
"Aaaarrgghh...!". Jordan, mengacak-acak rambutnya."Bagaimana bisa,mah? Seluruh warisan jatuh ke tangan Camelia, apakah mamah tidak berusaha untuk memilikinya dulu".
"Semua sudah sepakat Jordan,bangkai yang di tutupi bagaimana pun caranya. Pasti akan ketahuan, papahmu tau jika dirimu bukan anaknya. Papahmu memiliki rencana,agar seluruh harta kekayaan Malik dan Allen. Tidak jatuh ke tangan yang salah,semua berdiskusi mencari jalan solusinya. Mamah, sebagai menantu tidak bisa berkata apa-apa. Papahmu,tunduk kepada ayahnya nak. Tiba waktunya, Camelia lahir dan cucu pertama di kedua keluarga. Semua sepakat seluruh kekayaan Malik dan Allen,jatuh ke tangan Camelia. Jika jatuh ke tangan salah satu dari kalian,yang ada bertumpah darah saling membunuh dan merebut. Itu yang kami pikirkan di masa depan nanti, kecuali Camelia sukarela mengalihkan warisan itu. Tapi,mamah yakin sekali nak. Camelia, tidak akan pernah mengalihkan harta kekayaan Malik dan Allen. Kepada siapapun,mamah yakin sekali". Sandra,menyeka air matanya.
"Jadi,aku bukan anak papah. Aku anak siapa mah? Apa jangan-jangan, anak pria tua itu. Jawab mah! Sial,jadi aku tidak berhak harta kekayaan ini. Baiklah,selagi tidak tau oleh siapapun. Aku akan mengambil berkas itu,lalu mengalihkan seluruh harta untuk diriku sendiri". Jordan,mulai mendekati brangkas yang di simpan Sandra.
"Jordan,apa yang kamu lakukan ha? Kau tidak berhak apapun dari harta Malik dan Allen. Jangan sampai melakukan kesalahan nak,cukup mamah yang tersiksa. Mamah sangat mohon kepadamu,buang ambisi mu itu". Sandra, memohon iba kepada anaknya.
"Tidak,akan!". Bentak Jordan, mendorong tubuh ibunya Sandra.
Bruuuk....
Sandra, tersungkur di lantai dan keningnya terkena meja.
"Hahahaha... Hahahaha...Aku tidak perduli,jika mamah mati sekalian. Aku cuman tameng, untuk bertahan di keluarga ini. Jangan salahkan aku, ingin menguasai semuanya". Akhirnya Jordan,mulai memasukan sandi di brangkas itu. Sangat mudah baginya, membuka brangkas dan mengangguk berkas-berkas berharga milik Camelia.
"Jordan,jangan lakukan itu nak. Kau dalam masalah besar,jangan nak". Lirih pelan Sandra, sebelum pingsan.
"Kebetulan sekali, Camelia dan temannya ke penjara WR. Aku sekalian membebaskan Li Yun dan teman-temannya. Hahahaha...Kau sibuk dengan urusanmu Jhonny,akan tetapi aku membunuh keponakan tercinta mu. Li Yun,salah satu berharga bagiku dan akan membantunya keluar". Jordan,keluar dari kamar dan menoleh ke belakang. Matanya melihat ke arah sang ibu,tak sadarkan diri.
Flashback off.
"Apa! Bagaimana bisa,nyonya Sandra tidak sadar diri?". Tanya Jhonny, mendapatkan telpon dari pelayan mansion. "Ya sudah,aku akan pulang ke sana".
Jhonny, mematikan ponselnya dan bergegas pulang ke mansion. Acara meeting di tunda dulu, lagi-lagi ponselnya berdering.
"Halo,siapa ini?". Tanya Jhonny, kebetulan nomor baru yang menghubunginya.
(Dimana Jordan,aku sudah melacak keberadaannya dan tidak menemukan titik terang dimana dia).
Jhonny, mengetahui siapa yang menelpon ini. Suaranya dia kenal, sangat dingin dan serak. "Aku tidak tau, dimana Jordan. Lantas anda mencarinya untuk apa, tidak jelas".
(Kami mendapatkan informasi,jika Jordan dan Li Yun bekerjasama menjual organ-organ tubuh manusia)
"Apa! Itu tidak mungkin JJ Abrams, Jordan mana mungkin melakukan perbuatan keji seperti itu. Jangan asal tuduh kepada adikku, bersyukur aku merestui hubungan antara kau dan Camelia. Selasa malah menuduh adikku Jordan, macam-macam". Bentak Jhonny, langsung memutuskan panggilannya.
Ting
Sebuah pesan masuk dari pak Man,ketua pengurus mansion.
[Kami mendapatkan cctv, Tuan Jordan keluar dari kamar nyonya Sandra. Ada sesuatu berkas di tangannya Tuan,benar sekali brangkas nyonya Sandra terbuka dan isinya kosong melompong]
Jhonny, berjalan sedikit berlarian sambil menghubungi Jordan. Namun, beberapa kali menghubunginya tidak di jawabnya.
"Lacak keberadaan Jordan, sampai ketemu. Ingat itu!". Perintah Jhonny,keluar dari parkiran perusahaan Allen yang menjulang tinggi.
**************
krekk...
Camelia,membuka pintu ada sebuah ruangan. Berhati-hati melihat kedalam, beruntung sekali tidak ada siapapun. Matanya tertuju pada sebuah telepon,dia bergegas menghubungi seseorang.
"JJ,ini. Aku Camelia. Halo!Halo, JJ!".
(Camelia,apa kamu baik-baik saja sayang? Kau tidak apa-apa, kenapa kamu bersuara ketakutan?) Tanya JJ Abrams, menjadi gelisah gusar.
"Ini bahaya JJ,ini sangat bahaya sekali. Ada seseorang menyerang penjara WR,sipir penjara dan mereka saling menembak. Kami disuruh pergi masuk kedalam, sudah sejauh ini tidak menemukan jalan keluar. Aku dan temanku takut sekali,takut jika mereka membebaskan Li Yun. Bagaimana dengan kami, JJ? Tolong kami, tolong!". Pinta Camelia,terisak dalam tangisnya.
(Kami sekarang sudah di jalan Camelia,ada sesuatu yang harus aku katakan. Jordan, bekerjasama dengan Li Yun menjual organ-organ tubuh manusia. Aku yakin sekali, Jordan yang menyerang penjara WR dan membebaskan Li Yun. Kalian pergilah jangan menyerah,belok ke arah kanan. Turun ke bawah tangga,di bawah ada sebuah terowongan pembuangan air. Kalian harus lewat sana,itu adalah jalan satu-satunya keluar. Camelia,setiap kalian melewati pintu. Harus di tutupi kembali oke, untuk memperlambat mereka menemukan mu. Maaf..)
Tut... Tut...Tut..
"Halo! JJ,kau dengar? JJ! Sial,kenapa panggilannya terputus. Tapi, kenapa paman Jordan bekerjasama dengan Li Yun? Astaga! Apa yang dipikirkan paman Jordan,iya aku harus menuruti perkataan JJ Abrams". Camelia, tergesa-gesa menghampiri temannya.
"Bagaimana Camelia,apa ada bantuan menolong kita?". Tanya Cika, langsung di angguki Camelia.
"Baguslah,kita bisa istirahat dan menunggu di sini". Rika, terlihat lemas sudah.
"Pertolongan masih jauh Rika,kita harus terus berjalan lagi. Jika pintu yang kita lewati, harus di tutup dan dikunci kembali. Salah satu untuk memperlambat mereka menemukan kita,ayo bergerak lagi. Kamu mau mati di tangan mereka,ha?" Camelia, mencekram lengan Rika.
Rika,menangis kesegukan dan menggelengkan kepalanya. "Aku takut Camelia,aku tidak mau mati sekarang. Bagaimana kedua orangtuaku, hiks...Hiks..Hiks...Hiks..!". Isal tangisnya.
Camelia, semakin frustasi melihat kedua temannya menangis histeris. Memang benar,dia juga lelah terus berjalan dan berlarian. Di sisi lain juga,nampak tak percaya dengan Jordan. Rupanya dia bekerjasama dengan Li Yun, apakah benar Jordan menyerang penjara WR? Camelia, terduduk lemas merasakan pergelangan kaki sakit.
"Ayo,kita terus berjalan lagi". Cika dan Rika, mengulurkan tangannya ke arah Camelia.
Membuat Camelia, terharu dengan kedua temannya. "Baik,kita terus berusaha". Beranjak berdiri,mulai berjalan. Setiap kali melewati pintu, mereka berusaha mengunci kembali dan merantainya.
Sedangkan JJ Abrams, sudah menghubungi Jhonny apa yang sebenarnya terjadi. Mereka segera menuju penjara WR, menyelamatkan Camelia dan teman temannya.
Dor!
Dor!
"Cameliaaaaaaa...!". Teriak Li Yun, tersenyum sumringah dan tertawa terbahak-bahak.
Glekkkk...
Camelia dan temannya, mendengar suara teriakan tersebut.
"Aaaaaaaa....!". Pekik Cika,di terpeleset dari tangga dan jatuh kebawah.
Apakah Camelia, Cika dan Rika selamat? Atau mereka tertangkap, sebelum kedatangan JJ Abrams dan Jhonny.