
[Anak-anak aku bawa ke kota Goa]
[Malam hari kami akan pulang,jangan mengkhawatirkan keadaan anak-anak. Aman jika bersama ku sayang, dibandingkan dengan dirimu yang bar-bar].
Camelia, menghela nafas beratnya membaca pesan dari sang suami yang di kirim 1 jam lalu."Astaga! Kenapa anak-anak di bawa segala sih, takutnya merepotkan dan sibuk mengurus mereka berdua". Gumamnya,sambil memijit kepalanya yang nyut-nyutan sejak meeting tadi.
Sudah dua hari, Camelia merengek-rengek meminta pulang karena rindu dengan anak-anak. Baru dua hari pulang, JJ Abrams pergi ke Goa dan membawa si kembar.
Tok....Tok... Tok..
"Masuk!". Teriak Camelia,dari dalam ada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
Terlihat Bunga,membawa makan siang untuk sang bos besarnya. "Nona,makan siang dulu. Selesai makan siang,kita harus pergi ke perusahaan pak Don".
"Hmmm..Siap saja makan siangnya,aku sambil cek berkas yang kita bawa". Kata Camelia, beranjak dari kursi kebesarannya menuju sofa.
Bunga, menyiapkan makanan di meja dan menata dengan rapi.
Camelia, menyuap makanan ke mulutnya dan tiba-tiba bergegas menuju kamar mandi.
"Ueekkk... Ueekkk... Ueekkk...". Camelia, memuntahkan makanan dan terduduk lemas di kloset.
Bunga,panik melihat kondisi sang bos yang muntah-muntah. "Nona, tidak apa?". Mengelus lembut punggung belakang, Camelia.
"Ueekkk...Aku tidak apa-apa,huuf... Mungkin masuk angin kali,telat makan siang". Kata Camelia,kembali ke sofa untuk melanjutkan makan siangnya.
Lagi-lagi Camelia, memuntahkan makanan. Badannya terasa lemas apapun sudah di keluarkan, perutnya menolak jika nasi masuk kedalam.
"Nona, harus makan sesuatu jangan sampai kosong perutnya". Bujuk Bunga, tersenyum kecil.
"Pesan makanan mie goreng spesial kaya biasanya,siapa tau perutku menerima kalau bukan nasi". Pinta Camelia, langsung di angguki sekertaris pribadinya itu.
"Nona, sudah aku pesankan makanannya. Tunggu sebentar yah,aku mau keluar dulu". Pamit Bunga, langsung di angguki Camelia.
Camelia, termenung sejenak sambil mengelus-elus lembut perutnya. "Tunggu dulu,bulan kemarin aku tidak ada datang bulan. Tapi,aku selalu meminum pil KB. Waktu di Goa kemarin aku tidak meminum pil KB,mana mungkin sudah jadikan? Apa jangan-jangan aku hamil yah,masa sih? Astaga! Apa aku kebobolan yah,karena JJ Abrams terus-terusan menggempur tubuh ku ini". Camelia, penasaran karena memikirkan kondisinya yang berbeda akhir-akhir ini.
"Aku harus testpack besok pagi". Gumam Camelia, lagi-lagi menahan rasa mual-mual ketika memandang butiran nasi di depannya.
Bergegas membereskan nasi tersebut,lalu menyingkirkan ke samping jangan sampai terlihat.
Beberapa menit kemudian, pesanannya sudah datang. Tak sabar langsung mencicipi nasi goreng spesial, biasa yang di belinya itu.
Tidak ada drama muntah-muntah lagi, sampai mie goreng spesialnya habis.
Bunga, menyiapkan berkas akan di bawanya itu. Merasa lega karena bosnya, baik-baik saja tidak seperti tadi.
*******************
Camelia, mendengus dingin menatap ke arah Albino dan Kaizam. Tiba-tiba tangannya gatal untuk menjahili dua makhluk hidup ini,apa lagi tatapan mata mereka berdua membuatnya risih.
"Nona Camelia, bagaimana kabarmu?Kita lama tidak bertemu,aku senang sekali ada kesempatan waktu meeting bersama. Biasanya di wakilkan oleh sekretaris pribadimu,Bunga". Kata Don, tersenyum kecil.
"Kabarku baik sekali,mana mungkin aku terus-menerus absen tidak hadir meeting bersama. Lagipula aku ada janji malam ini,jadi aku tidak kemana-mana". Kekehnya Camelia,malam ini harus pergi Kediaman mertua Kaizam.
"Ada janji dengan seseorang,siapa tuh?". Sahut Don, memainkan kedua alisnya.
"Sebenarnya, aku sudah lama ada janji dengan beliau. Tapi,malam ini baru bisa Kediaman pak Karyo". Jawab Camelia, melirik ke arah Kaizam.
"Oh, bukankah ayah mertuanya pak Kaizam. Iyakan,pak Kaizam menantu yang dipercayai beliau". Don, menoleh ke arah Kaizam yang sibuk memeriksa berkas di tangannya itu.
Kaizam, menoleh ke arah Camelia yang tersenyum kecil. "Hmmm...Iya, katanya ada makan malam bersama. Cuman itu,yang aku tau". Jawabnya, cengengesan melihat tatapan Don.
"Aku sudah membaca semua berkasnya,aku setuju dengan ide ini". Albino, meletakkan berkas di meja.
Yang lainnya juga ikutan setuju,termasuk Camelia dan ingin cepat-cepat menjauh dari mereka berdua.
Don, cekikikan tertawa melihat tingkah Albino dan sesekali mencuri pandang ke Camelia. "Pak Albino,kau diam-diam melirik ke arah nona Camelia. Masih ada rasa dendam masa lalu,atau menyimpan perasaan diam-diam".
Albino, menyunggingkan senyumnya dan melirik tajam ke Don. "Mana mungkin aku menyukai seseorang wanita begitu licik, bahkan sempat merusak reputasiku dan menjatuhkan harga diri ku".
"Pak Albino,yang salah anda sendiri main nyoros tanpa mengetahui siapa wanitanya. Ayolah, tidak mau mengaku rasa malu tapi menyalahkan orang lain". Sahut Camelia, menyunggingkan senyumnya.
"Jangan remehkan aku nona, aku tengah menyelidiki kasus ini. Nona, harus berhati-hati takutnya terbukti bersalah dan di seret paksa ke jeruji besi". Albino, terlihat yakin sekali dengan perkataannya.
"Pak Albino, sekarang 3 tahun lebih atas kejadian tersebut. Sampai kapan kamu menyelidiki masalah itu,yang ada seluruh dunia mentertawakan diri mu. Pak Albino, bahkan para anggota polisi yang menangani kasus ini menyerah karena tidak menemukan bukti apapun". Camelia, cekikikan tertawa.
"Pak Albino,anda sangat lucu sekali dan ingin menyalahkan nona Camelia. Sedangkan bukti-bukti terbukti kuat,jika nona Camelia tidak bersalah". Sahut Don, tersenyum mengejek ke Albino.
Albino,nampak marah besar terhadap Camelia dan Don. "Karena aku yakin sekali,jika nona Camelia dalang sebenarnya. Permisi". Tegasnya, beranjak pergi meninggalkan ruangan meeting tersebut.
Bahkan Kaizam, ikutan menyusul ke luar juga. Mana mungkin bersama mereka, sudah pasti menjadi bahan tertawa Camelia dan Don.
Don,membuka sebuah kotak berisi sushi bermacam-macam jenis bercampur satu.
"Ueekkk... Ueeekk...". Camelia, mual-mual melihat nasi tersebut. "Pak Don, jauhkan sushi dari hadapanku. Aku tidak tau,setiap melihat butiran nasi mual-mual dan bisa muntah".
Don, langsung menutup kotak yang berisi beberapa potongan sushi bermacam-macam jenis makanan."Maaf,aku tidak tau apa-apa. Memangnya ada penyakit seperti itu, tidak bisa melihat nasi? Baru tau aku, bisa jadi penyakit serius nona jangan sampai di biarkan. Bahaya sekali, sampai tidak bisa makan nasi".
"Hehehehe...Aku bisa menanganinya pak Don, jangan mengkhawatirkan soal itu". Kekehnya Camelia, tersenyum manis."Pak Don,kami permisi dulu. Terimakasih,atas kerjasamanya semoga lancar ke depan nanti".
"Nona Camelia,aku yang berterimakasih atas semuanya. Aku senang sekali,bisa bekerjasama dengan nona. Silahkan, hati-hati di jalan nona". Kata Don, mereka saling berjabat tangan.
Camelia, meninggalkan perusahaan Don. Baru sampai di parkiran mobil, rupanya Albino dan Kaizam masih berbincang belum pergi juga. Tanpa memperdulikan mereka, Camelia langsung meninggalkan parkiran mobil sesekali melirik ke arah kanan.