SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Pernikahan


Alunan musik menggema di ballroom hotel mewah yang sudah di hiasi. Sepasang mempelai pengantin di atas pelaminan, tengah tersenyum sumringah berjabat tangan dengan para tamu undangan yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.


Camelia, memasuki ballroom hotel bergandengan tangan dengan JJ Abrams. Menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar,di belakang beberapa pengawal mengikuti mereka.


Kaizam dan Leo, tercengang melihat Camelia yang bergandengan tangan seorang pria bertubuh tinggi besar. Mereka sudah menduga Camelia dan pria itu, umurnya jauh berbeda.


Camelia, tidak memperdulikan bisikkan orang sekitar dan naik langsung ke atas pelaminan sekedar mengucapkan kata selamat.


JJ Abrams, menuruti kemauan kekasihnya itu. Naik ke atas pelaminan berjabat tangan,dengan kedua orangtuanya mempelai pengantin.


Camelia, tersenyum manis menatap Kiki dan Leo. "Gaun pengantin mu sangat indah, berwarna silver sangat cocok dengan mu. Hari ini,kau sangat cantik pasti bahagia sekali. Tapi, kebahagiaan mu apakah berlangsung lama?". Kata Camelia, menyunggingkan senyumnya menatap lekat ke arah Kiki.


"Jangan berbicara macam-macam dengan istri ku, Camelia". Tegas Leo, menatap tajam ke arah Camelia.


"Jangan coba-coba meninggikan suaramu kepada tunanganku,ingat itu". JJ Abrams, langsung maju ke depan Leo sebatas bahunya saja.


Glek!


Leo, bergidik ngeri menatap tubuh besar tinggi tunangannya Camelia. Gila! Camelia, memiliki hubungan pria semacam ini. Batin Leo,tak berani menatap wajah JJ Abrams.


"Awas kamu". Bisik Kiki,dia sedikit melirik JJ Abrams dan iri hati terhadap Camelia begitu sempurna mendapatkan pria idamannya. Camelia, beruntung sekali memiliki tunangan yang tampan dan kaya raya.


"Sayang,ayo kita turun". Kata Camelia, melenggang turun masih menggandeng tangan JJ Abrams.


Para wartawan tengah meliput Camelia dan JJ. Penasaran apa hubungan mereka berdua, tiba-tiba bergandengan dengan mesra di depan umum.


Kiki dan Leo, berdecak kesal karena Camelia menjadi pusat perhatian media bukan mereka yang menjadi pengantin.


"Nona Camelia,apa hubungan anda dengan Tuan JJ Abrams?".


"Tuan JJ Abrams,anda adalah seorang pria kaya raya di kota ini dan memiliki tambang emas terbesar juga. Bagaimana bisa, menjalin hubungan dengan nona Camelia?".


"Nona Camelia, tolong klarifikasi hubungan kalian berdua?".


"E'ehmmm...Harap tenang dulu, lontarkan pertanyaan satu-persatu agar aku bisa menjawabnya". Ucap Camelia, tersenyum manis.


Para wartawan tersebut sumringah dan mengangguk kepala.


"Aku dan JJ Abrams,memang memiliki hubungan dekat dan sangat dekat". Kata Camelia, melirik ke arah JJ Abrams agar melanjutkan perkataannya.


"Kami sudah bertunangan cukup lama, sebentar lagi kami akan menikah". Lanjut JJ Abrams,masih memasang wajah datarnya.


"Benarkah!". Ucap para wartawan yang mendengarnya,ini adalah berita besar tak mungkin di tinggalkan.


Kiki dan Leo,kesal merusak acara pernikahan mereka atas kehadiran Camelia langsung mempublikasikan hubungannya dengan seorang pria sukses memiliki pertambangan emas.


Camelia dan JJ Abrams, meninggalkan hotel tersebut. Panas rasanya di dalam,banyak wartawan yang mengerumuni mereka.


Sebuah layar lebar memperlihatkan video tak senonoh, orang-orang sekitar menutup mulut mereka masing-masing.


Para wartawan langsung merekam video panas itu, bahkan disiarkan langsung.


"Astaga!".


"Bukankah itu, mempelai wanitanya?".


"Menjijikkan sekali, melakukan itu dengan pria tua".


"Benar, sekali itu, mempelai wanita tengah berhubungan dengan pria tua".


"Tidaaaaaaakkk.... Itu,tidak benar! Hentikan videonya, hentikan!". Teriak Kiki, berteriak-teriak histeris melihat video panasnya dengan pria tua. Bukan cuman satu video saja, melainkan beberapa video dengan beberapa pria lain juga.


Leo, mengepalkan kedua tangannya dan mendekati istrinya itu.


Plak!


Dwi, langsung mendekati orangtuanya Kiki dan memarahinya karena sudah mempermalukan dirinya serta anaknya.


"Memalukan! Apa maksudnya ini,pak Gito,jeng Riri?" Ucap Dwi, matanya memerah manahan amarah.


Wajah orangtuanya Kiki, sudah pucat pias ketika videonya di putar secara langsung dan di tonton banyak orang.


"Jeng,kita bisa jelaskan semuanya nanti. Apa yang terjadi,bukan yang sebenarnya". Riri, berusaha mengelaknya lagi.


Tidak!Dimana orang itu, menemukan video panas dengan rekan bisnis ku.Batin Gito, mengusap rambutnya ke belakang.


Acara pernikahan semakin kacau, heboh karena video panas dengan pria tua melainkan rekan bisnis ayahnya sendiri.


Kiki, berusaha keras untuk menghentikan layar lebar memperlihatkan dirinya tengah menikmati setiap sentuhan lelaki tua yang berkumis.


"Apa itu kamu,mas?". Ucap seorang wanita yang tidak muda lagi, menunjukkan jarinya ke arah layar lebar.


"Mah,bukan mah. Bukan aku, pasti editan saja". Pria itu, mengelak tuduhan istrinya.


"Kurang ajar kamu mas, masih mengelak bukan dirimu. Lihatlah,itu wajahmu sangat jelas mas. Keterlaluan kamu, berhubungan dengan perempuan ular itu". Wanita itu, sudah marah dan segera mendekati Kiki yang menangis meraung-raung.


"Aaaaa....!". Kiki, berteriak keras ketika rambutnya yang di sanggul di tarik paksa oleh seorang wanita itu.


"kecil-kecil sudah jadi ****** kamu,ha! Kurang ajar sekali, berani menggoda suamiku. Rasakan ini,ck". Wanita itu,membabi buta memukul Kiki menggunakan sendal high heels nya.


Rekan bisnis Gito,panik melihat layar lebar akan ketahuan oleh istri-istri mereka yang menghadiri undangan Gito.


Istri-istri langsung marah kepada suami sendiri, rupanya Kiki bercinta dengan suami mereka di rumah orangtuanya sendiri. Demi memperlancar bisnis, Gito rela memberikan anaknya sukarela kepada rekan kerjasamanya.


Bukan malu saja yang mereka dapatkan, melainkan kehidupan orangtuanya Kiki hancur berantakan. Tak ada lagi,yang mau bekerjasama dengan perusahaannya itu.


Kiki,di hajar habis-habisan oleh istri-istri yang sudah di sakitinya itu. Gito dan Riri,tak mampu menyelamatkan anak mereka.


Orang-orang sekitar tak segan mencaci-maki dan sumpah serapah untuk orangtuanya Kiki rela menjual anaknya demi bisnis.


"Aaaaaarrrgghhh.... Sakiiitttt.... Sakiiitttt.... Aaaaakhh....!". Kiki, berteriak-teriak histeris merasakan teramat sakit di bagian perutnya.


Wanita yang memukulinya berhenti karena terkejut melihat banyak darah di lantai.


"Darah! Ada darah di balik gaunnya".


"Iiihh... Jangan-jangan dia hamil,lalu keguguran".


"Astaga! Kecil-kecil sudah belajar menjadi pelakor, rasakan itu!".


"Perempuan kecil seperti mu,memang pantas mati! Dasar perusak rumah tangga orang".


"Aaaaaaaa... Sakiiitttt...Tolong! Ayah,mamah! Sakiiitttt.... Aaaarrgghh...!". Kiki, meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.


"Kiki,anakku!kalian keterlaluan terhadap anakku,lihat apa yang kalian lakukan?". Teriak Riri, menatap wanita yang memukuli anaknya.


"Hey...Anakmu memang pantas mendapatkan karmanya,dia sudah jadi ****** atas kehendak orangtuanya sendiri". Sahut seorang wanita yang berdiri agak jauh.


"Ayo, kita bawa Kiki kerumah sakit". Gito, bergegas meminta suruhannya untuk membawa kiki yang tengah kesakitan.


Orang-orang sekitar tidak merasa iba melihat Kiki,yang tengah kesakitan. Mereka malah menyumpahinya sudah melakukan menjijikkan itu, sungguh memalukan sekali.


"Aku akan menuntut masalah perbuatan anak kalian". Ucap seorang wanita, menyunggingkan senyumnya.


Deg!


Gito dan Riri, bergegas meninggalkan ballroom hotel menyusul anaknya di rumah sakit. Tetapi, mereka di lempari apapun oleh orang yang membenci mereka