
"Sebenarnya, buat apa kalian dukun?". Tanya Camelia, cengengesan melihat tatapan istri-istri Ardan.
"Begini,suami kami ingin menikah dengan wanita lain. Melainkan musuh kami dulu, rupanya mereka pernah berpacaran. Kalau wanita lain,kami gak papa kok. Apa lagi suami kami menikah dengan mu,malah bagus". Jawabnya Wina, berbinar seketika memandang wajah Camelia.
"Benar sekali, wanita itu jahat Camelia. Dia bisa mempengaruhi pikiran suami kami, menjelek-jelekkan kamilah. Jadinya kami tidak terima, memiliki adik madu jahat". Sambung Selfi.
"Kalau dukun itu, memang ada dan kami sepakat untuk melakukan rencana. Maksudnya kami begini, menyantet wanita itu". Kata Ning,di angguki yang lainnya.
"Plis... Pasti dukun itu,adakan adik madu?". Anggun, tersenyum semanis mungkin dan memandang wajah Camelia.
"Mohon maaf nih,dukun itu gak ada. Kalau ada sih, sudah dari dulu aku melakukan hal sekeji itu". Camelia, menyatakan sebenarnya dan membuat mereka nampak kecewa.
"Hmmmm...Adik madu,jadi gak ada yah. Takdir deh,menerima adik madu jahat". Anggun, terduduk lemas mendengar pernyataan yang sebenarnya.
"Tenang saja, aku bisa melakukan agar wanita di benci bos Ardan". Camelia, tersenyum sumringah menatap mereka secara bergantian.
"Be-benarkah!". Ucap mereka bersamaan, kegirangan mendengarnya. Apa lagi anggukan Camelia, menjadi saksi jika serius tak berbohong.
"Terus, bagaimana caranya Camelia? Katakan sejujurnya, biar kami tau". Wina,tak sabar menunggu rencana licik Camelia.
"Hehehehe... Selesai acara ulangtahun JJ Abrams,kita menyusun rencana itu". Jawab Camelia, mereka langsung memeluk tubuh Camelia sebagai penyelamat.
 Rasakan kau Ardan,ini adalah salah satu balasan dariku. Kita lihat yah,siapa wanita yang mau menikah dengan bocil gangster itu.Berani sekali dia, menyakiti perasaan mereka yang sudah baik kepada ku. Tenang saja,akan aku selamatkan kalian. Batin Camelia, tersenyum smrik.
"Uhukkk.... Uhukk... Uhukk...!". Ardan, terbatuk-batuk ketika dia minum air putih. "Sialan,aku terlalu sering tersedak. Pasti ada seseorang yang mengatai ku,awas saja kalau ketahuan". Gumamnya Ardan, berdecak kesal.
************
Sedangkan di kediaman JJ Abrams, anak buahnya murung memikirkan keadaan bos mereka cuman diam tak bicara apapun.
Mereka saling menyenggol lengan, ingin memberitahu sesuatu kepada bos besar mereka.
"Bos,kami tidak bisa melacak keberadaan nona Camelia. Satu lagi bos, mereka belum mendapatkan informasi tentang nona Camelia. Tidak ada tanda-tanda nona, melewati perbatasan dan di bandara. Semuanya dijaga ketat oleh anak buahnya bos,apa bos mau pergi?". Tanya anak buahnya, penuh dengan ketakutan.
"Suruh mereka pulang saja, tidak perlu mencari keberadaan Camelia. Dia sudah pergi, tidak ingin bersama ku lagi". JJ Abrams, memerintahkan anak buahnya cukup sudah mencari keberadaan Camelia.
"Tapi,bos..."
"Tidak ada tapi-tapian, patuhilah perintah ku. Sekarang!". Teriak JJ Abrams, membuat anak buahnya melonjak terkejut.
Tak ada berkata apa-apa lagi, mereka langsung keluar dari kamar bosnya dan melaksanakan perintah JJ Abrams.
"Bagaimana,apa Tuan JJ Abrams pergi?" Tanya Vika,kepada mereka.
"Nona Vika, sepertinya tuan JJ Abrams patah hati karena nona Camelia pergi. Tuan JJ Abrams, tidak mau kemana". Jawab anak buahnya,kini Vika bingung harus berbuat apa.
"Terimakasih". Vika, langsung menyelonong pergi dan mengirim pesan kepada seseorang.
[JJ Abrams, tidak mau pergi kemana. Apa yang harus dilakukan lagi?]
[Biarkanlah,kalau dia tidak mau pergi. Apa keadaannya baik-baik saja?]
[Sangat buruk sekali]
Balas Vika, memandang layar ponselnya tak ada balasan lagi.
*****************
Malam harinya, alunan musik menggema di kediaman JJ Abrams. Suasana semakin ramai, orang-orang sekitar mulai berdatangan. Mereka mengadakan pesta ulangtahun JJ Abrams, begitu meriah setiap tahunnya. Setiap tahunnya, JJ Abrams merasa senang dikelilingi oleh orang-orang yang sayang dengannya. Namun kali ini, JJ Abrams nampak murung dan masih berdiam diri di dalam kamar.
"Berisap-siap lah nak,jangan kecewakan perasaan mereka yang menyisihkan waktu untuk merayakan ulangtahun mu".
"Terimakasih,bu Minah. Aku akan segera keluar,maaf". JJ Abrams, berusaha untuk tersenyum.
"Aku tau,kau sangat patah hati karena kehilangan kekasih mu. Jika dia benar-benar mencintai mu, pasti akan kembali lagi. Bersiaplah nak,kami menunggu mu di bawah". Bu Minah, meninggalkan JJ Abrams sendirian.
JJ Abrams, bangkit dari tempat duduknya dan melepas seluruh pakaiannya. Dia masuk kedalam kamar mandi, memutar kran shower dan membasahi seluruh tubuhnya. "Aku mencintaimu, JJ".
Bisik-bisik manis Camelia,masih terdengar di telinganya. "Aaaarrgghh...!". JJ Abrams, menampar dinding kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, JJ Abrams turun ke bawah dan matanya tertuju pada merek yang tersenyum ke arahnya. Vika, sudah menanti kedatangannya. Sebuah kue ulangtahun di tangannya, lilin-lilin kecil siap di tiup.
"Selamat ulangtahun tahun. Selamat ulangtahun tahun, JJ Abrams. Selamat ulangtahun tahun!".
Mereka serempak bernyanyi selamat ulangtahun, JJ Abrams menyeka air matanya karena terharu dengan mereka begitu perduli.
"Hmmmm... Potonglah kue ini". Vika, memberikan pisau kecil kepada JJ Abrams.
"Bos! Selamat ulangtahun!". Teriak anak buahnya, berada di belakang para penduduk desa.
Jeb....
Lampu padam mendadak, membuat orang-orang sekitar heboh. Ini adalah pertama kalinya, lampu padam keseluruhan.
"Lampunya padam".
"Kok bisa yah,padam?".
"Padahal lagi ada acara, bagaimana ini?".
JJ Abrams, menepuk keningnya karena anak buahnya tak ada yang bergerak sama sekali.
Deggg...
Satu lampu menyala,akan tetapi tertuju kepada seorang wanita cantik mengenakan gaun dan mahkota kecil. Di tangannya ada kue ulangtahun, tanpa lilin seperti tadi.
"Selamat ulangtahun tahun, selamat ulangtahun tahun. Selamat ulangtahun tahun, JJ Abrams. Selamat ulangtahun tahun,dudududududududu...!". Camelia, mengangkat wajahnya dan menatap ke arah JJ Abrams yang masih mematung.
Tak!
Semua lampu menyala semua, terlihat jelas anak buahnya JJ Abrams yang hilang dan bersamaan dokter Dartos. Bukan hanya mereka saja,ada juga Ardan,bersama istri-istrinya dan anak buahnya.
Jujur saja, jantungnya Camelia berdegup kencang ketika memandang wajah JJ Abrams menahan amarahnya.
"Aaaa...!" pekik Camelia, ketika JJ Abrams mencekram lengannya. Lalu, menatap tajam ke arah anak buahnya,dokter Dartos, Ardan dan lainnya. "JJ,aku bisa jelaskan semuanya. Mereka tidak salah apapun,ini adalah rencana ku". Cegah Camelia,ketika JJ Abrams ingin mendekati mereka.
Vika,sigap mengambil kue di tangan Camelia. Berharap Camelia,bisa menenangkan hati kekasihnya itu.
Tanpa ba-bi-bu lagi, JJ Abrams menarik lengan Camelia dan membawanya ke atas dan masuk kedalam kamar.
Semua orang-orang yang berada di tempat, mereka cuman diam menyaksikan JJ Abrams membawa Camelia secara paksa.
Camelia,merasa hawa yang mencekam sangat takut dengan amarahnya JJ Abrams.
Sekarang nyawaku benar-benar diujung tanduk,belum merasakan duniawi kebebasan. Tetapi, sudah meninggalkan nama di batu nisan.Batin Camelia, komat-kamit berdoa meminta pertolongan dari Tuhan.