SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Perasaan Aneh


Camelia,duduk di samping neneknya cengar-cengir tidak jelas.


Sandra, sudah menduga ada sesuatu yang ingin di bicarakan cucunya. Terlihat jelas gerak-geriknya, cengengesan.


Hmmmm... Sudah aku duga,mana mungkin Camelia memiliki kekasih.Batin Sandra,melirik sekilas ke arah cucunya


"Nenek,aku mau bilang sesuatu". Kekehnya Camelia, bergelut di lengan neneknya. Dari tatapan mata nenek, beliau sudah menebak nih.


"Sudah nenek duga, pasti ada sesuatu yang tidak beres ni. Katakan apa?". Sandra, menyipitkan bola matanya.


"Nenek,jangan marah yah atau kecewa. Begini nek, kekasihnya Camelia gak bisa datang". Kata Camelia, menggigit bibir bawahnya. Nah, orangtua mana bisa di bohongi, pasti tebakannya benar.


"Ck, sudah nenek duga". Sahut Sandra, memasang wajah masam.


"Nek,dia orangnya super sibuk bangeeeeettt....Janji nek, setelah 3 hari pernikahan paman Jordan. Aku akan membawanya ke sini,plisss..percaya yah,nek". Camelia, memohon agar neneknya mempercayai ucapannya.


"Bilang saja, kamu tidak memiliki kekasih dan berbohong kepada nenek. Sudah ku katakan Camelia,jangan mengharapkan paman mu Jhonny. Dia sudah berkeluarga, sebentar lagi memiliki anak". Sandra, mencubit kedua pipi cucunya.


"Nek,aku tidak bohong dan tidak mengharapkan paman Jhonny lagi. Dia benar-benar sibuk,harus keluarga negeri karena bisnis. Tapi,besok akan mengirim hadiah untuk paman Jordan.Nek, percayalah kepada cucumu yang cantik dan manis ini". Cicitnya Camelia, memajukan bibirnya.


Sandra,menghela nafas panjang dan mengangguk pelan. "Baiklah,nenek pegang ucapan mu ini. 3 hari lagi,akan menunggu kekasih mu datang".


"Terimakasih, sudah mempercayai cucumu ini". Kekehnya Camelia, memeluk erat tubuh Sandra.


"Apa kamu mencintainya, Camelia?". Tanya Sandra, sontak Camelia mendongakkan kepalanya. "Kau tidak mencintainya, terlihat jelas di matamu. Camelia, jangan memainkan perasaan seseorang. Kau menerima cintanya, apa karena kasian ha?". Tanya Sandra, menggeleng pelan.


Astaga! Nenek ini,kenapa ngomong aneh-aneh sih? Aku menerima cintanya, bukan karena kasian. Melainkan dia memaksa dan mengancam ku.Batin Camelia, menggaruk punggung tangannya. "Nenek,aku tidak tau. Apa ini cinta atau tidak,tapi dia benar-benar mencintaiku. Memperlakukan diriku spesial,jauh berbeda dengan paman Jhonny". Camelia, menundukkan kepalanya.


Sandra,merasa kasian terhadap cucunya yang di khianati oleh Jhonny."Camelia,pilih lah seseorang yang mencintaimu apa adanya. Tanpa memandang kau siapa,dia akan menjadikan mu seorang ratu. Maaf,nenek cuman berbohong kepada mu tadi. Di matamu sudah mencintainya, tetapi kau mengabaikan saja".


Camelia, mengulum senyumnya dan menyentuh dadanya ada perasaan aneh. Tidak! Tidak mungkin aku jatuh cinta secepat itu, katrina ingat rencana awalmu.Batinnya,jadi gelisah gusar.


"Camelia, ponselmu berdering dari tadi. Kamu melamun loh, mikirin siapa hayo?". Ledek Sandra, cekikikan menahan tawanya.


"Nek,aku angkat telpon dulu dari teman". Kata Camelia, mengangkat panggilan Li Yun dan menjauhi neneknya ke pojokan.


"Ada apa, Li Yun?". Tanya Camelia,dia lupa menelpon balik tadi. Setelah bertelepon dengan JJ Abrams,dia melupakan Li Yun.


(Huuuff.. Akhirnya kamu angkat juga, dari tadi aku menelpon mu tapi gak bisa. Aku di pintu gerbang mansion,sini) Li Yun.


"Apa! Ngapain kamu ke sini,pulang sana". Kata Camelia, tersenyum manis ke arah neneknya.


(Ayolah,ada yang aku bicarakan dan penting sekali. Aku tunggu Camelia).


Li Yun, langsung mematikan telponnya sepihak. Membuat Camelia, kalang kabut karenanya.


"Nenek,aku minta izin keluar yah. Temanku sudah di depan gerbang,ngajak makan bareng. Boleh yah!". Rengeknya Camelia, mengedipkan matanya.


"Siap! Makasih nek,nenek memang terbaik untuk Camelia". Camelia, mencium dan memeluk tubuh Sandra. Hingga dia,keluar dari kamar dan berisap-siap untuk pergi.


Beberapa menit kemudian, Camelia keluar dari kamarnya dalam tergesa-gesa. Lagi-lagi Jhonny, menghalangi jalannya.


"Mau kemana malam-malam begini,hmmm...? Aku tidak mengizinkan kamu keluar,apa lagi bertemu dengannya". Jhonny, mencekal lengan Camelia dan langsung di hempaskannya.


"Sudah aku katakan Jhonny,jangan menyentuh ku. paham! Satu lagi yah,aku sudah izin kepada nenek. Kau tidak perlu ikut campur urusan pribadi ku,apa lagi mencegah apa yang aku lakukan". Kata Camelia, menunjukkan jarinya tepat di wajah Jhonny.


"Kau lancang sekali, Camelia! Kau bukan dirimu yang dulu, kini berubah setelah kau mengenalnya". Jhonny, lagi-lagi menahan langkah kakinya Camelia.


"Yah,aku memang berubah Jhonny. Semua itu,karena kamu dan karena kamu". Camelia, menunjukkan jarinya di dada Jhonny. Dia berlalu pergi menuruni anak tangga,tanpa menoleh ke belakang.


"Dulu pertama kalinya aku melihat, Camelia. Aku sangat membenci dirinya itu,karena kamu begitu perduli di bandingkan dengan ku.Lama-kelamaan,aku menyukainya karena tidak menyukai mu lagi. Jhonny, jangan pikirkan tentang Camelia karena dia keuntungan kita". Olivia, memeluk erat tubuh Jhonny dari belakang.


"lepaskan aku, Olivia! Apa kamu tidak malu di lihat orang lain,ha?". Jhonny, sedikit membentaknya.


"Kau,apa kau tidak malu menjalin hubungan dengan keponakan sendiri di belakang istri mu". Olivia, tersenyum smrik karena menang melawan suaminya.


Sedangkan Camelia dan Li Yun, sudah pergi menjauh dari mansion. Tak berselang lama,motor Li Yun berhenti di sebuah warung makan sate.


"Kau ingin mengajakku makan,eee.. Bibirmu kenapa bengkak, berantem sama siapa?". Camelia, ingin menyentuh bibir Li Yun dan langsung di cegahnya.


"Jangan tanyakan sekarang,ayo kita pesan makanan dulu. Laper tau, nungguin kamu". Gerutu Li Yun, langsung masuk kedalam dan memesan dua porsi sate untuk mereka berdua.


Camelia,duduk manis sambil calingukan melihat sekeliling. siapa tau dia bertemu dengan Clara,karena Li Yun membawanya ke sini.


"Mang, Tante Clara kemana?". Tanya Camelia, penasaran karena tidak ada.


Mang Seto, tersenyum ke arah Camelia dan sambil mengipas satenya. Aroma sate menyeruak masuk kedalam hidung, Camelia. Perutnya keroncongan tak sabar mencicipi sate, yang masih terpanggang di atas bara api.


"Dia sudah pergi nak,dua hari yang lalu". Jawab mang Seto,raut wajahnya terlihat sangat sedih.


"Pergi, pergi kemana mang? Ada masalah kah, di antara mamang Seto dama Tante Clara?". Tanya Camelia, semakin penasaran sekali. Sudah aku duga, Clara cuman memanfaatkan kebaikan mang Seto.


"E'ehmmm...kepo banget sih,sama rumah tangga mamang Seto". Tegur Li Yun, mendekati Camelia sambil cekikikan menahan tawanya.


"Gak papa nak, mungkin nak Camelia cukup mengenal mantan istriku itu". Sahut mamang Seto, sontak membuat Camelia terkejut mendengarnya.


"Ha? Mantan istrinya mamang Seto,ko bisa mang?". Tanya Camelia, membulatkan matanya dengan sempurna. Gila! Clara,memang tidak bisa bersyukur karena mang Seto sudah merawatnya cukup lama. Apa ada sesuatu yang di rencanakan, Clara? Yah... Aku akan cari tau semuanya.


"Kondisikan matamu, Camelia". Li Yun, langsung mengusap wajahnya Camelia karena matanya melotot.


Camelia,mendengus kesal karena sikap Li Yun. Bahkan memberikan tatapan tajam ke arahnya, ingin sekali memakannya hidup-hidup.