
Tak ada suara yang keluar dari mulut Zahra. Zahra bingung dan sedih. Dirinya mencintai Khalied, namun dia merasa tak pantas. Sehingga dia akhirnya memilih bungkam. Biarlah, waktu saja yang akan bicara, jika memang dirinya mesti berjodoh dengan Khalied, maka meskipun pemuda itu dari bangsa jin sekalipun, dia tetap akan menerimanya.
Biarlah cinta menemukan sendiri jalannya.
Tiba-tiba, dari kejauhan mereka melihat sebuah cahaya putih yang berpendar - pendar dalam kegelapan malam. Cahaya itu semakin lama semakin mendekat dan akhirnya sampai di hadapan kedua orang itu.
Zahra mengerjab - kerjabkan matanya. Dia tak mempercayai pandangannya sendiri. Benarkah apa yang dilihatnya itu.
"Hmm, roh perawan suci.." guman Pangeran Khalied. Pemuda itu tahu, bahwa cahaya putih yang berpendar - pendar tadi adalah perwujudan dari roh anak gadis yang masih perawan. Biasanya mereka mati dengan cara di bunuh sebagai tumbal atau karena sebab lain.
Cahaya yang berpendar itu akhirnya terlihat semakin jelas setelah berada dalam jarak dekat. Ternyata wujudnya adalah sesosok manusia dengan wujud seorang gadis yang sangat cantik. Wajahnya yang seperti keturunan Tionghoa itu putih bersih dan halus bak pualam. Rambutnya yang panjang sangat lurus dan berwarna hitam. Matanya indah seperti bulan sabit yang membingkai di awan. Hidungnya mancung kecil sangat serasi dengan wajahnya yang berbentuk lonjong. Sungguh, kecantikan gadis itu sangat memukau, hingga Zahra merasa sangat terguncang dengan kecantikan gadis itu.
Gadis cantik itu berhenti tepat di hadapan Pangeran Khalied. Tanpa di duga, gadis itu duduk bersimpuh di hadapan Pangeran Khalied dengan takjim.
Tentu saja Zahra sangat terkejut dengan apa yang dilakukan gadis itu. Mengapa gadis itu sampai bersimpuh di hadapan Khalied, apa yang diinginkan oleh gadis itu, pikirnya.
"Nona, bangunlah. Jangan bersikap seperti ini. Saya bukan Tuhan yang harus di sembah. Derajat makhluk semua sama, kecuali bangsa setan dan iblis." ucap Pangeran Khalied.
Namun gadis itu menolak untuk bangun. Dia kemudian berkata, "Tuan, nama saya adalah Mei Fang. Dapatkah tuan menolong saya..?" tanya gadis itu.
"Apa yang dapat aku lakukan untuk menolongmu, Nona. Mei Fang.?" jawab Pangeran Khalied.
Gadis itu diam seraya menatap ke arah Pangeran Khalied dengan tatapan ragu. Namun, tak lama kemudian dia pun akhirnya berucap juga. "Tolong, menikahlah denganku, tuan...!" jawab gadis itu.
Tentu saja Pangeran Khalied sangat terkejut dengan permintaan gadis itu. Terlebih lagi bagi Zahra. Gadis itu bahkan sampai terduduk di atas tanah saking shocknya mendengar permintaan gadis itu. Hatinya merasa di cubit. Sakit..! Gadis itu mengajak Khalied menikah...?
Astaga..apa gadis di hadapannya itu sudah tak waras. Dia minta dinikahi oleh seorang pemuda yang bahkan belum dikenalnya sama sekali.. Terus bagaimana dengan dirinya...? Dia saja bahkan tidak bisa menerima permintaan Pangeran Khalied untuk menjadi kekasih pemuda itu.
"Nona Mei Fang, apa Anda sadar dengan permintaan Anda? Anda belum mengenal saya, demikian juga sebaliknya. Permintaan Anda sungguh sangat tidak masuk akal..." ujar Pangeran Khalied setelah hilang keterkejutannya.
Mei Fang tidak menyahut perkataan Pangeran Khalied melainkan menangis. terisak - isak. Isaknya sangat memilukan hati siapa saja yang mendengarnya. Hati Zahra menjadi ikutan pilu mendengar tangis Mei Fang.
Pangeran Khalied menarik nafas panjang. Dia sadar mungkin saja perkataannya tadi telah melukai hati gadis itu.
"Maafkan aku, bila perkataanku tadi sudah menyinggung perasaanmu, Nona Mei Fang. Tapi jika boleh tahu apa yang telah terjadi..?
Mei Fang berhenti menangis. Dia mengusap air matanya kemudian menatap pangeran Khalied. " Tuan memang benar. Aku memang tidak mengenal Tuan. Namun Aku tahu, Tuan adalah orang yang baik." Hening sesaat. Setelah itu gadis itu kembali melanjutkan ucapannya.
"Aku tak bisa reinkarnasi, tuan. Rohku ditahan oleh Iblis Pohon yang mendiami Hutan bambu di ujung jalan ini. Dia memaksa ingin menikah denganku untuk kesempurnaan ilmunya. Aku tidak bisa kemana - mana. Maka dari itu, Tolong nikahi aku, Tuan..! Agar aku terbebas dari cengkeraman Iblis itu..! " pinta Mei Fang.
Baru saja selesai berucap demikian, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang menerbangkan semua daun - daun dan menggoyangkan semua pepohonan di tempat itu. Kemudian di susul sebuah suara bentakan yang mendirikan bulu roma.
"MEI FANG...!!! DIMANA KAMU BERSEMBUNYI..?! APAKAH KAMU BERNIAT UNTUK KABUR LAGI, HAH...?!"
Seketika wajah Mei Fang pucat pasi ketakutan. Sontak Mei Fang bangun dan berlindung di balik tubuh kekar sang Pangeran. Tubuh Mei Fang bergetar hebat karena ketakutan yang sangat yang dirasakan oleh gadis itu.
Zahra yang melihat hal itu di bakar cemburu. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa. Dia sadar, beberapa saat yang lalu dia baru saja menolak pemuda itu. Kini dia kehilangan haknya untuk cemburu. Karena dirinya dan Khalied tidak memiliki hubungan apa pun juga. Namun tetap saja, hati Zahra tidak rela melihat ada gadis lain di sisi Khalied. Apalagi gadis itu jauh lebih cantik darinya.
Suara itu kembali lagi berseru memanggil Mei Fang. Zahra tersadar. Kini dia juga merasa takut. Tapi dia ragu untuk bergerak. Tiba-tiba, Zahra merasa canggung terhadap Khalied.
"Zahra, cepatlah kemari..! Berlindung di belakangku.!!" perintah pangeran Khalied.
Dia tahu, gadis itu sedang melamun memikirkan sesuatu. Meski dia tak tahu apakah yang tengah dipikirkan oleh Zahra, namun dia tak ingin sampai gadis itu celaka.
Zahra beringsut mendekati Pangeran Khalied dan berdiri di belakangnya.
Baru saja Zahra hendak berucap sesuatu, sesosok makhluk menyeramkan sudah berdiri di hadapan mereka.
Makhluk itu hanyalah sebentuk wajah yang sangat menyeramkan. Taring - taring menyembul keluar dari mulutnya yang lebar. Lidah makhluk itu menjulur panjang berwarna merah. Sangat kontras dengan warna wajahnya yang berwarna hijau gelap. Mata makhluk itu menyala seperti warna api.
Makhluk itu tidak memiliki tubuh, namun memiliki banyak tangan yang panjangnya tidak beraturan.
"Hmm, rupanya seperti inilah wujud Iblis pohon itu...." kata Pangeran Khalied dalam hati.
"HAH, DISINI RUPANYA KAMU SEMBUNYI, MEI FANG..!"bentak makhluk itu. Matanya memandang liar menatap ke arah Mei Fang yang mengintip di balik tubuh Pangeran Khalied.
Mei Fang semakin ketakutan hingga tanpa sadar dirinya memeluk tubuh Pangeran Khalied dengan erat. Wajahnya dia sembunyikan di punggung pemuda itu. Melihat itu, Zahra semakin di bakar api cemburu. Wanita itu bahkan memalingkan wajahnya karena tak ingin melihat pemandangan yang amat menyakitkan matanya.
" Tolonglah aku, Tuan. Aku tak mau bila dijadikan istri oleh Iblis pohon itu. Aku ingin kembali bereinkarnasi lagi. Tolong aku Tuan..! Aku berjanji, aku akan membalas jasamu di kehidupanku berikutnya..!" pintanya menghina sambil tetap memeluk tubuh Pangeran Khalied.
Makhluk yang berjuluk Iblis Pohon itu bergerak turun dan berhenti beberapa meter jaraknya dari ketiga makhluk yang berbeda jenis itu.
"Wah,... Aku kedatangan tamu rupanya. Maafkan jika penyambutan aku kurang berkenan ..?" suara Iblis Pohon tidak lagi keras seperti tadi. Tetapi lemah lembut dan ramah.
Tiba-tiba matanya menatap tajam ke arah Zahra hingga membuat gadis itu merasa ketakutan dan gugup.
"Manusia...!" serunya dengan mata berbinar. "Aku mencium bau manusia yang sangat lezat di tubuh wanita ini..!"
Zahra semakin ketakutan mendengar ucapan Iblis pohon. Apakah dia akan dijadikan santapan lezat oleh Iblis itu?"
Tiba-tiba Pangeran Khalied menarik tubuh Zahra ke dalam pelukannya. "Tidak bisa, wanita ini milikku. Dia adalah calon istriku." ucap Pangeran Khalied. Tentu saja Zahra sangat terkejut mendengar ucapan Pangeran Khalied.
Iblis pohon menyeringai mengerikan ketika mendengar ucapan Pangeran Khalied. Dia tersenyum penuh kelicikan.
"Hmm, menarik sekali. Pangeran Khalied. Anda rupanya mengikuti jejak ayahmu yang menikahi dengan wanita dari golongan bangsa manusia.. " ucap Iblis pohon dengan nada mengejek.
Kini Pangeran Khalied yang merasa sangat terkejut. Iblis itu rupanya telah mengetahui siapa dirinya.
@Minaaida_92
Maaf 😔😔, 🙏🙏 Up datenya agak telat, Jaringan lambat..
Selamat membaca