Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 152


Aku akan memberikan Batu Giok ini kepadamu dengan syarat kamu harus membawaku pergi menemui kakekmu Pangeran Hasyeem.!!" kata Putri Meizh sambil mengeluarkan sebuah batu sebesar telur ayam kampung berwarna merah. Itulah Batu Giok Setan. Batu Giok yang dicari oleh Pangeran Fatan untuk mengobati penyakit sang ayahandanya.


Pangeran Fatan bergerak cepat mengeluarkan ilmu Gendam Bumi dan mengirimkannya ke Putri Meizh. Putri Meizh yang sama sekali tak menduga akan mendapat serangan itu, tak mampu lagi berkutik.


"Kau licik. Aku tak menduga jika ternyata Putri Meizh yang terkenal cantik ternyata berhati licik seperti rubah. Pantas saja, Pangeran Mahesa Jalu mengutukmu. Namun sayangnya, ternyata hidup sebagai merak ternyata tidak menyadarkan dirimu dari sikap tercela. Apakah aku perlu melakukan apa yang pangeran Mahesa Jalu dulu pernah lakukan padamu, Putri Meizh..?!" tanya Pangeran Fatan.


Pertanyaan itu datar dan dingin. Ditujukan kepada putri Meizh yang berdiri terpaku tak bisa bergerak akibat dari ilmu gendam Bumi Pangeran Fatan.


Ilmu gendam Bumi Adalah ilmu totokan jarak jauh yang hanya di kuasai oleh Aji Pangeran Saka. Guru Pangeran Fatan. Ilmu itu, membuat orang yang terkena ilmu ini tak bisa lagi bergerak alias lumpuh total karena dia menyerang bagian Syaraf musuhnya.


Sedangkan ular Raksasa itu sudah tak nampak lagi. Putri Meizh sudah mengembalikan Naga Lembu Amur ke asalnya karena ular raksasa itu mengalami luka parah di bagian ekornya.


"Tidak, jangan lakukan itu..! Baiklah, aku akan memberikan Batu Giok Setan ini untukmu.Tapi aku punya satu permintaan.." kata Putri Meizh. Gadis cantik itu baru bisa berucap setelah Pangeran Fatan melepaskan totokan pada lehernya.


Pangeran Fatan menghela napas. Sudah terlalu banyak permintaan. Kali ini apa lagi keinginan putri Meizh.


"Apa lagi, keinginanmu, Putri Meizh. Cepat katakan. Akan aku penuhi jika saja permintaan kamu itu bisa aku penuhi..!" kata Pangeran Fatan.


Sejenak putri Meizh menatap Pangeran Fatan. Pemuda yang telah menjadi suaminya itu tak bisa dia pungkiri, adalah pemuda yang pilih tanding. Hanya saja dia tak bisa menerimanya. Dia tak bisa menerima pemuda itu sebagai suami.


Di samping itu,dia telah melakukan kesalahan. Dengan meremehkan pemuda itu. Akan tetapi, nasi sudah menjadi bubur, nasib tak dapat lagi diputar balikan. Dia tak mungkin menjilat ludah kembali.


"Aku tak bisa menerima dirimu sebagai suami. Karena itulah, aku minta agar kau menceraikan aku." ucap putri Meizh.


Itulah permintaan yang diucapkan oleh Putri Meizh.


Semua yang mendengar ucapan Putri Meizh sangat terkejut. Mengapa Putri Meizh meminta cerai dari Pangeran Fatan. Bahkan pernikahan mereka belum satu hari.


Baginya permintaan putrinya sangat gila. Bahkan pernikahannya saja belum mencapai usia satu hari. Apa yang akan dikatakan oleh orang-orang. Bagaimana dengan Pangeran Fatan sendiri. Terlebih lagi apa nanti kata Pangeran Hasyeem. Ini adalah penghinaan bagi Pangeran Hasyeem jika sampai Putrinya itu meminta cerai.


"Maafkan aku, tapi tidak bisa meneruskan pernikahan ini. Aku tidak bisa menerima Pangeran Fatan sebagai suamiku. Daripada di teruskan, pernikahan ini hanya akan menyakiti hati kami berdua. Maka putuskan untuk bercerai darimu. Aku memilih garis takdirku sendiri. Aku ingin hidup menyendiri dan bertapa bersama Naga Lembu Amur karena aku tidak bisa menjalankan tugasku sebagai seorang istri." kata Putri Meizh menjelaskan alasannya.


Pangeran Fatan menyimak ucapan Putri Meizh dengan raut wajah tanpa ekspresi. Pemuda itu kemudian berkata.


"Permintaan kamu akan aku kabulkan. Detik ini juga aku menceraikan dirimu, Putri Meizh. Aku membebaskan dirimu dari segala kewajibanmu sebagai istri. Mulai detik ini, kamu bebas dari ikatan ini." ucap Pangeran Fatan.


"Terima kasih, Pangeran Fatan. Karena kamu telah berbaik hati mau mengabulkan permintaanku, maka aku akan menepati janjiku. Aku serahkan batu Giok Setan ini kepadamu. Semoga bermanfaat bagi dirimu.. " kata Putri Meizh sambil menyerahkan batu Giok Setan ke tangan Pangeran Fatan.


Pangeran Fatan menerima batu Giok Setan itu dan menyimpannya dengan baik.


"Terima kasih, putri Meizh. Kebaikanmu semoga membawa kamu pada kebaikan - kebaikan yang lain." ucap Pangeran Fatan tulus.


Setelah berpamitan kepada ayahnya, dan juga seluruh rakyat negeri Rantau Pulung, maka putri cantik itu kemudian meloncat masuk ke dalam sungai menyusul naga Lembu Amur. Tubuh Putri Meizh kemudian hilang ditelan Sungai Berau yang airnya berwarna kecoklatan.


Sepeninggal Putri Meizh, Pangeran Fatan pun berpamitan kepada Raja Chao Roa untuk pulang kembali ke Hutan Alas Purwo. Karena malam ini sudah masuk bulan purnama ke satu.


Dia tak bisa menunggu lebih lama lagi karena ada tugas lainnya yang lebih penting. Yaitu tugas menyelamatkan ibu dan ayahnya.


Nahh, bagaimana kelanjutan cerita ini. apakah Pangeran Fatan bisa menyelamatkan ibunya dari prahara yang dilihat oleh Ki anom.


Nantikan kelanjutan ceritanya . dan jangan lupa untuk like dan voters..?..