
"Mommy, ayolah jangan mengurung diri di dalam kamar. Camelia, tidak bisa ikut bersama mommy karena tidak enak pergi dari mansion. Mommy kan tau,yang menikah adalah pamannya Camelia". Kata Leo,di balik pintu kamar ibunya.
"Tidak! Itu cuman alasannya saja, Camelia tidak mau menuruti kemauan mommy. Dia sudah termakan dengan ucapan Janeta,musuh mommy itu. Pokoknya mommy, tidak mau keluar dari kamar ini. Sebelum Camelia,datang ke sini dan membujuk mommy". Teriak Dwi, sekeras mungkin.
"Mommy, Camelia akan datang tapi tidak sekarang. Ayolah, jangan memaksa kehendak mommy". Leo, sudah menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Aaarghhh.... Semua ini, gara-gara Camelia. Tidak bisakah dia, memahami keadaan mommy yang sulit di bujuk rayunya.
"Tidak! Jangan harap mommy, membukakan pintu kamar ini. Telpon Camelia, suruh dia ke sini secepatnya. Yang menikah pamannya,bukan dia. Itu cuman akal-akalannya saja, Leo". Kata Dwi, menendang pintu kamarnya.
Braakkkk...
Leo, melonjak terkejut mendengar ibunya yang menendang pintu kamar. "Mommy,jangan melakukan yang macam-macam. Tolong mommy,pahami keadaan sekarang. Aku adalah anak mommy,tapi tidak di dengarkan perkataan ku".
"Leo, mommy kenapa?". Tanya Kaizam, baru datang bersama sang kekasihnya.
"Ini, mommy ngambek kak. Camelia, tidak bisa ikut bersama mommy pulang. Kakak kan tau,ada acara pernikahan pamannya di mansion. Tapi, mommy malah memaksakan kehendaknya". Jawab Leo,yang sudah gelisah gusar.
"Astaga! Yang benar saja,mommy". Kaizam, menepuk keningnya karena malu sekali kepada sang kekasih.
"Apa aku pulang saja". Kata seorang wanita,di samping Kaizam.
"Hmmmm...Kamu tunggu di ruang tamu,aku akan membujuk mommy dulu". Kata Kaizam, langsung di angguki sang kekasih."Mommy, keluarlah dari kamar. Aku membawa Yulia,dia pacarku".
"Gak! Mommy, tidak mau keluar dari kamar ini. Sebelum Camelia,datang dan membujuk mommy". Bantah Dwi, sudah marah padam.
"Mommy, jangan menyusahkan orang lain. Kasian Camelia,ada acara pernikahan pamannya. Mana mungkin dia pergi begitu saja, Camelia mana pernah menolak ajakan mommy jika dirinya tak sibuk". Kaizam, berusaha membujuk ibunya.
"Mommy,kasian pacar kak Kaizam menunggu di luar tamu. Camelia, bakalan datang besok mommy. Percayalah kepada kami". Pinta Leo, sesekali mengetuk pintu kamar ibunya.
"Telpon Camelia, suruh besok datang mulai pagi sampai sore. Demi mommy,dia harus izin ke sekolah besok". Perintah Dwi,sontak membuat Kaizam dan Leo panik.
"Gak bisa gitu, Camelia bukan anak mommy. Kita tidak bisa terlalu berlebihan terhadapnya,itu sama membuat Camelia tidak nyaman". Sahut Kaizam, mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ck, pokoknya mommy tidak akan merestui hubungan mu kaizam. Sebelum Camelia, setuju dengan perkataan Mommy". Tegas Dwi, lagi-lagi menendang pintu kamarnya.
Dengan terpaksa Kaizam, menghubungi Camelia dan membuat kesepakatan.
(Ada apa,kak?). Tanya Camelia, mengangkat panggilan Kaizam.
"Camelia,mommy ngambek gara-gara kamu tidak bisa ikut sama dia. Begini,mommy akan keluar dari kamar asalkan besok sehari full bersama mommy. Ini gawat darurat Camelia, mommy tidak akan merestui hubungan kakak dengan kekasih kakak. Tolong,kamu mau yah?". Tanya Kaizam, sedikit memohon.
Sedangkan Camelia, kebingungan karena sudah ada janji dengan JJ Abrams. Mana mungkin membatalkan,demi menuruti perkataan mommy Dwi.
(Gak bisa kak, besok aku sekolah loh. Pulangnya ada janji dengan paman Jhonny,mau pergi ke suatu tempat. Kalau mau, mommy Dwi izin sama paman Jhonny). Alibi Camelia, karena bingung mencari alasan apa lagi.
"Camelia,kami mohon bantuan kepada mu. Turuti kemauan mommy,beliau tidak mau keluar dari kamar. Hubungan kakak, terancam ini". Bujuk Kaizam, sudah panik mendengar Camelia menolaknya.
(Maaf,aku gak bisa kak. Tau sendirilah, gimana sikap paman Jhonny. Sudah dulu yah,lagi sibuk ni). Camelia, langsung memutuskan panggilan Kaizam.
Beberapa kali, Kaizam menelpon kembali. Akan tetapi, Camelia tak kunjung mengangkatnya.
"Tetap, mommy tidak akan keluar dan tidak akan pernah merestui hubungan kalian". Teriak Dwi, sesuatu yang di lemparnya ke arah pintu kamar.
Pranggg....
[Camelia, tidak bisakah kamu besok pagi-pagi ke sini dan berangkat sekolah bareng aku. Mommy, mengamuk-ngamuk di dalam kamar. Tolong bantu aku dan kak Kaizam,kami mengkhawatirkan keadaan mommy di dalan sana].
Leo, mengirim pesan dan menunggu balasan Camelia. Dia sudah mondar-mandir tak jelas,namun Camelia tak kunjung membalas pesannya.
******************
Sedangkan Camelia,tengah bersantai di ruang tamu bersama dengan lainnya.
"Ada kado yang unik ini". Kata Jordan,membawa satu kado di tangannya.
"Apa yang unik, Jordan?". Tanya yang lainya,karena penasaran termasuk Camelia.
"Dari kekasihnya Camelia,yang sangat mencintainya". Kata Jordan, sangat penasaran apa isinya. "Hmmmm...Apa benar itu,dari kekasih keponakan paman ini? Atau cuman akal-akalan saja". Jordan,duduk di samping Camelia.
Camelia, menepuk keningnya karena JJ Abrams sungguh menyebalkan dari kata-katanya itu. "Kata-katanya terlalu lebay, mana mungkin aku". Bantah Camelia, langsung.
"Jordan,buka sekarang. Aku penasaran sekali,apa kado dari keponakanku yang satu ini". Istrinya Jordan, mencubit pipi Camelia.
"Buka,mamah ingin tau apa isinya. Kata Camelia,dia memiliki gym terbesar di kota ini". Sahut Sandra, tersenyum kecil.
"Uhuk....Uhuk...Uhuk....!". Jhonny, terbatuk-batuk mendengar ucapan Sandra karena Camelia sudah berbohong lagi.
"Sayang,kamu hati-hati dong minumnya". Olivia, langsung memberikan tisu kepada suaminya.
"Terimakasih,aku cuman terkejut mendengar ucapan mamah". Jhonny, melirik tajam ke arah Camelia.
"Waw...Kalau ada waktu senggang,gimana kita jalan-jalan ke sana. Aku ingin tau,gimana tipe pria yang mampu mencuri hati keponakan ku ini". Kekehnya Jordan,mulai membuka kado tersebut.
"Hahahaha... Tentu,tentu, kita akan ke sana". Jawab Camelia, cengengesan karena ini adalah masalah besar nantinya.
"Waw.... Hadiah fantastis sekali. Beberapa tiket bulan madu, lihatlah kekasihnya Camelia ingin kami keliling dunia berbulan madu. Yang lebih fantastis lagi, beberapa emas batangan". Jordan, memperlihatkan isi kado tersebut.
Camelia, melotot sempurna apa yang di lihatnya. Beberapa kali menepuk kening, ingin sekali memarahi JJ Abrams sekarang juga.
JJ Abrams,kau tidak akan selamat dari hantaman ku.Batin Camelia, menggeretakkan giginya.
"Astaga!Ini adalah emas batangan asli. Kekasih Camelia, benar-benar kaya raya". Sahut yang lainnya, mereka bergantian memegang emas batangan tersebut.
"Jordan,mamah minta satu yah". Kekehnya Sandra, sudah mengamankan satu batang ke dalam tasnya. "Camelia, kapan-kapan nenek minta lagi sebagai koleksi". Kedip mata Sandra,jangan di tanyakan lagi bagaimana keadaan Camelia yang pasrah.
"E'ehmmm..Ada surat di dalamnya,biar aku bacakan". Jordan,mulai membuka kertas di tangannya. "Aku harap kado kecil ini,bisa di terima oleh kedua mempelai pengantin. Maaf,aku tidak bisa hadir karena ada kendala dadakan. Titip salam buat Camelia ku, perempuan yang aku sayang". Akhirnya Jordan, selesai membaca surat tersebut.
Orang-orang sekitar langsung bersorak-sorai gembira, serta mengejek-ejek Camelia memiliki kekasih terlalu bucin terhadapnya.