
"Pangeran Khalied...?" tanya Pangeran Khalied bingung. Kini Zahra memanggilnya dengan panggilan itu.
"Bukankah itu namamu, Kakak..? " kata Zahra sambil tersenyum. Diam - diam, Zahra mencium pipi pangeran Khalied.
"Terima kasih karena sudah mencintaimu diriku.. Aku juga cinta kamu, kakak... "
Pangeran Khalied terperanjat mendengar perkataan Zahra yang terakhir. Zahra juga mencintai dirinya..Benarkah itu..?.
Pangeran Khalied sungguh tak menyangka ternyata gadis itu menyimpan perasaan yang sama di dalam hatinya.
Hati pangeran Khalied berbunga-bunga oleh rasa bahagia. Bergetar tubuhnya oleh rasa gembira yang membuncah di dalam dadanya.Pangeran Khalied serasa melayang jauh terbang di angkasa. Zahra mencintai dirinya, oh... Astaga...!!
Senyum lebar tercetak jelas di wajah Pangeran tampan itu.
"Jadi, apakah itu berarti bahwa kita resmi berpacaran mulai hari ini..?" tanya Pangeran Khalied.
Zahra menatap Pangeran Khalied. Gadis itu kemudian mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Pangeran Khalied.
"Iya, Kak. Aku juga mencintai Kak Khalied." ucap Zahra malu - malu.
Tubuh Pangeran Khalied bergetar oleh rasa bahagia yang meluap - luap.
Maka tanpa ragu, Pangeran Khalied memeluk Zahra dan membawa gadis itu terbang dan berputar - putar di angkasa.
"Kak, aku takut...! pekik Zahra sambil memejamkan mata. Pangeran Khalied makin terpesona oleh keimutan gadis di depannya itu. Dia tak mampu lagi menahan dirinya untuk tidak mengecup bibir ranum gadis itu.
Pangeran Khalied menahan kepala Zahra dan meraup bibir ranum gadis itu. ******* habis manisnya bibir Zahra yang amat memabukkan dirinya dan sangat dia rindukan.
Berciuman di angkasa tak pernah terpikirkan sekalipun di kepala Zahra. Bahkan Gadis itu tak pernah sedikit pun membayangkan bahwa dia akan memiliki seorang kekasih yang berasal dari bangsa jin.
Mereka berciuman cukup lama sampai sebuah deheman menghentikan dua insan yang sedang di mabok cinta itu.
"Hmm....!!"
Keduanya seketika menghentikan ciuman mereka dan serentak berpaling. Wajah Zahra tersembunyi malu dalam pelukan hangat Pangeran Khalied yang bertubuh kekar dan besar.
"Ckckck....jika seperti ini yang terjadi, maka sebaiknya aku akan katakan pada ayahanda untuk segera melamar gadis ini untuk menjadikannya sebagai istrimu, Pangeran.." kata Putri Humaira sambil tersenyum kepada Pangeran Khalied.
"Cukup, Putri Humaira. Jangan lagi memperburuk keadaanku. Kau membuat Zahra takut dan malu, Putri Humaira." Sungut Pangeran Khalied kepada saudara kembarnya itu. Dia merasa terganggu karena kehadiran Putri Humaira yang tak di sangka - sangka.
"Hahaha, mengapa takut, Pangeran Khalied." kata Putri Humaira. "Kalian kan pasangan yang belum menikah. Jadi, bila saja ku katakan hal ini pada ayahanda, maka kalian sudah pasti di minta untuk menikah..!' kata Putri Humaira lagi.
"Setelah kupikir - pikir, ada juga bagusnya jika kau berkata seperti itu kepada ayahanda. Jadi aku menikah dan kamu juga pastinya akan lebih dahulu menikah dengan Pangeran Sya'if." kata Pangeran Khalied lagi. Wajah Putri Humaira langsung berubah kesal. Dia tak menyukai jika saudara kembarnya itu menyebut demikian.
Zahra yang sedang berada dalam pelukan Pangeran Khalied berbisik dan bertanya kepada Pangeran Khalied, siapa wanita yang berada di hadapan mereka ini.
Pangeran Khalied tersenyum seraya berkata.
"Maafkan saudara kembarku ini. Zahra. Dia tidak bermaksud untuk menggoda dan membuatmu malu."
Mata Zahra terbelalak sempurna. Jadi gadis yang ada di hadapan mereka ini adalah saudara kembar kekasihnya.
"Ohh... jadi Putri Humaira ini saudara kembar, Kakak...? Maafkan aku karena tak mengenali. Aku hanya heran saja, kenapa wajah kalian mirip. Aku tak pernah berpikir bahwa kalian adalah kembar identik.. "
"Tak apa - apa. Aku juga hanya yang salah. Maafkan aku ya, perkataanku tadi hanya bercanda saja, kok.."
"Tapi masalah pangeran Sya'if gak bercanda, Putri Humaira..."
Putri Humaira mendengus kesal. "Iya, iyah... bawel amat, Nih cowok. Sudah seperti petasan renteng dia... ?" kata Putri Humaira.
Semua orang tahu, bahwa Putri humaira memiliki tunangan Pangeran Sya'if. Akan tetapi, wanita itu tidak mencintai Pangeran Syaif.
Lelaki itu sudah berulang kali ingin mencoba untuk meluluhkan hati Putri Humaira, namun wanita itu tak juga bergeming. Sementara batas waktu perkenalkan mereka akan berlanjut ke pernikahan hanya tinggal beberapa bulan lagi.
Pangeran Hasyeem juga sudah bermurah hati memberi tenggat waktu untuk dirinya mengenal Putri Humaira lebih baik lagi.
Jadi Pangeran Sya'if harus berusaha lagi untuk menaklukkan hati gadis itu jika tidak, maka semua akan berakhir.