
"Jhonny! Jhonny,jangan mengurungku di sini. Buka pintunya, Jhonny! Kau tidak berhak mengekang kebebasan ku, Jhonny!". Camelia, berteriak sekencang mungkin dan menggedor-gedor pintu kamarnya.
Masih dengan yang sama, Jhonny tidak menghiraukan teriakkan Camelia.
Camelia,berlari ke balkon kamarnya. Mencari sesuatu untuk melarikan diri,namun sayang sekali. Anak buahnya Jhonny, sudah berjejer rapi di bawah.
"Gila! Kau benar-benar gila, Jhonny! Keluarkan aku dari sini, Jhonny!". Teriak Camelia, mengacak rambutnya dengan kasar. "Berpikirlah Camelia,ponselku". Dengan tergesa-gesa mencari ponselnya,tapi tidak ada di meja.
"Aaarghhh... Sial, Jhonny mengambil ponselku. Kenapa aku lengah sedikit? Awas kamu Jhonny!". Teriak Camelia, kepalanya terasa sakit sudah dan mencoba menenangkan diri.
Camelia, meringkuk di atas ranjang menangis sejadi-jadinya.
Olivia,yang baru datang kerja dan kebingungan banyak bodyguard tengah berjaga-jaga di sekitar mansion.
"Jhonny,apa yang terjadi?kenapa banyak bodyguard tengah berjaga-jaga di sekitar mansion". Tanya Olivia, langsung karena penasaran.
"Camelia, sudah bertemu dengan JJ Abrams. Bagaimana ini, JJ Abrams semakin menekan ku". Jhonny,mengusap wajahnya.
"Selagi kamu bersama ku, JJ Abrams tidak melakukan apapun. Untuk apa kamu memikirkan Camelia,dia dan kamu bagaikan orang. Jika JJ Abrams dan Camelia, terjalin hubungan serius. Malah bagus loh, kekuasaan mu semakin meluas". Olivia,kesal kepada suaminya selalu memikirkan Camelia.
"Camelia, sudah aku anggap sebagai anak sendiri. Aku sudah berjanji kedua orangtuanya,menjaga dia dari orang licik seperti JJ Abrams. Hanya itu, tidak lebih Olivia. Untuk saat ini, Camelia aku kurung dulu dan mencari aman". Kata Jhonny, wajahnya terlihat sedih karena memikirkan Camelia di dalam kamar.
"Apa benar,kamu diam-diam menjalin hubungan dengan keponakan sendiri? Jika aku mengetahuinya, siap-siaplah untuk kehilangan Camelia selamanya. Aku bisa bekerja sama, lebih jauh dari JJ Abrams. Dia akan melakukan berbagai cara,apa lagi ada terkaitnya Camelia. Biarkanlah keponakan mu itu, menjalin hubungan dengan JJ Abrams. Siapa tau,kita mendapatkan keuntungan besar. Atau kau bisa memanfaatkan Camelia, untuk mencuri berkas-berkas yang di simpan JJ Abrams. Kau bisa merampas seluruh kekayaannya, termasuk tambang emas. Maka Camelia,juga aman dan lepas dari jeratan JJ Abrams. Kau bisa memberikan hukuman berat, melempiaskn dendammu". Bisik Olivia,mulai mempengaruhi pikiran Jhonny. Ayolah,demi keuntungan pribadi kita Jhonny. Beruntung sekali,kau adalah pria yang aku cintai jadi aman di tanganku. Secepat mungkin,aku harus melenyapkan Li Yun. Dia bisa saja, menghancurkan segala rencana ku.
"Jangan gila Olivia,aku sudah mengecewakan Camelia sejauh ini. Bagaimana bisa,aku memanfaatkan dirinya lagi demi kekuasaan". Jhonny, mendorong tubuh Olivia yang bergelut manja.
"Ayolah, memanfaatkan Camelia cuman sementara loh. Demi kebaikan bersama,kau ingin mendengar apa rencana ku? Bukankah rencana ku selama ini, tidak pernah gagal". Bisik Olivia, mengigit daun telinga Jhonny.
"Katakan padaku, sekarang!". Jhonny, mencekram lengan Olivia.
Olivia, mengigit bibirnya dan memberikan kode untuk mengikuti dirinya ke dalam kamar.
Jhonny, tersenyum smrik dan mengikuti langkah kaki Olivia dan menutup pintu kamar tersebut. Dimana ada Jhonny dan Olivia,tanpa ada seorang pun yang tau.
Di balik pintu kamar, Camelia tengah menguping pembicaraan mereka. Akan tetapi, lama-kelamaan tidak ada suara lagi. "Jadi, Olivia ingin mempengaruhi pikiran Jhonny. Kenapa tidak ada suara lagi,kemana mereka?".
Bermacam-macam cara Camelia, mencoba membuka pintu kamar. Terus berusaha, akhirnya terbuka juga. Kepala Camelia, calingukan melihat sekeliling takut ketahuan Jhonny atau siapapun.
Mata tertuju pada kamar Jhonny,akan tetapi terkunci dari dalam.
Bergegas masuk ke kamar sebelah,dia ingin tau apa yang mereka rencanakan di dalam. Sampai di balkon kamar sebelah,ada sebuah cermin memantul aksi mereka berdua tengah bercinta.
Camelia, terduduk lemas di lantai tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya. Menutup mulutnya terisak dalam tangis, kecewa karena sikap Jhonny. Bisa-bisanya mereka bercinta begitu panas, terlihat jelas di pantulan cermin.
"Brengseeekk...Kau Jhonny, katanya tidak cinta,terpaksa melakukan berhubungan intim dengan Olivia karena ancaman JJ Abrams. Nyatanya kamu melakukannya dengan suka sama suka,cuih!". Camelia,keluar dari kamar dan masuk kedalam kamarnya dan menguncinya. Biarlah dia menyimpan rahasia ini, seakan-akan tidak tau sama sekali.
"Kau memulai Jhonny,jangan salahkan aku yang bermain". Camelia, mengepalkan kedua tangannya. Sorotan mata memerah manahan amarahnya, ingin sekali memergokinya tadi. "Kau mengurungku di sini, tetapi kau malah bercinta dan mende-sah keenakan".
Malam semakin larut, Camelia memejamkan matanya. Tak berselang lama,ada seseorang yang mendekati dan memeluknya. Sudah pasti Jhonny,yang masuk kedalam kamarnya.
"Jangan menyentuh ku sembarangan,aku jijik dengan mu". Camelia, langsung duduk dan menepis tangan Jhonny.
"Ayolah,apa yang kamu katakan. Camelia,jangan egois. Besok kau tidak boleh kemana-mana,jika sekolah ada beberapa bodyguard yang menjaga mu". Jhonny, memijit pelipisnya.
"Besok pagi,aku ada janji dengan mommy Dwi. Terserah kau ingin mengurungkan di sini, hadapilah nenek. Asalkan kamu tau,aku melihat dengan kedua mataku sendiri. Kau bercinta dengan Olivia, berselang beberapa menit. Lihatlah, rambutmu basah habis mandi karena baru selesai beraktivitas panas". Camelia, menyunggingkan senyumnya.
Deggg...
Mendengar ucapan Camelia, Jhonny melonjak terkejut dan melihat sekililing. Mana mungkin Camelia,keluar dari kamar ini? Bagaimana caranya, sedangkan kunci ada di tanganku. Sedangkan pintu baik-baik saja,tanpa ada lecet sedikitpun. Kamarnya tertata rapi, tidak ada mencurigakan apapun.Batin Jhonny, keringat membasahi keningnya.
Begitu Camelia,dia bisa melakukan apapun tanpa ada jejak sedikitpun. "Kenapa diam, Jhonny? Hahahaha..Aku cuman menebak doang loh, wajahmu sudah pucat pias. Apa jangan-jangan tebakan benar,kau bercinta dengan Olivia". Camelia, mendorong dada Jhonny sedikit. "Mana mungkin aku keluar dari kamar ini, sedangkan kunci berada di tanganmu".
"Ck,kau jangan mengada-ada katrina. Mana mungkin aku bercinta dengan wanita yang tidak aku cintai, malah aku ingin bercinta dengan mu". Jhonny, membelai rambutnya Camelia yang panjang. "Maafkan aku, sudah keterlaluan tadi. Aku minta maaf,janji tidak akan melakukannya. Aku cemburu tadi Katrina, sehingga aku berniat untuk mengekang kebebasan mu. Tapi,kali ini aku sadar atas kesalahan ku. Terserah kau ingin melakukan apapun, termasuk menjalin hubungan dengan JJ Abrams. Sesuai rencana kita, mencari informasi berkas-berkas itu yang bisa membawa JJ Abrams bertekuk lutut". Jhonny, menggenggam jemari tangan Katrina.
Tunggu dulu,kenapa Jhonny berubah pikiran secepat ini? Apa jangan-jangan karena Olivia, sudah memberikan dia jatah ranjang. Batin Katrina,menaruh rasa curiga. Namun kali ini,dia mengangguk pelan mengikuti langkah Jhonny selanjutnya.
Katrina, langsung mengusir Jhonny dari kamarnya. Masih terngiang-ngiang ketika Jhonny, menikmati goyangan Olivia. Merasa jijik dengan sentuhan Jhonny, langsung mencuci bekas sentuhan tangannya tadi.