
"Hussssttttt...Kamu ngomong apa sih, Leo. Malu tau,kalau kedengaran sama anak lain. Aku sudah nyaman dengan status kita,cuman sebatas teman. Bukannya aku nolak atau ada yang lain, Leo. Tidak mau merusak pertemanan kita seperti ini,jangan sampai deh. Aku berurusan dengan mereka tu". Camelia, memajukan bibirnya ke arah Anya dan teman-temannya. Astaga! Semoga tidak ada satu orang pun,yang mendengar ucapan Leo.
Leo,menghela nafas berat dan memandang wajah cantik Camelia tersenyum manis. Ini adalah pertama kalinya,aku menyatakan perasaan kepada seseorang. Nyatanya langsung di tolak, Camelia memang berbeda dengan lainnya.Batin Leo, meremas tangannya.
"Asalkan kamu, laki-laki yang aku temui hari ini. Cuman sebatas bisnis,teman kerja doang dan gak lebih. Kalau memang kita jodoh, pasti bertemu di pelaminan. Entah itu, menjadi mempelai pengantin atau salah satu dari kita tamu undangan". Kekehnya Camelia, mengedipkan matanya. "Jangan cemburu yah, tidak ada hubungan apa-apa kok. Leo,kamu tenang saja".
"Kau membuatku semakin tak bersemangat, Camelia". Gerutunya Leo, menggeleng kepala. Iya, awalnya tidak memiliki hubungan apa-apa. Lambat laun berjalan waktu, pasti benih-benih cinta tumbuh berkembang biak.
"Ayolah, besok hari minggu kan. Jadi,besok pagi-pagi aku sudah ke rumah mommy yah. Seharian full,malas aja di mansion ada istrinya paman Jhonny. Ayolah, jangan ngambek napa". Kata Camelia, mendorong kedua bahu Leo agar masuk kelas. Hehehehe...Semoga saja,mood Leo tak buruk lagi.
"Hmmmm...Akan aku bilang ke mommy, jangan membuat mommy ku kecewa loh". Delik matanya tertuju pada Camelia,di samping. Huuuff.... Sudahlah aku percaya dengan ucapannya,yang tidak pernah berbohong kepadaku.
"Iya,mana pernah aku mengecewakan mommy Dwi. Kalau gak ada halangan mendadak yah!". Kekehnya Camelia, tersenyum manis dan duduk di kursinya. Gak janji sih, soalnya perasaan bisa berubah-ubah tergantung mood ku menyukai seseorang.
"Iya,aku pegang ucapan mu". Leo, tersenyum smrik terpampang jelas di sudut bibirnya.
Camelia, mengangguk pelan meskipun nyut-nyutan memikirkan masalahnya.
Maafkan aku Leo, tidak bisa membalas cintamu. Aku sudah nyaman dengan pertemanan kita, apa lagi kamu tidak tau siapa aku. Maaf,aku belum bisa bercerita yang sebenarnya.Batin Katrina,menyeka air matanya.
*************
Bruuukk....
Yuna,sengaja menabrak Camelia dan minumannya jatuh.
Aaakkkhh...Sialan, ngapain juga nenek lampir ada di belakang sekolahan. Niat mau nelpon Li Yun,malah ada mereka. Aku yakin sekali, mereka sengaja menemui ku di sini.Batin Camelia, seragamnya sedikit basah.
"Oups... Sengaja tadi". Kata Yuna, menyunggingkan senyumnya. Hahahaha...Ini adalah pelajaran untuk mu, Camelia.Berani sekali mendekati my crush.
Camelia,nampak biasa menghadapi sikap mereka yang semena-mena. "Sok belagu nabrak aku,kau bukan tandingan ku". Ejeknya,sontak membuat Yuna geram. Iyalah,sekali jentik kalian berdua sudah K.O.
"Oh,jadi kamu nantangin Yuna? Palingan bersembunyi di ketek pamannya,sok berkuasa". Sahut Anya, mendorong bahu Camelia. Ck, sombong sekali kamu Camelia! Palingan nangis di pojokan,habis di bonyok sama Yuna.
"Anya, Anya,kau itu pandai bersilat lidah. Diam-diam menyetujui Yuna, memiliki Leo. Tetapi,di belakang kamu menusuk Yuna. Mau aku bongkar buktinya sekarang,hmmm...?". Kata Camelia, dengan santainya. Hahahaha... Kartu AS ada di tanganku, Anya. Senang sekali, melihat mereka berdua bertengkar hebat.
"Bukti apa, Camelia? Cepat serahkan kepada ku,awas kamu Anya". Yuna, langsung menatap tajam ke Anya. Apa yang di katakan Camelia? Apa benar, Anya diam-diam menusukku dari belakang. Awas kamu Anya, jangan main-main dengan ku.
"Yuna, kita itu keluarga loh. Mana mungkin aku melakukan hal itu, cuman akal-akalannya doang. Agar kita saling bermusuhan,jangan percaya omongannya ini". Anya, langsung membantah perkataan Camelia. Aarrrghh...Sialan kamu Camelia, ingin membuat kami berkelahi. Jangan sampai Camelia, membongkar rahasia itu.
"Aduhhh...Yuna,kau sudah di bodohi dia. Sebenarnya yah, Anya menyukai Leo sejak SMP loh. Atau gak sejak masa kecil,toh tempat tinggal mereka dekat". Camelia, tersenyum dan menyilang tangannya ke depan. "Oups... Aku kecoplosan deh, Yuna kamu tidak tau sama sekali loh. Kasian banget yah,di bodohi oleh Anya". Camelia, menutup mulutnya dan cekikikan tertawa.
"Jangan kurang ajar yah,kamu". Anya, sudah emosi langsung mendorong tubuh Camelia. Huuuu....Sial, pasti Yuna akan memarahiku habis-habisan pulang nanti. Aarrrghh...semua ini, gara-gara Camelia yang tidak tau diri.
"Wouy! Apa-apa ini,ha? Main keroyok satu lawan dua, begitu! Maju sini,lawan kita-kita jangan sama Camelia doang!". Teriak Cika,yang sudah marah padam.
"Benar sekali, emangnya kami takut pada lo, lo semua ha? Gak akan, terutama lo!". Rika, mendorong tubuh Anya.
"Oh, berani sama gue ha? Ini loh, Rika! Habis di tanganku,maju lo!". Teriak Anya, langsung menarik lengan Rika dan mereka saling menjambak rambut.
"Aaarghhh...Sialan kau,lepas Rika!". Teriak Anya, meringis kesakitan.
"Bodo amatlah, emangnya enak rambut mu di tarik paksa. Rasakan ini! Rasakan ini!". Rika, semakin kuat menarik rambut Anya.
Camelia,sigap membantu temannya untuk menghentikan pertikaian ini. Akan tetapi, Yuna langsung menghalanginya.
"Jangan ganggu mereka,kamu adalah urusan ku". Ucap Yuna, tersenyum smrik.
Camelia, langsung menghempas cengkraman tangan Yuna dan meringis kesakitan. "Cika, bantu Rika menghadapi Anya". Perintahnya, langsung di angguki Cika.
Ketika Yuna, ingin menampar wajah Camelia. Secepat mungkin, Camelia menangkisnya. "Kau ingin menampar wajah ku,tak sudi rasanya bersentuhan dengan kulitmu yang menjijikkan ini". Lagi-lagi Camelia, menghempas tangannya Yuna.
"Sialan,jangan sok belagu banget melawan ku. Temuiku aku besok sore di taman kota,kita selesaikan urusan ini. Kalau kamu kalah, siap-siap jauhi Leo". Yuna,malah menantang Camelia yang tersenyum.
Camelia, menghela nafas beratnya dan mengangguk pelan. "Jangan kepedean dulu,yah".
Cika,tak tinggal diam bergabung bergulat dengan Rika dan Anya.
"Aaaarrgghh...Sakit,lepas! Brengseeekk... Awas kamu Rika, berani sekali main keroyokan". Teriak Anya,kalah dengan Rika yang di bantu oleh Cika.
"Bodo amat, siapa yang duluan keroyokan ha? Kami sebagai sahabat Camelia,mana mungkin diam saja". Sahut Cika, rambutnya sudah acak-acakan tak jelas.
"Camelia,aku peringatkan kepadamu dengan baik-baik. Jangan dekati Leo,apa lagi menjalin hubungan spesial. Awas kamu, bakalan berhadapan dengan ku langsung". Ancam Yuna, dengan sorotan matanya memerah manahan amarah.
"Kau kira,aku tidak takut. Alu sebagai teman dekatnya, tidak sudi melihat Leo berpacaran dengan mu. Mendingan sam aku,jauh lebih baik daripada kamu". Ejek Camelia, semakin marahlah Yuna.
"Tidak! Aku tidak akan membiarkan itu, akulah yang pantas untuk Leo bukan kamu". Yuna, menunjukkan jarinya ke arah Camelia.
"Terserah deh, asalkan kamu tau. Leo,mana mau dengan perempuan macam kamu". Kekehnya Camelia,kini Cika dan Rika cekikikan tertawa.
"Sialan,awas pokoknya. Ayo,kita pergi Anya!". Ucap Yuna,menarik paksa tangan Anya yang ngos-ngosan mengatur nafasnya.
Camelia, cekikikan menahan tawanya ketika melihat penampilan Cika dan Rika berantakan sekali