Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon


"Pangeran Khalied, aku mengaku kalah. Kini kamu boleh melewati tempat ini. Teruslah berjalan melewati tempat ini bertemu jalan buntu. 'Tak ada jalan Kiri maka jalan apa yang kau ambil', Itulah kata kuncinya yang bisa kamu ucapkan ketika sudah sampai di jalan buntu tersebut. Selamat tinggal, semoga berhasil... " kata Zyabban sambil menghilang bersama tubuh Barrad.


***


***


Pangeran Khalied kembali melanjutkan perjalanannya. Menyusuri jalanan yang berbentuk lorong di Kastil tua milik Zyabban. Hingga pada suatu ketika, Pangeran Khalied sampai di ujung jalan. Jalan itu tak ada lagi kelanjutannya. Hanya ada dinding kokoh yang tinggi yang menjadi penghalang di depannya. Pangeran Khalied merasa bingung karena jalan yang ia lalui adalah jalan buntu.


"Jalan buntu..? Hmm... tampaknya apa yang dikatakan Zyabban tadi benar adanya. Jalanan di depanku sudah tak ada lagi." gumannya dalam hati.


Pangeran Khalied menatap jalan di depannya adalah yang merupakan jalan buntu dengan perasaan gusar. Bagaimana caranya aku melewati jalan ini...? tanya Pangeran Khalied dalam hati.


Dia mengingat - ingat kembali perkataan Zyabban, sebelum makhluk penguasa Kastil tua itu menghilang."


"Apa kira - kira yang diucapkan Zyabban itu sebuah petunjuk..?" Tanya Pangeran Khalied dalam hati. "Tak ada jalan kiri maka jalan apa yang kau ambil, apa maksudnya itu.." pikir Pangeran Khalied.


Lama dirinya terpekur memandang ke arah dinding yang membentang di hadapannya.


Mata Pangeran Khalied menelusuri dinding yang membentang tinggi di hadapannya. Mencoba mencari - cari, apakah ada jalan lain yang tersembunyi di balik dinding itu. Tangannya meraba - raba celah demi celah yang terdapat di dinding itu berharap akan menemukan petunjuk ataupun hal - hal yang mengarah kepada pintu rahasia. Namun hasilnya nihil. Tak ada jalan lain. Di kiri dan juga di kanan hanyalah dinding.


"Apa maksud perkataan Zyabban dengan berkata tak ada jalan kiri maka jalan apa yang kau ambil..?" guman Pangeran Khalied pada diri sendiri.


Belum sempat Pangeran Khalied beranjak, tiba-tiba saja, di dinding di hadapannya bergerak. Lalu kemudian tampaklah sebuah pintu di hadapannya.


"Ternyata kata - kata itu adalah kunci pembukaan pintu ini.. " kata Pangeran Khalied dalam hati.


Pangeran Khalied lalu melangkah memasuki pintu itu. Pintu itu ternyata menuju ke sebuah ruangan.


Putra Pangeran Hasyeem itu mengamati seluruh isi ruangan itu dengan seksama. Dirinya baru menyadari bahwa ruangan itu lebih mirip seperti sebuah arena pertempuran. Namun ini lebih mengerikan karena arena ini di buat di atas tumpukan tulang belulang manusia.


Pandangan mata Pangeran Khalied berputar menyapu bersih tempat itu. Mencari keberadaan iblish Pohon yang konon katanya berada di tempat itu.


"Pangeran Khalied putra Pangeran Hasyeem putra Alyan Haizzar, kita bertemu kembali..." Sapa sebuah suara.


Pangeran Khalied menoleh ke asal suara itu dan tampaklah olehnya sosok iblish Pohon mengambang di atas sana dengan angkuhnya. Tampak luka yang memanjang di mata kiri iblish pohon. Membuat wajah itu semakin terlihat mengerikan.


"Hah, Iblish pohon, akhirnya aku menemukanmu di sini. Aku memintamu untuk mengembalikan roh Zahra kepadaku sekarang juga..! ucap Pangeran Khalied kepada iblish pohon.


" Hahaha, kamu masih menginginkan roh gadis itu rupanya. Baiklah... kalahkan aku dulu. Maka aku akan menyerahkan roh gadis itu secara sukarela.. " tantang Iblish pohon dengan sombongnya.


Tak lupa, Pangeran itu membaca Ayat - ayat suci Al-Quran di dalam hati untuk memohon pertolongan Allah pemilik sejati tempat itu karena dia sadar, saat ini dirinya sedang berada di Neraka.


iblish pohon yang mengetahui hal itu mengejek Sang pangeran dengan kata - kata hinaan. "Dasar makhluk lemah. Dirimu saja masih tergantung kepada sesuatu, lantas bagaimana bisa kau akan mengalahkan diriku..? " ejek iblish pohon dengan pongahnya.


Kemudian Iblish pohon melesat ke arah tubuh pangeran Khalied yang berada di bawah sana.


Pangeran Khalied menundukkan kepalanya menghindari sambaran iblish pohon. Pemuda itu kemudian terbang melesat melewati tangan iblish pohon yang kini sudah terjulur seluruhnya ke arah Pangeran Khalied.


" Pangeran Khalied, jurus pedangmu lambat sehingga aku dengan mudah menebak arah gerakanmu. Apa selama di dunia, kamu jarang berlatih.. ? " ejek iblish pohon.


"Itu baru pemanasan saja. Sekarang baru kau lihat jurus pedang Halilintar yang sebenarnya..!" kata Pangeran Khalied. Setelah itu Pangeran Khalied memutar tubuhnya dan kembali menyerang iblish pohon dengan gencar. Kali ini Dia menyerang dengan kekuatan penuh serta tak lupa diiringi dengan bacaan ayat - ayat suci Al-Quran.


Pedang Pangeran Khalied menyambar - nyambar diantara untaian tangan Iblish pohon yang terulur memanjang di hadapannya. Berkali-kali, Tangan iblish pohon berhasil menangkap tubuh Sang Pangeran, namun dengan mudah, pedang Pangeran Khalied berhasil menebas dan memutuskan tangan iblish pohon.


Kali ini, tangan - tangan itu tak bisa lagi kembali bersatu karena Pangeran Khalied telah menggoreskan ujung pedangnya ke bumi. Serta lantunan ayat - ayat suci yang tak henti keluar dari mulut Pangeran Khalied membuat Iblish pohon semakin tak berdaya menghadapi pemuda itu.


Kekuatan Iblish pohon melemah dan semakin tak berdaya saat Pangeran Khalied melantunkan ayat demi ayat bersama ayunan pedangnya. Hingga pada suatu ketika, tubuh Pangeran Khalied meleset keatas dan berubah menjadi seekor Naga berkepala tujuh. Naga itu melesat kembali ke bawah, menukik tajam dan kembali menyambar tubuh iblish pohon yang hanya berbentuk wajah itu dengan semburan apinya.


Iblish pohon yang tak menyangka akan mendapat serangan dari Pangeran Khalied, tak bisa lagi bisa mengelak. Tubuh Iblish pohon itu pun akhirnya terbakar terkena sambaran api dari semburan naga jelmaan pangeran Khalied.


"mampus kau iblish pohon. Tamat riwayatmu.! " Seru Pangeran Khalied dengan marah.


Crass....


Wajah itu terbelah dua. Suara jeritan mengerikan dari sesosok makhluk berbentuk wajah dengan tangan - tangan mengerikan terdengar bergemuruh membangunkan seisi neraka. Itulah jeritan dari Iblish pohon yang berhasil dikalahkan oleh tebasan pangeran Khalied.


"Tinggallah di neraka ini kekal abadi sampai hari kiamat, iblish busuk..!! seru Pangeran Khalied dengan marahnya. Tubuh Pangeran Khalied kembali lagi ke wujudnya semula setelah berhasil mengalahkan Iblish pohon.


" Kini, aku harus cepat menemukan roh Zahra sebelum seluruh isi neraka ini menjadi heboh atau kedatanganku.. "


Pangeran Khalied bergegas bergerak menyusuri tempat itu, mencari di setiap sudut tempat itu untuk menemukan keberadaan roh Zahra.


Sampai suatu ketika, matanya menangkap seberkas cahaya kecil yang melayang - layang menuju ke arahnya.


"Jika kau benar adalah roh Zahra, maka masuklah kamu ke dalam cepu ini..!" perintah Pangeran Khalied kepada Cahaya itu.


Ajaib sekali, Cahaya itu mematuhi perintah pangeran Khalied dan masuk ke dalam cepu tersebut.