
Pangeran Khalied pergi untuk menemui Pangeran Arkana. Keponakan Pangeran Khalied itu sedang membutuhkan bantuannya.
Saat ini pangeran Arkana sedang memburu sosok genderuwo yang selalu masuk ke dalam mimpi Kania. Genderuwo itu selalu datang dalam mimpi - mimpi Kania dan selalu menggangu gadis itu dengan mimpi - mimpi indah atau mimpi buruk.
Kadang Genderuwo itu menjelma dalam mimpi Kania menjadi seorang pemuda yang gagah dan tampan. Dan kadang pula datang menjelma menjadi sosok yang sangat menakutkan. Sehingga tak jarang, Kania terbangun dari tidurnya sambil berteriak dan menjerit-jerit.
"Pangeran Arkana, apakah kau yakin jika Genderuwo itu akan datang malam ini dalam mimpi Kania..!" Tanya Pangeran Khalied kepada Pangeran Arkana.
"Aku yakin sekali, Paman. Sebab. malam ini adalah malam jumat. Dan genderuwo itu selalu datang menemui Kania pada setiap malam jumat." kata Pangeran Arkana.
Saat ini keduanya sedang berada di dekat rumah Kania. Bersembunyi sambil mengintai rumah Kania dari jarak beberapa meter.
"Apakah genderuwo itu mengetahui kedatangan kita...?" tanya Pangeran Khalied.
"Tidak, Paman. Aku sudah menyamar bau khas tubuh manusia ke tubuh kita. Jadi dia tak akan membaui tubuh kita." kata Pangeran Arkana.
"Sepertinya genderuwo itu sudah mulai beraksi. Ayo Paman, kita ke rumah Kania sekarang sekarang juga.. !" Ajak pangeran Arkana.
"Ayo, aku juga sudah tidak sabar ingin melihat saingan kamu itu.!" kata Pangeran Khalied.
Pangeran Arkana tersenyum masam mendengar ejekan sang Paman. Sungguh miris, saingan dia adalah sesosok genderuwo yang sejatinya juga adalah mahkluk seperti dirinya.
Keduanya segera melesat terbang menuju ke rumah Kania. Masuk dan menembus dinding rumah Kania.
"Sepertinya Kania sudah tidur, Paman." kata Pangeran Arkana.
"Baguslah, hal itu justru akan lebih mempermudah lagi bagi kita untuk masuk ke dalam dunia mimpi Kania." kata Pangeran Khalied.
"Kau benar, Paman. Ayo kita segera ke sana..!".ajak Pangeran Arkana.
Pangeran Khalied kemudian bergerak mendekati Kania. Dilihatnya, gadis itu sudah pulas tertidur. Pangeran Khalied pun tersenyum.. Dia bisa melihat bahwa Kania pasti bermimpi yang indah. Karena gadis itu sedang tersenyum sambil tidur.
"Ayo Pangeran Arkana, kita masuk ke dalam mimpi Kania. Aku yakin, saat ini pasti genderuwo itu sedang berusaha untuk mengganggu Kania." kata Pangeran Khalied.
Keduanya duduk di depan Kania yang sedang tertidur. Pangeran Khalied berkonsentrasi dan membuka mata bathinnya agar bisa memasuki alam bawah sadar Kania.
Keduanya kini sudah berada di alam bawah sadar Kania. Alam mimpi. Alam yang sebenarnya bersebelahan dengan alam kematian. Alam tempat sebenar - benarnya tempat kita kembali.
Banyak kabut dan juga asap tebal yang menyelimuti mereka berdua. Sehingga keduanya sulit untuk bergerak.
Pangeran Khalied mengikat seutas benang merah ke tangan Pangeran Arkana. Benang merah itu merupakan penghubung antara dirinya dengan Pangeran Arkana di dunia mimpi ini. karena bisa saja mereka terpisah sewaktu-waktu.
"Aku mengikat benang merah ini, untuk berjaga-jaga, jika seandainya saja kita terpisah. Maka untuk menemukan aku kembali, kamu cukup dengan mengikuti tali merah ini saja." kata Pangeran Khalied.
"Baik, Paman. Aku mengerti." jawab Pangeran Arkana.
Alam mimpi bukanlah seperti di kehidupan nyata. Semuanya serba hening dan dingin. Kadang kita bisa melihat sesuatu di alam mimpi tapi kita tidak mampu untuk mengingat secara detail hal - hal yang sifatnya kecil. Kita hanya bisa melihat secara garis besarnya saja.
"Pangeran Arkana, sepertinya kita sudah berada di alam mimpi Kania. lihatlah, dia sedang berbicara dengan siapa..?" tanya Pangeran Khalied kepada sang Keponakan.
Pangeran Arkana melihat ke arah yang ditunjuk oleh Pangeran Khalied. Benar saja, Kania terlihat sedang berbicara dengan seseorang. Tapi dia tak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki yang berbicara dengan Kania karena lelaki itu membelakangi Pangeran Arkana.
Pangeran Arkana menjadi panas hatinya karena di bakar rasa cemburu. Namun Pangeran Khalied menepuk bahunya dan berkata.
"Buat apa kamu cemburu. Toh, yang disukai oleh Kania adalah dirimu bukan genderuwo itu..!" kata Pangeran Khalied.
"Bagaimana Paman tahu jika yang disukai oleh Kania adalah aku dan bukan genderuwo itu..?" tanya pangeran Arkana heran. Dilihatnya Kania tertawa dan tersenyum manis kepada pemuda itu. Hati Pangeran Arkana
makin panas.
"Lihat baik - baik, dengan siapa kekasih kamu itu berbicara..?" kata Pangeran Khalied kesal. Sejak tadi, pangeran Arkana tidak fokus mendengar apa yang dia katakan. Sudah sejak awal, dia sudah mengatakan agar jangan terlalu menuruti perasaan cemburu. Lihat yang benar.
Pangeran Arkana akhir mematuhi apa yang dikatakan oleh Pangeran Khalied. Dia pun memperhatikan siapa yang sedang berbicara dengan Kania.
Itu dirinya...?. Kania terlihat sedang
berbicara dengan seorang pemuda yang baik tubuh dan wajahnya sama persis dengan Pangeran Arkana.
jika genderuwo itu merayu Kania dengan cara - cara. yang licik seperti Itu.
"Bagaimana caranya agar Kania bisa mengetahui jika yang datang menemui dirinya adalah jelmaan Genderuwo dan bukan diriku..?" Tanya Pangeran Arkana. Dia sangat kesal karena ulah genderuwo tersebut, membuat Kania jadi melupakan dirinya.
"Tak ada jalan lain selain menampakkan diri di depan mereka." jawab Pangeran Khalied.
"Baiklah, aku akan ke sana sekarang...!" kata Pangeran Arkana. Kemudian dalam sekejap mata, Putra Pangeran Alyan itu sudah berada di depan Kania.
Bukan main terkejutnya Kania ketika melihat Pangeran Arkana menjadi dua. Gadis itu menjadi bingung, yang mana Pangeran Arkana yang sebenarnya.
"Kenapa sekarang ada dua Arka. Yang mana di antara kalian yang benar-benar Arka..?" tanya Kania.
"Aku adalah Arka, sejak tadi aku di sini menemani dirimu. Yang datang baru - baru ini adalah jin yang menyamar menjadi diriku, sayang.." kata Genderuwo itu.
"Bohong, jangan percaya pada kata - katanya, Kania. Dia adalah penjelmaan genderuwo yang sengaja merubah wujud menyerupai diriku untuk mengganggu dirimu." kata Pangeran Arkana.
"Itu tidak benar. Aku adalah Pangeran Arkana yang sebenarnya. Kau harus mempercayai aku, Sayang." kata Genderuwo itu. Dia menarik Kania ke. dalam pelukannya.
Melihat itu Pangeran Arkana menjadi marah. Pemuda itu lantas menarik Kania dari pelukan Genderuwo itu.
"Genderuwo keparat, jangan sentuh Kania. Bukan muhrim..!" bentak Pangeran Arkana.
Genderuwo itu terkekeh melihat kegusaran Pangeran Arkana. Sepertinya kau cemburu, Pangeran Arkana palsu..!" ejeknya.
"Kau yang palsu. Kalau berani, ayo tampakkan wujud aslimu. Baru aku akan menyerahkan Kania padamu..!" tantang Pangeran Arkana sambil tersenyum sinis.
Panas hati genderuwo itu ketika mendengar tantangan Pangeran Arkana. Lalu genderuwo itu pun berucap..
"Cuihhh, itu hal yang sangat mudah untuk aku lakukan. Aku tinggal menjentikkan jari saja, maka aku akan kembali lagi ke wujud asliku seperti ini.." kata Genderuwo itu dengan sombongnya.
Lalu dia pun melakukannya. Dia menjentikkan jari tangannya dan seketika berubahlah wujudnya dari wujud Pangeran Arkana yang tampan menjadi wujud genderuwo yang mengerikan.
Bukan main terkejutnya Kania ketika melihat semua itu. Dia benar-benar tak menyangka jika Pangeran Arkana yang sejak tadi telah bersamanya adalah jelmaan genderuwo yang selama ini selalu menggangu dirinya.
"Astaghfirullahalazim, Ya Allah, ya Rabbi, kamu rupanya genderuwo itu...!" seru Kania.
Sadarlah genderuwo itu jika dirinya telah di tipu dan diperdaya oleh Pangeran Arkana. Dengan menantang dirinya untuk memperlihatkan wujud aslinya yang sebenarnya, maka terbongkar sudah penyamaran dirinya di hadapan Kania.
Genderuwo itu menjadi marah dan menyerang Pangeran Arkana. Dengan kesaktiannya, dia membawa Pangeran Arkana jauh pergi meninggalkan alam mimpi Kania. Genderuwo itu melempar Pangeran Arkana ke sebuah tempat yang sangat gelap dan sunyi di negeri mimpi.
"Hahaha, tinggal dan membusuklah kau di sana bersama mimpi burukmu, Pangeran Arkana..!" seru genderuwo itu dengan tawa kemenangannya. Dia pikir dia telah berhasil menjauhkan Kania dari Pangeran Arkana.
"Dasar Genderuwo, keparat. Awas saja jika aku bisa keluar dari tempat ini, maka aku akan membakarmu sampai hangus dan menjadi abu..!" geram Pangeran Arkana.
Genderuwo bermaksud ingin kembali mendatangi Kania di alam mimpi gadis itu. Akan tetapi, alangkah terkejutnya genderuwo itu ketika kembali dan mendapati Kania sudah tak ada lagi di sana.
Rupanya, karena kaget dan juga ketakutan, Kania langsung terbangun.
"Arka, Arka... tolong...! Ada genderuwo yang mengejarku..!!" seru Kania.
Dia memanggil Pangeran Arkana karena biasanya hanya pemuda itu yang selalu muncul menolongnya jika ada bahaya yang mengancam dirinya.
"Kania, tenanglah, jangan takut. Kamu sudah aman sekarang..!" seru Pangeran Khalied memanggil Kania.
"Kak Khalied, mana Arka...?" tanya Kania cemas.
"Ceritanya panjang, sekarang kamu lakukan saja yang aku perintahkan. Masuklah dalam lingkaran itu agar genderuwo itu tak bisa menyentuh dirimu...!" perintah Pangeran Khalied.
Meskipun awalnya Kania ragu, tapi dia tetap saja mengikuti instruksi Pangeran Khalied. Kania pun segera masuk ke dalam lingkaran yang telah dibuat oleh Pangeran Khalied. Lingkaran dengan gambar bintang segi lima dengan gambar mata di tengahnya.
"Masuklah cepat, Kania.!" seru Pangeran Khalied.
Baru saja Kania melangkah masuk ke dalam lingkaran, genderuwo itu tiba-tiba datang dan menarik tangan Kania.
"kak Khalied.." seru Kania ketakutan.