
"Hwahahhwahaha.... whahahhha... Kalian memasuki wilayah kekuasaanku tanpa izin. Maka kalian semua harus mati, Hai makhluk yang bernyawa.. !!! "
seru suara itu.
"Maafkan kami, Saudaraku. Kami tak bermaksud untuk mengganggu wilayah kekuasaanmu. Kami hanya menumpang lewat saja. Makan dari itu, izinkanlah kami lewat untuk melanjutkan perjalanan kami." kata Pangeran Arkana kepada suara itu.
"Hah, Enak Saja..! Tak ada seorang pun yang pernah lolos melewati wilayah kekuasaan Lamma!!! " bentak suara itu. Suaranya yang nyaring menggelegar membelah kesunyian tempat itu. Suaranya yang bernada sombong itu seakan - akan mewakili dirinya yang memegang kekuasaan atas wilayah yang dilalui oleh tiga makluk bernyawa dari dunia manusia dan jin itu.
"Zamura, sepertinya kita tak ada pilihan selain harus menghadapi makhluk ini. Bersiaplah, kita harus mengamankan Kania terlebih dahulu. Cepatlah Zamura, kita hampir kehabisan waktu.. !"
"Baik, Tuanku." Zamura mengangguk memberi isyarat kepada tuannya bahwa dia sudah siap. Dengan sekali anggukan kepala, dia menyentak tangan Kania dan membawa gadis itu pergi dari tempat itu dengan cara menghilang. Tentu saja Kania kaget bukan kepalang. Dirinya dibawa pergi oleh Zamura.
"Hah, mau kabur kemana, kalian. Apa kalian pikir bisa mengelabui Lamma..?"
"Kami tidak kabur. Jika kamu bermaksud ingin menghalangi jalan kami, maka kami terpaksa harus melawanmu, saudaraku."
"Hahaha, silahkan jika kalian mampu untuk melakukannya." selesai berkata demikian, sekonyong-konyong di hadapan pangeran Arkana muncullah seekor makhuk yang sangat mengerikan. Makhluk itu mirip seperti kelelawar namun bertubuh sangat besar. Wajahnya mirip seperti drakula. Untung saja Kania sudah di amankan ke tempat lain Jika tidak, sudah dapat di pastikan, gadis itu akan ketakutan setengah mati saat melihat makhluk perwujudan Lamma itu.
"Hahaha...Jangan kalian pikir aku tidak tahu kalian ini makhluk seperti apa. Kalian berasal dari bangsa Jin. Asal penciptaan kalian dari api..." kata makhluk itu dengan nada suara yang mengejek.
"Hah, tak ada bedanya dengan dirimu. Hanya asal apinya saja mungkin yang berbeda. Dirimu terbuat dari api neraka yang sangat panas. Hingga hasilnya jelek sekali...!" balas Pangeran Arkana.
Mendengar kata - kata yang keluar dari mulut Pangeran Arkana yang bernada ejekan, makhluk itu menjadi semakin marah. Dia lalu menerjang dan menyambar ke arah Pangeran Arkana dan Zamura yang sudah kembali dan kini bergabung dengan Pangeran Arkana melawan makhluk yang bernama Lamma itu.
Seketika Pangeran Arkana kemudian berubah menjadi Ular Naga yang sangat besar dan Zamura pun berubah wujud seperti goblin. Kini ketiga makhluk yang berasal dari penciptaan yang sama itu terlibat pertarungan yang seru.
Berkali-kali, terjadi benturan di udara akibat tenaga dalam yang saling beradu.
"Zamura, pergilah temani Kania. Sepertinya Gadis itu mulai ketakutan. Ada yang berusaha mengganggu dirinya...! " perintah Pangeran Arkana.
Bukan main Pangeran kita ini, disaat bertempur saja, dia masih memikirkan keselamatan pujaan hatinya.
"Tapi, bagaimana dengan Anda, tuanku?" kata Zamura dengan cemas. Tugas dia adalah melindungi semua keturunan Pangeran Hasyeem. Gadis itu bukanlah keturunan Pangeran Hasyeem. Mengapa pula dia harus melindunginya.
"Zamura, ini perintah..! Cepatlah laksanakan..! " seru Pangeran Arkana. Dia tahu, Zamura bingung dan tak mau melaksanakan tugasnya karena menganggap bahwa melindungi Kania bukanlah tugasnya.
"Segera,.. Tuanku..! " serunya Pada Pangeran Arkana.
Zamura kemudian kembali lagi ke tempat di mana dia meninggalkan Kania. Di lihatnya Gadis itu tampak kebingungan dan ketakutan karena di tinggal sendiri.
"Arka.... Arka.. kamu di mana...?" seru Kania. Dirinya bingung karena tiba-tiba saja dirinya dan Zamura sudah berada di tempat ini. Belum lagi hilang keterkejutannya, makhluk yang bernama Zamura itu sudah kembali menghilang. Dasar jin sableng. ! makinya. Dia kesal karena di tinggal sendiri.
Kania memandang ke sekelilingnya dengan tatapan yang nanar. Dirinya bukanlah Pangeran Arkana yang memiliki mata yang aneh dan bisa mengeluarkan cahaya.
Dirinya ingat ketika tadi melihat Pangeran Arkana dengan kekuatan matanya dia bisa mengetahui apa - apa yang tersembunyi di sekelilingnya . Pemuda itu bahkan juga mampu menggunakan mata itu untuk menyerang orang lain.
Sedang sibuk memikirkan dimana Pangeran Arkana berada, tiba-tiba Kania di kejutkan oleh suara menggeram dari arah depan. Suara itu semakin lama semakin jelas terdengar. Suara apakah itu..? Kania menduga - duga dalam hati jika itu pastilah suara hewan buas.
Kania menjadi semakin takut. Bagaimana jika hewan buas itu menggigit atau menerkam dirinya. Kania semakin cemas dan ketakutan ketika mendengar suara itu kini berada tak jauh darinya.
"Siapa...?" tanya Kania saat matanya menangkap pergerakan manusia di antara kegelapan hari yang mulai beranjak malam.
Tak ada sahutan. Yang terdengar hanyalah suara - suara geraman yang semakin keras. Dari dalam kegelapan malam bermunculanlah sosok - sosok makhluk di depan Kania. Makhluk - makhluk Itu berwujud manusia namun berwajah mirip harimau. Tubuh mereka berwarna hitam. Amat serasi dengan warna malam yang mulai memekat. Manusia Harimau...!!
Astaga...jantung Kania hampir melompat keluar. Terlebih lagi kemudian mahkluk - makhluk itu bergerak maju mendekatinya. Kini semakin jelas wujud makhluk itu. Mata mereka sama persis seperti mata yang dimiliki oleh Zamura. Mereka juga memiliki ekor yang panjang dan berjalan tegak layaknya manusia.
Kania langsung melompat mundur kebelakang. Dirinya mencoba mencari celah untuk bisa melarikan diri dari tempat itu. Namun sepertinya sangat sulit sekali. Manusia harimau itu semakin banyak bermunculan. Bagaimana mereka bisa berada di sini..? Namun mereka tidak menyerang Kania. Mereka hanya memperhatikan dan mengamati Kania dari jarak beberapa meter.
Kania menjerit sambil menutup matanya. "Arka.... Arka.... tolong aku... tolong... aku takut.!!! " jeritnya sekuat dan semampu dirinya berteriak.
"Hei,.... Kania...kemarilah. Lewat sini..!" Suara Zamura terdengar di sebelah kiriya.
Kania menoleh ke kiri dan tampaklah Zamura, lelaki itu sedang berdiri di depan sebuah lobang hitam. Bergegas Kania menghampiri Zamura. Hatinya agak sedikit lega. Ternyata makhluk itu tidak meninggalkan dirinya.
" Kamu dari mana.. Mengapa kamu meninggalkan diriku tadi..? " sungut nya gusar dengan wajah yang ditekuk.
"Aku tadi habis melihat tuanku. Aku ingin membantunya menghadapi makhluk itu " Kata Zamura.
Kania langsung teringat kepada pangeran Arkana. "Oh, iya. Tuanmu itu sekarang sedang menghadapi makhluk itu seorang diri. Mengapa kita berada di sini. Ayo kita membantu tuanmu...?" ajak Kania yang merasa cemas dengan Arka. Sebelah kakinya sudah melangkah memasuki lubang hitam yang ternyata merupakan sebuah pintu. Mirip pintu doraemon, pikir Kania. Dia teringat film animasi Jepang yang tokoh utamanya adalah kucing berwarna biru yang bisa bicara itu.
"Tapi, kata Tuanku, aku harus membawa Anda ke tempat yang aman. Karena di sana berbahaya.. " jawab Zamura.
"Aman..? Tadi baru saja ada makhluk berwujud setengah manusia setengah harimau berdiri di depanku. Kamu bilang itu aman...? " Kania melotot ke arah Zamura.
'(Astaga... wanita ini ternyata galak sekali.. )' kata Zamura dalam hati. Namun dia tak berani membantah wanita yang menjadi pujaan hati tuannya itu. Dia kemudian menjawab. "Itu... maaf. Saya tidak menyangka bahwa ada makhluk seperti itu di dimensi ini." jawab Zamura.
memanglah, baik Zamura maupun Kania tak pernah menduga ada makhluk seperti itu di dunia sebelah ini.
"Cepatlah, ayo antarkan aku kembali ke tempat tuanmu...!! " kata Kania dengan tidak sabar. Dirinya sudah tidak sabar ingin segera pergi dari tempat itu.
Sementara itu, manusia harimau yang tadi di lihat oleh Kania sudah tak terlihat lagi. Mungkin saja mereka bersembunyi karena takut keberadaannya di ketahui oleh orang, terutama makhluk dari dunia lain.