SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Dikejar Polisi


 "Huuu...Huu...huu..huu.. Sshhhhttt...!". Camelia, mengatur nafasnya merasakan kontraksi luar biasa. Kenapa sekarang mau melahirkan, bukankah semingguan lagi? Aahh... JJ,kau dimana? Batin Camelia,merem melek merasakan sakit.


"Sepertinya nona Camelia,mau melahirkan!". Pekik Yuni,kepada sang kekasih."Nona, bertahan sebentar jangan panik nona. Aku akan ikutan panik juga".


"Melahirkan? Terus,kita harus bagaimana sayang?". Tanya Arjun,yang tidak tau apa-apa.


"Kita pergi ke rumah sakit, secepatnya Arjun! Kasian nona Camelia, semakin kesakitan karena kontraksi. Ayo! Kenapa bengong lagi,mau di penggal kepala mu?". Teriak Yuni, wajahnya pucat pias karena panik. Baru kali ini, menghadapi seorang wanita yang mau melahirkan.


"Ba-baik,sayang. siapkan mobil kita harus pergi sekarang!". Perintah Arjun, kepada anak buahnya itu. "Say-sayang, kontrak,kontrakatasi apa yah?". Tanyanya yang bengong.


"Pokoknya itulah! Jangan banyak tanya. Aaarghhh...!". Geram Yuni, dengan wajah marahnya.


"Baik,bos. Tapi,mau pergi kemana?". Tanya anak buahnya itu, sambil menggaruk kepalanya.


"Ke toko bangunan!". Teriak Camelia, Yuni dan Arjun. Mereka geram anak yang Arjun, sudah tau mau melahirkan harus pergi kemana.


"Toko bangunan yang dimana,bos?". Tanya lagi dengan wajah polosnya.


"Aaaarrgghh... Nona Camelia,mau melahirkan mana mungkin ada dokter atau bidan di toko bangunan! Kita harus kerumah sakit sekarang, bodoh!". Teriak Arjun, mengusap wajahnya dengan kasar.


"Maaf,bos. Sekarang yah,bos?". Tanya lagi, membuat Arjun mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


"Gak. Gak sekarang Job, nunggu anaknya lahir baru otw. Iya-iya lah, sekarang juga!". Teriak Arjun, suaranya menggelegar seisi ruangan.


Anak buahnya pontang-panting keluar,takut kena amukan Arjun.


"Huu...Huu...Huuu...!". Camelia, berusaha mengontrol dirinya."Cepetan bawa aku ke rumah sakit, ayo!". Perintahnya sudah kesal.


"Sayang,bantu aku bawa nona". Pinta Yuni, langsung di angguki sang kekasih.


"Nona, tahan sebentar yah. Jangan melahirkan sekarang,kami tidak tau apa-apa". Kata Yuni, lututnya terasa lemas melihat cairan semakin banyak keluar.


"Cepetan bawa aku kerumah sakit! Aku tidak sanggup lagi, menahan perutku mau brojol sekarang! Aaaarrgghh... Cepetan!". Teriak Camelia, matanya melotot sempurna.


Arjun dan Yuni, sangat takut dengan sorotan mata Camelia ingin memakan mereka mentah-mentah.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Arjun dan Yuni menjadi sasaran empuk Camelia.


Penampilan mereka berdua acak-acakan tidak karuan lagi, beberapa kali menarik rambut Arjun dan Yuni menahan rasa kontraksi tiba-tiba datang.


Bukan hanya Camelia,yang berteriak menahan rasa sakitnya. Melainkan Arjun dan Yuni, lebih kencang berteriak keras karena kesakitan di jambak Camelia.


"Ini adalah kesialan yang berat yang aku alami, sakit sekali rambutku di jambak. Aaaa..Aaaa...Aaaa...Nona,jangan terlalu kencang menarik rambutku yang gondrong ini. Hiks...Hiks... Rambutku rontok banyak, sia-sia perawatan selama ini". Gerutu Arjun,mencoba menolong kekasihnya.


"Cepetan! Kenapa lama sekali, tidak sampai-sampai!". Teriak Camelia,sambil menjambak rambut Arjun dan Yuni.


Camelia, berada di tengah mereka berdua mempermudah dirinya berpegangan.


"Huaaaa.... Rambutku berantakan sekali,nona Camelia sakit!". Pekik Yuni,air bening mengalir di pipinya.


"Huu...Huu...Huu... Aarrrghh...Aku terpaksa melakukan ini,kalian harus bersabar! Bersabar!". Teriak Camelia, tepat di depan wajah Yuni.


"Aaarghhh.. Rambut gondrong ku,huu....Huu...". Arjun, mencoba menahan tangan nona Camelia agar tidak terlalu kencang menjambak rambutnya itu.


"Bos, sepertinya ada para polisi tengah melakukan pemeriksaan. Bagaimana ini,bos?" Tanya anak buahnya Arjun, nampak kebingungan melihat polisi menahan beberapa mobil di depan.


"Bodoh! Kita dalam darurat, terobos saja! Jangan berhenti sekarang,aku sudah tidak kuat!". Teriak Camelia,masih dengan sama menjambak rambut dua sejoli ini.


Dengan kecepatan tinggi,mobil meleset dari para polisi langsung ke samping. Tak lupa membunyikan klakson mobilnya,dalam satu mobil berteriak histeris.


Sontak para polisi bergegas mengejar mobilnya,tak akan melepaskan karena melanggar aturan jalanan.


Kebetulan sekali,mobil JJ Abrams berselisih dengan mobil yang menumpangi istrinya.


JJ Abrams dan 3 serangkai terkejut melihat mobil begitu melaju kencang,namun di kejar beberapa mobil polisi dari arah belakang.


JJ Abrams, berfirasat yakin jika istrinya ada di dalam mobil itu. "Jecky,putar balik dan kejar mobil melaju kencang tadi. Aku yakin sekali, Camelia ada di dalamnya. Sekarang Jecky!". Perintah JJ Abrams, memukul jok mobil Jecky di kemudi.


"Tuan JJ Abrams,kau harus santai jangan terbawa emosi". Ardan, mencoba menenangkan pikirannya


Jecky, langsung putar balik dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi atas perintah sang bos besar.


Sedangkan anak buah Arjun, begitu gugup dan gemeteran sudah. "Bos,banyak sekali mobil polisi mengejar kita".


"Tidak masalah soal itu,yang penting cepetan sampai di rumah sakit!". Sahut Camelia, wajahnya memerah sudah. "Huu..Huu...Huuu... Ssshhhhttt.... Lelet banget sih,kapan sampainya!". Gerutu Camelia, keringat bercucuran membasahi wajahnya.


Tentu saja,aksi mereka menjadi pusat perhatian orang-orang lain. Bingung para posisi mengejar mobil di depannya, apakah mobil penjahat kelas kakap.


Ciiiiiitttt....


Akhirnya sampai di depan rumah sakit, Arjun turun dari mobil sambil berteriak-teriak histeris. "Dokter! Dokter! Suster! Suster!". Teriaknya sekeras mungkin, sambil menyelonong masuk kedalam rumah sakit dan membuat keributan.


"Pak sabar,jangan membuat keributan di rumah sakit. Pelan-pelan pak, katakan sejujurnya". Seorang dokter mendekati, untuk menenangkan Arjun ngos-ngosan mengatur nafasnya.


"Dokter,ada wanita yang mau melahirkan. Cepetan dok,ini gawat darurat!". Teriak Arjun, langsung menarik lengan dokter sampai keluar.


Benar sekali, Camelia sudah keluar dari mobil dan berpegangan pada mobil.


Beberapa mobil polisi berdatangan, langsung menodongkan pistol ke arah mereka. "Angkat tangan kalian!". Perintah polisi tersebut.


"Saya mau melahirkan pak, makanya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi! Huu...Huu... Dok,saya tidak sanggup lagi. Tolong saya dok!". Ucap Camelia, setelah berteriak keras kepada polisi.


Arjun, memerintahkan anak buahnya untuk menyelesaikan para polisi. Sedangkan dirinya dan sang kekasih, mengikuti Camelia masuk kedalam.


 "Siapkan ruang bersalin". Perintah dokter,kepada suster lainnya. Mereka sigap melayani Camelia, kondisinya sudah gawat darurat.


"Dokter,ruang VIP saya akan membayar biaya semuanya!". Perintah Arjun, mengusap keringat bercucuran di keningnya.


Mata orang-orang sekitar kebingungan melihat, seorang pria dan dua wanita mengenakan pakaian pengantin.


Banyak mengira jika Arjun, menikah lagi dan menyakiti istrinya yang tengah hamil besar.


"Bapak suaminya nona yang mau melahirkan tadi kan? Tolong pak,isi formulirnya". Salah satu suster mendekati Arjun dan Yuni.


Mereka saling pandang satu sama lainnya, kebingungan mau isi apa di formulir ini. "Suster saya akan membayar biaya semuanya, tapi saya tidak bisa mengisi formulir ini karena wanita yang melahirkan di dalam sana bukan istri saya". Tegas Arjun, memijit pelipisnya.


"Pinjam formulir istri saya!". Teriak JJ Abrams, dengan mata melotot sempurna.


Deg!


Arjun, merasakan tubuhnya tak berdaya dan merosot ke lantai. "Tu-tuan maafkan aku. Aku tidak sengaja menculik istri anda, Tuan". Memohon ampun di depan JJ Abrams.


"Kau urus admistrasi ini, Jecky. Morgan, Markus, Ardan,jaga mereka berdua jangan sampai kabur". Perintah JJ Abrams, bergegas menuju ruangan Camelia.