SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Wahana Permainan


Mobil mewah berhenti di kediaman Markus,di dalam rupanya ada Mr.Down tengah bertamu juga.


"Markus, kamu suka ikan kan? Ayo,kita mancing mania". Ajak JJ Abrams,masih berdiri dan menggandeng tangan Camelia.


Kesempatan untuk mencari perhatian,siapa tau nona Camelia terpesona dengan ku.Batin Down, tersenyum sumringah sambil memegang dagunya. "Aku ikut". Sahut Down, penuh dengan semangat.


"Tuan JJ Abrams,soal memancing sudah menjadi darah daging ku. Jangan menangis yah,kalau kalah dengan ku". Ejek Markus, seringkali meluangkan waktu untuk memancing ikan.


"Markus, jangan sombong lebih dulu. Takutnya kesombongan mu itu,malah menjatuhkanmu ke dasar laut". Kata Camelia, menyunggingkan senyumnya.


"Baiklah,jika Mr.Down ingin ikut memancing dengan senang hati untuk meramaikan suasana nanti". JJ Abrams, tersenyum smrik.


"JJ Abrams, aku pasti mengalahkan mu dan mendapatkan perhatian khusus dari nona Camelia". Kedip mata Down,ke arah istrinya JJ Abrams.


 "Oke,aku akan mengalahkan kalian berdua. Jangan anggap remeh siapa, Markus?". Markus, menyentuh dagu Camelia. Untungnya sang empunya langsung menghindari,akan tetapi mendapatkan masalah besar dari JJ Abrams.


"Jangan kelewatan batas, Markus. Tak sudi rasanya tanganmu, menyentuh istriku ini". JJ Abrams, langsung memeluk tubuh istrinya.


"Sayang, jangan erat-erat memeluk ku ini". Camelia, langsung mendorong tubuh suaminya itu.


"Hehehehe... Maafkanku sayang, tidak sengaja tadi". JJ Abrams, langsung mengecup kening istrinya.


Down,semakin cemburu buta melihat kemesraan mereka berdua di depan mata. "Ck, bagaikan dunia milik berdua". Gumamnya pelan.


JJ Abrams, sengaja mengumbar kemesraan di depan Down. Cuman memanasi perasaannya saja, ini buktinya jika Camelia sangat mencintainya.


"Me.Down jangan memaksa wajah seperti itu, sebagai rekan kerja aku merasa tidak nyaman". Ucap JJ Abrams,melirik tajam ke arahnya.


"Aku bersikap biasa saja, JJ Abrams. Teruskan lah kemesraan kalian,aku tidak perduli" Down,membuang muka ke arah lain. JJ Abrams, sengaja membuatku cemburu dan gelisah gusar seperti ini. Baiklah,aku bisa mendapatkan perhatian istrimu tinggal waktu yang tepat.


Mereka berangkat ke tempat tujuan, Markus dan Down tak sabar memulai memancingnya


*************


Markus, terdiam di tempat duduknya sambil memegang pancing di tangannya. Matanya melirik ke arah kanan dan kiri. Dua bocil di sampingnya cengengesan, memandang wajah masamnya itu.


Begitu juga dengan Down,menghela nafas beratnya dan memijit pelipis. Sedangkan JJ Abrams, tersenyum sumringah karena berhasil mengerjai mereka berdua.


Down dan Markus, mengira akan memancing ikan di laut lepas. Nyatanya memancing di kolam kecil, dengan pancing,ikan, main-main,bersama anak-anak lainnya.


"Ayo,siapa banyak dia menang. Jangan ada kecurangan dalam permainan ini,ayo!". Kata JJ Abrams, penuh semangat memulai dengan pancing mininya.


"Huuu... Memalukan sekali, bagaimana mungkin Tuan JJ Abrams mengidam model seperti ini?". Markus, menepuk keningnya itu.


"Demi nona Camelia, harus menang melawan JJ Abrams". Ucap Down, sama-sama bersemangat melawan JJ Abrams.


Markus,malah lesu melihat ikan mainan berenang di kolam kecil. "Astaga,aku seperti anak kecil pada umur". Gumamnya pelan.


 Sedangkan Camelia,duduk santai sambil mengemil bersama anak buah lainnya. Dia seperti menunggu anak-anaknya,tengah bermain-main pancingan.


"Ayo, kalian harus menang melawan bocil-bocil lainnya". Teriak Camelia, tersenyum sumringah melihat mereka memancing.


Tak hanya permainan memancing saja, JJ Abrams menyeret paksa Markus mengikuti wahana permainan yang lainnya.


"Ueekkk... Ueekkk...!". Markus, muntah-muntah menaiki gelombang cinta. Perutnya seperti di aduk-aduk, mengeluarkan isinya.


 Bahkan Down,menyerah tak sanggup mengikuti permainan JJ Abrams.


"Sialan, benar-benar apes buat ku hari ini. Aaakkhh... Perutku merasa tak nyaman,ueeek... Uueekkk.... Bagaimana nantinya anak itu,lahir ke dunia ini?". Gumam Markus,di boyong anak buahnya masuk kedalam mobil. Kepalanya terasa pusing, penglihatannya berkunang-kunang sudah.


Dua pasutri memutuskan untuk pulang,hari ini sangat melelahkan dan juga menyenangkan sekali. JJ Abrams, membiarkan sang istri terlelap dalam pelukannya.


********************


[30/9 13.28] Erlina: "Uughhh...". Lenguhan merdu keluar dari mulut, Camelia.


"Bangun sayang,aku menginginkan mu". Bisik JJ Abrams, mencium seluruh leher sang istri.


"Hmmmm... Shhhhht... JJ". Rintih Camelia, mengigit bibir bawahnya. Keadaannya sekarang sudah polos, tidak mengenakan sehelai benang pun.


"Dua gund-ukan semakin membesar sayang, aku suka sekali". JJ Abrams,silih berganti menyusu seperti bayi.


"Uughhh...Berlahan sayang, hmmmpptt..!". Camelia, mendongakkan kepalanya ke arah. Merasakan jari-jari tangan suaminya, meraba-raba di bawa sudah.


"Kau sudah basah sayang,aku suka. Anak daddy,papah jenguk sebentar yah". Ucap JJ Abrams,mengecup perut istrinya dengan lembut.


"Aaahh... Uughhh.. JJ,jangan cepat-cepat. Aahh...Aku tidak sanggup menahannya lagi". Camellia, menggeliat merasakan sesuatu yang akan meledak dalam dirinya itu.


"Aahh... Keluarkan sayang,jangan di tahan yah". Bisik JJ Abrams, mencium bibir istrinya dan menguasai mulutnya juga.


 "Hhhmmmpptt....Ha..Ha...Ha..Ha...!". Nafas Camelia, tersengal-sengal tubuhnya bergetar hebat. JJ Abrams, tersenyum sumringah karena sang istri mendapatkan pelepasan pertamanya.


"Duduk di atas pangkuan ku, sayang". Bisik JJ Abrams, bersandar pada dinding tempat tidur.


Camelia, berusaha duduk di samping suaminya. Dia merasa sangat malu memandang wajah suaminya itu,membuang muka ke arah lain.


"Hai...Liat aku sayang,mas masih malu". Ucap JJ Abrams, mencium seluruh wajah istrinya.


"Aahhhh.... JJ!". Camelia,merem melek merasakan milik suaminya menancap di bawahnya.


 "Aah..Aah...Aah... Hhmmmmpptt...!". Camelia, terus-terusan mengeluarkan suara laknat itu. Berpegangan pada kedua suaminya, menikmati setiap hentakan keras dari suaminya.


"Ssshhhhttt...Aah... Milikmu enak sekali sayang,aku merasakan milikmu sangat semakin sempit. Uughhh...!". JJ Abrams,terus mengendalikan permainannya. Matanya menatap wajah Camelia,yang terus mende-sah.


"Aah...Jangan di dalam,yah. Aah...Ingat,aah..Apa pesan dokter,demi anak kita. Ah... Hmmmpptt...". Camelia,tak mampu berkata apa-apa ketika suaminya membungkam mulutnya.


"Aah...Pelan sayang! Uughhh.. Enaknya,eee..Berla-lahan...Aahh..Sayaaaang.." Camelia, berteriak keras karena mendapatkan pelepasan keduanya. Langsung ambruk di dada bidang sang suami, mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.


JJ Abrams, memberikan istirahat dulu kepada istrinya. Merasa cukup diam sejenak,dia mengubah posisi bercintanya. "Berpegangan sayang,aku akan menghujam tubuhmu ini". Bisiknya dari belakang, meminta Camelia menungging.


Jleb...


"Aah... sangat dalam sayang". Lirih Camelia,menoleh ke arah belakang dan di bibirnya langsung di sambar JJ Abrams.


Uughhh... Suamiku, kau sangat perkasa sekali dan mampu membuat ku lemah tak berdaya.Batin Camelia, menikmati setiap hentakan JJ Abrams.


Sedangkan di taman belakang, samar-samar bu Minah mendengar suara tengah berbincang hangat.


Sedikit demi sedikit mendekati, malam-malam begini tengah berduaan dan gelap-gelapan. "Siapa yang berpacaran malam-malam begini,awas kalau ketahuan siapa mereka dua". Gumam bu Minah,berkacak pinggang di belakang dua sejoli tengah mabuk cinta.


"Vikaaaa...! Jecky!". Teriak bu Minah, sangat nyaring sekali. Dua sejoli yang di mabuk cinta,syok berat karena ketahuan berduaan gelap-gelapan.


JJ Abrams dan Camelia,yang tengah menikmati permainan langsung terdiam mendengar keributan. Beruntung sekali, JJ Abrams sudah mengeluarkan lahar panasnya tepat di punggung belakang istrinya.