
Suasana kembali hening dan sepi. Tak ada lagi suara makhluk itu.
Namun tiba-tiba,... sesosok makhluk tinggi besar muncul di hadapan mereka.
" Jin Ifrit..!!" seru Zyfhar.
Sosok yang kini muncul di hadapan zyfhar dan Putri Humairah adalah jin ifrid. Jin yang penampakannya sangat menyeramkan dan bertubuh tinggi besar seperti raksasa.
Hampir saja Putri Humairah dan Zyfhar terinjak kaki dari jin itu andai saja keduanya tidak buru - buru melompat.
"kurang ajar, sudah ku duga. Kau adalah bangsa jin juga. Namun aku sungguh tak menyangka jika kau adalah jin Ifrit keparat."
" Huawaahhhhahahaha, kau tak bisa lari meninggalkan tempat ini karena kalian sudah melukai peliharaanku. Kalian juga tak akan aku biarkan lolos karena aku menginginkan kalian untuk aku persembahan kepada raja iblis junjunganku." ucap Jin Ifrit sambil berusaha untuk menangkap Putri Humairah dan Zyfhar dengan penuh nafsu.
Makhluk jin ada yang kafir dan menjadi pengikut setan. Salah satunya adalah jin ifrit. Jin Ifrit adalah jin yang sangat jahat. Mereka suka sekali mengganggu manusia. Mereka juga kerap menyesatkan manusia ke jalan yang sesat dan akhirnya berbuat kejahatan dan juga maksiat.
"Hah, rupanya kau adalah budak dari raja Iblis.... Kalau begitu, aku kirim kembali kau ke neraka, agar kekal di sana..!! " ucap Zyfhar.
Setelah berucap demikian, tubuh pemuda itu berubah wujud menjadi sebesar tubuh jin Ifrit. Tubuh Zyfhar kini sudah sebesar jin ifrit. Kini keadaan menjadi imbang oleh karena ukuran kedua makhluk Jin itu sama besar.
"Tuan putri, menyingkirlah ke tempat yang aman." pinta pemuda itu kepada putri Humairah.
Putri Humairah pun mencari tempat perlindungan yang aman. Dia berlindung ke tempat yang agak jauh namun masih terlihat oleh Zyfhar.
Sedangkan Zyfhar, pemuda itu segera menghunus pedangnya saat di lihatnya Jin ifrit itu mulai melancarkan serangan.
Pemuda itu membacakan ayat kursi sebanyak tiga kali dan meniupkan ke pedangnya sebelum kemudian bersiap untuk menghadapi serangan yang dilancarkan oleh Jin ifrit ke arah jin dirinya.
Pertarungan pun berlanjut. Kini kedua makhluk jin yang berasal dari dua jenis yang berbeda itu terlibat pertempuran yang cukup seru. Karena sama-sama besar, kedua berimbang.
Keduanya saling serang, berusaha untuk saling mengalahkan. Namun sampai sejauh ini belum ada tanda - tanda keduanya mau mengalah atau menyerah.
Jin ifrit menggunakan cara - cara yang licik untuk mengalahkan Zyfhar. Jin itu menggunakan ilmu sihir dan juga buhul - buhul.
Beberapa kali jin ifrit berhasil menyerang Zyfhar baik dengan pedangnya atau pun dengan ilmu sihirnya. Sehingga pemuda itu hampir saja jatuh ke dalam tipu daya dari jin ifrit tersebut.
Namun, untung saja semua itu dapat Zyfhar atasi dengan mengingat kepada Allah dan berucap istighfar. Bahkan pedangnya beberapa kali mengenai jin ifrit. Hingga menyebabkan jin ifrit terluka.
Lama-lama, jin ifrit mulai kehabisan kesabaran dan juga tenaga. Dia selalu gagal untuk mengalahkan Zyfhar. Pemuda itu amat sulit untuk di taklukkan baik dengan pedang maupun dengan sihirnya.
Namun Jin ifrit itu tak kehilangan akal. Tak bisa mengalahkan pemuda itu secara langsung, dia mencari cara lain untuk mengalahkan pemuda itu.
Dia pun berpikiran untuk menggoda Zyfhar melalui Putri Humairah. Dengan sihirnya, jin ifrit membuat membuat kepala putri Humairah terasa sangat sakit.
Selain merasakan rasa sakit yang sangat di kepalanya, putri Humairah juga merasakan ada gelanyar - gelanyar aneh yang dia rasakan.
Mendadak dia merasakan gairah birahi yang merasuk di dalamnya dirinya. Tak tanggung - tanggung, dia merasakan tubuhnya terbakar oleh api gairah yang tiba-tiba saja hadir merasuk ke dalam dadanya.
Di mata Putri Humairah, Zyfhar sangatlah perkasa. Otot - otot pemuda itu yang menonjol sangatlah menggoda hati Putri Humairah. Putri Humairah jadi membayangkan kenyamanan berada dalam pelukan pemuda itu.
Rupanya Jin ifrit itu ingin merusak iman dan akidah dalam diri Zyfhar melalui Putri Humairah. Tujuannya adalah agar pemuda tergoda untuk melakukan sesuatu yang di larang oleh agama dan membuat dia terjerumus ke dalam lembah dosa.
Jika sudah demikian, maka akan mudah bagi Jin ifrit untuk mengalahkan pemuda itu.
"Zyfhar, kenapa kepalaku mendadak terasa sakit sekali.." ucap Putri Humairah sambil memegangi kepalanya.
"Ini pasti ulah jin ifrit. Jin terkutuk itu pasti punya maksud tersembunyi. Aku harus waspada." pikir Zyfhar. Pemuda itu menyarungkan kembali pedangnya dan mengubah kembali ukurannya ke wujud semula dan mendekati putri Humairah.
Sedangkan jin ifrit itu sudah tak lagi menampakkan batang hidungnya. Makhluk terkutuk itu menghilang setelah meniupkan sihir ke arah Putri Humairah.
"Tahan, putri. Anda harus kuat. Lawanlah dengan zikir kepada Allah." ucap Zyfhar sambil membawa putri Humairah ke tempat yang agak jauh dari tempat itu.
"Iya, Zyfhar. Aku akan mencoba saranmu. Tapi, MasyaAllah, sakitnya bukan kepalang. Zyfhar, maukah kamu memeluk diriku. Tiba-tiba saja merasa demam dan menggigil kedinginan."
Zyfhar merasa ada yang tidak beres. Dia meraba dahi tuan Putri Humairah.
"Tuan Putri, Anda demam..."
Putri Humairah memegang lengan Zyfhar yang kini berada tepat di hadapannya.
"Tuan, Putri... " kata Zyfhar yang merasakan kegugupan saat putri Humairah memegang ujung tangan kirinya
"Zyfhar, apakah engkau tidak tertarik padaku..Apa kurangnya diriku, Zyfhar?" tanya Putri Humairah dengan berani.
"Tidak ada, Tuan Putri. Anda sangat sempurna." jawab Zyfhar.
Pengaruh Jin ifrit itu dapat kita dirasakan oleh Putri Humairah dengan sangat kuat. Wanita itu semakin berani untuk menggoda Zyfhar.
"Zyfhar, aku rasa aku suka padamu..!"
"Istigfar, Tuan Putri. Anda harus kuat, bertahan. Atau jika tidak, kita berdua akan jatuh ke dalam cengkraman dosa bersama - sama." Zyfhar mengingatkan putri Humairah..
Mendengar bentakan itu, Putri Humairah tersadar. Dia menjadi malu oleh perkataan Zyfhar.
Kemudian putri Humairah pun duduk dan mencoba untuk berzikir dan berdoa memohon pertolongan dan perlindungan Allah.
Dia mencoba menahan rasa sakit di kepalanya dengan menyalurkan tenaga dalam murni dan olah pernapasan seperti yang pernah di ajarkan oleh ayahnya. Selain itu, putri Humairah juga memanjatkan doa kehadirat Allah agar di jauhkan dari godaan dan gangguan makhluk jin ifrit yang kini sedang menggoda mereka.
Begitu khusyuk putri Humairah memohon doa dan perlindungan kepada Allah hingga tak lagi menghiraukan keadaan sekelilingnya.
Semakin khusyuk dirinya berdoa, maka rasa sakit di kepala yang dia rasakan perlahan-lahan lenyap. Juga perasaan aneh di dalam jiwanya.
Zyfhar duduk mengawasi Putri Humairah yang sedang duduk dan berdoa. Putri Humairah memang sangat cantik.., pikirnya kemudian.