Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah


"Bulan datang bersama Prahara, membawa jeritan dan nafas kematian ketika sang maut berjalan di bayangan bulan.."


 


Pernikahan Pangeran Fatan dan Putri Meizh harus berakhir dalam waktu yang sangat sangat singkat.


Putri Meizh yang tidak bisa menerima Pangeran Fatan sebagai suaminya, akhirnya memilih mengajukan permohonan cerai dari Pangeran Fatan.


Permintaan Putri Meizh itu langsung dikabulkan oleh Pangeran Fatan meskipun mendapat tantangan dari ayahanda Raja Chao Roa Suraj.


Pangeran Fatan membebaskan putri Meizh dari ikatan pernikahan dan sebagai gantinya, akhirnya putri Meizh menyerahkan Batu Giok Setan kepada Pangeran Fatan.


Putri Meizh kemudian memilih bertapa mengasingkan diri dan bertapa mengikuti naga Lembu Amur di dasar Sungai Berau. Sedangkan Pangeran Fatan kembali ke Hutan Alas Purwo, ke istana Alas Pati.


Sekarang kita beralih mengikuti perjalanan Pangeran Fatan dan Zamura yang bergegas kembali ke Hutan Alas Purwo, ke istana Alas Pati Tempat tinggal ayahanda dan ibundanya, Pangeran Azzura dan Putri Ambika berada.


Tampak kedua bayangan hitam saling berkejar - kejaran mengikuti angin menuju ke suatu tempat.


Itulah bayangan Pangeran Fatan dan Zamura yang sedang menuju ke Hutan Alas Purwo.


"Lebih cepat lagi, Zamura. Kita harus segera sampai di Istana, jika tak ingin terlambat. Sebentar lagi malam akan segera tiba. Bulan purnama akan segera muncul. Aku takut kita sudah terlambat sampai ke sana." kata Pangeran Fatan.


"Baik, Pangeran..!" jawab Zamura.


Pemuda keturunan jin itu segera mempercepat larinya mengikuti larinya Pangeran Fatan.


"Menurut penglihatan Ki Anom, Prahara terjadi saat bulan mati kembali menjadi hidup. Aku tak tahu, apakah itu artinya. Tapi yang aku tahu, bulan purnama pertama adalah malam ini.. " seru Pangeran Fatan di sela - sela larinya yang semakin cepat.


Sementara itu di istana Bukit Malaikat, Pangeran Hasyeem sedang resah sendiri di istananya. Sebenarnya, dia ingin sekali pergi ke istana Alas Pati tempat Pangeran Azzura berada.


Malam ini adalah malam pertama bulan purnama. Dia memandang ke langit malam dari jendela istana. Bulan yang muncul sudah mulai tampak di langit. Cahayanya, sudah mulai menyinari bumi. Menyirami setiap permukaan bumi yang gelap sehingga terpapar cahayanya bulan yang terang namun tidak panas seperti paparan cahaya matahari.


"Hari ini penanggalan bulan sudah empat belas. Aku rasa sekarang saatnya aku harus pergi ke istana Alas Pati. karena malam ini adalah malam purnama pertama."


Pangeran Hasyeem melongok keluar jendela. Tak lama kemudian ayah Pangeran Alyan itu sudah melesat terbang di kegelapan malam menuju istana Alas Purwo.


Tanpa Pangeran Hasyeem sadari, sesosok bayangan hitam diam - diam mengikuti di belakang Pangeran Hasyeem. Bayangan itu terus mengikuti Sang Pangeran hingga sampai ke istana Alas Pati.


***


Istana Alas Pati tampak sunyi mencekam. Istana kerajaan Siluman Serigala itu memang terlihat begitu mengerikan bagi siapa saja yang menatapnya.


Suara lolongan serigala bersahutan - sahutan terdengar di setiap penjuru Istana. Mereka sedang memanggil para kawanan.


Para Kawanan itu biasanya akan berkumpul untuk kemudian berburu bersama di kegelapan malam.


Pangeran Azzura sudah sejak tadi mengurung dirinya di dalam ruang bawah tanah istana. Putra kedua Pangeran Hasyeem itu malah sampai mengikat dirinya dengan rantai yang di pasang di tembok.


Malam ini adalah malam bulan purnama. Jika sudah seperti ini, maka tak seorang boleh mendekati pangeran Azzura. Bahkan Anak - anak dan istrinya.


Lolongan serigala kembali terdengar. Kali ini lolongan itu terdengar semakin jauh dan semakin pilu. Itu tanda bahwa para kawanan serigala itu sudah semakin dekat.


Meraka datang dari berbagai tempat karena mendengar lolongan itu yang merupakan panggilan Khas mereka.


Penghuni istana Alas Pati semakin dicekam ketakutan. Para Dayang istana bersembunyi dan mengunci rapat rapat pintu kamar mereka.


Demikian juga yang dilakukan oleh anak - anak Pangeran Azzura bersama Putri Ambika. Mereka berada dalam satu ruangan bersama ibu mereka untuk berlindung dari monster itu. Itu adalah tempat perlindungan yang paling aman kata Ayahanda. Karena Pangeran Azzura sudah menyegel tempat itu.


"Ibunda Ratu, apakah kali ini ayahanda akan bisa menghadapi monster itu..?" tanya Putri Malika kepada ibunya.


"Kak, Bagaimana apa yang terjadi dengan ayahanda sendiri?" tanya Putri Zalikha.


"Entahlah, aku sendiri saja tidak tahu. Kanda Pangeran Aras dan Hasby lebih tahu. Karena dia yang menjaga ayahanda di sana." Jawab Pangeran Zatan.


"Aku mencemaskan Kanda Pangeran Fatan.. " kata Putri Malika.


"Kita do'akan saja, semoga Pangeran Fatan cepat kembali.." kata Putri Ambika.


Tiba-tiba, terdengar suara gaduh di luar sana. Arahnya berasal dari luar istana.


Suaranya lolongan kembali lagi terdengar. Hanya saja, kali ini terdengar agak aneh dan panjang.


Pangeran Aras dan Habsy segera berlari sambil menghunus pedangnya ke luar istana untuk melihat apa yang terjadi.


Sangat mengerikan, yang di lihat oleh Pangeran Aras dan Pangeran Habsy.


Tubuh para pengawal mereka tercabik - cabik dan berserakan di mana - mana.


"Pangeran Aras, apa yang terjadi..?" tanya Pangeran Habsy.


"Aku juga tak mengerti, Apa yang terjadi dengan para pengawal ini..?" jawab Pangeran Aras.


Baru saja, Pangeran Aras selesai berkata-kata, tiba-tiba dari arah depan muncul sosok yang amat sangat mengerikan.


Seekor Serigala yang sangat besar sudah berdiri di hadapan mereka.


"Kanda, Awas.... !!" seru Pangeran Habsy.


Pangeran Aras tak sempat lagi mengelak. Tubuh pemuda itu sudah berada dalam cengkraman makhluk itu. Sehingga membuat Putra Pertama Pangeran Azzura itu tak berdaya.


Pangeran Habsy segera mengubah dirinya menjadi Serigala dan langsung menolong kakaknya. Dia menerjang makhluk itu sehingga perhatian makhluk itu kini beralih ke arah Pangeran Habsy. Tubuh Pangeran Aras di Angkat ke atas tinggi - tinggi lalu kemudian di lempar jauh - jauh ke luar istana. Tubuh Pangeran Aras jatuh terhempas ke tanah dan langsung muntah darah. Bukan itu saja, Pangeran Aras juga menderita beberapa luka bekas cakaran dan gigitan di beberapa bagian tubuhnya. Pangeran Aras terluka parah.


Pertarungan pun kini sedang terjadi antara Pangeran Habsy dengan Makhluk itu. Mahkluk jelmaan Serigala jadi - jadian yang datang menyerbu istana Pangeran Azzura.


Makhluk itu sangat kuat. Sehingga dalam waktu singkat, tampaklah Pangeran Habsy yang mulai terdesak menghadapi makhluk Jelmaan Serigala tersebut.


Begitulah, dalam hukum tak tertulis, serigala boleh merebut suatu daerah kawanan. Yang kuat dialah yang menang dan berkuasa.


Rupanya, kini ada seekor serigala raksasa yang datang menyerang istana Pangeran Azzura dan dia bermaksud untuk menantang Pangeran Azzura.


"Pangeran Habsy, awas di belakangmu..!" seru Pangeran Zatan yang datang kemudian. Pangeran Zatan segera merubah dirinya menjadi seekor Harimau dan ikut bertarung membantu kakaknya.


Kini, seekor Serigala raksasa sedang berhadapan dengan seekor Harimau putih dan seekor Serigala.


Pertarungan sengit pun terjadi. Akan tetapi, tetap saja Serigala raksasa itu bukan tandingan keduanya.


Pangeran Habsy dan Pangeran Zatan dengan mudah dapat di kalahkan oleh keperkasaan Serigala raksasa itu.


Tubuh keduanya sudah berada dalam cengkraman makhluk itu. Di angkat tinggi - tinggi, siap - siap untuk di hempaskan ke bumi.


"Arghhhhh..... CU.. KUP..! Hentikan.. Argghhh... !! " Sebuah bentakan berat terdengar begitu menyeramkan, berseru ke arah makhluk itu.


Makhluk itu langsung menoleh dan kemudian menyeringai lebar begitu tahu, siapa yang telah membentaknya.


"Argghhh, Pangeran Azzura..!!! "