Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 97 Pertarungan Berdarah


Makhluk itu semakin kalap dan kini semakin bernafsu untuk membunuh Zahra.


"Cukup, hentikan, kau makhluk iblish terkutuk...!! " bentak sebuah suara.


Sebuah sinar berwarna kuning keemasan hadir dan menyerang makhluk itu secara bertubi-tubi tanpa memberi kesempatan kepada makhluk itu untuk membalas.


Makhluk itu berang karena mendapat serangan mendadak dari sinar kuning keemasan itu. Pukulan tenaga dalam jarak dekat yang di lancarkan oleh sinar kuning keemasan itu telah berhasil melukai iblis merah itu. Sehingga iblis merah itu mundur beberapa langkah ke belakang sambil memegangi dadanya yang terasa sakit akibat luka dalam dari pukulan tersebut.


Iblis merah kini mengalihkan serangannya ke arah sinar kuning yang tadi telah menyerang dirinya.


"Jin keparat...!! Akhirnya kau datang juga untuk menyelamatkan kekasihmu ini, hahaha...! ucap si Iblis merah dengan nada mengejek.


Rupanya dia tahu siapa yang datang menolong gadis itu.


Sinar berwarna kuning keemasan tadi langsung berubah wujud menjadi Pangeran Khalied .


Rupanya yang membentak dan menyerang makhluk iblis itu tak lain adalah Pangeran Khalied.


"Iblis keparat, laknatullah... Mengapa hanya berani sama perempuan saja." Maki Pangeran Khalied pada Iblis Merah.


Tatapan sang Pangeran tajam menusuk tepat ke arah iblis merah yang kini sudah bersiap - siap untuk melancarkan serangan balasan ke arah Pangeran Khalied.


"Kak Khalied...!" seru Zahra lega saat melihat kehadiran kekasihnya di saat - saat yang genting seperti ini. Dia mengucapkan syukur karena pertolongan Allah datang tepat waktu.


"Zahra, berdiri di belakangku...!" ucap Pangeran Khalied kepada sang kekasih.


Mendapat perintah demikian oleh kekasihnya, Zahra segera berlari menuju ke arah Pangeran Khalied. Namun langkah gadis itu di halangi oleh makhluk iblis merah yang rupanya tak ingin kehilangan buruannya.


"Kau tak bisa kemana-mana, perempuan lemah...!! " bentak Iblis merah.


Melihat hal itu Pangeran Khalied tak tinggal diam. Dalam sekejap, Pangeran itu sudah berada di hadapan Zahra dan langsung menyerang makhluk itu.


Andai tak cepat mengelak, sudah dapat di pastikan makhluk iblis itu akan terbakar habis akibat pukulan Ilmu Halilintar yang dilancarkan oleh Pangeran Khalied.


Secepat kilat, tangan Pangeran Khalied menyambar tangan Zahra dan membawa gadis itu kabur dari tempat tersebut.


"HAH, mau lari kemana, Kalian...?" Bentak Iblis merah gusar.


"PENGAWAL, KEJAR DAN TANGKAPI. PANGERAN KHALIED DAN GADIS MANUSIA ITU..!! " perintah Iblis Merah kepada para pengawalnya yang sedang berjaga-jaga di sekitar rumah Zahra.


Para Pengawal tersebut langsung saja bergerak cepat mengejar Pangeran Khalied dan Zahra.


Kejar - kejaran pun terjadi.


Iblis Merah dan pasukannya mengejar Pangeran Khalied dan Zahra.


"Tuanku, ke arah sini...!" seru Zamura yang datang tepat waktu. Pengawal Pangeran Khalied itu langsung membuka sebuah gerbang tak kasat mata dan tampaklah sebuah pintu.


"Bagus, Zamura. Kau memang pengawalku yang paling bisa di andalkan..!. " seru Pangeran Khalied kepada pengawalnya itu.


"Zahra, cepat masuk ke pintu itu...!" ujar pangeran Khalied sambil mendorong Zahra ke arah pintu.


"Tuanku, awas di belakang Anda..!" seru Zamura. Salah satu tentara iblis Merah tiba-tiba saja muncul dan menyerang Pangeran Khalied dari belakang.


Pedang Pangeran Khalied bergerak memutar, menebas ke belakang dan...


Crass..... robohlah satu orang pengawal iblis.


"Terima kasih, Zamura...!" ucap Pangeran Khalied.


"Sama-sama, Tuanku..!" ucap Zamura. Pemuda itu tersenyum sambil tangannya bergerak cepat menebas leher salah satu pengawal iblis Merah yang kembali muncul dan hendak menyerang mereka.


Crass..... Crasss... pedang itu dua kali menebas di leher dan tubuh hingga pengawal Iblis itu roboh dan kemudian hilang tersapu angin.


"Zamura, ayo cepat... pintu ini sudah akan menutup lagi...!" seru Pangeran Khalied.


Dengan cepat, Zamura menyelesaikan tugasnya, dan melesat masuk ke pintu tersebut tepat pada saat pintu itu akan menutup rapat.


"Zamura, dari mana saja kau selama ini...?" tanya Pangeran Khalied begitu pintu itu telah tertutup.


"Hamba hanya tersesat beberapa hari di dunia manusia dan bertemu seseorang yang membutuhkan pertolongan." ucap Pengawal Pribadi Pangeran Khalied itu.


Pintu pun kembali terbuka dan terpampanglah di hadapan mereka sebuah gerbang.


"Tuanku, kita ada di depan pintu gerbang istana....! " ucap Zamura sambil menunjuk ke arah pintu gerbang istana yang terpampang di belakang mereka.


Sebuah sinar merah melesat cepat ke arah Pangeran Khalied yang saat ini sedang berpaling menatap ke arah Pintu gerbang.


"Tuanku, awas...!" Zamura berseru mengingatkan Pangeran Khalied.


Pangeran Khalied sigap berkelit dan menghindar dari serangan sinar merah tersebut.


"Itu Iblis Merah, bagaimana bisa dia masuk ke tempat ini...?" tanya Pangeran Khalied.


Pemuda itu langsung merubah dirinya menjadi seberkas sinar kuning keemasan dan kini menyerang balik ke arah sinar merah tersebut.


Pertarungan kembali berlanjut, antara Pangeran Khalied dan iblis merah.


Zahra dan Zamura menyaksikan pertarungan itu dengan penuh ketegangan dan juga bercampur cemas.


Terlebih lagi Zahra, dia amat khawatir akan diri kekasihnya. Karena lawan yang dihadapi kali ini adalah iblis Merah. Panglima salah satu pasukan iblis.


Ternyata Iblis Merah berhasil masuk ke dalam istana tepat pada saat detik-detik terakhir pintu masuk rahasia tertutup.


Pertarungan antara Pangeran Khalied dan iblis Merah masih berlangsung. Seru dan sengit sekali. Masing-masing berusaha untuk mengalahkan lawannya.


Pangeran Hasyeem, Pangeran Alyan dan Panglima Ammar datang ke tempat itu.


Segera tempat tersebut di penuhi oleh rakyat Bukit Malaikat yang ingin menyaksikan pertarungan antara Pangeran Khalied dan Iblis Merah.


"Hei, rupanya seluruh keluargamu datang dan jadi pendukungmu. Kalau begitu, aku juga tak mau kalah. Aku akan panggil pendukungku kemarin, hehehe... " kata iblis Merah.


Selesai berucap demikian, Iblis Merah kembali berubah ke wujud semula. Panglima pasukan iblis itu kemudian merentangkan kedua sayapnya.


Dari balik kedua sayap iblis Merah, bermunculan mahkluk - makhluk yang sama menyeramkannya dengan iblis Merah. Itulah kelebihan Iblis Merah. Satu iblis Merah memiliki 700 pengikut. Jadi, kini sudah sudah bisa di pastikan jumlah makhluk yang keluar dari kedua sayap iblis Merah itu jumlahnya sekitar 700 ekor.


Tampang mereka mirip seperti anjing dan babi. Semua berwarna merah.


Kehadiran makhluk - makhluk itu seperti hewan buas yang kelaparan .


"Hei anak - anakku, serang mereka semua...!! " perintah Iblis Merah pada makhluk - makhluk itu.


Serentak, makhluk - makhluk itu kini mulai menyerang semua yang ada di sana. Tak terkecuali Zahra.


"Zamura, cepat lindungi Zahra...!! " teriak Pangeran Khalied di sela - sela keadaan yang mulai terlihat kacau.


"Baik, Tuanku...!" kata Zamura.


Zamura segera bergerak melindungi Zahra sambil terus melakukan perlawanan terhadap serangan iblis - iblis itu.


Pengawal pangeran Khalied itu dengan cekatan bergerak melindungi Zahra yang terlihat kebingungan dengan suasana kacau dan menakutkan itu.


Zamura ingin agar tuannya fokus menghadapi Iblis Merah yang kini semakin gencar saja menyerang.


Seluruh keluarga dan Rakyat Bukit Malaikat bergerak cepat menahan serangan Makhluk - makhluk pengikut iblis Merah.


Pertempuran sengit tak terelakkan lagi. Pangeran Hasyeem dan Pangeran Alyan bergerak cepat mengerahkan pasukannya guna menghadapi serangan makhluk - makhluk itu.


Panglima Ammar dan pasukan lainnya bersama rakyat Bukit Malaikat turut membantu Pangeran Hasyeem. Mereka terlibat pertarungan yang seru bersama penguasa Bukit Malaikat itu.


"Panglima Ammar, perintahkan pasukanmu menjaga pintu gerbang. Jangan biarkan mereka berhasil membuka pintu itu..!" perintah Pangeran Hasyeem.


"Baik Tuanku..!" jawab Panglima Ammar.