
Bughhh...
Bughhh...
Bughhh....
JJ Abrams, menghajar Morgan dan Ardan sampai tak berdaya bersandar pada dinding.
"Sayang,aku memerlukan sidik jari mereka" pinta Camelia, memberikan ponsel Morgan dan Ardan.
"Tentu,akan aku lakukan sayang. Lihatlah, mereka sudah tak berdaya oleh ku". JJ Abrams, tersenyum bangga bisa mengalahkan mereka berdua. Dia mencekram kuat jemari tangan Morgan dan Ardan untuk mendapatkan sidiknya. Setelah selesai, barulah JJ Abrams mengembalikan ponsel mereka kepada sang kekasih.
"Terimakasih, atas bantuannya sayang. Aku pamit dulu,I love you...Dah..!" Camelia, melenggang pergi meninggalkan jeruji besi.
"Kau mau kemana sayang,lalu kenapa aku tidak dilepas?" Teriak JJ Abrams, kebingungan karena sikap Camelia.
"Eee..Kau tetap di kurung sayang,aku mau pergi bersenang-senang bersama istri-istrinya Ardan" kedip mata Camelia, langsung meninggalkan ruangan bawah tanah tersebut.
JJ Abrams, mengacak-acak rambutnya karena Camelia tak melepaskan dirinya. "Sayang,jangan tinggalkan aku. Pliss... Bukakan pintunya,sayang! Camelia,hey!".
Lagi-lagi teriakkan JJ Abrams, tak di hiraukan oleh sang kekasih. Bahkan tidak ada anak buahnya di bawah sini, sangat sepi sekali dan kebingungan bagaimana keluar.
"Rrrggghhh.... Ssshhhhttt...Kenapa kau memukulku seriusan". Morgan, memegang dagunya memar.
JJ Abrams,. emang tak serius memukul mereka berdua. Akan tetapi, Ardan malah benar-benar memukul membabi buta. Untungnya JJ Abrams,bisa menangkis secepatnya.
"Sialan, sudah aku bisikan kepadamu tadi. Jangan memukul seriusan, lihatlah sekarang kita tidak bisa keluar. Ayo, berpikir bagaimana caranya?" JJ Abrams, calingukan melihat sekeliling
Camelia, mengirim pesan kepada istri-istrinya Ardan melalu ponsel suami mereka.
[Sayang,kalian bebas mau kemana dan berlibur tanpa aku]
Camelia, cekikikan menahan tawanya bagaimana jika Ardan mengetahui istri-istrinya berlibur tanpa dirinya.
[Terimakasih, sayang sudah mengizinkan kamu liburan]
Istri-istri Ardan,nampak senang mendapatkan kabar gembira tersebut.
Camelia, langsung menghubungi sekertaris Morgan dan memerintah untuk menutup casino beberapa hari. "Rasakan pembalasan ku Morgan,aku akan membuat mu rugi dalam sekejap". Kata Camelia, tersenyum smrik.
Tak hanya itu saja,dia dengan jahilnya meliburkan anak buah JJ Abrams, Ardan dan Morgan.
"Rasakan kalian bertiga, tidak ada yang bisa membantu kalian keluar". Gumam Camelia, tersenyum sumringah dan mendapatkan pesan dari Wina.
Wina, mengajak Camelia berlibur di pantai beberapa hari karena mendapatkan izin dari sang suami. Padahal Camelia,yang sudah membuat skenario tersebut.
Dengan senang hati, Camelia mau di ajak berlibur dan mereka akan menjemputnya di mansion.
Di tengah perjalanan pulang, Camelia terkejut melihat beberapa mobil menghimpit mobilnya. Mulai dari depan, belakang,dan samping kanan dan kiri.
Ciiittt...
Camelia, langsung rem mobilnya hampir menabrak mobil seseorang yang di depan. Entah kenapa, tiba-tiba berhenti mendadak.
Camelia, menoleh ke sana-kemari melihat mereka membukakan pintu mobil dan tertawa terbahak-bahak. Mobil depan ada Leo dan Kiki, mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Mobil di sampai kanan ada Arjun dan seorang wanita, apakah kekasih barunya. Di samping kiri temannya Kaizam dan Leo, tidak di kenalnya tapi banyak orang di dalam. Sedangkan di mobil belakang,ada kaizam bersama Rika rupanya.
"Hahahaha.... Hahahahha.... Hahahhaaha..!".
"Hahahaha.... Hahahaha.... Hahahah...!".
"Kau kenapa gelisah, Camellia?". Tanya Leo, tersenyum sumringah.
"Mungkin dia takut sekali, melihat dirinya sendiri dan kita banyak". Sahut Arjun, mencium wanita di sampingnya.
"Camelia,kau buru-buru sekali. Emangnya mau kemana,hmmm...?" Tanya Kaizam, sedikit memajukan mobilnya.
"Ayo,kita lemparkan hadiah untuknya". kata Leo, memberikan isyarat kepada yang lain.
Mereka tertawa terbahak-bahak melihat Camelia,nampak gelisah gusar karena terkurung.
"Apa yang mereka lakukan? pasti ada sesuatu yang tidak beres,aku harus waspada". Gumam Camelia, melihat gerak-gerik mereka semua.
Kiki, mengacungkan jempol tengahnya dan menjulurkan lidah.
Pletak...
Pletak...
Pletak...
Pletak...
Camelia, terperangah apa yang mereka lakukan. Dia menggeleng kepalanya, melihat mobil penuh dengan tanah lumpur. Sungguh tega mereka melakukan kepada Camelia, menyerangnya seperti ini.
Setelah puas melempari mobil Camelia, menggunakan tanah lumpur. Barulah mereka semua meninggalkan Camelia,masih terdiam sejenak di dalam mobil.
"Ck,kalian mengotori mobilku menggunakan tanah lumpur. Baiklah,akan aku kabulkan keinginan kalian. Bagaimana jadinya,mobil kalian hancur". Kata Camelia, tersenyum smrik.
Camelia, langsung mengejar mereka dengan kecepatan tinggi. Dia tak akan melepaskan musuhnya begitu, tidak memperdulikan mobilnya sangat kotor sekali.
Mobil mereka mulai terlihat dari depannya,sontak membuat terkejut melihat Camelia berada di belakang mereka.
Camelia, langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi dan...
Bruaakkkkkkk...
Camelia, menabrak bagian mobil yang di tumpangi Kaizam dan Rika. Bagian belakang mobilnya sudah terlihat rusak, mereka syok berat melihat aksi Camelia begitu nekad.
Bukan hanya mobil kaizam saja, Camelia menargetkan mobil yang lainnya. Dia berada di tengah,lalu membanting setir ke samping.
Brakk...
Brakkkk....
Braakkkk...
Beberapa kali Camelia, membanting setir mobilnya dan mengenai mobil Leo dan Kiki.
"Dasar,gila! Kau ingin membunuh kami,ha? Hentikan Camelia,kau ingin mendapatkan masalah besar!x" Teriak Kiki,dia panik dan ketakutan juga.
lagi-lagi Camelia, mengacungkan jari tengah dan menjulurkan lidahnya. Tidak memperdulikan teriakan mereka, memohon untuk menghentikan aksinya.
Mereka berteriak-teriak histeris di dalam, mengatakan Camellia sudah gila ingin mencelakai mereka.
Bruaakkkkkkk...
Leo, kehilangan kendali menyetir mobilnya dan oleng masuk ke semak-semak.
Melihat Leo, mengalami kecelakaan masuk ke semak-semak. Kaizam, menghentikan mobilnya untuk menyelamatkan san adik.
Belom sempat Kaizam dan Rika,keluar dari mobil. Dari arah depan, terlihat mobil Camelia mundur dengan kecepatan tinggi.
"Aaaaaaaaaaaaa....!" Teriak Kaizam dan Rika, secara bersamaan.
Bruaakkkkkkk....
Mobil Kaizam,rusak parah di bagian depannya. Jangan di tanyakan lagi, bagaimana kondisi mobil Camelia juga parah dan lecet-lecet.
"Ck, itulah akibatnya mengusik kehidupan ku!" Teriak Camelia, tersenyum sumringah dan ingin mengejar mobil Arjun yang di tumpangi beberapa teman mereka.
Kaizam dan Rika,keluar dari mobil dalam keadaan ketakutan. Begitu juga Leo dan Kiki, mobilnya menabrak pohon besar dan mereka terluka ringan.
Mobil Camelia,mulai menjauh mengejar mobil Arjun. Tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja, jangan pernah menganggap dirinya remeh.
"Aaarghhh...Sialan! Camelia, benar-benar nekad melakukan ini. Dia tidak takut sama sekali,kau lihat bagaimana dia melakukannya? Aku tidak percaya sepenuhnya,jika Camelia seperti itu". Leo, berusaha membuka pintu mobilnya.
Kiki, merasa sakit di bagian kepalanya dan mengeluarkan darah. Pengelihatannya mulai memburam samar-samar dan tak sadarkan diri.
"Kiki! Kiki,bangun ki!. Aaaarrgghh...Awas kamu Camelia,akan aku balas". Teriak Leo, bergegas menyelamatkan sang kekasih.
Kaizam,mengusap wajahnya dengan kasar melihat mobilnya rusak parah. "Aaahhh.. Mobilku rusak parah lagi,sialan kau Camelia!".
Rika,terdiam membisu mendengar caci-maki kaizam kepada Camelia. Sebenarnya Rika, sudah menasehati supaya tidak mengerjai Camelia. Namun apalah daya, mereka tidak mempercayai ucapannya.