
Cika dan Rika, sekarang tidak memiliki apapun lagi. Mereka berdua luntang-lantung kemana-mana,karena di usir oleh orangtuanya sendiri. Mereka berdua berniat untuk menemui Kaizam dan Arjun.
Ibu mereka berdua, masing-masing berpisah tak mau bersama lagi. Lebih sakitnya lagi, orangtuanya Cika dan Rika tidak mau mengurus mereka.
Orangtuanya sudah terlanjur malu memiliki anak seperti mereka, sudah melakukan kesalahan besar. Perusahaan ayahnya Cika dan Rika, di jual dengan di lelang sangat murah sekali. Mau tak mau, harus di jual demi menutupi kerugian perusahaan dan membayar hutang-hutang.
Kehidupan Cika dan Rika, benar-benar hancur sekarang dan tidak memiliki uang sepeser pun.
Betapa menyesalnya mereka berdua, melihat video Kaizam dan Arjun menyatakan bahwa mereka tidak mencintai. Akan tetapi,cuman memanfaatkan kebodohan mereka semata.
Plak
Rika, menampar wajah Kaizam karena kedoknya sudah terbongkar semua. Hatinya terasa sakit, cintanya sudah di bohongi Kaizam. Dia rela menghancurkan persahabatan,demi cintanya kepada sang kekasih.
Brukk...
Leo, mendorong tubuh Rika sampai terjatuh ke lantai. "Kau tidak pentas menampar wajah kakakku, dasar perempuan sial!".
"Hahahaha....Pergi,dari sini!" Kiki, langsung mengusir Cika dan Rika yang baru datang. "Ck, kasian sekali yah. Sekarang tidak memiliki apapun lagi, bahkan orangtua kalian mengusir kalian berdua.Duhh...Kalian memang pantas yah, mendapatkan karma karena kecerobohan sendiri. Sudah tau yah, Camelia berkuasa dan kalian malah menyinggung perasaannya". Kiki,memang senang mengejek-ejek seseorang.
Kaizam, mengelus pipinya terasa perih di tampar oleh sang kekasih. "Sialan, tamparan mu lumayan juga". Kekehnya Kaizam, tersenyum kecil.
"Gila! Kamu benar-benar gila, Kaizam. Kau membohongi kami, memanfaatkan cintaku untuk mengkhianati Camelia. Gara-gara mempercayai ucapan mu,kami kehilangan segalanya. Kau laki-laki brengseeekk...!" Teriak Rika,air matanya mengalir deras.
"Hahahaha... Bodo amat, emangnya enak di manfaatin. Yang bodoh kamu,masa gak nyadar sih? Kan kamu tau,jika kami musuhnya Camelia". Sahut Kiki, menyunggingkan senyumnya.
"Kalian tidak punya hati,tega!". Pekik Cika,menyeka air matanya dan menatap tajam ke Arjun sang mantan kekasihnya.
Plak!
Kaizam, membalas tamparan Rika dan tersungkur di lantai lagi. "Hahahaha...Itu adalah tamparan keras untuk mu, sudah berani melawan ku Rika. Asalkan kamu tau,aku mana pernah jatuh cinta dengan mu. Mumpung kamu adalah sahabat Camellia, memiliki dendam kepadanya. Apa boleh jadi, cintamu kami manfaatkan untuk balas dendam. Hahahaha...Betapa berhasilnya rencana kami, berjalan dengan mulus. Hancurnya keluarga mu,bukan salah kami loh. Tetap, kesalahan kalian berdua sendiri".
"Rika!" Pekik Cika, terkejut melihat perilaku Kaizam begitu kasar. "Kaizam,kau gila! Sudah menampar seorang perempuan, tidak punya hati!" Bentaknya. "Inikah balasan untuk kami, sudah melakukan apapun. Kalian memang jahat, berhati iblis!".
"Hahahah...Terserah akulah,aku tidak perduli dengan Rika.Mulai sekarang kita putus,jangan ada hubungan apapun lagi". Kaizam, langsung memutuskan hubungan mereka. "Aku benar-benar muak menjalin hubungan ini, cepat-cepat ingin mengakhirinya".
"Benar sekali,kami melakukan hal ini cuman menyakiti perasaan Camelia". Sahut Leo, cekikikan menahan tawanya.
Rika,menangis kesegukan dan menggelengkan kepalanya. "Kau jahat sekali, Kaizam! Kau mana bisa memperlakukan diriku seperti ini,apa kamu lupa sudah melakukan hubungan intim dengan ku ha? Bisa jadi,aku sudah mengandung anak mu! Kamu harus bertanggung jawab,atau aku laporkan kasus ini kepada pihak berwajib atas pemerkosaan!". Rika, langsung mengancam Kaizam.
Cika dan lainnya, terkejut mendengar ucapan Rika membongkar rahasianya.
"Aku tidak pernah perduli, walaupun kamu hamil sekalipun. Sebab,aku tidak yakin itu anakku". Kaizam, langsung duduk santai tanpa ada rasa bersama sedikitpun.
"Apa yang terjadi, Rika? Kau menyerahkan tubuh mu,kepada dia. Astaga, begitu cinta kah kamu dan Kaizam?" Cika,menutup mulutnya dan menggeleng pelan.
"Dia sendiri yang menyerahkan tubuhnya kepadaku, sebagai pria normal di beri dengan percuma. Jelaslah aku mau,mana mungkin menyia-nyiakan kesempatan itu". Jawab Kaizam, dengan entengnya.
"Kau menyalahkan ku,kaizam? Nyata-nyata kamu selalu membujuk ku, untuk melakukan itu. berjuta-juta rayuan cinta mu,agar aku luluh lantak kepadamu. Berjanji untuk bertanggung jawab, atas perbuatanmu kepadaku. Kau harus menepati janji mu, Kaizam!". Teriak Rika, begitu keras dan mengeluarkan semua isi hatinya.
"Hahahaha..Aku tidak perduli,jangan harap mendapatkan tanggungjawab dariku. Dengar itu, baik-baik wanita murahan!". Kaizam, menunjukkan jarinya tepat di depan Rika.
"Brengseeekk...Aku bukan wanita murahan, Kaizam. Asalkan kamu tau,aku memiliki video kita dan akan aku sebarkan. Biar kita sama-sama malu,bukan aku sendiri". Ancam Rika,memang benar dia merekam adegan mereka sekedar untuk berjaga-jaga. "Aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan,aku berjaga-jaga untuk diriku sendiri. Bagaikan jadinya,mommy Dwi mengetahui semua ini?". Rika, tersenyum smrik memiliki kartu AS meluluhkan Kaizam.
Glek!
Kaizam, mengepalkan kedua tangannya rupanya Rika sempat merekam adegan mereka berdua. "Sialan,kau wanita licik diam-diam merekam! Berikan ponsel itu, Leo bantu aku!".
"Awaa kamu, Rika! Jangan coba-coba menyebarkan video itu,apa lagi memperlihatkan kepada mommy kami". Leo, semakin panik mendengar ancamnya Rika. "Ayo,kita rebut ponsel itu!"
Akhirnya mereka saling merebut ponsel Rika, untuk menghapus video panas tersebut. Ini sangat bahaya sekali,jika video panas sampai tersebar kemana-mana.
"Lepas! ini ponselku,lepas!" Rika, berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan Ponselnya.
Cika, berusaha menolong Rika untuk mengamankan Ponselnya mereka saling tarik-menarik.
Bruukkkkk...
"Aaaarrgghh..!" Cika, terbentur dinding kepalanya dan mengeluarkan darah. "Ssshhhhttt.!". Cika,tak kuasa menahan diri dan langsung pingsan.
Kaizam dan Leo, tidak sengaja mendorong tubuh Cika lumayan keras.
Mereka semua syok melihat keadaan Cika,tak sadarkan diri dan berlumuran darah.
Kaizam, bergegas mengambil ponsel Rika dan menghapus video tersebut. Yang penting video ini, harus sirna demi keselamatan mereka.
Mereka semua panik, bingung harus berbuat apalagi. Rika, terus-terusan memanggil sahabatnya itu dan meminta pertolongan.
"Cika! Bangun,Cik! Cikaaaa...! Bangun,Cik! Kalian harus bertanggung jawab,kalian sudah mendorong Cika! Akan aku laporkan kalian semua,ingat itu!". Teriak Rika, terus-terusan merintih memanggil sahabatnya.
Akhirnya Cika,di bawa ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong karena banyak mengeluarkan darah.
Kedua orangtuanya Cika, tidak akan membiarkan kejadian ini. Mereka mencoba menekan Rika dan lainnya.
Kaizam dan Leo, memberikan sejumlah uang untuk menutup mulut kedua orangtuanya Cika jangan sampai kasus ini sampai ke kantor polisi. Mereka tidak mau melihat mommy Dwi, syok berat apa yang terjadi.
Di sinilah Rika, memiliki ide cemerlang dan berharap di hamil anak Kaizam. Ada senyuman kecil di sudut bibirnya,karena masih memiliki video panasnya bersama Kaizam. "Kita lihat saja nanti,kau tidak akan bisa lepas dariku kaizam". Rika, menyunggingkan senyumnya dan melenggang pergi begitu saja.