
Karena ini...?" kata Pangeran Arkana sambil menyodorkan sebuah handphone ke tangan Putri Arryan.
"Aku tahu ini adalah handphone, Pangeran... Tapi mengapa kau memberikan benda ini padaku.? " tanya Putri Arryan heran.
"Dapatkah bibi melacak keberadaan Kania melalui alat ini...?" tanya Pangeran Arkana.
"Maksudmu kau ingin melacak lokasi Kania berada saat ini menggunakan handphone Kania...?" Putri Arryan balik bertanya.
"Maksudnya seperti itu, Bibi.. " jawab Pangeran Arkana.
"Bisa, jika yang bersangkutan membawa handphone yang nomornya telah kamu save. " kata Putri Arryan.
" Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah handphone Kania ada bersamanya. Yang kedua, jika memang benar seperti dugaanmu bahwa Kania di bawa pergi tentara iblis, maka akan sulit bagi kita melacaknya walaupun temanmu itu membawa handphonenya. Karena tidak adanya signal internet atau signal apapun yang bisa menembus tempat kediaman raja iblis." ucap Putri Arryan menjelaskan.
Pangeran Arkana terdiam mendengar penjelasan dari Putri Arryan. Iya juga, setahu dia, di Kerajaan iblis tak tak bisa di tembus oleh signal dan gelombang bunyi atau cahaya.
Itulah sebabnya, di daerah segitiga bermuda sering terjadi gangguan gelombang pemancar dan signal.
Di Indonesia, daerah segitiga bermuda terletak antara Perairan Mamuju, Kalimantan dan juga Selat Makassar.
Daerah ini terkenal angker baik oleh kalangan pelaut yang berlayar di perairan laut Sulawesi ataupun pilot yang sering menerbangkan pesawat nya melintas daerah tersebut.
Nah, sekarang Pangeran Arkana yang pusing mikirin apakah HP Kania ada bersama gadis itu atau tertinggal di kamarnya.
Sepertinya dia harus mengecek dulu ke kamar Kania.
"Sebentar, Bibi. Aku ingin tahu apakah HP Kania di bawa gadis itu atau tidak. Aku akan mengeceknya dulu. Aku akan kembali lagi nanti." ucap Pangeran Arkana.
Pemuda itu kemudian menghilang dari pandangan mata dan dalam sekejap kembali lagi.
Pemuda itu kembali dan menampakkan kekecewaan yang tergambar jelas di wajahnya.
Putri Arryan sudah bisa menebak, pasti handphone gadis itu berada di kamarnya.
"Bagaimana, apa kamu menemukan handphone Kania..?" tanya Putri Arryan.
Pangeran Arkana mengangguk lesu sambil memperlihatkan handphone Kania yang didapatnya di kamar gadis itu.
Itu berarti, harapan untuk menemukan Kania pupuslah sudah.
Pangeran Arkana tertunduk lesu dengan wajah kuyu. Putra Pangeran Alyan itu menyadari satu hal bahwa untuk menemukan kekasih hatinya itu dia membutuhkan usaha yang lebih keras lagi.
***
Malam beranjak hadir menggantikan siang yang lelah membakar bumi.
Gadis cantik yang baru saja kehilangan ibunya itu tampak kurang bersemangat menyelusuri jalanan kecil yang menuju ke rumahnya.
Dari kejauhan, gadis itu melihat ada sesuatu yang aneh. Dari tempatnya berdiri sekarang ini dia dapat melihat di belakang rumahnya, dia seperti melihat cahaya kemerahan yang berpendar - pendar. Cahaya itu kemudian naik hingga melewati atap rumahnya dan kini terlihat seolah-olah sedang mengitari rumahnya.
Takut terjadi sesuatu di dalam rumahnya, Zahra memutuskan untuk segera mendatangi rumahnya. Dia takut ada orang yang berniat tidak baik. Mungkin saja ada orang yang berniat hendak membakar rumahnya, pikir gadis itu.
Bergegas Zahra mempercepat langkahnya agar segera sampai ke rumah.
Namun baru saja dia berjalan beberapa langkah, seseorang telah menariknya ke semak - semak yang gelap yang terdapat di sekitar tempat itu.
Zahra kaget dan ingin berteriak meminta pertolongan kepada siapa saja.
"Sttts..., Sayang. Jangan berteriak dan jangan berisik. Nanti mereka mendengar kita.." bisik orang itu.
Zahra jadi tertegun dan mengurungkan niatnya untuk berteriak. Dia mengenali suara itu. Itu adalah suara Khalied, kekasihnya.
"Khalied, kau kah itu.. ?" Zahra bertanya dengan suara yang direndahkan.
"Iya, ini aku, Khalied. Aku menunggumu di sini sejak tadi. Jangan pulang ke rumahmu. Ada bahaya yang sedang menantimu di sana. " jawab Pangeran Khalied.
"Bahaya...? Bahaya apa, khalied...?" tanya Zahra tak mengerti.
"Pasukan Tentara Iblis sedang mengincarmu. Mereka sudah menculik Kania dan sekarang mereka juga sedang mengincar dirimu." ucap Pangeran Khalied.
"Benarkah, tapi kenapa mereka menculik Kania. Apa yang mereka inginkan...?" tanya Zahra Keheranan.
"Tentu saja untuk menekan dan meminta kami agar menyerah dan menjadi pengikut iblis." ucap Pangeran Khalied.
"Terlebih kalian, ... kalian adalah wanita - wanita yang di sukai oleh keturunan Pangeran Hasyeem." ucap Pangeran Khalied kemudian.
Ucapan Pangeran Khalied membuat Zahra semakin bingung. Bukankah Pangeran Hasyeem itu adalah ayahanda Khalied, pikir Zahra.
"Khalied, kalau aku tak salah Pangeran Hasyeem itu adalah nama ayahmu,bukan..?" tanya Zahra.
"Benar sekali..! Para iblis itu memang mengincar kalian karena kalian adalah sumber kelemahan kami...." kata Pangeran Khalied.
"Oh...... begitu...!" Zahra manggut - manggut seolah -olah faham dengan apa yang diucapkan oleh Pangeran Khalied.
Kemudian Zahra beranjak mendekati Pangeran Khalied. yang terlihat sedang mengintai dari kejauhan kedatangan bala tentara iblis di rumah Zahra.
"Aku takut, Khalied..." bisik Zahra..