SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Perawatan


"Nona Camelia,kau adalah seseorang yang terpengaruh di kota ini. Apa pagi, memiliki suami seorang pengusaha pertambangan emas juga. Aku harap kamu bisa adil terhadap anak-anak ku,tau kan Kaizam dan Leo magang di perusahaan mu? Aku harap kamu tidak pilih kasih, maafkan kesalahan dimasa lalu". Ucap Dwi, tersenyum sumringah.


"Tergantung kinerja anak-anak Tante,aku cuman cek laporan dari pihak lainnya dan meminta pendapat dari mereka. Kalau kinerjanya kurang bagus,maaf aku tidak bisa menerima dan memberikan surat kontrak kerja. Tante, pastilah tau bagaimana dunia bisnis?". Camelia, melirik sekilas ke arah Dwi yang berwajah masam.


"Kau memang pintar nona Camelia, aku sempat kagum dengan usia muda mu itu. Mampu mengurus dua perusahaan besar, padahal salah satu anak-anak ku bisa di andalkan loh. Camelia,aku harap kamu bisa memberikan kedudukan yang bagus buat Kaizam dan Leo". Pinta Dwi, berusaha membujuk Camelia.


"Tante Dwi, bukankah kekasih Kaizam orangtuanya memiliki perusahaan juga. Lalu,kenapa tidak memilih magang di sana?".Tanya Camelia, tersenyum smrik.


 "Tidak bisa, takutnya tidak konsep dalam bekerja. Nona Camelia,aku senang sekali kita mengobrol seperti dulu lagi". Dwi, memiliki peluang untuk mendekati dirinya kepada Camelia.


Camelia, enggan menjawab perkataannya dan memejamkan mata menikmati pijit-pijit manja di tubuhnya. "Huuu.. Nyaman sekali, sudah lama tidak pijit-pijit seperti ini". Gumamnya pelan.


Dwi, kesal karena Camelia tidak memperdulikan dirinya. Sesekali memanggil Camelia,akan tetapi tidak di hiraukan nya.


Semakin di ladeni perkataannya,semakin ke sana kemari yang di bicarakan.


"Nona Camelia,apa kamu tidak takut kehilangan suamimu? Tuan JJ Abrams, sungguh pria sempurna di mata kaum wanita. Pasti banyak tergila-gila dengannya, tetapi kamu malah santai-santai saja". Dwi,mulai memancing reaksi Camelia.


"Tante Dwi,anda tidak tau bagaimana sifat suami asliku. Sebelum wanita menyentuh sehelai rambutnya saja,tangan wanita itu sudah patah oleh anak buahnya". Masih dengan sama, Camelia memejamkan matanya tidak menoleh ke arah Dwi.


 Dwi, memejamkan matanya sekilas dan geram terhadap Camelia. "Camelia,apa kamu bahagia menikah dengan Tuan JJ Abrams? Curhat saja dengan mommy Dwi ini,di jamin aman dan memberikan saran kepada mu. Sekarang kamu sudah menikah, lalu punya anak kembar sekaligus. Pasti ada beban pikiran yang kamu pendam, Camelia aku adalah teman dekat ibumu dulu".


Camelia, membuka matanya menatap ke arah Dwi yang tersenyum kecil. "Tidak ada beban pikiran yang aku pendam, menikah dengan JJ Abrams suatu tujuan yang bagus".


Benar juga sih, menikah dengan Tuan JJ Abrams suatu keberuntungan sekali. Mana mungkin Camelia, tidak bahagia menikah dengan pria kaya raya.Batin Dwi, lagi-lagi mencari topik pembicaraan.


"Hussssttttt...Tante,diam dan anda sudah mengganggu ketenangan ku. Jangan ngelunjak terus-terusan,ketika aku diam dan meladeni perkataan mu". Tegas Camelia, ketika Dwi mulai menganga untuk berkata.


Sialan,baru juga aku ingin berbicara dengannya. Tapi,dia malah menyambar duluan.Batin Dwi,mulai diam sambil melirik ke arah Camelia mulai tenang.


3 jam berlalu,akhirnya selesai melakukan ritual pijit-pijit manja dan perawatan lainnya. Kali ini,yang terakhir ingin mengubah model rambutnya.


Camelia, membayar semua perawatannya di klinik kecantikan langganan favoritnya sangat lengkap dengan fasilitas kemewahan dan kenyamanan.


"Terimakasih, nona Camelia sudah berkunjung ke sini. Berharap nona Camelia, tidak jera untuk datang lagi". Ucap seorang wanita, merupakan sang pemilik klinik kecantikan tersebut.


"Sama-sama, asalkan aku di manja habis-habisan. Permisi dulu". Pamit Camelia, melenggang pergi diiringi pengawal dari sang suami.


Dwi,kesal karena Camelia enggan membayar miliknya. "Jadi nona Camelia, tidak membayar punya saya?".


"Ini kartu saya, cepetan di gesek!". perintah Dwi, sangat malu dengan tatapan orang-orang sekitar. Setelah selesai, cepat-cepat keluar dengan perasaan dongkol.


**************************


JJ Abrams, menyambut kedatangan istrinya dan menatap karena penampilannya terlihat berbeda. "Sayang, kenapa kamu mengubah penampilan semakin cantik. Aku semakin ketakutan kehilangan mu, setiap detik pikiran tak karuan".


"Hussssttttt...Aku tetapi setia sama kamu suamiku, karena kamu adalah suami idaman dan komplit tanpa kekurangan sedikitpun". Kekehnya Camelia, menggandeng tangan suaminya.


Camelia, segera membersihkan diri sebelum menggendong sang buahnya. Setelah selesai, barulah menggendong salah satu anaknya dan bernyanyi gembira.


"Hmmmm...Anak mami, sudah mandi dan wangi. Semoga menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua yah, sayang. Satunya mengurus pekerjaan dady, satunya mengurus perusahaan mami. Bakalan jadi kebanggaan mami dan dady deh". Kekehnya Camelia, gemes terhadap anaknya.


"Semoga menjadi seorang kakak yang bisa menjaga adik-adiknya nanti". Sambung JJ Abrams,baru selesai mandi dan cuman mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Itu pasti suamiku,aku dengar-dengar Vika dan Jecky acara pernikahan tinggal seminggu lagi yah? Memangnya mau di adakan pesta pernikahan dimana, dikediaman ini atau hotel?". Tanya Camelia, duduk di samping sang suami.


"Jelaslah hotel sayang, tidak ribet tinggal terima beres. Sayangku, kita tidak mengadakan syukuran atas kelahiran anak-anak kita?". Tanya JJ Abrams, menoleh ke arah istrinya.


"Astaga,aku lupa sayang. Aku dan bu Minah sudah membicarakan hal ini, mereka sibuk mencari bahan-bahan untuk masak bersama. kami sepakat mengadakan syukuran bersama ibu-ibu,para pekerja tambang emas. Tidak mengundang orang lain, palingan 3 serangkai dan istri-istrinya Ardan". Jawab Camelia,lupa memberitahu kepada suaminya.


JJ Abrams, manggut-manggut mendengar penjelasan istrinya. pantesan saja,anak buahnya pontang-panting mencari sesuatu, bahkan ibu-ibu mondar-mandir di jalanan.


Camelia, sengaja mengadakan acara syukuran dengan masak-masak bersama ibu-ibu lainnya.


**********************


Besok harinya, Camelia sibuk membantu yang lainnya. Memotong sayuran yang disediakan juga, itupun ibu-ibu melarang agar tidak memperkejakan apapun. Namanya Camelia,dia ngeyel untuk membantu juga.


"Nyonya,jangan mengerjakan apapun. Biarkanlah kami mengerjakan semuanya,Tuan JJ Abrams sudah baik kepada kami dan kami tidak nyaman di bantu-bantu". Ucap salah satu ibu-ibu di sampingnya.


"Aduh...Jangan panggil nyonya bu, panggil nona karena belum tua-tua amat lah". Kekehnya Camelia, tersenyum manis. "lagipula ini adalah acara syukuran anak-anak bu, wajarlah seorang ibu membuat dikit".


Bu Minah, memberikan kode agar ibu-ibu lainnya mengizinkan Camelia mengerjakan apapun yang di sukainya. Meskipun ibu-ibu lainnya, merasa khawatir takut terluka atau apalah.


Dihalaman kediaman JJ Abrams, nampak ramai sekali dan beberapa meja yang di susun berbagai aneka makanan dan cemilan yang di sediakan.


JJ Abrams, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal melihat ide sang istri. Tanpa repot-repot memasak sendiri,bisa katering tidak perlu berpeluh keringat. Demi kesenangan istrinya, apapun harus di turuti tidak bisa di bantah.