
"Heh, dasar licik... kau mau mencoba mengacaukan konsentrasiku. Percuma...!! " ucap Zamura. "Aku tak akan terperdaya oleh iblish busuk seperti dirimu...!" ucap Zamura.
"Kau salah, Zamura. Aku sudah berhasil mendapatkan ZAHRA., hahaha.. " Iblish Merah tertawa terbahak-bahak .
"Apa....!? "
Zamura menoleh ke arah tempat Zahra bersembunyi tadi. Benar saja, Zahra sudah tidak ada lagi di sana.
Sebagai gantinya, hanya ada anak buah Iblis Merah yang mengangkat dan mengusung tubuh Zahra yang tak bergerak, menuju ke arah Iblis Merah.
Zamura terperangah tak percaya. Dia tak menyangka secepat itu Zahra sudah berada dalam cengkraman Si Iblis Merah.
Pengawal Pangeran Khalied itu melesat terbang mengejar anak buah iblis Merah untuk merebut kembali tubuh Zahra.
Namun, usahanya di halang - halangi oleh anak buah Iblis Merah yang lain. Kembali, terjadi bentrokan antara anak buah Iblis Merah dengan Zamura.
Sementara itu, pertarungan antara Iblis Merah dan Pangeran Khalied masih terus berlanjut.
Mata Iblis Merah berbinar gembira ketika melihat anak buahnya berhasil mendapatkan Zahra. Dia tersenyum mengejek ke arah Pangeran Khalied.
"Hahahahaha..... kau kalah, Pangeran Khalied. Aku mendapatkan gadis itu, aku mendapatkan kekasihmu..!!" seru Iblis Merah sambil tertawa nyaring dan bergerak terbang ke arah anak buahnya yang sedang mengusung tubuh Zahra..
Pangeran Khalied yang melihat hal itu menjadi sangat marah sekali. Terlebih saat melihat Zahra yang terkulai tak berdaya dalam pengaruh totok anak buah Iblis Merah. Segera dia juga melesat terbang menyusul Iblis Merah.
"Pengecut, Dasar licik..!! Iblis Merah, Lepaskan Zahra ..!" Bentak Pangeran Khalied. Dia tak berhasil mendapatkan Zahra yang sudah lebih dahulu jatuh ke tangan Iblis Merah.
"Hahahahaha....Kini gadis ini sudah menjadi milikku. Menyerah atau kubunuh gadis ini...!!" ucap Iblis Merah.
Makhluk berwarna merah itu membawa tubuh Zahra terbang ke atas lalu menggantung tubuh Zahra tinggi - tinggi di awang - awang, siap untuk menghempaskan kembali tubuh gadis malang itu ke bumi.
Dan di bawah, siap menanti anak buah iblis Merah dengan tombak terhunus ke atas siap menerima tubuh gadis yang berasal dari bangsa manusia itu.
Pangeran Khalied dan seluruh Penghuni istana Bukit Malaikat terpana melihat hal itu. Putri Humaira yang datang kemudian, ikut terkesima. Putri cantik itu bahkan tak mampu menahan air mata ketika melihat keadaan Zahra yang tak berdaya di bawah cengkraman iblis Merah.
Terlebih lagi Pangeran Khalied. Pemuda itu tak dapat menahan diri ketika melihat kekasih hatinya di perlakukan seperti itu oleh Iblis Merah. Darah pemuda itu mendidih menahan amarah.
Seketika itu juga mata Pangeran Khalied berwarna hitam pekat. Pertanda kekuatan hitamnya hadir menguasai hati pemuda itu.
"Iblis Merah...!! Terkutuklah jika sampai kau menyentuh gadis itu meski seujung rambut pun. Aku akan mencari dan membunuh dirimu sampai berkali-kali sampai kau tak ingin hidup kembali..!!" seru Pangeran Khalied murka.
Dia bermaksud ingin menyerang iblis Merah akan tetapi di tahan oleh Zamura.
"Tahan, Tuanku. Jangan gegabah dalam bertindak. Jangan melakukan sesuatu yang membuat Tuanku menyesalinya di kemudian hari." kata Zamura mencoba mengingatkan tuannya.
"Hamba tahu, tapi pikirkan kembali matang - matang apa yang akan anda lakukan..." ucap Zamura lagi.
Pangeran Khalied terdiam mendengar ucapan Zamura.
Akan tetapi, kembali Iblis Merah berkata sesuatu yang membuat Putra Pangeran Hasyeem itu murka.
"Hahaha, ternyata Pangeran Khalied tidak bisa menyelamatkan kekasihnya yang sedang berada di ujung kematian. Sungguh lemah sekali...!" ejek iblis Merah.
Karena murka di rasuk amarah, pemuda itu kini langsung merubah dirinya menjadi sosok monster berwujud beast.
"HAHAHAHAHA....., Itulah dirimu yang sebenarnya, Pangeran Khalied. Hahahahaha.....aku sungguh menyukai pertunjukan ini..." kata Iblis Merah sambil tertawa terbahak - bahak mengejek Pangeran Khalied yang berubah wujud menjadi sesosok Beast.
Semakin lama, suara tawa Iblis Merah semakin nyaring dan memekakkan telinga. Membahana menggetarkan dinding - dinding tembok pintu gerbang itu. Membuat retakan di beberapa bagian tembok yang berfungsi sebagai tembok pembatas gerbang.
Rupanya, Iblis Merah telah mengeluarkan tenaga dalamnya untuk meruntuhkan tembok pembatas dinding istana yang membatasi antara Istana bukit Malaikat dan luar istana.
Melihat hal itu, Pangeran Hasyeem bergerak mendekati para prajurit yang tengah berjuang mati - matian mempertahankan pintu gerbang agar tidak jatuh ke tangan anak buah iblis Merah.
Dengan kekuatannya, Pangeran Hasyeem menahan tenaga dalam yang dikeluarkan oleh Iblis Merah untuk menggetarkan tembok. Rupanya Iblis Merah ingin meruntuhkan tembok tersebut agar pasukan raja iblish yang berada di luar pintu gerbang bisa masuk ke dalam.
"Pangeran Alyan, buat pertahanan kubah perlindungan. Jangan sampai pasukan raja iblis masuk ke dalam istana..! seru Pangeran Hasyeem kepada Pangeran Alyan.
" Baik ayahanda.. " jawab Pangeran Alyan.
"Hahaha, Aku tak akan membiarkan kau menang, Pangeran Khalied. Juga ayahmu Pangeran Hasyeem. Aku dan raja Iblis akan meruntuhkan istana ini dan menghancurkan kalian semua.
Selesai berkata demikianlah, Iblis Merah memutar tubuh Zahra ke bawah dan menjatuhkannya ke bumi.
Zahra menutup mata dan pasrah akan nasibnya. Gadis itu berdo'a memohon ampunan kepada Allah dan memohon perlindungan atas dirinya agar jangan sampai jiwanya jatuh ke tangan iblis.
Tubuh Zahra meluncur ke bawah dengan cepat.
Pangeran Khalied bergerak cepat ingin menyelamatkan kekasihnya, akan tetapi iblis Merah tak tinggal diam.
Iblis Merah menahan tubuh Pangeran Khalied yang bermaksud menyelamatkan kekasihnya. Hingga keduanya kembali bertarung.
Melihat itu, Zamura bergerak cepat membantu Pangeran Khalied. Namun pemuda itu ditahan oleh anak buah Iblis Merah yang lain.
Tubuh Zahra sudah akan menyentuh bumi ketika tiba-tiba tubuh gadis itu berhenti tepat beberapa senti meter di atas ujung tombak anak buah iblis Merah.
"Subhanallah,....! Alhamdulillah...!" Zahra selamat...!"