Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 96


Oh...... begitu...!" Zahra manggut - manggut seolah -olah faham dengan apa yang diucapkan oleh Pangeran Khalied.


Kemudian Zahra beranjak mendekati Pangeran Khalied yang terlihat sedang mengintai dari kejauhan kedatangan bala tentara iblis di rumah Zahra.


"Aku takut, Khalied..." bisik Zahra.


Pangeran Khalied menoleh dan memandang wajah Zahra dengan


pandangan aneh.


Zahra yang merasa terus di pandangi oleh Khalied balas menatap wajah Pangeran Khalied.


Ada yang aneh menurut penglihatan Zahra. Mengapa warna mata Pangeran Khalied terlihat berbeda dari biasanya.


Biasanya mata lelaki itu berwarna kuning terang dengan bintik kuning gelap di tengah.


Namun kali ini warna mata Pangeran Khalied terlihat berbeda. Mata itu kini berwarna merah.


"Khalied, kenapa warna matamu berwarna merah..?" tanya Zahra heran bercampur takut.


Entah mengapa, ada sedikit rasa takut di hati gadis itu menyadari ada yang aneh dari sikap dan juga tindak tanduk kekasihnya itu. Apa yang terjadi dengan Khalied. Apakah dia sedang marah padaku, Zahra sibuk bertanya dalam hati.


Pangeran Khalied tidak menjawab pertanyaan Zahra. Sejurus kemudian, pemuda itu bergerak mundur ketika tanpa sengaja Zahra mengeluarkan tasbih yang selalu dia bawa kemana-mana saat berjualan.


Zahra menjadi semakin heran. Kenapa Khalied yang biasanya taat beribadah, tiba-tiba saja takut melihat tasbih.


Zahra menjadi curiga. Dan kecurigaan Zahra semakin bertambah ketika kemudian melihat Pangeran Khalied tiba-tiba saja tertawa terbahak - bahak.


Pemuda itu tertawa lebar sehingga menampilkan deretan gigi - giginya yang runcing dan bertaring panjang.


Astaghfirullahalazim.... Zahra berseru dalam hati. Ini bukan Khalied , kekasihnya, tapi sesosok makhluk lain yang menyerupai Khalied. Jangan - jangan yang ada di hadapannya adalah jin kafir yang menyerupakan wajah seperti kekasihnya.


Benar saja, perlahan - lahan, Pangeran Khalied yang ada di hadapannya berubah wujud menjadi sosok yang menyeramkan.


Sosok yang ada di hadapannya bukan lagi Pangeran Khalied akan tetapi iblis. Mengerikan sekali penampakan makhluk itu. Berwajah hewan dan berwarna merah seperti darah serta memiliki sepasang tanduk yang panjang. Ditambah lagi dengan kedua taring panjang di sudut bibirnya. Makhluk itu menyeringai menatap Zahra.


Zahra mundur sambil dalam hati terus berzikir dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah. Dia juga memanggil nama Pangeran Khalied dalam hati, berharap pertolongan Allah akan datang melalui tangan kekasihnya itu.


"Hahaahaha, wanita BODOH..!! Kau berharap Allah akan menolongmu...?" ejek Makhluk itu pada Zahra.


Makhluk itu kemudian melangkah mendekati Zahra.


Zahra yang ketakutan mundur beberapa langkah ke belakang. Dia harus tetap waspada dan berhati-hati..Makhluk di depannya ini adalah iblis yang sesungguhnya.


Otaknya langsung memberi instruktur kepada kakinya agar segara melarikan diri secepatnya dari sini. Lari Zahra, itu yang ada di pikiran Zahra saat ini.


Zahra semakin melangkah mundur beberapa langkah ke belakang. mencari celah untuk lari. Akan tetapi, sepertinya makhluk itu dapat membaca pikiran dan isi hatinya.


"Mau kemana, hei perempuan bodoh. Kau tak akan bisa lari dariku. Apa kau tidak lihat di sana.!" tunjuk makhluk itu sambil menyeringai.


Zahra melihat ke arah yang di tunjuk


Benar sekali. Ada banyak manusia yang sedang terkurung di dalam sebuah jeruji besi yang sedang di jaga oleh para tentara iblish.


Tampang tentara iblish itu semuanya sangat mengerikannya. Tak jauh berbeda dengan tampang makhluk yang sedang berada di hadapannya saat ini.


Wajah mereka seperti hewan. Ada yang memiliki moncong seperti anjing. Ada juga yang memiliki wajah seperti babi.


Rupanya cahaya merah yang dilihat Zahra tadi berasal dari cahaya para tentara iblish yang sangat banyak.


"Mereka semua adalah manusia yang sudah menjadi budak - budak kami." kata Makhluk itu lagi.


Zahra melihat ke arah telunjuk makhluk itu.


Benar saja, di sana Zahra melihat ada banyak tentara iblish yang sedang menjaga sebuah jeruji yang berisikan manusia - manusia tak pandai bersyukur dan menjadi budak iblis.


"Mereka adalah para pengikutku." kata makhluk tersebut " Sekarang saatnya kau bergabung bersama mereka. Mereka juga sedang menanti dirimu. Menyerahlah, dan ikutlah dengan kami secara sukarela. Atau kau ingin aku memaksa dirimu untuk ikut denganku...?" ucap Makhluk itu lagi.


"Tidakk, Demi Allah, aku tidak mau mengikuti, Hai Iblis. Aku bukan budakmu.Lebih baik aku mati daripada jadi budakmu..!" bentak Zahra di antara rasa takutnya.


Makhluk itu marasa marah ketika mendengar ucapan Zahra.


"DASAR MANUSIA BODOH. ... rupa kau lebih suka memilih cara kekerasan. Baiklah... akan ku kabulkan keinginan kamu...! " ucapnya kemudian.


Langkah Zahra semakin lebar bergerak untuk mundur ke belakang dan kemudian berbalik ingin berlari.


Namun, saat dia berbalik, ternyata di belakangnya sudah berdiri makhluk itu.


Demikian juga ketika Zahra ingin berlari ke arah lain. Makhluk itu sudah lebih dahulu berada di depannya.


"Awww, sakit. Lepaskan aku, hai makhluk iblish terkutuk.!"Bentak Zahra pada makhluk itu.


Tangannya mencengkram keras lengan Zahra tanpa berniat sedikitpun untuk melepaskan dia. Kemudian, makhluk itu menyeret Zahra ke arah rumahnya.


Sekuat tenaga Zahra memberontak untuk melepaskan diri dari cengkeraman m makhluk itu.


Namun tentu saja, cengkraman makhluk itu tak akan terlepas dengan begitu saja. Sekalipun Zahra mengerahkan seluruh tenaganya.


Tiba-tiba, Zahra ingat akan kejadian tadi. Pangeran Khaleid yang takut dengan untaian biji - biji tasbih yang di pegang Zahra.


Segera saja, Zahra memperlihatkan untaian biji tasbih tadi kepada Makhluk itu.


Makhluk itu menjadi sangat marah karena Zahra mengeluarkan untaian biji tasbih.


Karena murka makhluk itu kemudian menyerang Zahra. Namun dengan cekatan zahra mengelak untuk menghindari.


makhluk itu semakin kalap dan kini semakin bernafsu untuk membunuh Zahra.


"Cukup, hentikan, kau makhluk iblish terkutuk...!! " bentak sebuah suara.