Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.


Putri Humaira akhirnya dapat tersenyum bahagia ketika akhirnya dia dan Zyftar menikah tanpa ada lagi yang jadi penghalang. Sekarang kedua insan yang berbeda asal usul itu kini resmi sudah menjadi pasangan suami istri yang sah.


Walaupun di kemudian hari harus menjalani hukuman dengan hidup terpisah di dunia manusia untuk dua belas periode bulan, akan tetapi Putri Humaira rela menjalani semua itu.


Sesuai keputusan Pangeran Hasyeem yang mana merupakan titah yang harus di junjung tinggi, tanpa ada pengecualian, maka Putri Humaira dan Zyftar harus tinggal di dunia manusia.


Ketiganya mesti kembali ke dunia manusia. Pangeran Hasyeem dan Ratu Asmi nampak sedih. Terlebih lagi Ratu Asmi. Wanita cantik yang berasal dari ras manusia itu amat menyesalkan hukuman atas Putri Humaira.


Namun, sekali lagi dia harus mempercayai apa yang sudah menjadi keputusan suaminya itu. Karena suaminya, Pangeran Hasyeem jelas lebih tahu, sebenarnya apa yang telah terjadi dan siapa sebenarnya Zyftar itu. Tak mungkin Pangeran Hasyeem menyerahkan Putri mereka kepada sembarangan orang.


Pangeran Hasyeem tanpa tertegun ketika memandangi kepergian ketiga orang itu.


Betapa waktu berlalu begitu cepatnya. Masih terbayang dalam ingatan Pangeran Hasyeem, awal mula pertemuan dirinya dengan Zyftar.


Zyftar adalah seorang Pemuda dari golongan bangsa Jin yang bersayap dan dapat berlari dengan cepat.


Umumnya, wujud jin yang satu ini berwarna putih pucat dengan mata merah. Namun kadang wajahnya bisa berubah warna sesuai perasaan. Jin jenis ini juga pandai sekali berubah wujud. Kadang bisa berkali-kali dia mengubah wujudnya dalam satu waktu.


Saat pertama kali bertemu, Zyftar masih merupakan jin kafir. Kala itu Pangeran Hasyeem dalam perjalanan pulang dari Negeri Pasir angin.


Pada saat itu, Zyftar muda masih lagi sangat belia. Belum lagi banyak pengalaman. Akan tetapi memiliki keberanian dan juga kegigihan.


Saat itu Zyftar menyerang Pangeran Hasyeem tanpa sedikitpun takut akan keberadaan pedang Halilintar milik Pangeran Hasyeem yang bahkan Raja jin saja gentar menghadapi Pangeran Hasyeem.


Karena keberanian pemuda itu amat mengesankan Pangeran Hasyeem. Maka Pangeran Hasyeem tidak membunuh pemuda itu. Dia mengampuni dan membiarkan Zyftar hidup.


Akan tetapi, Zyftar tak mau begitu saja membiarkan Pangeran Hasyeem berlalu pergi dari hadapannya. Pemuda itu kemudian mencegat langkah Pangeran Hasyeem.


"Mengapa Anda tidak membunuh saya..? Bukankah anda berhak untuk melakukan hal itu. Saya sudah mengaku kalah oleh anda." tanya Zyftar waktu itu.


"Dalam ajaran agamaku, kami dilarang keras membunuh lawan yang sudah mengaku kalah dan tidak bersenjata." kata Pangeran Hasyeem.


"Mengapa demikian...?" tanya Zyftar lagi.


"Kehidupan setiap makhluk itu berharga. Karena Allah menciptakan setiap makhluk hidup itu pasti bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya." jawab Pangeran Hasyeem.


'Siapakahh yang kau maksud dengan Allah itu...?" Tanya Zyftar heran.


"Allah adalah yang menciptakan kita. Aku, dirimu, dan juga makhluk - makhluk lainnya di dunia ini. Dialah Tuhan pencipta alam semesta ini." Kata Pangeran Hasyeem.


Terlihat bahwa Zyftar sangat tertarik untuk mengenal Allah.


"Kalau begitu, antarkan saya untuk bertemu dengan Allah. Saya ingin berkenan dengan Allah. Apakah dia lebih hebat dari Azazil...?" tanya Zyftar.


"Tentu saja Allah lebih hebat dari Azazil. Karena Allah yang menciptakan Azazil. AKan tetapi, saat ini, kita tak dapat melihat ataupun bertemu dengan Allah kecuali nanti pada saat hari kiamat. Orang-orang yang beriman dan bertakwa akan dapat bertemu dan bertatapan langsung dengan Allah Azza Wajalla."


"Jadi, bagaimana caraku agar aku bisa menjadi seperti dirimu, wahai sobat.."


"Pangeran Hasyeem, namaku pangeran Hasyeem, wahai Saudaraku..."


Mendengar nama Pangeran Hasyeem disebutkan, tiba-tiba Zyftar muda mundur dan langsung memberi hormat dan sembah..


Saat itulah, tanpa sengaja Pangeran Hasyeem melihat sekilas gambaran diri pemuda jin yang sedang berlutut di hadapan dirinya.


Zyftar adalah seorang pangeran. Ketika masih kecil, kedua orangtuanya tewas oleh penyerbuan bala tentara iblish ke kerajaannya. Zyftar kecil kemudian di bawa dan dibesarkan oleh Raja iblish untuk dijadikan prajuritnya. Zyftar sejak kecil hingga dewasa tak mengenal yang namanya Allah walaupun kedua orangtuanya memeluk Islam.


Ada sebuah kekuatan yang amat dahsyat yang di miliki oleh Pemuda itu. Kekuatan itu tersimpan dalam diri Pemuda itu. Jika jatuh ke tangan yang salah, maka dapat dipastikan akan menimbulkan banyak kerusakan.


Pangeran Hasyeem mengelus dada melihat itu semua.


"Baiklah, jika kamu ingin mengenal Allah, maka kami harus masuk Islam dahulu dan mengucapkan Syahadat..." kata Pangeran Hasyeem.


Pemuda itu mengangguk dan kemudian berkata. " Ajari aku syahadat dan tentang Allah...!" kata Zyftar muda saat itu.


Maka, sejak itulah, Zyftar kemudian memeluk islam dan belajar tentang agama islam dari pangeran Hasyeem. Bukan itu saja, dia kemudian bergabung. menjadi prajurit pengawal Pangeran Hasyeem. Zyftar menjadi salah satu pengawal kepercayaan Pangeran Hasyeem.


Zyftar mempelajari dan menghapal alquran. Disamping itu, ilmu kanuragan yang dia miliki berkembang cepat. Zyftar terus saja mengabdi pada Pangeran Hasyeem sampai Pangeran Hasyeem kemudian menikah dan memiliki istri dari golongan manusia, dan kemudian lahirlah anak - anak Pangeran Hasyeem. Salah satunya adalah si kembar Pangeran Khalied dan putri Humaira. Keduanya berada di bawah pengawasan dan pengawalan Zyftar.


Hingga kemudian Pangeran Khalied dan Putri Humaira dewasa. Pangeran Hasyeem kemudian menugaskan Zyftar sebagai pengawal pribadi Putri Humaira dan Zamura sebagai Pengawal pribadi Pangeran Khalied.


Pangeran Hasyeem mengetahui bahwa Zyftar menaruh hati kepada putrinya itu. Demikian juga sebaliknya.


Itulah sebabnya, dia kemudian menghukum Zyftar dengan hukuman tinggal di dunia manusia dan menikah dengan Putri Humaira.


Pangeran Hasyeem sudah menduga, bahwa Putri Humaira pasti akan keberatan dengan semua itu. Karena yang jelas bersalah dalam hal ini adalah dirinya dan bukan Zyftar.


Saat ini, keduanya sudah menikah dan sedang menjalani hukuman mereka. Pangeran Hasyeem tak menyesali keputusan yang telah di ambil untuk menikahkan keduanya. Karena hanya dengan cara sepertinya itulah, keduanya bisa bersama.


"Apakah kanda Pangeran menyesali keputusan kanda untuk menikahkan mereka..?" tanya Asmi kepada suaminya.


"Sama sekali, tidak. Karena aku yakin, Putriku bersama seseorang yang tepat. Lagi pula, sesungguhnya Zyftar juga adalah seorang Pangeran. Dia putra Raja Fildan dari Kerajaan Azzylum."


kata Pangeran Hasyeem kepada istrinya.


"Benarkah, Lantas apakah putrimu tahun akan hal ini...?" tanya Asmi.


"Tidak, biarlah itu menjadi rahasia Zyftar. Aku menghargai pilihan Zyftar untuk menyembunyikan jati dirinya. Mungkin dia memiliki alasan untuk itu. Mungkin juga dia merasa nyaman dengan keadaan dirinya yang seperti ini. Dia terbebas dari keserakahan hati dan juga sikap tamak karena harta dan kekuasaan.. " kata Pangeran Hasyeem.


Asmi mangut-mangut mendengar penjelasan Pangeran Hasyeem. Hatinya kini merasa tenang karena mengetahui siapa sebenarnya Zyftar. Artinya Putri Humaira tidak salah memilih suami.


"Sayang, apakah benih yang kutanam sudah jadi. Aku ingin menengok mereka." bisiknya mesra di telinga istrinya.


Asmi tersenyum kecil mendengar permintaan suaminya. Dia tahu, itu kode baginya untuk segera masuk ke kamar.


Kayaknya bakal buat anak lagi...


Begitu lah sedikit tentang Zyftar. Pemuda jin yang santun dan pemberani itu, sebenarnya adalah seorang putra mahkota kerajaan Azzylum. Yang ayah dan ibunya terbunuh ketika ada penyerbuan pasukan iblish ke istananya.



Zyftar