
Maka dari itu, aku tak akan mengampunimu kali ini." kata Pangeran Hasyeem sambil mencabut pedang Halilintar miliknya.
Tepat pada saat itu, Pangeran Khalied pun tiba di tempat itu bersama Pangeran Arkana. Mereka langsung turun tangan membantu Pangeran
Hasyeem menghadapi Rawing.
"Kakek, sisakan kami untuk latihan. Karena sudah lama kami tak bermain - main dengan pedang kami..!" kata Pangeran Arkana.
"Hahaha, benar sekali, Pangeran Arkana, badanku juga sudah pegal - pegal karena kurang bergerak." kata Pangeran Khalied.
"Tapi, Paman. Bukankah paman, mau menikah. Apa paman tak takut tubuh paman akan lecet - lecet, kena cakaran anak anjing..?" tanya Pangeran Arkana.
"Hahaha, baru anak anjing, hanya bisa menyalak, tak punya gigi untuk menggigit." kata Pangeran Khalied tertawa mengejek.
Panas kuping Rawing mendengar ejekan Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana. Rawing berang karena merasa kesal lantaran di remehkan oleh anak dan cucu Pangeran Hasyeem itu.
Maka dari itu, tanpa banyak bicara lagi, Rawing langsung menyerang Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana.
Sedangkan Pangeran Hasyeem bergegas mendatangi Putri Ambika untuk melihat keadaan cucunya itu.
"Awas, Pangeran Arkana. Ada anak anjing yang menyerangmu..!" ejek Pangeran Khalied.
Rawing yang kembali menjelma menjadi serigala raksasa dan menyerang Pangeran Arkana yang berada paling depan.
"Ups, hampir saja. Anak anjing juga kalau menggigit bisa tertular rabies. Itu kata Bibi Arryan. Jadi jangan sampai di gigit, Paman..!" kata Pangeran Arkana sambil mengelak dan melompat jumpalitan menghindar terkadang dan serangan Rawing.
Suatu ketika, tendangan Pangeran Arkana berhasil mengenai kepala serigala jadi - jadian itu.
Tendangan yang disertai tenaga dalam itu telah membuat serigala raksasa itu seketika terpelanting ke belakang dan mengenai tembok halaman istana.
Tembok itu runtuh dan menghasilkan bunyi yang cukup keras.
Serigala itu menggeram marah. Merasakan nyeri di kepala dan seluruh tubuhnya. Rawing bangkit kembali dan kini menggunakan ilmu lari cepat, dia berlari mengejar Pangeran Arkana.
Serigala itu kini berlari mengelilingi Pangeran Arkana dengan sangat cepat. Melihat hal ini, Pangeran Hasyeem langsung bergerak cepat. Dia menyambar tubuh Pangeran Arkana dan mengeluarkannya dari lingkaran tepat sebelum Rawing menyerang cucunya itu dengan ilmu bayangannya.
Rawing sangat marah ketika mengetahui bahwa Pangeran Hasyeem sudah lebih dahulu menyelamatkan Pangeran Arkana dari lingkaran bayangan yang dia buat.
Serigala jadi - jadian dalam berburu mangsanya akan menggunakan taktik tersebut untuk mengurung musuhnya agar tak bisa lari lagi.
"Kurang ajar..! Pangeran Hasyeem. Sekarang kau lihat apa yang akan kulakukan..!" Setelah berkata demikian, tubuh Rawing terpecah menjadi beberapa bagian. Dan bagian - bagian itu menjelma menjadi berpuluh - puluh ekor serigala yang berukuran sama dengan serigala yang berwujud seperti Rawing.
"Paman, anak anjingnya jadi banyak.!" Seru Pangeran Arkana.
"Iya, mungkin induknya sudah melahirkan. Kayaknya kita jadi baby sister anak anjing. Pasti bakalan repot." kata Pangeran Khalied.
"Hati-hati, serigala - serigala jadi - jadian itu sangat licik. Mereka penuh dengan tipu daya..!" kata Pangeran Hasyeem mengingatkan.
"Hahaha, Pangeran Hasyeem. Sekarang hadapilah pasukanku ini. Anak-anak, ayo, nikmatilah hidangan penutup mulut kalian.! " kata Rawing kepada serigala - serigala itu.
Pertarungan yang terjadi di halaman istana Alas Pati itu semakin ramai. Ada Pangeran Fatan yang bersama ibunya kini bertempur mati-matian melawan ayahnya sendiri yang kini sudah berwujud werewolf.
Di sisi lain, ada Pangeran Hasyeem bersama - sama dengan Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana, sedang bertarung sengit menghadapi puluhan ekor jelmaan Rawing yang mengamuk menyerang ketiga makhluk jin itu.
Semakin lama pertarungan antara Pangeran Hasyeem dan cucu - cucunya itu semakin seru. Suasana ramai dan menegangkan.
Rawing tak bisa menyangkal lagi. Walaupun dia sudah menguasai berbagai ilmu kanuragan dan juga sihir, akan tetapi, tetap saja, dia tak bisa mengalahkan Pangeran Hasyeem dan kedua orang anak dan cucunya tersebut..
Rawing telah salah membuat perhitungan. Anak dan cucu Pangeran Hasyeem ternyata setangguh kakeknya. Sehingga sekarang keadaan Rawing perlahan - lahan mulai terdesak.
Anak dan cucu Pangeran Hasyeem itu Bagaikan anak singa lapar bertemu anak rusa. Menyerang duplikat Rawing secara bergantian bersama - sama sang kakek.
Dulu saat menghadapi Pangeran Hasyeem saja, Rawing sudah tak nyaris kalah. Apalagi sekarang, harus bertambah lagi menghadapi kedua orang ini. Maka tak butuh waktu lama,. serigala jadi - jadian itu mulai terdesak.
Sampai pada suatu ketika, pedang Pangeran Halilintar milik Pangeran Hasyeem berhasil menebas leher Serigala jadi - jadian itu. Leher Rawing terputus dan terlempar jatuh ke tanah. Menyusul kemudian tubuh Rawing yang rebah mencium bumi.
"Hah, tamat sudah riwayatmu wahai serigala jadi - jadian..! " seru Pangeran Hasyeem.
Bersamaan dengan kematian Rawing, puluhan serigala jelmaan Rawing yang lainnya juga ikut lenyap. Menyisakan beberapa kerusakan yang ditimbulkan oleh sisa - sisa pertempuran
Kini tinggal menghadapi Pangeran Fatan dan ibunya Putri Ambika yang sedang bertarung menghadapi werewolf jelmaan ayahnya.
Pangeran muda itu sudah semakin ganas saja menyerang siapa saja yang ada di depannya.
Pangeran Hasyeem segera membentang tali yang terbuat perak itu. dengan bantuan Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana.
"Ratu Ambika, Pangeran Fatan, menyingkirlah dari sana.!" Seru Pangeran Hasyeem. "
Pangeran Hasyeem segera memberi isyarat kepada Pangeran Arkana dan Pangeran Khalied untuk bersiap - siap. .
Dengan ilmu lari cepatnya, pangeran Hasyeem berhasil melilitkan tali ke tubuh Pangeran Azzura..
Pangeran Azzura menggeram hebat karena tali yang terbuat dari perak itu mengenai kulit tubuhnya. Terasa tali itu membakar seluruh kulit tubuhnya. Konon katanya, Serigala ataupun makhluk sejenisnya amat takut dengan perak.
"Pangeran Fatan, sekarang saatnya..!!" seru Pangeran Hasyeem.
Pangeran Fatan segera mendekati Werewolf jelmaan pangeran Azzura itu dan memasukan batu Giok setan ke dalam mulut pangeran Azzura yang sedang menyeringai dan terbuka lebar.
Batu Giok setan itu tertelan bulat Bulat dan masuk ke dalam tubuh Pangeran Azzura.
Pangeran Khalied dan Pangeran Fatan mendekati tubuh pangeran Azzura dan menahan tubuh Pangeran Azzura agar tidak jatuh.
Tak lama kemudian, tubuh werewolf jelmaan Pangeran Azzura itu secara perlahan - lahan berubah kembali seperti sedia kala.
Pangeran Azzura kini sudah dalam keadaan normal. Hanya saja, pangeran putra ke-dua Pangeran Hasyeem itu sangat kelelahan sehingga kemudian jatuh pingsan tak sadarkan diri.