Akan tetapi, Anya tetap berusaha untuk mengubah perasaan Leo.
"E'ehmmm...!". Deheman Leo, menghentikan pembicaraan Camelia dan Dwi.
"Loh,kiran kamu ngobrol sama Anya. Eee.. Malah ke sini,mana Anya? Gak kamu usir kan". Tanya mommy Dwi, menatap ke arah anaknya.
"Males,dia sudah pergi. Aku laper mom,mau makan". Leo, langsung duduk di kursi. Tepat di hadapan Camelia,tanpa menoleh ke arahnya.
"Makan barengan aja, Leo. Mumpung kami belum selesai makannya". Kekeh Camelia, tersenyum dan di angguki Leo.
"Sudahlah,jangan memperdulikan Leo. Dia sudah besar,bukan anak kecil lagi". Kata mommy Dwi, cekikikan menahan tawanya.
Leo, menggeleng kepalanya dan mengambil menu makanan. Tidak memperdulikan mommy dan Camelia, berbincang di hadapannya.
Selesai makan bersama, Leo mengajak Camelia duduk santai di belakang halaman sangat luas. Taman yang indah,di penuhi bermacam-macam tanaman bunga.
"Hmmmm...Arum sekali bunga ini". Gumam Camelia,pelan. Matanya berbinar-binar melihat bunga yang indah, tepat di hadapannya.
"ketika pesta di mansion Allen,kamu sangat dekat dengan pamanmu Jhonny. Apakah kamu tidak memiliki perasaan lebih?". Tanya Leo,melirik Camelia di sampingnya.
"Ee...kepo sekali dengan hubungan ku, wajarlah kami dekat. Kan paman dan keponakan,satu atap lagi". Kekehnya Camelia, raut wajah Leo nampak berubah tak suka dengan jawabannya.
"Aku cuman bertanya saja, biasanya begitu kan. Ujung-ujungnya paman dan keponakan,menikah".
"Kamu mikir deh,aku dan paman Jhonny jauh berbeda dari segi usia. Mana mungkin kan, paman Jhonny naksir aku yang ingusan ini". kata Camelia, dengan santainya.
"Lalu,apa kamu punya pacar?". Tanya Leo, membuang muka ke arah lain. "Setahuku banyak loh, diam-diam menyukaimu. Termasuk teman-teman ku, bahkan kakak ku menanyakan dirimu".
"Aku tidak bisa pacaran,karena....Ada deh". Camelia, cekikikan tertawa. "Ayolah,ini privasi Leo. Cukup aku yang tau,paham". Dia mengedipkan sebelah matanya.
"E'ehmmm....Apa aku mengganggu kalian?". Tanya seorang pria,yang mendekati mereka berdua. Camelia, tersenyum dan menggeleng pela. Sedangkan Leo, mendengus dingin saja.