SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Akupunktur


"Tidak. Aku tidak percaya jika istriku melakukannya,mana mungkin bisa? Dia sibuk bekerja,kuliah,pulang beristirahat. Kapan dia mempraktekkan akupunktur? Apa lagi ini racun,bukan minuman jus jeruk". JJ Abrams, membantah perkataan Ardan.


"Gak yakin,kalau nona Camelia pulang dan beristirahat. Pasti dia melayani anda,iyakan?". Tanya Morgan, sontak mendapatkan tatapan tajam.


"Itu privasi suami-istri,cukup kami yang tau". Sahut JJ Abrams, memasang wajah datar.


"Wanita kuat menyimpan rahasia, Tuan JJ Abrams. Jangan remehkan kaum wanita,apa lagi tipe nona Camelia. Pasti dia melakukan praktek di kampus, bukankah dia jurusan kedokteran?". Kata Markus, menyakinkan kepada JJ Abrams.


"Jika benar istrimu yang melakukannya,aku meminta pertanggung jawaban yang besar". Sahut Down, menyunggingkan senyumnya.


"Jika benar istri ku melakukan ini, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Mana mungkin Camelia, melakukan korban hampir sekarat. Kalau sang korban berani macam-macam terhadapnya,aku yakin mereka yang melakukan kesalahan lebih dulu". Tegas JJ Abrams, langsung ciut wajah 3 serangkai itu.


"Iya,kami pernah melakukan kesalahan dan mendapatkan ganjaran yang setimpal". Kekehnya Markus,menggaruk tengkuknya.


"Hmmmm... Nona Camelia, sangat menarik sekali. Semakin ke sini,semakin ke situ, ingin mengetahuinya lebih dalam lagi". Kata down, bangkit dari tempat duduknya dan mengeluarkan pistol.


"Mr.Down, tidak bisakah di saring ucapan anda? Camelia,siapa yang punya? ingatlah kalau Camelia, istri orang lain tepatnya istriku". JJ Abrams,geram terhadap tua bangka di depannya.


"Tuan JJ Abrams,jangan takut jika Mr.Down ingin merebut nona Camelia dari anda karena beliau bukan tipenya". Ardan, langsung menenangkan pikiran JJ Abrams.


"Hai,kau tidak tahu Ardan. Semakin tua usia ku, semakin menjadi-jadi. Apa susahnya menaklukan hati wanita, terutama nona Camelia sangat mudah". Mr.Down, seakan-akan menantang untuk mendapatkan Camelia.


"Iiiihh.... Terserah anda Mr.Down kalau terjadi apa-apa, jangan meminta bantuan kepada kami. Asalkan anda tau,kami adalah korbannya nona Camelia dan termasuk suaminya". Ucap Morgan, bergidik ngeri.


 "Tuan JJ Abrams,jangan memperdulikan ucapan Mr. Down karena beliau tak mampu mendapatkan nona Camelia. Percayalah kepada ucapan kami ini, palingan kesialan yang di dapat". Kedip mata Markus. Mana mungkin juga,nona Camelia mau dengan Mr. Down sedangkan suaminya lebih dari segalanya.


"Benar sekali, istriku mana mau dengar anda Mr.Down. lebih baik menyerah saja, daripada tersungkur dan kami mentertawakan diri anda". Sambung JJ Abrams, tersenyum smrik.


"Oh, ingin bermain-main dengan ku. Baiklah,akan aku tunjukkan keahlian dalam merayu wanita". Down, semakin bersemangat mendengar ejekkan mereka.


"Aku serahkan mamah,kepada ayah. Sudah cukup mempermalukan diriku dan nama keluarga kita". Ucap Don, tiba-tiba datang dan mendekati ibunya.


Terlihat jelas di sudut matanya, Zara. Air matanya terus mengalir deras, ingin meminta bantuan kepada sang anak. Namun apalah daya, tidak bisa berbicara sedikit pun


Don, Camelia yang sudah melakukan mamah seperti ini. Selamatkan mamah,dari tangan ayahmu nak. Mamah, tidak mau mati sekarang sebelum membunuh Camelia.Batin Zara, menatap wajah anaknya.


"Mamah,aku benar-benar kecewa dengan yang terjadi. Apa kurangnya ayah,dimana mamah? Ayah berubah karena mamah, tidak pernah menghargai perasaannya. Sekarang aku serahkan mamah kepada ayah,aku pergi". Kata Don, berdiri dan melangkahkan kakinya.


Tidak!Tidak! selamatkan mamah,Don. Tolong bawa mamah, sembuhkan mamah! Mamah, tidak mau mati sekarang! Don,kembali! Kembali nak,tolong mamah!. Zara,terus menjerit-jerit di dalam hatinya.


Dor!


Dor!


Dor!


Down, langsung menembak istri dan selingkuhannya itu.


"Maafkan aku, Zara. Aku terpaksa melakukan ini, karena tak sanggup melihat dirimu tersiksa. Menjijikkan sekali, berselingkuh dengan pria itu". Kata down, melempar pistol ke sembarangan arah.


Down, mendekati JJ Abrams dan menepuk pundaknya. "Jangan terlalu mencintai seseorang, JJ Abrams. Sedalam apapun kita mencintainya, jika di matanya diri kita memiliki kekurangan. Pasti dia akan selingkuh, meninggalkan mu terang-terangan. Wanita sangat menyukai uang, sama dengan istrimu". Down, memainkan kedua alisnya.


Puas rasanya membuat wajah Down kesal, JJ Abrams pamit pulang dulu dan bersama dengan lainnya.


"Mr.Down urungkan niat anda mendekati nona Camelia. Sebelum penyesalan datang". Ucap Markus, sebelum pergi.


****************


Malam semakin larut, JJ Abrams masuk kedalam kamar dan melihat istrinya tengah tertidur pulas.


Mendekati sang istri, membelai lembut rambutnya. "Selamat tidur sayang,aku sangat mencintaimu. Aku tidak tahu,jika diriku tanpamu". Memberikan kecupan manis di kening, Camelia.


"Hmmmm... JJ,kau kah itu?". Tanya Camelia, berlahan-lahan membuka matanya.


"Hussssttttt... Tidurlah sayang, maaf aku membangun dirimu. Malam ini,aku membebaskan diri karena kelelahan mengadakan acara bersama dengan lain". JJ Abrams, menggenggam jemari tangan istrinya dan mencium.


"Badanmu bau sayang, mandilah sana". Kekehnya Camelia.


"Oke,aku mandi dulu dan kamu tidurlah kembali". JJ Abrams, melepaskan genggaman tangannya dan berjalan menuju ke arah kamar mandi.


Camelia, berjalan menuju sofa dan membuka WhatsApp suaminya. "Demi menjaga hati sendiri,jangan menyentuh ponsel suami apa lagi membuka galeri dan aplikasi berwarna hijau ini. Namun, jiwaku meronta-ronta takut ada ulat bulu


Satu persatu pesan WhatsApp di buka dan tidak ada satupun wanita yang mengirim pesan aneh-aneh. "Baguslah,kalau JJ Abrams tidak berkirim pesan dengan mantan kekasih dulu".


Ceklekk..


"Sayang,kenapa tidak tidur kembali? Hmmm...Malah membajak ponsel ku, aku tidak macam-macam di belakang mu sayang". JJ Abrams, duduk di samping istrinya cuman mengenakan handuk yang melilit di pinggang.


"Aku harap ucapan mu benar,sayang. Sayang, aku dengar-dengar mantan kekasih mu datang ke kota ini". Camelia, mengubah posisi duduknya agar menghadap suaminya.


"Oh, Daira Mikhael. Dia mengundang ku besok ke pestanya,kau ikut sayang?". Ajak JJ Abrams,mencolek hidung mancung istrinya.


Camelia, menelusuri raut wajah suaminya memandang lekat dan tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. "Kau masih mencintainya? Katakan sejujurnya,jangan berbohong kepada ku. Pasti di sudut hatimu,masih ada namanya kan?".


JJ Abrams, terkekeh geli mendengar perkataan istrinya. "Sayangku, cintaku, istriku yang manis. Aku tidak mencintainya lagi, semenjak dia pergi meninggalkan ku. Percayalah bahwa aku,cuman mencintai mu tak ada yang lain". Bisik JJ Abrams, mulai melancarkan aksinya.


"Uughhh... JJ, aku masih ragu dengan ucapan mu itu". Kata Camelia, menikmati setiap sentu-han lembut dari suaminya.


"Benarkah,jika kamu meragukan ku? Lihatlah, dirimu sudah masuk kedalam dekapan ku sayang. Dua gunung kembar ini,semakin besar ukurannya dan aku menyukainya". Ucap JJ Abrams, melah-ap dua gun-dukan silih berganti.


"Aaahhh.... Ssshhhhttt...Aaahh... JJ, pelan-pelan sayang". Camelia, merin-tih menik-mati dua gund-ukan nya di sed-ot JJ Abrams.


Camelia, pasrah dengan permainan suaminya. Berlahan-lahan JJ Abrams, merebahkan tub-uh istrinya di atas ranjang.


Niatnya mau istirahat malam ini,tapi harus melayani suami.Batinnya, merem melek merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.


"Aaahh...Aaahh...Aaahh... Ssshhhhttt...Aaahh...!". Camelia,terus mende-sah tak karuan ketika JJ Abrams semakin cepat mema-inkan sana.


"Suara mu indah sekali, sayang". JJ Abrams, langsung membun-gkam mul-ut istrinya itu. Hawa dingin memasuki kamar mereka, membiarkan pintu balkon terbuka.