
Begitu mudahnya melumpuhkan anak buah Trevino dan pak Xyil. Sekali memainkan jarinya, mampu melumpuhkan lawannya menggunakan jarum yang beracun. Kali ini, jarumnya bukan racun tapi obat bius bertahan lama.
Tepat di ruangan tersebut, kebetulan angin berhembus kencang dan Camellia menyemprot cairan agar mereka mengantuk.
"Lihatlah,kalian tertidur pulas tanpa beban sekalipun". Kata Camelia,duduk manis menikmati sepotong kue di meja.
Tangannya yang lentik, mengarahkan beberapa jarum bius ke arah anak buahnya Trevino dan pak Xyil.
Tersisa lah JJ Abrams, anak buahnya, Trevino dan pak Xyil. Camelia, tidak melakukan dengan obat biusnya.
Set...Sat...Set...Sat...
Dalam sekejap mata Camelia, sudah mengikat tubuh Trevino dan pak Xyil di kursi.
"SIALAN! Awas kau JJ, rupanya mengunci jeruji besi demi menghindari ku!". Bentak Camelia, mengepalkan tangannya dengan kuat.
Matanya melihat sekeliling, sudah waktunya membangunkan mereka dalam mimpi indahnya.
Camelia, membawa air satu ember penuh tak sabar menyirami mereka semua.
Byurrrrr....
Byurrrrrr....
Byurrrrr...
"Banjir!Banjir! Banjir!". Teriak JJ Abrams,serta anak buahnya yang gelabakan untuk menyadarkan diri.
Sedangkan Trevino dan pak Xyil,tengah di ikat dan mulutnya di bungkam menggunakan lakban cuman bisa mangap-mangap kepalanya. Mereka berdua syok berat, melihat Camelia menyeringai tajam ke arah mereka.
Bahkan semakin terkejut lagi, kondisi mereka di ikat kuat di kursi tanpa sadar sedikitpun.
JJ Abrams,mengusap wajahnya yang basah dan mengelus dada karena selamat dari sang istri.
"Hhhmmmpptt... Hhhmmmpptt...!". Kata Trevino dan pak Xyil, mulutnya di bungkam sambil meronta-ronta tak jelas.
Camelia, membalik badannya ke arah sang suami. "Buka pintunya sekarang, suamiku. Katakan dimana anak-anak? Ayo,keluar kalian semua!". Perintahnya,namun JJ Abrams enggan menurutinya.
"Sayang, aku tidak tau dimana anak-anak. Tanyakan kepada mereka berdua". JJ Abrams, langsung menunjukkan jarinya ke arah Trevino dan pak Xyil.
"Benar nona,kami tidak tau apa-apa soal si kembar. Pak Xyil dan pak Trevino,yang menculik si kembar". Jecky, ikut-ikutan angkat bicara.
Wajah Trevino dan pak Xyil, memerah karena meronta-ronta ingin melepaskan diri dari jeratan Camelia.
"Kalian berdua katakan yang sebenarnya,dimana anak-anak ku?". Ucap Camelia, tangannya sambil memegang sepotong kue bukan senjata untuk mengancam lawannya.
JJ Abrams, menepuk keningnya karena melihat tingkah laku sang istri. "Sayangku, bagaimana mereka menjawab pertanyaan mu? Lihatlah, mulutmu mereka masih di bungkam dengan lakban.Istriku,kalau mengancam seseorang gunakan benda tajam jangan sepotong kue".
Camelia,menghela nafas beratnya dan menoleh ke arah Suaminya itu. "Bisa diam,tidak!". Teriaknya sekeras mungkin.
JJ Abrams dan anak buahnya, bergidik ngeri langsung dan tidak berkata apapun lagi.
"Bos,diam saja. Jangan ikut campur urusan nona Camelia, asalkan kunci aman kan?". Tanya Jecky, langsung di angguki JJ Abrams.
Mereka mana berani mendekat jeruji besi, takutnya Camelia mendapatkan mereka dan tak akan lolos dari jeratannya itu.
Bagaimana bisa,nona Camelia lolos dari penjaga anak buahku? Apakah dia memiliki ilmu sihir,bisa muncul kapan saja dan tidak diketahui oleh siapapun. Sialan,aku kalah dengan seorang wanita. Pantesan Tuan JJ Abrams, mengurungkan dirinya langsung rupanya istrinya lebih seram di bandingkan dirinya.Batin Trevino, menggeleng pelan.
Sreeet...
Camelia,membuka penutup mulut mereka berdua. Lalu, mengarahkan satu ember air penuh.
Byurrrrr....
"Nona,kenapa kami di siram lagi?". Tanya pak Xyil,heran dengan sikap Camelia.
"Kenapa, tidak suka? Terserah akulah, suka-suka aku dong. Mau aku siram kek, dipanggang kek,atau di potong-potong sekalian". Ketus Camelia, duduk santai di sofa empuk. "Jawab pertanyaan ku tadi,dimana anak-anak ku? Aku akan memberikan pelajaran yang ringan,jika mengatakan sejujurnya. Tetapi,jika tidak mengatakan jangan salahkan aku".
Trevino dan pak Xyil,saling pandang satu sama lain. Mereka berusaha meronta-ronta ingin melepaskan diri,namun nihil tidak ada pergerakan sama sekali.
"Ck,aku tidak akan memberitahu dimana anak-anak kalian". Tegas Trevino, menyunggingkan senyumnya.
Camelia, melepaskan high heels tingginya dan melemparkannya ke arah Trevino.
Pletaaakk...
"Aaaarrgghh....!" Tepat sasaran empuk, high heels mengenai keningnya.
"Huuuuuu....!" Kata JJ Abrams dan anak buahnya, bergidik ngeri bagaimana rasanya high heels tinggi mengenai keningnya itu.
Pak Xyil, ikutan meringis melihat Trevino kesakitan gara-gara melayangnya high heels tinggi seorang wanita.
"Aaaakkhh...Aku akan membalas perbuatanmu,nona! Aku tidak terima atas perlakuan mu,ingat itu!". Teriak Trevino, keningnya terluka dan darah bercucuran keluar.
"Trevino, lebih baik kamu katakan sejujurnya dimana anak nona Camelia. Apa kamu tidak sadar diri,kita sedang apa? Kita tidak bisa berbuat apa-apa,karena nona mengikat begitu kuat". Bisik pak Xyil, takut menjadi sasaran empuk Camelia.
"Yuhuuu....Pak Xyil,apa kau mengetahui sesuatu?". Tanya Camelia,melirik tajam ke arahnya.
Glek!
"Nona,saya tidak tau apa-apa soal anak kalian. Cuman Trevino,yang tau soal itu". Jawab pak Xyil, keringat membasahi wajahnya itu.
"Trevino,masih ada high heels sebelah loh. Mau aku layangkan lagi,biar kamu mengakui sebenarnya?". Tanya Camelia, menyunggingkan senyumnya.
"Sayangku,lempar saja sepatuku yang kuat ini. Aku yakin sekali, otak Trevino langsung geser". JJ Abrams, langsung melepaskan kedua sepatunya besar itu.
"Nona,kalau kurang kami memiliki sepatu yang tak kalah keras dan berat biar langsung gila pam Trevino". Anak buahnya JJ Abrams, langsung melepaskan sepatu merek masing-masing. Meletakkan di luar jeruji besi, enggan untuk keluar karena takut dengan Camelia.
Glek!
Trevino, susah payah meneguk air liurnya melihat sepatu-sepatu segunung siap mengenai wajah,kepala, dan tubuhnya itu.
"Trevino, katakan yang sebenernya. Lebih baik menyerah sekarang, daripada sepatu-sepatu mengenai wajah mu itu". Kata pak Xyil, geram terhadap Trevino menantang istri JJ Abrams.
Woouusss...
Pletaaakk...
"Aaakkhh...Sialan,kau nona!". Teriak Trevino, harga dirinya sudah di injak-injak sekarang. Biasanya berhadapan dengan senjata api,ini malah di lempar menggunakan high heels tinggi.
"Huuuuu.... Menyakitkan sekali,alias memalukan". Ucap JJ Abrams dan anak buahnya itu.
High heels tinggi Camelia,mengenai wajah Trevino dan meninggalkan bekas kemerahan. "Hmmm... Bagaimana jadinya, sepatu suamiku melayang di wajah Trevino atau pak Xyil?". Camelia,mulai beranjak berdiri dari tempat duduknya. Tak lupa sepatu suaminya berada di tangan,siap dilayangkan olehnya.
"Nona,jangan ke arah ku yah. Sebab Trevino, yang bersalah sudah menculik si kembar" pak Xyil, menggeleng kepalanya sudah pasti sakit luar biasa jika sepatu melayang ke arahnya.
Woouusss...
Buughh...
"Aaarghhh...!". Trevino, menggeleng kepalanya sungguh luar biasa sepatu melayang di kepalanya itu. Darah keluar dari hidungnya, begitu kencang lemparan Camelia.
"Huuuuu....Luar biasa, tepat sasaran!". Ucap JJ Abrams, mengacungkan jempol untuk meledek Trevino yang tengah kesakitan itu.
"Sayangku, semangat untuk memberikan pelajaran kepada dia. Ayo, sayangku!". JJ Abrams, semakin menyemangati istrinya untuk menghajar Trevino.