Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 89


"Dapatkah saya bertemu dengan tuan Zamura..?" pinta Sari.


"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan memanggilnya..!!" ucap Putri Arryan.


Putri cantik itu pun segera beranjak keluar dari ruang operasi untuk mencari Zamura.


Namun Putri Arryan tak menemukan Zamura atau Pangeran Arkana di luar sana.


"Kemana perginya kedua pemuda tengil itu...?" tanya Putri Arryan dalam hati.


"Aku ingin menemui Kania dulu, Bibi Arryan." jawab Pangeran Arkana pada bibinya itu.


Putri Arryan berhasil menemukan Pangeran Arkana setelah menghubungi pemuda itu lewat telepati.


"Apakah kau melihat keberadan Zamura...?" tanya Putri Arryan ketika sudah bertemu Pangeran Arkana.


Pangeran itu tampaknya sedang menanti seseorang. Dia berdiri di bawah tiang-tiang rumah sakit yang besar dan kokoh.


"Tidak, sejak tadi aku di sini.." jawab Pangeran Arkana. "Apakah wanita itu membutuhkan Zamura sebagai suami untuk mendampinginya saat ini?" tanya Pangeran Arkana kemudian.


"Bayinya sudah lahir dengan selamat. Itu semua berkat usaha Zamura. Putri kecil itu akhirnya berhasil lolos dari maut. Untuk itulah, ibu bayi itu ingin mengucapkan terima kasih atas pertolongan Zamura.


"Hmm, baguslah kalau seperti itu. Aku turut senang karena bayi itu lahir dengan selamat. Tapi sayangnya, aku tidak sedang bersama Zamura sehingga aku tidak bisa memberi ucapan selamat atas kelahiran 'putrinya' itu.. " kata Pangeran Arkana.


"Hahaha, bisa juga kau bercanda, Pangeran Arkana.. " kata Putri Arryan.


"Apa bibi lupa, saat perawat tadi bertanya di mana suaminya, Zamuralah yang mengaku sebagai suami dari wanita itu. " kata Pangeran Arkana.


"Iya, mungkin itu semua dilakukan Zamura karena terdorong oleh rasa kasihan." kata Putri Arryan lagi.


"Mungkin juga, tapi sekarang aku dapat satu lagi ilmu baru, bibi Arryan." kata Pangeran Arkana.


"Ilmu baru, ilmu apa itu...?" tanya Putri Arryan bingung.


"bahwa jika kau menolong seorang wanita maka kau harus mengaku jadi suaminya dulu..!" jawab Pangeran Arkana dengan lantangnya.


"Kami memang kami sedang membicarakan kamu tapi dalam artian yang bagus. " jawab Putri Arryan.


"Oh, ya..?!" jawab Zamura. "Lalu apakah itu...."


"Bahwa jika kamu menyukai seseorang, maka kau harus mengaku sebagai suaminya.. " Kata Pangeran arkana sambil melirik bibinya yang sedang senyum - senyum sendiri.


"Sebenarnya, kau dari mana, Zamura..?" tanya Putri Arryan kemudian.


"Hamba tadi dari istana bawah laut, tuanku. Aku bermaksud untuk mengembalikan tongkat Trisula milik istana kerajaan bawah air milik Raja Merrick." jawab Zamura.


" Apakah wanita itu membutuhkan diriku sekarang...!? tanya Zamura lagi.


Putri Arryan mengeleng - gelengkan kepalanya. " Tidak. Dia hanya ingin berterima kasih karena anak kalian sudah lahir dengan selamat." jawab Putri Arryan.


Merah padamkanlah muka Zamura karena mendengar lelucon Putri Arryan dan Pangeran Arkana.


Zamura langsung lari terbirit-birit meninggalkan keduanya.


"Hm, wanita itu ingin bertemu denganku." tanya Zamura dalam hati.


Segera dia mendatangi Sari yang masih terbaring sendiri. Karena tak ingin mengganggu istirahat Sari.


Zamura menunggui Sari yang sedang tidur dengan posisi duduk. Ekspresi wajahnya datar.


"Kasihan sekali Sari yang tidur dengan posisi seperti ini. Pinggangnya akan terasa sakit, nanti.. " kata Zamura dalam hati.


Pengawal pribadi Pangeran Khalied itu segera bergerak mendekati Sari dan menyentuh pundak Wanita itu untuk membangunkannya.


Sari tersentak bangun dari tidur dan menjumpai Zamura sudah berada di dekatnya. Posisi tubuh mereka begitu dekat.


"Tuan Zamura...