Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.


Makhluk itu menghilang karena saat ingin mendekati Zahra, dua orang pengawal Pangeran Khalied langsung menarik tubuh makhluk itu dan kemudian menbantingnya sehingga makhluk itu merasa kesakitan lantas pergi dari kamar Zahra.


Zahra memegangi lehernya yang masih terasa sakit. Sakitnya seperti di cekik oleh kuku - kuku yang tajam. Zahra melihat seperti ada bekas cekikan tangan di lehernya.


"Apa tadi yang mencekik leherku. Apakah bayangan itu yang mencekik leherku. Tapi, bayangan apa itu tadi..? tanya Zahra dalam hati.


Sementara itu, makhluk yang berwujud genderuwo tadi merasa gusar karena tidak berhasil mendekati Zahra.


" Arrghh.... kenapa kalian mencampuri urusanku..!" geramnya.


"Karena kamu ingin mengganggu gadis itu..!" kata salah seorang dari pengawal itu.


"Apa urusannya dengan kalian. Gadis itu milikku. Sejak tadi, kalian selalu saja menghalangiku untuk mendekati gadis itu." kata Genderuwo itu.


"Kau salah, gadis itu milik junjungan kami, Pangeran khalied. Gadis itu adalah calon istri junjungan kami.!" bentak pengawal itu.


"Hahaha, aku tidak melihat tanda - tanda gadis itu milik seseorang dari bangsa kita. Jadi aku bisa memiliki gadis itu. Junjungan kalian tidak bisa melarang diriku untuk memiliki gadis itu." kata Genderuwo itu lagi.


Sebenarnya apa yang dikatakan oleh genderuwo itu ada benarnya. Di dalam dunia ghaib, berlaku hukum jika milikmu, maka kamu akan menandainya sebagai milikmu dengan tanda kepemilikan.


Untuk seorang wanita, jika dia milik seseorang, maka akan terlihat tanda merah di atas dahinya sebagai tanda dia milik seseorang.


Tanda itu akan bersinar - sinar dalam gelap. Dan Zahra tidak memiliki tanda itu karena memang dia masih belum tersentuh baik oleh Pangeran Khalied atau siapapun.


Tapi tetap saja, dia milik junjungan kami..! Kamu tidak boleh mengganggu gadis itu..!!" kata Pengawal tadi.


"Hahaha, bagaimana jika aku menolak. Aku menyukai gadis itu. Dan dia akan segera menjadi milikku dan akan tinggal di istanaku...!" kata genderuwo itu.


"Jika demikian, maka kamu harus mengalahkan kami dahulu. Langkahi dahulu mayat kami, baru kamu bisa membawa gadis itu..!!" kata pengawal Pangeran Khalied itu.


Tanpa ragu lagi, pengawal Pangeran Khalied itu segera mencabut pedangnya. Mereka segera melancarkan serangan ke arah genderuwo itu dengan serangan senjata tajam yang berupa pedang.


"Hiatt.... serangan kalian seperti serangan anak perempuan yang sedang menari..!" kata genderuwo itu dengan senyum mengejek.


Ternyata, genderuwo itu memiliki kesaktian yang lumayan hebat. Hal itu dapat terlihat dari beberapa jurus yang akan mereka keluarkan, tak satupun juga yang berhasil melukai genderuwo tersebut.


Kedua pengawal Pangeran Khalied itu menyerang genderuwo itu dengan senjata pedang di kiri dan kanan mereka, akan tetapi genderuwo itu tak bergeming dan belum tersentuh.


"Ternyata genderuwo itu kuat juga. Bagaimana ini, Ki Dumung." Tanya Pengawal Pangeran Khalied yang bernama Pharoas.


"Kita tidak bisa membiarkan genderuwo itu menganggu calon istri Pangeran Khalied..!" kata Ki Dumung.


"Kalau begitu, tak ada pilihan lain selain melawan makhluk itu. Ayo kita serang makhluk itu secara bersamaan..!" kata Pharoas.


Mereka kemudian menyerang makhluk itu dari dua arah. Akan tetapi serangan itu dapat dipatahkan dengan mudah oleh genderuwo tersebut. Kedua pengawal Pangeran Khalied itu terlempar jauh dan jatuh ke tanah dengan keras.


Melihat kedua pengawal Pangeran Khalied itu tumbang, genderuwo itu lantas menghilang dari hadapan keduanya.


"Aghhh..., Pharoas. Cepat kejar genderuwo itu. Jangan sampai dia mendapatkan Nona Zahra. Tuanku Pangeran Khalied, pasti akan marah besar jika sampai nona Zahra di ganggu oleh genderuwo itu..!" seru Ki Dumung.


Saat itu, Zahra sudah selesai mengambil ukuran untuk menjahit baju kebaya yang akan dia pakai untuk upacara pernikahan Zahra dengan Pangeran Khalied.


Sekarang ini Zahra sedang seorang diri saja di dalam kamarnya. Gadis itu tampak sedang berbaring telentang di atas tempat tidur sambil asyik mengutak-atik handphone miliknya. Sesekali dia tersenyum ketika melihat tayangan video - video yang lucu.


Setelah puas melihat berbagai video lucu dan aneh, Zahra pun berdiri menghadap ke arah cermin dan iseng menjepretkan kamera ke arah cermin.


Maksud hati berselfie ria di hadapan cermin. Akan tetapi, Zahra sangat kaget melihat hasil foto Selfienya.


Kembali Zahra melihat bayangan hitam yang berada persis di belakangnya. Bayangan apa itu. Wujudnya tinggi besar dan hitam.


Rasa takut membuat Zahra tidak berani untuk menoleh ke belakang. Tahu bahwa ada makhluk tak kasat mata yang amat menyeramkan berada di belakangnya.


Perlahan-lahan Zahra mencoba bergerak menjauhi lemari di mana dia berdiri. Dia merasa takut. Zahra ingin segera keluar dari kamar ini untuk pindah ke kamar ibunya.


Akan tetapi, baru saja, dia bergerak, sekonyong-konyong, sebuah tangan besar berwarna hitam dan berbulu, menarik dan menyeret tubuh Zahra.


Tentu saja, Zahra kaget dan ketakutan bercampur ngeri. Mengapa ada tangan tanpa tubuh tiba-tiba saja mencengkram tangan Zahra.


Zahra ingin berteriak untuk meminta pertolongan. Dia yakin, jika dia berteriak memanggil ibunya, maka pastilah ibunya akan mendengar suaranya.


Dia juga ingin menyebutkan nama. Khalied, untuk memanggil kekasihnya itu.


Akan tetapi, anehnya pita suara Zahra seolah - olah hilang. Dia tak bisa berucap sepatah kata pun apalagi berteriak.


Zahra yang panik berjuang sekuat tenaga Zahra untuk melawan dan melepaskan tangannya dari cengkraman makhluk itu.


Akan tetapi, cengkraman tangan mahkluk itu sangat kuat, tak seimbang dengan tenaga Zahra yang lemah.


Semakin lama cengkraman tangan makhluk itu semakin kuat menarik Zahra hingga tubuh gadis itu makin jauh terseret


Akhirnya, tenaga Zahra pun melemah. Dia tak kuat lagi menahan tarikan makhluk itu.


Tubuh Zahra terseret dan terus di bawa pergi oleh tangan itu. Menembus dinding rumah untuk kemudian hilang lenyap tanpa bekas.


Zahra lenyap tak berbekas dari kamarnya. Dan tak ada seorang pun yang tahu. Semua terjadi begitu cepat hanya dalam hitungan detik.


Kemudian kamar itu sepi. Semua orang di rumah Zahra menduga bahwa Zahra sudah tertidur pulas di kamarnya.


??


ngorok....?


kelelep....???


***