
"lantas mengapa wanita ini kau bawa kemari...? " tanya Pangeran Arkana lagi.
Zamura bingung harus menjawab apa.
Dia lalu meletakkan Sari di atas sebuah batu besar yang lebar agar perempuan itu merasa nyaman berbaring.
Sejujurnya, Zamura juga bingung harus bagaimana. Tadinya dia hanya bermaksud untuk menolong Sari saja. Dia sama sekali tidak berniat untuk membawa wanita itu ke tempat Pangeran Arkana di Hutan Larangan. Tapi mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur membawa wanita itu ke sana.
"Aku bingung, Pangeran. Aku ingin membawa Sari ke Istana Bukit Malaikat tapi aku belum meminta izin kepada Tuanku Pangeran Hasyeem dan Pangeran Khalied." kata Zamura.
Zamura lalu menceritakan kepada pangeran Arkana awal mulanya dia bisa bertemu dengan wanita hamil itu. Dari awal hingga sampai dia bertarung dengan suami dan Penguasa Hutan Alas Roban yang berakhir dengan tewasnya Siluman itu dan di susul dengan Sari yang pingsan karena ketakutan melihat suaminya yang terkapar berlumur darah dan melihat penampakan siluman Hutan Alas Roban itu.
Pangeran Arkana mangut - mangut mendengar kisah Zamura. Dia paham bagaimana posisi Zamura. Pengawal pribadi pamannya itu hanya bermaksud menolong saja.
"Zamura, jawab dengan jujur..! Apakah kau menyukai wanita itu...?"tanya Pangeran Arkana.
Zamura terperangah mendengar pertanyaan Pangeran Arkana. Dia tak menyangka mendapat pertanyaan seperti itu.
" Mengapa tuanku bertanya seperti itu?"
tanya Zamura heran.
"Aku hanya bertanya, jika kau memang tidak menyukai wanita itu, maka antarkan saja dia ke rumah orang tuanya, begitu wanita itu sadar.. " ucap Pangeran Arkana.
Zamura kemudian mengangguk - angguk setelah mendengar penjelasan Pangeran Arkana.
" Baiklah, Pangeran. Aku akan mengantar wanita ini segera setelah dia sadar." kata Zamura.
"Aghhh,...Dimana aku? Tanya Sari yang rupanya sudah sadar dari pingsannya.
Zamura langsung menoleh ke arah Sari. Wanita hamil itu berusaha bergerak bangkit dari tempat dia di baringkan. Namun, sepertinya wanita itu kesulitan untuk melakukannya.
Zamura segera menolong Sari untuk bangkit. Dengan tertatih-tatih, wanita itu mencoba untuk bangkit berdiri.
"Aduh tuan Zamura, perutku sakit sekali." Rintih Sari sambil memegangi perutnya. Sebelah tangannya memegangi lengan Zamura untuk menopang tubuhnya.
"Apakah kau masih kuat berjalan...? Tanya Zamura. "Aku akan mengantarmu ke rumahmu atau ke rumah orang tuamu."
"Aduh... perutku semakin sakit. Sepertinya aku akan melahirkan. Tuan Zamura, ....tolong antarkan aku ke rumah orang tuaku sekarang. Aku sudah tidak kuat lagi... " Sari berkata dengan terbata - bata karena rasa sakit yang mendera menghantam perut dan pinggangnya.
Zamura dan Pangeran Arkana saling pandang. Mereka terlihat bingung apa yang harus dilakukan.
Terlebih lagi, saat Zamura dan Pangeran Arkana melihat ada darah yang mengalir di sela - sela betis Sari.
Zamura langsung menggendong wanita itu tanpa permisi lagi.
"Aku akan membawamu sekarang ke rumah orang tuamu. Bertahanlah...!!" kata Zamura kepada Sari yang sudah dalam keadaan setengah sadar.
"Tunggu, Zamura, apa kau tahu dimana letak rumah orang tuanya...?" tanya Pangeran Arkana.
Zamura terdiam. Benar juga, dia belum sempat menanyakan di mana alamat rumah orang tuanya Sari.
"Belum, Pangeran. Bagaimana ini...?" tanya Zamura bingung.
"Ikut aku, Zamura. Aku tahu kemana kita harus membawanya. Ayo, Cepatlah. Wanita ini sudah mau melahirkan.!! "
Pangeran Arkana kemudian mengajak Zamura ke rumah sakit Putri Arryan. Dia tahu siapa yang harus di temuinya.
Pangeran Arkana dan Zamura segera membuka pintu yang menuju ke alam manusia. Letaknya tepat berada di pintu belakang rumah sakit itu.
Awalnya Putri Pangeran Hasyeem yang cantik itu sempat mengira bahwa dua berkas sinar yang melesat cepat memasuki rumah sakitnya berasal dari cahaya musuh. yaitu jin kafir yang bersekutu dengan iblish.
Tapi setelah dekat, barulah dia bisa mendeteksi bahwa yang datang adalah Pangeran Arkana dan Zamura.
"Bibi, wanita ini adalah teman wanita Zamura ..eh..bukan maksudku, Zamura dan dia tidak sengaja bertemu , Dia akan melahirkan dan Zamura pun menolongnya... " kata Pangeran Arkana.
"Zamura cepat letakkan wanita itu di ranjang itu!" tunjuk Putri Arryan ke sebuah ranjang kosong yang terdapat di lorong rumah sakit.
Putri Arryan segera menolong Sari dan membawa wanita itu ke ruangan bersalin.
Para perawat yang berjaga malam itu segera memberikan bantuan.
"Dokter Arryan, siapa wanita ini..?" tanya salah seorang perawat.
"Dia keluargaku.. Cepatlah, wanita ini sepertinya akan segera melahirkan..!" kata Putri Arryan.
Para perawat itu segera mengikuti perintah dokter Arryan. Mereka segera mempersiapkan prosedur melahirkan standar di rumah sakit ini.
"Dokter Rini, Bagaimana kondisi pasien..?" tanya Putri Arryan kepada dokter kandungan yang akan menangani persalinan Sari.
"Pasien lemah, karena kondisi tubuh yang sepertinya kurang asupan gizi. Trombosit juga di bawah tujuh, nyonya. Anemia akut...! " kata dokter Rini.
"Kalau begitu, pasien tak bisa melahirkan normal. Segera siapkan transfusi darah. Tak ada jalan lain, kita Cesar saja."
"Tapi dok, bagaimana dengan keluarganya. Sesuai prosedur, dokter harus meminta persetujuan suami atau pihak keluarga. Mana suami wanita ini..?" tanya Dokter Rini.
"Saya suaminya..!" kata Zamura yang menampakkan diri dan maju untuk menandatangani berkas penanganan operasi.
Putri Arryan dan Pangeran Arkana saling pandang. Sementara para perawat yang berjaga di sana, semuanya melirik pada lelaki yang baru saja masuk ke ruangan tersebut.
Astaghfirullah, Gantengnya...!! sahut mereka dalam hati.
Putri Arryan yang melihat hal itu segera memerintahkan kepada Perawat itu agar kembali fokus bekerja.
Pangeran Arkana juga bingung. Mengapa Zamura menyebut wanita yang hamil tua itu sebagai istri.
Tak beberapa lama, Sari telah di giring masuk ke ruangan operasi. Wanita hamil itu kini benar-benar dalam kondisi yang tidak sadarkan diri saat di bawa masuk ke ruang operasi.
"Pamanku harus tahu akan ini...?" kata Pangeran Arkana. Dia segera menghubungi pamannya melalui ilmu telepati yang mereka dapatkan dari guru mereka, yaitu Ki Anom.
Pangeran Khalied kaget bukan kepalang saat menerima kabar tersebut.
Zamura, Zamura ,... pikirnya sambil tertawa. " Ada saja tingkah polah pengawalnya. Suka sekali mencampuri urusan orang lain. " Kata pangeran Khalied.
Sementara itu, Sari sudah siap - siap untuk menjalani operasi. Akan tetapi, baru saja dokter akan melakukan mengoperasi tiba - tiba sesosok bayangan hitam masuk tanpa permisi dan berdiri di samping perut wanita itu.
Putri Arryan yang melihat hal itu seketika memerintahkan Dokter Rini untuk menunda operasi sebentar, karena ada yang harus dia lakukan.
"Dokter, hentikan. Sepertinya aku melihat Pasien minta tolong. Apa yang ingin di katakan pasien. Dokter Arryan yang berada di luar segera masuk dan Menghampiri Sari.
Secara tiba-tiba, dengan gerakan cepat putri Arryan menghantam bayangan hitam tadi dengan pukulan tenaga dalam jarak pendek.
Seketika bayangan itu terpental dan jatuh ke lantai dan jatuh mencium lantai...
"Jahanam, iblis busuk. Rupanya kau masih hidup juga." kata Zamura.
Rupanya pengawal pangeran Khalied itu juga melihat penampakan bayangan hitam itu dan segera masuk ke ruang operasi.