
"Sungguh sangat di sayangkan. kecantikan dirimu berbanding terbalik dengan budi pekerti yang engkau miliki, wahai Putri Meizh. Layaknya Merak yang sombong akan baju yang dipakainya, padahal hanyalah selembar bulu belaka.."
"Putraku Pangeran Fatan, menikahlah dengan Putriku. Karena hanya dengan menikahinya, kutukan Pangeran Mahesa Jalu akan lenyap. Sehingga Batu Giok Setan akan muncul dengan sendirinya." jawab Raja Chao.
Pangeran Fatan termenung mendengar ucapan Paduka Raja Chao.
Menikahi Putri Meizh..? Ita adalah Syarat yang di katakan oleh Paduka Raja Chao Roa Suraj.
Bukan tanpa alasan, Raja Chao Roa Suraj memintanya karena hanya itu satu - satunya cara menghilangkan kutukan untuk Putrinya dan Pangeran Fatan bisa mendapatkan batu Giok Setan itu.
Sebuah penawaran yang saling menguntungkan sebenarnya. Akan tetapi yang jadi masalah adalah Putri Meizh sekarang bukan lagi berwujud manusia, akan tetapi wujudnya adalah seekor merak. Nah, itu dia masalahnya. Masa dia menikah dengan seekor merak. Bagaimana reaksi kedua orang tuanya jika tahu bahwa dia menikah dengan seekor merak..
Tapi bagaimana dengan Batu Giok setan..? Batu itu tak pernah muncul jika Putri Meizh masih dalam keadaan di kutuk. Sedangkan dia sangat membutuhkan Batu Giok tersebut.
Pangeran Fatan bimbang. Apakah Dia memilih menikah dengan Putri Meizh yang berwujud Merak atau mundur dan pulang dengan tangan hampa.
Akan tetapi, bayangan wajah kedua orang tuanya kembali terbayang di sudut mata Pangeran Fatan.
Tidak....!! Dia tidak tega membiarkan ayahandanya menanggung semua penderitaan itu seorang diri. Dia juga tak sanggup melihat tangisan dan juga luka - luka di tubuh ibundanya ketika harus menghadapi kebuasan sang ayah kala berubah menjadi seekor monster.
Dia harus mendapatkan Batu Giok itu. Sebab hanya Batu Giok itulah yang bisa menyelamatkan ayahandanya dan juga prahara yang akan terjadi di tanah Serigala yaitu Hutan Alas Purwo.
Giok setan adalah Batu Giok berbentuk seukuran telur ayam kampung. jika umumnya batu Giok berbentuk bulat dan berwarna hijau, maka Batu Giok setan berwarna merah semerah darah.
Bukan itu saja. Bila di sentuh oleh orang yang terkena sihir, Batu Giok itu akan mengeluarkan cairan merah seperti darah.
Batu Giok setan di percaya memiliki kesaktian mampu mengendalikan kekuatan sihir hitam.
"Bagaimana, apakah engkau bersedia, putraku..?" tanya Raja Chao Roa Suraj sekali lagi.
Dalam hati, timbul rasa bimbang apakah dia harus menerima tawaran paduka raja Chao Roa Suraj ataukah dia harus menolaknya.
Dia tahu pernikahan itu adalah penyatuan dua buah keluarga. Dua buah hati dan juga dua rasa. Menyatukan dua kerajaan besar. Dan lebih penting lagi, menyatukan dua cinta.
Tapi bagaimana caranya dia bisa menyatukan dua hati dan cinta jika bertemu dengan Putri Meizh saja dia tak pernah. Putri itu sudah hidup jauh seratus tahun sebelum kelahirannya. Dan yang lebih berat lagi, Dia harus menikah dengan seekor burung merak, dan bukan seorang putri.
"Baiklah, ananda bersedia, Yang Mulia.." jawab Pangeran Fatan akhirnya.
Bukan main terkejutnya Zamura mendengar ucapan Pangeran Fatan. Pengawal pribadi Pangeran Khalied itu langsung berdiri dari kursi yang dia duduki.
"Tuanku, Pangeran..! Apa yang Tuanku telah lakukan. Apakah tak ada jalan lain selain harus menikahi Putri Meizh." tanya Zamura gusar.
Zamura menarik nafas panjang ketika Pangeran Fatan berucap seperti itu. Dia tahu kekerasan hati Tuannya yang satu ini tak terbantahkan.
Pangeran Fatan adalah salah seorang keturunan Pangeran Hasyeem yang berjiwa keras. Maklum saja, kharisma raja Hutan mengalir deras dalam darah Pangeran itu.
Maka segala tindakan dan langkah yang diambilnya, sudah pasti melalui pertimbangan yang matang. Dan sudah pasti, Pangeran Fatan tentu memikirkan dampak akibat dari keputusan yang dia ambil.
"Tapi bagaimana dengan ayahanda dan ibunda, Tuanku Pangeran. Apakah mereka akan menyetujuinya..?" tanya Zamura lagi.
"Aku yakin, mereka dapat mengerti. Lagi pula, tak ada cara lain lagi. Andaikan ada, maka sesulit apapun juga, akan aku hadapi, Zamura." ucap Pangeran Fatan.
Zamura akhirnya tak bisa lagi mendebat Tuannya. Ada benarnya juga, Perkataan Pangeran Fatan. Bahwa andai saja ada cara yang lain, maka sudah pasti akan mereka lalui bersama.
"Andai saja aku bisa menggantikan kedudukan Tuanku, hamba rela jika hamba yang menikahi Putri Meizh.." kata Zamura.
"Sudahlah, Zamura. Aku hargai kesetiaanmu pada keluargaku. Tapi ini masalah kehormatan, dan juga harga diri keluarga. Karena yang Raja Chao Roa Suraj butuhkan adalah diriku, maka aku yang akan menanggungnya. Bukan dirimu, ayahandaku atau orang lain. Terima kasih karena sudah mendampingi aku selama ini." kata Pangeran Fatan dengan tulus.
Zamura menatap kedua bola mata Pangeran Fatan yang berwarna merah kekuningan. Mata itu benar-benar tulus dan penuh bakti pengabdian kepada orang tua. Zamura sampai kagum dengan apa yang dilakukan oleh Pangeran Fatan. Sungguh anak yang sangat berbakti.
****
Singkat cerita, akhirnya Pangeran Fatan menerima tawaran Raja Chao Roa Suraj untuk menikah dengan Putri Meizh.
Pernikahan pun segera di gelar dan di helat di istana Rantau Pulung. Di selenggarakan dengan segala bentuk kemewahan dan keagungan layaknya pernikahan Putri raja dan Pangeran.
Pangeran Fatan duduk di sebelah Putri Meizh yang hadir di istana itu dalam wujud seekor merak yang di hias dengan hiasan emas permata lengkap dengan mahkota di kepalanya.
Di dampingi oleh para saksi dan tetua adat serta para sesepuh yang merupakan keturunan raja istana Rantau pulung, di sinilah sekarang Pangeran Fatan berada. Duduk berhadapan dengan Raja Chao Roa Suraj.
"Putraku Pangeran Fatan, aku bertanya sekali lagi, Apakah engkau bersedia menikah dengan Putriku?" tanya Raja Chao Roa Suraj."Masih ada kesempatan terakhir untuk memikirkan kembali apakah engkau akan menolak atau menerima Putri Meizh sebagai istrimu..!" tanya Raja Chao.
"Tidak, ananda tidak akan mundur. Aku Pangeran Fatan akan menikahi Putri Meizh apapun wujudnya. Dan aku tak peduli dengan wujud atau penampilan Putri Meizh karena bagiku, budi pekerti lebih utama daripada penampilan.".kata Pangeran Fatan.
"Baiklah, jika memang engkau sudah mengambil keputusan seperti itu. Maka hari ini juga aku nikahkan dan aku kawinkan engkau, Pangeran Fatan, dengan Putriku, Putri Meizh Shi Roa dengan mas kawin berupa bacaan surah Al Mulk."
"Saya Terima nikah dan kawinnya Putri Meizh Shi Roa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..!" kata Pangeran Fatan dengan mantap.
"Bagaimana para saksi..? Apakah sudah sah..? tanya Paduka Raja Chao Roa. Senyum lebar tersungging di wajah Raja Chao Roa. Raja itu merasa Bangga memiliki menantu dari keluarga Pangeran Hasyeem.
Begitu selesai mengucapkan ijab qabul untuk Putri Meizh, perlahan - lahan wujud Putri Meizh berubah. Dari yang tadinya seekor merak menjadi Manusia kembali.