SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Berteriak


 "Aaaaaaa....!". Morgan, lebih dulu berteriak keras barulah JJ Abrams dan Ardan ikutan berteriak keras juga.


Plak!


JJ Abrams,memukul kepala Morgan karena dia terkejut dan berteriak juga. "Sialan,kenapa kau berteriak keras? Membuat ku terkejut dan konsentrasi ku ambyar".


"Bagaimana tidak berteriak,kau menginjak kaki ku Tuan. Sangat sakit sekali, badanmu besar dan bobot tubuh mu berat". Jawab Morgan, mengelus-elus bagian kaki yang di injak JJ Abrams."Huu...Huuu...Kakiku sakit sekali,huuu..".


"Ee..Maaf,aku tidak sengaja tadi. Lalu,kenapa kamu ikutan berteriak keras Ardan?". Tanya JJ Abrams, melihat Ardan semakin menggigil.


"Aku karena itu..!". Ardan, menunjukkan jarinya ke arah depan. Habislah kita, sejak kapan dia berada di sana?.


Morgan,yang berlahan-lahan menengok karena terlindung tubuh JJ Abrams.


Deg!


JJ Abrams, langsung berlahan-lahan membalikkan badannya dan tiba-tiba.


"Aaaaaaaaaa....!". JJ Abrams dan Morgan, berteriak keras seketika. Bahkan JJ Abrams, melompat ke arah Morgan dan Ardan mereka meringis menahan bobot tubuhnya.


Astaga! penyihir itu, kenapa tiba-tiba ada di sini?.Batin Morgan, seketika bulu kuduk berdiri.


Bagaimana bisa, Camelia ada di sini? Astaga, apakah dia mendengar pembicaraan kami? Matilah aku, bakalan mendapatkan amarah habis-habisan darinya.Batin JJ Abrams, buliran keringat membasahi keningnya.


"Ck, kalian kenapa berteriak keras? Kaya melihat setan aja". Gerutu Camelia, melenggang mendekati mereka dan ikut bergabung. Tak lupa meletakkan bingkisan di atas meja, tidak tau apa isinya.


JJ Abrams, mengangkat kedua bahunya karena tidak tau jika sang kekasih akan datang ke sini.


"Iiiihh...Seremmm...!" Lirih pelan Morgan dan Ardan, mereka mendorong tubuh JJ Abrams untuk berbicara empat mata dengan kekasihnya itu.


JJ Abrams, berlahan-lahan mendekati kekasihnya dan tersenyum. Entah kenapa, tiba-tiba merasa takut dengan Camelia. Kenapa nyawaku sendiri berasa di ujung tanduk? Aaaarrgghh... Gara-gara mereka sih, mengatai kekasih hantu, penyihir segala dan aku ikutan takut.Batinnya JJ Abrams, menggerutu dirinya sendiri.


 "kau kenapa JJ, biasanya nyosor duluan? Ini kaya ketakutan, seakan-akan aku ingin menyantap mu". Camelia,mendelik tajam ke arah kekasihnya. Nah, pasti ada sesuatu yang tidak beres ini. Aku yakin sekali, mereka sudah mengatai ku macam-macam. Awas kalain berdua akan aku buat kalian seperti kue dadar gulung, berlipat-lipat ganda mendapatkan pelajaran dariku.


Glek!


Morgan dan Ardan, bergidik ngeri mendengar ucapan Camelia yang ingin menyantap JJ Abrams hidup-hidup.


"Dia kanibal juga". Bisik Morgan,semakin erat berpelukan pada bantal sofa. Sereeeemmm... Pantesan JJ Abrams, tidak bisa lepas dari wanita ini karena jauh lebih seram di bandingkan dirinya sendiri.


"Benar,dia penyihir mencari tumbal untuk ilmu hitamnya". Bisik Ardan, susah payah meneguk salivanya. Aku salut dengan JJ Abrams,dia sanggup memiliki kekasih sekejam nona Camelia.


"Tidak ada apa-apa sayangku,tumben sekali sepagi ini kau ada di sini? Bukannya kamu kuliah? Atau mengurus perusahaan,tanpa memberikan kabar kepadaku". JJ Abrams, tersenyum dan menggenggam jemari tangan kekasihnya. Semoga saja, aku salah bicara dan selamat dari hukuman Camelia.


"E'ehmmm... Hari ini, dosennya tidak masuk dan pekerjaan di perusahaan sudah beres kok. Daripada diam di mansion, mendingan ke sini karena aku merasa sesuatu yang tidak beres". Bisik di telinga Morgan dan Ardan di belakang mereka. Saat ini, mereka tengah duduk di sofa dan Camelia tiba-tiba sudah di belakang mereka. Hahahaha....Aku mencurigai kalian berdua, pasti mereka menjelekkan perilaku kepada JJ Abrams.


Glek!


Tenggorokan Morgan dan Ardan terasa tercekat tak bisa berkata apa-apa. Mereka berdua memberikan kode kepada JJ Abrams,agar membujuk untuk mencabut kutuknya.


Sepertinya Camelia, mengetahui maksud kami ke sini. Dia benar-benar penyihir jahat, serba-serbi tau dengan kedatangan kami.Batin Morgan, mengerjapkan bola matanya.


Dia benar-benar pencabut nyawa,aku merasa nyewaku ingin habis sudah. Aku tidak mau mati sekarang,kasian istri-istri ku menyandang status janda muda.Batin Ardan, menggeleng kepalanya.


Camelia,tengah membuka bingkisan yang di bawanya tadi. Sebuah kotak berisi kue coklat balok, modelnya sangat unik dan lucu.


"Aku membeli kue coklat balok, ambilah dan ini enak". Camelia, menyodorkan satu kotak kue tersebut kepada Morgan dan Ardan.


"Terimakasih, nona Camelia". Kata mereka berdua secara bersamaan,namun enggan mencomot kue tersebut.


Iiihhh....Aku yakin sekali, pasti nona Camelia meletakkan ramuan sihirnya di kue itu.Batin Ardan, bergidik ngeri dan menggeleng pelan ke arah Morgan.


"Sayang,kau mau?" Camelia, mencomot satu kue dan di berikan kepada JJ Abrams.


JJ Abrams, melirik ke arah Morgan dan Ardan yang menggeleng kepala.


"Sayang, aku tidak suka dengan coklat takut lemak mengumpul di perut sixpack ku". Alibinya JJ Abrams, menolak dengan halus.


"Oh,sayang sekali loh. Ini sangat enak,manis dan lumer". Camelia, mengigit satu potongan kue balok dan memainkan lidahnya di bibir. JJ Abrams,mulai tergoda dengan aksi kekasihnya itu.


 "Jangan lakukan itu,kau sama saja menggoda ku". Kekehnya JJ Abrams, mengambil tisu untuk melap bibir Camelia ada sedikit coklat di sana.


Morgan dan Ardan, memalingkan wajah mereka tak ingin melihat adegan romantis itu.


"Ngomong-ngomong kalian ngapain di sini, tumben sekali?". Tanya Camelia, melirik ke arah Morgan dan Ardan.


"Biasalah membahas bisnis, iyakan Tuan JJ Abrams?" Kedip mata mereka berdua.


"Gak masuk akal,mana mungkin kekasih ku menjalin bisnis dengan benda harammu". Camelia, menyunggingkan senyumnya.


"Senjata,iya kami berbisnis senjata". Sahut JJ Abrams, cengengesan.


"Senjata? Lalu,apa hubungannya dengan Morgan? Dia mau berbisnis apa,mau ngutang?" Tanya Camelia, memandang wajah kekasihnya itu.


"Aku,aku cuman ikut-ikutan menemani Ardan. Sesekali lah,kita ngumpul begini di waktu yang senggang". Morgan, langsung menyahut perkataan Camelia. "Mana mungkin mau ngutang,aku banyak uang dan kaya raya".


Camelia, manggut-manggut mendengar penjelasan mereka. Meskipun tak sepenuhnya percaya,dia mencurigai gerak-gerik mereka bertiga ini.


Ck,aku tidak mudah di bodohi. Rupanya JJ Abrams,mulai terpengaruh dengan ucapan mereka. Awas kamu JJ Abrams, aku akan memberikan pelajaran kepada mu.Batin Camelia, tersenyum smrik.


"Sayang,aku ingin berbicara empat mata dengan mu. Ayo,kita ke sana" Ajak JJ Abrams,menarik tangan kekasihnya dan menjauhi ruang tamu.


Morgan dan Ardan,menghela nafas lega dan bisa jauh dari pandangan Camelia.


Camelia, menuruti kemauan JJ Abrams membawanya ke sebuah ruangan bukan kamar.


Cup...


Cup...


Cup...


JJ Abrams, memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah sang kekasih dan memeluk erat tubuhnya.


Camelia, membalas pelukannya dan menatap wajah JJ Abrams yang kebingungan.