
Jam dinding menunjukkan pukul 1 siang, beberapa kali camelia menepuk keningnya karena baru bangun jam berapa.
Merasakan seluruh tubuhnya remuk, sampai pagi di gembur suaminya yang masih terlelap tidur.
Camelia, terbangun ketika ingin buang air kecil. "Ssshhhhttt....Aduh,perih sekali". Gumam Camelia, berlahan-lahan menurunkan kakinya dari atas ranjang.
Bruukkkkk...
"Aaauukk....!". Pekik Camelia, tidak biasa berdiri karena kakinya masih lemas tak berdaya.
"Sayang,kamu tidak apa-apa?". JJ Abrams, langsung bangkit dari ranjang dan mengangkat tubuh istrinya. "Kenapa bisa,kamu jatuh dari atas ranjang? Segitunya yah,kamu usik dalam tidur bahkan beberapa kali kamu menendang ku".
"JJ,aku tidak jatuh dari atas ranjang tapi mau pipis. Kakiku masih lemas tau,semua gara-gara kamu". Kata Camelia, langsung cemberut.
JJ Abrams, menggeleng pelan dan cekikikan tertawa. "Maaf,aku kebablasan karena ingin terus-terusan meminta hakku. Kenapa tidak bilang sama aku,hmmm? Kalau ingin ke kamar mandi,sayang". Dengan sigap mengangkat tubuh istrinya.
Camelia, menyelimuti tubuhnya. "Aku tidak mau membangunkan mu, sayang. Lihatlah, sekarang sudah jam 1 siang loh".
"Sayang, wajarlah pengantin baru jam segini baru bangun. Sudahlah, tidak perlu menutupi tubuh ini. Malam tadi,aku sudah menelusuri setiap lekukan tubuh mu dan meninggalkan beberapa jejak di sana". JJ Abrams, langsung melempar selimut itu.
Wajah Camelia, memerah seperti kepiting rebus dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.
JJ Abrams, meletakkan istrinya di kloset duduk dan keluar dari kamar. Matanya tertuju pada ranjang,ada bercak darah di sprei putih. Dia langsung menyingkirkan sprei,lalu menggantikan yang baru lagi.
Setelah selesai, barulah masuk kedalam kamar mandi melihat istrinya merintih setiap melangkah kakinya dan berpegangan pada dinding.
"Sini sayang,kita berendam di bathtub yang penuh dengan mawar ini". Kedip mata JJ Abrams, meletakkan istrinya berlahan di dalam bathtub.
Aku harap cuman mandi saja, tidak meminta itu lagi kan. Aku sudah lelah sekarang, tapi mana mungkin bisa menolaknya.Batin Camelia,baru beberapa detik tangan suaminya sudah *******-***** dua gundukan dari belakang.
Mana mungkin menolak ajakan JJ Abrams,ketika tangannya mulai beraksi ke sana kemari. "Cuman satu kali sayang, ini adalah sensasi berbeda main di kamar mandi". Bisiknya dengan nada lembut.
Iya,cuman satu kali dan hampir satu jam.Gerutu Camelia dalam hati, mulutnya sudah mengeluarkan suara indah.
"Aaaa... JJ". Camelia, terkejut ketika suaminya mengangkat tubuhnya.
JJ Abrams, membawa tubuh Camelia dan memutar kran shower membiarkan air mengguyur tubuh mereka berdua.
Tidak hanya di bawah guyuran shower saja, JJ Abrams duduk di kloset dan meminta Camelia duduk di pangkuannya. Camelia, sangat di manja oleh suaminya itu, begitu manis perlakuannya.
Kembali JJ Abrams, memutar kran shower.
"Dalam sekali,terasa dingin di bawah guyuran shower". Kata Camelia, mendongakkan kepalanya.
Benar sekali,satu jam berlalu di dalam kamar mandi. Barulah mereka keluar, Camelia tak sanggup berjalan dan di gendong JJ Abrams.
"Pakaian ku". Cicit Camelia, memasang mimik wajah imutnya.
"Sebentar sayang,jangan menggodaku dengan cara memperlihatkan paha mulus ini. Aku bisa tak sanggup menahan diri, dulu masih sanggup sebelum menikah". Kata JJ Abrams,sekilas mencium bibir Camelia.
"Jangan lagi,aku sangat lelah dan tubuhku lemas. Seluruh tenaga ku di kuras habis karena kamu, sekarang aku lapar sekali". Ucap Camelia,mencibik bibirnya ke depan.
"Hmmmmm...Aku sudah meminta mereka memasak untuk makan siang kita,sini aku kenakan pakaian mu". JJ Abrams, telaten memasangkan pakaian kepada istrinya.
Tak hanya mengenakan pakaian saja, JJ Abrams menyisir rambut istrinya. Tak lupa Camelia, meminta bantuan agar menggunakan bedak pada wajah dan lipstik juga.
Cup...
Kecupan manis yang di berikan JJ Abrams, mampu meluluhkan hati Camelia yang malu-malu kucing.
"Sore nanti,kita jalan-jalan ke pinggir pantai yuk!". Ajak Camelia,duduk di pangkuan suaminya.
"Hmmmm... Emangnya bisa jalan sendiri,sayang? Itumu tidak sakit lagi kah,kalau tidak sakit boleh minta lagi?".
Camelia,mengusap wajah JJ Abrams karena kesal. "Aku lelah sayang, besok lagi yah. Izinkan hari ini, mengistirahatkan tubuh ku yang lelah. Sayang,jangan terus-menerus menyiksaku meskipun enak".
"Hmmmm...Aku gak janji sayang,". JJ Abrams, langsung menyambar bibir Camelia yang sedari tadi menggoda saja..
Mendengar ketukan pintu kamar, JJ Abrams menghentikan ciumannya. "Duduklah di sini,aku akan membuka pintu kamarnya. Pasti makanan kita sudah datang, aku juga lapar sayang".
Camelia, mengangguk kepala dan tak sabar menyantap makanan.
Aroma ayam panggang sungguh menggoda iman Camelia, hampir saja meneteskan air liurnya.
Bermacam-macam menu makanan yang datang,satu persatu troli makanan di depan sudah. JJ Abrams, meminta pelayan keluar dari kamarnya. Biarkanlah dirinya melayani sang istri, tidak mau ada seseorang yang menggangu mereka berdua.
*********************
Sudah beberapa hari mereka berdua di pulau, menikmati suasana bulan madu. Camelia, begitu di manja oleh suaminya. Namun imbalannya tak main-main, JJ Abrams meminta haknya terus-terusan.
"Ayo, kejar ku! Kejar aku, JJ! Hahahaha... Hahahhaa...!". Camelia, tertawa lepas berlarian untuk menghindari JJ Abrams.
Mereka berdua tengah bermain kejar-kejaran di pinggir pantai, menikmati suasana di sore hari.
"Kalau aku bisa mendapatkan mu, tak akan pernah aku lepaskan sayang!". Seringai tajam JJ Abrams, mengalah demi kesenangan istrinya.
"Hahahaha... Hahahhaa...!". Camelia, tertawa ketika JJ Abrams menangkap tubuhnya dan berputar.
Byurrrrr....
Mereka berdua jatuh ke air, membiarkan ombak kecil menerjang tubuh mereka. Sama-sama tertawa lepas, sambil bermain air.
"JJ, hentikan jangan disini. Aku takut sekali, jika ada orang yang melihat kita". Camelia, mencoba menghentikan aksinya. Ini benar-benar gila, JJ nekad melakukannya di sini.
"Hussssttttt... Diamlah sayang, hari mulai gelap. Tidak akan ada yang tau,kita akan di dalam air ini. Nikmatilah sensasinya sayang,jarang kita melakukan ini". Bisik JJ Abrams, menyibakkan rambut Camelia dan mencium lehernya.
Mau tak mau Camelia, menuruti kemauan sang suami"Pelan-pelan JJ,". Pintanya lembut mencekram lengan kekar suaminya. "Aku takut jatuh loh".
Cukup lama mereka bermain-main di dalam air, seketika JJ Abrams membungkam mulut istrinya. Sudah waktunya melepaskan kecebong, begitu banyak di dalam sana. Gelombang laut kecil menerpa tubuh mereka, sambil cekikikan tertawa.
Semakin sering aku melepas kecebong di dalam rahim Camelia, semakin cepat menjadi hasil percintaan kita sayang.Batin JJ Abrams, melepaskan lahar panasnya.
Camelia, langsung ambruk di dada bidang JJ Abrams. Nafasnya tersengal-sengal tubuhnya bergetar hebat,tak mampu menopang tubuhnya lagi.
"Hmmmm... Bulan madu yang menyenangkan, kapan-kapan ke sini lagi". Cicit Camelia, langsung di angguki sang suami.
Apapun yang kamu inginkan,aku akan berusaha mengabulkan istriku. Batin JJ Abrams, mengecup kening istrinya.