
Flashback...
Di sebuah ruangan Camelia, memandang wajah yang persis sama dengannya. "Kau sangat mirip dengan ku menggunakan topeng ini, Bunga akan bersamamu pergi ke perusahaan Sam. Kau tau, apa yang kamu lakukan?". Ucap Camelia, duduk santai dan menyilangkan kakinya.
"Tau nona Camelia,aku tidak akan mengecewakan dirimu". Jawab wanita itu,yang persis sama dengan Camelia.
"Nona Camelia,kami pamit pergi dulu bersama sopir. Anda harus hati-hati,kami permisi". Kata Bunga,pamit untuk pergi.
Camelia, mengangguk pelan dan menatap kepergian mereka berdua. Setelah itu, Camelia bersiap untuk keluar dari perusahaan dan menyamar jangan ada yang tau tentang dirinya.
Begitu juga, Camelia memancing reaksi Ling Zhi, Muna dan Daira. Kebetulan mereka bertiga tengah bertamu di sebuah restoran,lalu Camelia memberikan kode dari pintu.
Karena geram ejekkan Camelia, mereka bertiga tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Dari situlah Camelia,bisa melancarkan aksinya dengan penuh semangat. Di sisi lainnya, Camelia palsu dan Bunga tengah mengadakan meeting di perusahaan Sam.
Acara meeting selesai, bertemu di pinggiran kota untuk menggantikan posisi Camelia yang asli.
Tak berselang lama juga, Camelia asli datang menemui Bunga dan seseorang wanita suruhannya itu.
"Nona kami senang anda kembali,tanpa ada luka sedikitpun. Kami sangat mengkhawatirkan keadaan nona". Ucap Bunga, sudah lega melihat bosnya kembali dalam baik-baik saja.
"Hahahaha....Jangan memikirkan keadaan ku ini, aku yang mengkhawatirkan keadaan kalian takut melakukan kesalahan". Kekehnya Camelia, menepuk pundak wanita itu.
"Nona, terimakasih atas semuanya. Saya permisi dulu,jika ada sesuatu katakan saja. saya siap menolong nona, sudah banyak bamyak menolong saya". Wanita itu, pamit undur diri dari hadapan Camelia.
"Bagaimana dengan kinerjanya tadi?" Tanya Camelia, menoleh ke arah Bunga.
Bunga, mengacungkan jempol. "Sip, tidak di ragukan lagi nona. Pilihan nona, memang benar tidak ada salah". Kekehnya pelan.
Camelia dan Bunga, cekikikan menahan tawanya dan siap menunggu kabar dari seseorang. Bagaimana,nasib Ling Zhi nanti?.
Flashback off.
"Ling Zhi, semua bukti sudah jelas bahwa kamu memang pelakunya". Ucap Down, mendekati tubuh Ling Zhi yang sudah gemeteran sedari tadi.
"Tuan JJ Abrams, percayalah kepadaku bukan aku pelakunya. Mungkin saja, pelaku yang mirip dengan nona Camelia. Mungkin Tuan, ingin menghancurkan ku agar menuduh nona Camelia". Ling Zhi, menggeleng kepalanya. "Nona Camelia, tolonglah aku! Aku minta maaf sudah menuduh mu, aku tidak tau harus bagaimana? Tadi sangat mirip dengan nona Camelia, ampunilah aku!".
"Aku serahkan kepada Mr.Down karena beliau yang kehilangan sesosok istrinya". Kata JJ Abrams,tanpa menoleh ke arah Ling Zhi.
"Ada beberapa bukti dimana dirimu mulai lancang, Ling Zhi. Kami tau,kau diam-diam mengkhianati Tuan JJ Abrams untuk menyingkirkan nona Camelia". Sambung Jecky.
"Tidak! Aku minta maaf Tuan,aku di suruh Daira melakukannya. Aku minta maaf, Tuan!". Ling Zhi, berusaha untuk meminta iba kepada bos besarnya.
"Karena istriku di bunuh olehmu, maka dari itu siap-siap melayani ku". Seringai tajam Down, memerintah anak buahnya membawa Ling Zhi ke dalam kamar.
"Hahahaha... Makanan lezat". Ucap Down, sudah melepaskan pakaiannya dan masuk kedalam kamar.
Camelia, bergidik ngeri bagaimana nasib Ling Zhi melayani bejatnya Down.
Terdengar jelas suara Ling Zhi, teriak-teriak histeris dan meronta-ronta. Kedua tangan dan kedua kakinya di ikat agar tidak bisa berbuat apa-apa.
Down, sangat haus dengan wanita baru tak sabar mencicipi tubuh Ling Zhi.
"Tidaaaaaaakkk....!". Teriak Ling Zhi, sekuat tenaga.
JJ Abrams, menutup kedua telinga istrinya dan tersenyum manis.
"Ayo,kita pulang sayang. Jangan pikirkan Ling Zhi, itulah kesalahannya". Ucap JJ Abrams, menggandeng tangan istrinya dan keluar dari kediamannya Down.
Meskipun aku tau jika Camelia pelaku sebenarnya,aku akan tutup mulut dan mencari aman saja. Camelia, tak bisa di anggap enteng dan bisa membahayakan nyawa ku sendiri. Intinya diriku seakan-akan tidak tahu saja, cukup dengan tutup telinga dan mulut.Batin JJ Abrams, sesekali mencium pipi istrinya itu.
Ling Zhi, nikmatilah hukuman dari Down dan beberapa jam kemudian. Racun di tubuh mu akan bereaksi, untuk merenggut nyawa mu. Mana mungkin seorang Camelia, membiarkan musuhnya berkeliaran bebas. Takutnya menjadi masalah besar dikemudian,lalu merepotkan ku saja.Batin Camelia, senyum-senyum sendiri di pelukan suaminya.
**************
Down, terduduk lemas di sofa yang penuh dengan keringat.Puas menghajar tubuh Ling Zhi, habis-habisan tanpa di beri ampun. "Ck, tidak perawan lagi". Kata Down, menyunggingkan senyumnya.
Buliran air matanya Ling Zhi,terus mengalir deras. Tubuhnya sudah remuk redam, gempuran Down yang memperlakukan dirinya sangat kasar. Kedua sudut bibirnya membiru bekas tamparan Down,yang menyukai kekerasan demi menyalurkan hasratnya.
Ling Zhi, menatap kosong ke langit-langit kamarnya Down. Tidak ada satupun yang memperdulikan dirinya, sungguh memperihatinkan sekali.
Aku akan pergi dari sini, membalas dendam kepada Camelia. Dia sudah membuat tubuhku jijik,remuk, sakit,atas sentuhan tua bangka itu. Aku tidak terima atas perlakuan mu, Camelia.Ling Zhi, mengumpat dalam hatinya.
"Hahahaha.... Hahahaha... Bagaimana Ling Zhi,aku sangat perkasa bukan? Aku tau betul,dari sorotan mata mu sangat menyukai JJ Abrams. Mana ada yang tidak terpesona dengan dirinya, begitu sempurna dimata kaum wanita. Ling Zhi, bagaimanakah kita bekerjasama dengan mu? Kita sama-sama menghancurkan rumah tangga JJ Abrams dan Camelia. Aku sangat menginginkan Camelia, sangat cantik begitu indah lekukan tubuhnya". Down, begitu mendalam khayalannya itu. Sedangkan tadi,tengah menggempur tubuh Ling Zhi meracau dengan menyebut nama Camelia sampai mendapatkan yang di inginkannya.
Sedangkan Ling Zhi, berteriak-teriak histeris dan begitu sakit bagian bawahnya yang sobek akibat kekerasan.
"Ling Zhi,aku bisa memberikan mu kemewahan jika setia dengan ku ini. Kau bisa mendapatkan keinginanmu, asalkan mau melayani ku sesuai keinginan ku". Ucap Down, tersenyum smrik.
Down, membelai wajah Ling Zhi yang berderai air matanya. "Pikirkan baik-baik Ling Zhi, kau akan aku beri kesempatan hidup. Beri aku jawaban yang memuaskan, setelah aku selesai mandi". Beranjak pergi meninggalkan Ling Zhi,masih berbaring di atas ranjang.
Down,masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Terasa puas hari ini, melihat Ling Zhi tak berdaya olehnya.
Beberapa menit kemudian, Down keluar dari kamar mandi masin berbalut handuk yang melilit di pinggang. "Bagaimana Ling Zhi, apa jawaban mu?". Ucap Down, mendekati tepi ranjang.
Matanya membulat sempurna, Down mengundurkan langkahnya karena terkejut mulut Ling Zhi mengeluarkan busa. "Ling Zhi!Bangun, Ling Zhi!". Down, mendekati dan menggoyang lengannya akan tetapi tidak ada pergerakan sama sekali.
"Sialan, Ling Zhi mati karena racun mematikan itu". Gerutu Down,mengusap wajahnya dengan kasar.