SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
10 Kursi


 Dikediaman Down, sangat ramai sekali untuk menghadiri pesta ulangtahun pernikahannya dengan istri kedua.


Tidak lupa mengundang JJ Abrams dan istrinya. Seluruh rekan bisnis lainnya dan orang-orang terdekat sekalipun.


Down, nampak tak sabar menunggu kedatangan Camelia yang di nantinya itu. Sesekali melirik ke arah pintu luar,tak sabar menyambut kedatangan sang pujaan hati.


Muna, bersikap tak suka dengan suaminya yang diam-diam menyukai istri rekan kerjanya itu. "Hari ini, merayakan ulangtahun pernikahan kami. Tapi,aku sama sekali tidak menyukainya". Kata Muna, berbicara dengan Daira.


"Kenapa, Muna? Kau terlihat sangat cantik malam ini, suamimu sangat senang". Daira, meneguk secangkir wine di tangannya.


"Sedari tadi, suamiku melihat ke arah pintu. Sudah pasti ingin menyambut kedatangan Camelia,ck". Decak Muna, meletakan gelas di meja.


"Hmmmm...Aku sedari tadi menunggu JJ Abrams,kenapa begitu ceroboh meninggalkannya dulu?". Gumam Daira,masih terdengar oleh Muna.


"Selamat datang Tuan JJ Abrams bersama sang istri!". Ucap seseorang di ambang pintu.


Down, tersenyum sumringah mendengar kedatangan mereka. Namun, nampak heran melihat JJ Abrams, Camelia dan anak buahnya berkostum vampir.


Raut wajah sangar JJ Abrams, menambah karisma dari kostum yang di kenakannya. Begitu juga Camelia,malam ini sangat cantik dengan gaun hitam menutupi kulit putihnya.


Aku kesusahan melangkah kakiku,gaun ini terlalu panjang sekali.Batin Camellia,melirik ke arah suaminya itu.


Anak buahnya JJ Abrams, terpaksa menuruti keinginan bosnya mengenakan pakaian ala vampir dan memasang gigi taring juga. Mereka kesusahan berbicara, maupun makan dan minum.


"Selamat datang JJ Abrams, dan Wanita cantikku Camelia". Down, meraih tangan Camelia ingin mencium.


Plak


JJ Abrams, langsung memukul tangan Down agar melepaskan tangan istrinya. "Jangan menyentuh istriku,kalau tidak mau menjadi seorang vampir". Tegasnya, dengan sorotan mata tajam.


3 serangkai keheranan melihat pakaian JJ Abrams, istrinya dan anak buahnya itu.


Akan tetapi, Ardan paham kenapa mereka mengenakan kostum ala vampir. Aku yakin sekali, pasti keinginan Tuan JJ Abrams. Mana bisa mereka menolaknya, kasian anak buahnya tersiksa termasuk Camelia. Aku harap nih, Morgan dan Markus mendapatkan kesialan dari Tuan JJ Abrams. Aku tidak akan mengatakan sebenarnya,jika JJ Abrams pernah memintaku untuk membuat salad buah karena ngidam.Batin Ardan,tak sabar menunggu giliran Morgan dan Markus.


"Hehehehe...Malam ini,kau sangat cantik Camelia. Ingin sekali aku berdansa dengan mu, bagaimana?". Tanya Down, mengedipkan matanya.


JJ Abrams, menarik tangan istrinya ke arah puding yang di sajikan di meja. "Kalian bawa puding,ini,ini, ini, semua rasa ke maja. Aku tak sabar menikmati puding ini, pasti enak rasanya". Semenjak morning sickness, JJ Abrams banyak makanan yang aneh-aneh. Makanan apapun yang di lihatnya, pasti langsung menginginkannya. Berat badan selalu naik, susah payah menurunkannya tak mau kehilangan perut sixpack.


JJ Abrams,duduk manis bersama istrinya menunggu kedatangan puding yang di ambil oleh anak buah.


"JJ Abrams,aku senang sekali anda menyukai puding yang kami sajikan". Kata Down, menggeleng kepala karena meja penuh dengan puding beberapa rasa.


Baru kali ini,aku melihat JJ Abrams makan banyak-banyak. Apa lagi puding,dia tidak takut berat badan naik dan memiliki perut buncit? Tapi,kalau badannya jelek berubah menjadi gendut. Otomatis Camelia, tidak menyukai tipe suaminya dan berpaling kepadaku.Batin Down, tersenyum kecil. "Bawa semua rasa puding, sepertinya tamu spesial menyukainya".


 "Apa Tuan JJ Abrams, kerasukan sesuatu?". Bisik Markus, merangkul pundak Morgan.


"Psstt... Aku tidak tahu, ini pertama kalinya melihat. Tuan JJ Abrams, begitu rakus dengan makanan. Apa jangan-jangan karena nona Camelia,iiihh....!". Morgan, bergidik ngeri jadinya.


Bagaimana tidak rakus,Tuan JJ Abrams kan seperti wanita hamil. Kalau gak makan, yaitu tidur dan malas mengerjakan apapun.Batin Ardan, pengalaman dari istri-istrinya ketika hamil.


"Sayang, makanya pelan-pelan yah. Sudah cukup makan pudding nya, nanti pulang marah-marah karena bb naik drastis. Sudah yah, jangan lagi". Pinta Camelia, mengusap lengan suaminya dengan lembut.


"Tidak bisa sayang, aku ingin itu,itu dan itu". Kata JJ Abrams, menyantap pudding lagi.


Dia benar-benar seperti ibu hamil, kerjaannya makan, tidur,makan tidur,bb naik ngamuk-ngamuk gak jelas.Batin Camelia, menggeleng pelan.


"Nona Camelia, tidak perlu mengkhawatirkan suamimu. Aku ingin sekali berdansa dengan mu,sejak kemarin-kemarin. Mana mungkin kan,kamu menolaknya?". Down, menatap intens wajah cantik Camelia.


"Aku izinkan Mr.Down berdansa dengan istri ku. Asalkan mengikuti permainan menarik ini,taruh 10 kursi di tengah. Setiap pemain akan duduk di kursi, setelah lagu selesai. Kalau tidak mendapatkan kursi, berarti keluar dari permainan". Ucap JJ Abrams, memainkan kedua alisnya ke arah Down.


"Oke,aku setuju demi bisa berdansa dengan wanita cantik ini". Down, langsung menyetujui ajakan JJ Abrams.


3 serangkai diam-diam meninggalkan acara tersebut, namun sudah di cegah anak buahnya JJ Abrams.


"Kalian bertiga harus ikut". Perintah JJ Abrams, menatap tajam ke arah 3 serangkai.


"Sayang,kamu harus menang!". Teriak Wina, tersenyum manis.


Markus dan Morgan, cemberut karena di tarik paksa oleh JJ Abrams. Mau tidak mau, harus ikut dalam permainan ini.


Saat ini, Camelia tengah berkumpul dengan istri-istrinya Ardan.


"Bos Ardan, harus menang biar bisa berdansa dengan mu". Teriak Camelia, membuat Ardan panas dingin jadinya.


Otomatis mereka bertiga akan mengalah dalam permainan ini,tak mau berdansa dengan Camelia. Meskipun cantiknya luar biasa, idaman setiap kaum pria lain.


10 kursi sudah di susun dengan rapi, mereka bersiap mengelilingi kursi tersebut. Harus cepat-cepat bisa duduk di kursi,agar tidak keluar dari permainan.


Masih ada 6 kuris kosong tidak ada yang memiliki, awalnya tidak tertarik dengan ajakan JJ Abrams. Melihat istrinya yang aduhai, mereka bergegas maju ke depan. Kapan lagi,menari bersama wanita cantik istri JJ Abrams lagi.


Markus dan Morgan, belum tau jika JJ Abrams yang merasakan kehamilan istrinya. Seandainya mereka tau, sudah pasti menghindari daripada mengikuti kemauan JJ Abrams.


Alunan musik sudah mulai, mereka semua mengelilingi kursi tersebut. JJ Abrams, begitu menikmati lagu dan berjoget-joget. Melihat dia berjoget-joget, tentu yang lainnya ikut serta.


Camelia dan lainnya, cekikikan menahan tawa melihat aksi mereka begitu lucu.


Satu...Dua...Tiga...


Musik berhenti seketika, masing-masing bergegas untuk duduk di kursi. Namun sayang, Ardan pertama gugur di permainan karena kesusahan naik ke atas kursi dan keburu yang lain menepati.


"Tidak adil, ini kursiku". Bentak Ardan,kepada pria merupakan rekan bisnis Down.


"Siapa yang duluan duduk di kursi,dia yang menang. Salah sendiri tidak menggunakan kursi agak kecilan,atau yang pendek". Ejek pria itu,tanpa ba-bi-bu Arsan menginjak kakinya.


"Aauu...Aaauu...Sialan, kakiku di injak". Gerutunya,namun mendapatkan bahan tawaan dari orang-orang sekitar.