Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala


"Arghhhhh..... CU.. KUP..! Hentikan.. Argghhh... !! " Sebuah bentakan berat terdengar begitu menyeramkan, berseru ke arah makhluk itu.


Makhluk itu langsung menoleh dan kemudian menyeringai lebar begitu tahu, siapa yang telah membentaknya.


"Argghhh, Pangeran Azzura.!!"


Serigala raksasa itu menghempaskan tubuh kedua Pangeran tersebut ke bumi dengan sangat keras. Sehingga kedua Putra Pangeran. Azzurra itu mengalami luka dalam yang parah dan langsung tak sadarkan diri.


" Pangeran Zatan, Pangeran Hasby Ya Tuhan, anakku..!!" seru Putri Ambika sambil menghambur berlari menubruk tubuh kedua putranya.


"Putraku... Serigala terkutuk, kau apakan putraku...!!" kata Putri Ambika marah. Seketika itu juga, Putri Raja Siluman Harimau Putih itu berubah wujud menjadi Harimau besar dan langsung menerjang ke arah Serigala besar.


Serigala raksasa itu kemudian melolong dengan lolongan yang panjang.


"Dinda, Hati - hati..! Dia memanggil kawanannya.! " Kata Pangeran Azzura.


Benar saja. Tak lama kemudian, dari berbagai arah, bermunculan sosok - sosok serigala yang sama besarnya dengan Serigala yang tadi.


Melihat kedatangan serigala - serigala itu, sadarlah Pangeran Azzura siapa tamunya malam ini. Rupanya, mereka semua adalah kawanan serigala dari Bukit Batu Tujuh.


Bukit Batu Tujuh adalah sebuah Negeri dimana negeri itu di huni oleh para manusia yang bisa merubah wujud menjadi Serigala hitam. Mereka sejatinya merupakan musuh abadi Serigala Hutan Alas Purwo.


"Dinda, berhati-hatilah..? Mereka adalah kawanan serigala dari Bukit Batu Tujuh..!"


Pangeran Azzura melolong untuk memanggil anggota kawanannya. Hingga tak lama kemudian, para siluman Serigala penghuni hutan Alas Purwo bermunculan di tempat itu.


Sekarang ini, kegelapan malam di halaman istana Alas Pati di penuhi oleh kawanan Serigala yang berasal dari dua kubu.


Kawanan pertama adalah Kawanan Serigala penunggu Hutan Alas Purwo. Mereka adalah memang serigala yang sejatinya adalah penunggu hutan Alas Purwo.


Sedangkan Yang kedua adalah Kawanan Serigala yang datang menyerbu ke istana Pangeran Azzura.


Kedua Putri Pangeran Azzura juga tak ingin ketinggalan. Mereka turun tangan membantu ayah dan ibu mereka mengusir kawanan Serigala raksasa tersebut.


Putri Malika berubah menjadi Harimau, seperti ibunya. Akan tetapi, putri Zalika tidak.


"Bagus..! Majulah kalian semua. Biar kalian sekeluarga semua aku kirim ke neraka. Argghhh...!!" kata Serigala raksasa itu. Rupanya dia adalah pemimpin dari kawanan tersebut.


"Hadapi aku, Serigala busuk..!Jangan ganggu keluargaku..!" kata Pangeran Azzura.


"Dinda, menyingkirlah jauh - jauh bersama putri kita. Biar aku dan para serigala ini saja yang menghadapi Serigala jadi - jadian ini..!" kata Pangeran Azzura.


"Tidak, Kanda, Kita satu keluarga. Maka dari itu, kita harus bersama. Ayo kita hadapi serigala raksasa itu bersama. - sama..!" kata Putri Ambika.


Kini seluruh serigala penghuni hutan Alas Purwo dan juga seluruh keluarga Pangeran Azzura siap bertarung menghadapi Siluman Serigala jadi - jadian yang menyerang istana mereka.


Pertempuran sengit terjadi. Satu demi satu, korban mulai berjatuhan. Kawanan Siluman Serigala jadi - jadian itu mengamuk membabi buta membantai siapa saja yang ada di hadapan mereka.


Pada suatu ketika, serangan Serigala itu berhasil mengenai Putri Pangeran Azzura yaitu Putri Zalika.


Pangeran Azzura yang melihat putrinya dilukai menjadi murka. Kemarahan Pangeran Azzura berubah menjadi kemurkaan ketika melihat putrinya itu di jadikan bulan - bulanan oleh para serigala jadi - jadian itu.


berukuran tiga kali besarnya dari ukuran serigala raksasa. Itulah yang disebut dengan werewolf Titan.


Werewolf Titan yang merupakan perwujudan dari Pangeran Azzura itu kini mengamuk membabi buta membantai seluruh Serigala raksasa jadi - jadian dari Bukit Batu Tujuh dan juga Serigala - Serigala lain yang merupakan rakyat mereka.


Putri Ambika yang melihat hal itu menjadi cemas. Ini tidak bisa di biarkan. Werewolf Titan itu tak akan berhenti membunuh sampai semua yang ada di tempat ini habis terbantai. Termasuk Putri Ambika dan juga anak - anaknya yang lain dan rakyat mereka.


"Kanda Pangeran Azzura, sadarlah, kuasai dirimu. Jangan sampai kau dikendalikan oleh monster itu..!" seru Putri Ambika kepada Pangeran Azzura.


Putri Ambika bermaksud untuk menyadarkan suaminya itu dari pengaruh monster jahat yang tengah merasukinya.


Lain pula halnya dengan pemimpin kawanan Serigala. Saat melihat Putri Ambika, timbul niat dalam hatinya untuk menuntut balas atas kematian kawanannya kepada Putri Ambika.


"Argh...Ratu Ambika, Ratu kerajaan Hutan Alas Purwo. Kau harus membayar hutang nyawa atas kematian saudara - saudaraku yang lain. Yang telah di bunuh oleh suamimu, Pangeran Azzura..!" kata Pemimpin Serigala itu. Dia menyeringai memamerkan sederet gigi - gigi taringnya yang runcing dan tajam.


"Hah, apa kau pikir aku takut..!. Majulah kalau berani. Akan ku kirim kamu sekalian menyusul teman - temanmu ke neraka..!" kata Putri Ambika.


Kini putri Ambika sedang berhadapan dengan pemimpin kawanan Serigala raksasa yang menuntut balas atas kematian saudara - saudaranya.


Akan tetapi, Putri Ambika rupanya bukan tandingan pemimpin serigala jadi - jadian yang memang sangat kuat dan bengis itu.


Putri perkasa itu pun tumbang dengan tubuh yang sudah penuh luka cabikan dan cakaran.


Ketika Serigala jadi - jadian itu hendak menggigit leher putri Ambika sekelebat bayangan hitam menerjang tubuh Serigala jadi - jadian itu tepat mengenai dada makhluk itu.


Serigala jadi - jadian itu melolong keras dan kemudian ambruk jatuh ke bumi. Tewas seketika dengan dada berlubang dan jantung yang sudah berpindah tempat di tangan Pangeran Fatan.


Serigala itu tewas setelah pedang Emas berhulu Naga menembus dadanya. Kemudian dengan marah, pangeran Fatan mencabut jantung serigala tersebut.


"Beraninya kau menyakiti ibuku, dasar serigala busuk..!!" bentak Pangeran Fatan. Dengan sekali remasan, jantung serigala itu hancur tak berbentuk lagi.


Pangeran ke tiga dari istana Alas Pati itu datang tepat waktu ketika sang ibu berada dalam bahaya. Dia segera menolong ibunya yang sekarat karena menderita luka cakaran dan cabikan kuku - kuku serigala yang tajam.


Segera saja pangeran Fatan mengeluarkan Giok setan dari balik saku bajunya.


Sesuai pesan Putri Meizh, pangeran Fatan pun menempelkan Batu Giok tadi di atas luka - luka di tubuh ibunya. Luka - luka itu ternyata mengandung racun yang akan menulari korbannya sehingga kemudian korbannya kelak akan berubah menjadi seperti serigala jadi - jadian juga. Khasiat Batu Giok tersebut adalah menetralisir racun dan menghilangkan racun di tubuh ibundanya. Juga khasiat lain dari Batu Giok setan adalah menyembuhkan luka dengan sangat cepat.


Batu Giok setan itu juga dipakai putri Meizh untuk menyembuhkan luka di tubuh Naga lembu Amur ketika terluka oleh pedang emas berhulu Naga milik Pangeran Fatan.


Perlahan-lahan, luka di tubuh putri. Ambika pulih dengan cepat. Juga racun bekas gigitan dan cakaran Serigala jadi - jadian itu, lenyap tak berbekas. Putri Ambika sembuh seperti sedia kala.


"Putraku Pangeran Fatan, cepatlah selamatkan ayahmu..! Dia sudah berubah menjadi monster Serigala. Aku takut dia akan membantai kita semua, Pangeran..!" kata Putri Ambika.


"Tenanglah, Ibu Ratu. Aku akan berusaha untuk menyadarkan kembali. ayahku. Semoga saja belum terlambat." kata Pangeran Fatan.


Pangeran Fatan kemudian berubah menjadi seekor serigala besar sama seperti ayahnya, Pangeran Azzura. Dan kemudian mendatangi ayahandanya yang sedang mengamuk membantai seluruh makhluk hidup yang ada di depannya.


Nah, sanggupkah Pangeran Fatan menyadarkan kembali ayahandanya. tunggu kelanjutannya, ya. Jangan lupa vote dan like nya.


maaf bila author sering nggak up. Aku sedang sakit. Jadi bila sedang baring di rumah sakit. nggak bisa up. 🙏🙏🙏