
"Rendy, bagaimana kita membongkar makan Katrina?". Ucap Doni, pagi-pagi dia menemui Rendy dan mengajak ke belakang mansion.
"Apa! Untuk apa membongkar makam, Katrina? Oh...Apa jangan-jangan,pak tua ini tengah di teror". Rendy, tersenyum sumringah.
Doni, memasang wajah masam. Cuman mengangguk pelan, terpaksa mengakuinya. Sialan, pasti Rendy mengejek-ejekku.Batinnya.
"Hahahaha..... Hahahaha...Hai! Pak tua, rasakan terornya Katrina. Ingin membongkar makamnya, Katrina? Silahkan paman,aku tidak ikut campur dan tak mau menyumbang biaya pembongkaran.Nikmatilah teror Katrina". Senyum smrik, Rendy. Berlalu melangkah pergi,dia merasa senang karena Doni di teror juga.
"Siapa tau, Katrina masih hidup. Kita bisa menyuruh seseorang untuk menangkapnya, takutnya makam itu kosong. Apa kamu ingin, rahasia kita terbongkar? Siapa tau,kamu memiliki rahasia terbesarmu". Kata Doni, cukup keras.
Glekkkk...
Rendy, langsung menghentikan langkahnya dan berbalik badan. "Aku yakin sekali, Katrina benar-benar mati. Bukankah aku menebaknya,lalu kecelakaan dan terbakar bersama mobilnya. Tidak mungkin,dia masih hidup". Bantah Rendy,dia yakin Katrina mati dan tak akan bangkit lagi.
Doni,yang menyaksikan secara langsung. Dia mengusap wajahnya dengan kasar,memang benar bahwa Katrina mati. Tidak mungkin dia, tiba-tiba bangkit.
"Apa jangan-jangan,ada seseorang yang menyamar sebagai Katrina?". Tebak Doni, langsung.
"Hmmmm...Itu,benar sekali. Aku tidak tau, siapa pelakunya? Sedangkan Katrina,dia tidak memiliki teman dekat". Rendy, nampak kebingungan dan sudah membayar seseorang. Untuk melacak siapa pelakunya,namun hasilnya nihil.
"Kita harus bertindak Rendy, jangan sampai teror Katrina semakin menjadi-jadi. Bisa menghancurkan keluarga kita, bagaimana nasib anakku dan adikmu?". Doni, frustasi karena memikirkan teror tersebut.
"Ck,baru segitu paman sudah frustasi. Bagaimana dengan ku,pak tua? Keluarga ku hancur, anakku telah tiada. Aku yakin sekali, anakku di bunuh oleh seseorang". Rendy, menghembuskan nafas beratnya.
"Sial, aaarghhh....! Aku akan mencari tau,siapa pelakunya? Akan aku bunuh, sudah berani macam-macam". Decak Doni, meninggalkan Rendy. Dia kesal kepada Rendy,karena tidak dapat solusi.
Hap...
Seseorang memeluk Doni,dari belakang. Siapa lagi,kalau bukan selingkuhnya.
Doni, melonjak terkejut karena tiba-tiba Lena datang dari belakang dan memeluknya.
"Lena, jangan sembarangan memeluk ku. Bagaimana mereka tau,bisa gawat?". Bisik Doni,menarik ke dalam ruangan lain.
"Sayang,aku kangen sekali dengan mu. Malam tadi,kenapa tidak datang ke kamarku". Lena,membelai dada bidang Doni.
"Hussssttttt.....Aku tengah gelisah gusar,ada seseorang mengirim video panas kita". Ucap Doni, langsung memperlihatkan pesan teror tersebut.
"Apa! Bagaimana bisa, Doni? Ini bahaya sekali,aku tidak mau anakku tau. Dia akan marah kepadaku,jangan sampai tersebar kemana-mana". Lena, langsung syok berat.
"Maka dari itu,aku dan Rendy tidak tau siapa pelakunya? Untuk saat ini,kita berhati-hati dulu". Doni,menahan dua bahu selingkuhannya.
"Kapan,kamu menceraikan istri mu? Aku sudah lama menunggu, bahkan bertahun-tahun lamanya tidak menikah. Cuman menunggu mu,kisah kita dulu belum usai". Lena, pura-pura merajuk.
"Baiklah,jangan lupa transfer uang kepadaku. Awas kalu tidak!". Ancam Lena, langsung meninggalkan ruangan tersebut. Dia tersenyum sumringah,karena sudah memanfaatkan kebaikan Doni.
Sedangkan Doni, menggaruk-garuk pelipisnya. Karena kecantikannya Lena,kisah masa lalu belum usai. Lama-kelamaan cinta itu, tumbuh kembali.
Lena,masuk kedalam kamar anak dan menantunya itu. "Ck, menyusahkan orang lain ini kamarnya, dengan ibu mertua. Sok-sokan ingin membongkar rahasia ibu, sekarang kamu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku akan mencarikan mantu idaman, menggantikan posisi mu Bella". Lena, sang ibu mertua dendam kepada mantunya.
Sebelum kecelakaan Bella,jatuh dari tangga. Dia sempat cekcok dengan ibu mertuanya,karena berniat untuk membongkar rahasia perselingkuhan. Dimana ibu mertua, berselingkuh dengan Doni. Rupanya mereka berdua, sepasang kekasih di masa lalu dan berpisah karena Lena mencintai pria lain.
Bella, tak sengaja mempergoki ibu mertuanya. ketika Doni,masuk kedalam ruang baca. Beruntung Bella, memiliki kunci cadangan dan membuka pintu tersebut. Matanya membulat sempurna, melihat dua insan tengah bercinta.
Lena, memandang sinis ke arah menantunya tengah berbaring lemah. Air matanya mengalir deras, disudut matanya. Mulutnya bergetar-getar, ingin sekali bangkit dan memarahi ibu mertuanya.
Kurang ajar sekali,aku akan membongkar kebusukan kalian. Aku yakin sekali,mas Rendy akan membencimu.Batin Bella, sungguh tak terima dengan keadaannya sekarang.
Tak berselang lama, Rendy masuk dan ikut duduk di tepi ranjang. Matanya tertuju kepada sang istri, hatinya sakit melihat Bella tak bisa bergerak sama sekali.
"Aku akan membawa Bella,keluar negeri. Setidaknya Mah,aku berusaha menyembuhkan Bella". Ucap Rendy, tertunduk sedih.
"Ngapain kamu, perduli dengan dia. Lihatlah, tidak bisa berbuat apa-apa. Mendingan kamu nikah lagi,ibu dengar-dengar kamu dekat dengan Jamila. Dia seorang wanita karir, CEO lagi. Tinggalkan Bella, tidak pantas bersanding denganmu". Sahut Lena, tersenyum sumringah ke arah Bella.
Jangan mas,jangan dengarkan Mamah! Aku tidak mau berpisah dengan mu,aku sangat mencintaimu mas. Apa selama ini, kurang pengorbanan ku ha? Mas,jangan dengarkan Mamah mu.Batin Bella,air matanya luruh sedari tadi.
"Aku tidak tega melihat Bella, dia sudah banyak berkorban sampai mengubah derajat kita mah. Aku tidak mau gegabah dalam apapun, sekarang aku dan paman Doni. Tengah di teror Katrina,". Rendy, nampak jelas menyesali perbuatannya. Pasti teror tersebut,ada kaitannya aras kecelakaan Bella.
"Untuk apa sih,kamu memikirkan Bella. Sekarang kita, kita memiliki penghasilan apapun. Perusahaan Sean, sudah terjual dan uangnya habis-habis bayar ini, itu. Apa kamu punya pegangan ha,oh villa Bella di sewakan saja. Lumayanlah buat tambahan uang kita, apa lagi berobat Bella, buang-buang uang". sungut Lena, ingin sekali membuat mantunya ke hutan. Kenapa tidak mati saja, kamu Bella? Ini malah cucuku, sialan.
"Mah, masalahnya aset-aset berharga ku hilang semua di dalam brangkas. Kita tidur memiliki apapun lagi,karena semuanya sudah di jual oleh Katrina". Ucap Rendy, menatap ke arah ibunya.
"Apa!". Lena,yang syok berat dan kehilangan kesadarannya.
"Mamah! Mamah! Mamah,bangun mah!Vanya! pelayan!". Teriak Rendy, memanggil mereka dan meminta bantuan.
Vanya dan pelayan, tergesa-gesa menghampiri Rendy dalam kamar. Mengangkat tubuh Lena, berbaring di atas ranjang miliknya.
"Kak Rendy,kenapa mamah? Kok,mamah pingsan". Tanya Vanya, khawatir dengan keadaan ibunya.
"Tidak apa,mamah cuman Kepikiran Sheila tadi" jawab Rendy, sudah pasti Vanya tidak percaya.
Apa yang kalian sembunyikan,kak? Pasti ada sesuatu, kemungkinan rahasia besar dan jangan sampai ada yang tau. Tapi,apa yah?. Vanya, terlanjur penasaran sekali.