SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Kesepakatan


"Hentikan!".Teriak Sandra, menahan dadanya naik turun mengontrol diri."Iya,mamah yang salah sudah terbuai dengan perkataan papah kalian. Sebenarnya mamah, berniat untuk menjauhkan diri. Tetapi, Jordan sudah tumbuh di dalam perut mamah. Sama seperti kamu,merayu Camelia. Mamah, memohon kepada Camelia jangan sampai terbuai dengan perkataan manismu. Cukup mamah, merasakan rasa bersalah teramat dalam. Sepanjang kehidupan mamah,mana pernah tenang dan selalu di hantui".


"Bagaimana,jika aku terus memaksa Camelia? Taukan apa maksud ku, nyonya Sandra". Sahut Jhonny, tersenyum smrik.


"Tentu, Camelia akan hancur berkeping-keping terutama kehidupannya. Jhonny, cuman mencintainya penuh dengan kepalsuan. Iyakan sayang, ini namanya balas dendam". Sambung Olivia, tersenyum sumringah.


"Tunggu dulu, bukannya papah Camelia anak kandung mamah atau bukan?". Tanya Jordan, kebingungan dengan cerita sang ibu.


"Malik,anak pertama mamah dan papah mu. Kami menjalin hubungan cukup lama,hingga kami melakukan hubungan terlarang. Sedangkan kamu,mamah sudah menikah siri secara diam-diam dari kelurga papahmu". Jawab Sandra,derai air matanya mengalir deras."Waktu itu, umur papah Camelia berumur 3 tahun. Di situlah papah kalian, menikah dengan ibu Jhonny. Hati mamah benar-benar hancur di saat itu, tetapi papah kalian terus menguatkan mamah badai akan berlalu. Nyatanya masalah ke depannya, semakin rumit". Sambungnya lagi, membuat Jhonny geram terhadap ayahnya. "Setelah kakek mengetahui semuanya, mamah di bawa ke mansion ini sebagai menantu satu-satunya. Sepenuh hati merawat Jhonny, sebagai imbalan kesalahan ku dulu. Tetapi,rasa bersalah masih terngiang-ngiang di pikiran mamah. Apa lagi,ketika mamah menggendong bayi mungil di tanganku".


"Jadi,jika Jhonny melakukan itu kepada Camelia. Apa bedanya kau Jhonny, dengan papah kita". Kata Jordan, merangkul pundak sang ibu mencoba menenangkan pikirannya. "Ini bukan sepenuhnya salah mamah, melainkan ibumu". Tunjuk Jordan, dengan tatapan tajam.


"Ada pilihan untuk kalian,aku tidak melakukan apapun terhadap Camelia. Asalkan seluruh harta kekayaan keluarga Malik dan Allen jatuh ke tanganku. Bagaimana,nyonya Sandra?" Jhonny, menyunggingkan senyumnya. "Aku mengambil hak ibuku,karena ibuku yang pantas memegang kekayaan ini. Termasuk aku,ahli warisnya".


"Bisa, asalkan Camelia mendatangani surat itu. Maka seluruh kekayaan keluarga Malik dan Allen,akan jatuh ke tangan mu. Berjanjilah Jhonny,jangan mengganggu kehidupan cucuku dan kami. Ini adalah sebuah kesepakatan,ke depannya nanti tidak ada dendam di antara kita". Akhirnya Sandra,mengalah demi kebaikan bersama dan menjalani kehidupan tenang.


"Setuju". Jawab Jhonny, akhirnya tercapai apa yang di inginkan. Menunggu kabar selanjutnya, bukan ini saja dia menginginkan milik JJ Abrams.


Olivia, tersenyum sumringah ke arah suaminya. Satu masalah sudah selesai, menunggu tandatangani dari Camelia.


**************


Di tempat lain, Camelia di culik oleh anak buah Ardan seorang gangster. Dia terkurung di jeruji besi, tangannya di borgol. Bahkan kakinya di rantai, sungguh menakutkan sekali.


"Ayolah,kenapa tidak di lepas borgol di tangan sama kedua rantai di kakiku?". Camelia,geram dengan anak buah Ardan. "Yang benar saja,aku berada di jeruji besi dalam keadaan seperti ini. Sangat berat tau,susah mau menggaruk bagian belakang. Mana banyak nyamuk lagi,ada obat nyamuk gak? Iisss...Susah tau, melangkah kaki di rantai gak jelas begini". Camelia,tak henti-hentinya ngoceh terhadap penjaga di luar penjara.


Anak buah Ardan,heran bertemu dengan wanita yang diculik mereka. Mulutnya tak henti-hentinya,ngomel tak jelas. Baru kali ini, mereka menemukan sesosok wanita yang cerewet bukannya takut.


"Haus, pengen minum. Mau makan,laper nih". Rengeknya Camelia, memajukan bibirnya ke depan. "Kalian ini menyebalkan sekali,aku tahan istimewa Tuan Ardan. Ayolah, laper di kasih minum kek".


Tak berselang lama, beberapa orang datang dan menghampiri Camelia.


"Buka pintunya,lepas borgol dan rantai di kakinya. Keterlaluan sekali,masa di kurung di jeruji besi masih seperti ini". Kata seorang pria, berpakaian rapi mengenakan sepatu kulit. Namun sayang, tubuhnya kerdil tinggi badannya se batas pinggul Camelia.


"Baik bos". Jawab mereka serentak, bergegas membebaskan Camelia dan melepaskan borgol serta rantai di kakinya.


"Dari tadi kek". Gumam Camelia, lengannya sudah pegal karena di borgol matanya tertuju seorang pria yang bertubuh kecil. "Mana bos gangster kalian, Tuan Ardan?". Tanya Camelia,malas berbasa-basi.


"Anda tidak tau,siapa Tuan Ardan nona manis?" lagi-lagi pria bertubuh kecil itu, menyahut perkataan Camelia.


"Kalau saya tau, ngapain saya tanya". Sahut Camelia, sedikit kesal menyilangkan kedua tangannya ke depan.


"Kenalkan Aku Tuan Ardan,yang kau cari nona". Ucap pria itu, menyunggingkan senyumnya.


"Ptputtptt... Hahahaha.... Hahahaha...Kau, hahahah...Kau Tuan Ardan, hahahaha....Yang benar saja, seorang gangster bertubuh kerdil. Hahahaha... Hahahaha...Aku tidak percaya, dengan ucapanmu. Anda, benar-benar cocok sebagai pelawak. Hahahaha.... Hahahah...!". Camelia,gelak tertawa terbahak-bahak.


Memang benar Ardan, bertubuh kecil seorang gangster pekerjaannya benda haram. Karena tubuh yang kecil, sangat lincah dan jangan macam-macam terhadapnya.


Anak buah Ardan, berusaha menahan tawanya ketika melihat Camelia tertawa lepas.


"Menyebalkan sekali! Diam kau,nona!". Teriak Ardan, mengarahkan pistol ke langit-langit ruangan.


Dor!


Satu tembakan di lepas oleh Ardan,sontak membuat Camelia terdiam dan menutup mulutnya. "Bercanda,tapi lucu". Camelia, cengengesan masih menahan mulutnya jangan tertawa lagi.


"Apa JJ Abrams, tidak memberitahumu seperti apa gangster Ardan?". Tanyanya, dengan suara keras.


"Tidak ada". Jawab Camelia, tersenyum kecil. "Aku kira bertubuh besar dan kekar,atau berbadan gendut,perut buncit, berjenggot panjang. Lah,yang benar malah bertubuh kerdil.Hahhahaha....Hahahaha...!". Lagi-lagi Camelia, tertawa karena tak sanggup menahannya.


"Diam! Puaskah sudah menghina tubuhku ha? Meskipun aku bertubuh kerdil tetapi,". Ardan, menggantung ucapannya.


"Tetapi, punya istri empat". Sahut anak buahnya,di samping Ardan.


"Hahahaha.... Hahahah...!". Lagi-lagi Camelia, tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan anak buahnya.


"Brengsek! Kenapa kau bilang juga,kalau istri ku ada empat bodoh!". Bentak Ardan,kepada anak buahnya menundukkan kepala.


"Maaf, kecoplosan bos. Habisnya nona ini,lucu, cerewet,gemes,gak penakut,siapa tau bos mau nambah istri. Bakalan rame bos,kalau di ajak kemana-mana". Kekeh anak buahnya.


Plak!


Ardan, mengayunkan cambuk ke lantai dan menatap tajam ke arah anak buahnya. Sedangkan Camelia, terkekeh geli mendengarnya.


"Ada benarnya juga, memang pantas kamu menjadi istri ke limaku". Kekehnya Ardan,mengelus dagunya dan menyeringai tajam.


"Nenek aku jomblo, sudah berumur 50 tahun. Mau, Tuan Ardan?". Sahut Camelia, memainkan kedua alisnya.


"Aaarghhh..Kau, benar-benar membuat ku emosi nona. Aku tidak yakin, JJ Abrams bertahan lama dengan mu". Ardan,geram terhadap Camelia ingin sekali memakannya hidup-hidup.


"Masa,biasa aja kok. Aku lapar sekali,mana makanannya bocah kecil". Kata Camelia, mengelus pucuk kepala Ardan melongos melewatinya.


Ardan, mengepalkan kedua tangannya masih tidak percaya dengan Camelia seenaknya sendiri. "Kau, benar-benar menguras emosiku". Ardan, langsung menyusul Camelia naik ke atas. Rupanya mereka berada di lorong bawah tanah.