
Negeri jin adalah negeri yang penuh dengan keanehan. Namun tak pernah dia merasa takut karena sudah terbiasa melihat aneka bentuk dan wujud mereka. Tapi sekarang dia benar-benar takut...!!!
Melalui cermin yang di pegangnya putri Humairah melihat penampakan sesosok makhluk yang wajahnya amat memgerikan. Tubuh makhluk itu panjang seperti ular namun berukuran besar. Tubuhnya tak bersisik tetapi licin seperti belut dengan warna putih keperakan.
"Makhluk apa itu, Zyfhar. Aku belum pernah melihat makhluk seperti itu bahkan di negeri jin sekali pun..?" tanya Putri Humairah dengan penuh keheranan.
"Itu Trubuks, Tuan Putri. Trubuks adalah sejenis siluman. Makhluk ini sebenarnya ada di dunia Siluman. Tetapi entah mengapa dia bisa berada di dunia jin. Pasti ada yang sesuatu atau seseorang yang membawa makhluk itu di dunia ini." jawab Zyfhar.
"Apa yang dia mau...?" tanya putri Humairah lagi.
"Entahlah, tapi yang jelas, dia bukan mau minta angpao, Tuan Putri.. " jawab Zyfhar. Putri Humairah melotot mendengar ucapan Zyfhar. Pemuda itu masih bisa bercanda di saat - saat seperti ini.
"Maaf, Tuan Putri. Menghadapi makhluk seperti trubuks harus santai. Tidak boleh terlalu tegang. Karena dia menyukai aroma kekhawatiran dan Kesedihan. Maka dari itu, jangan khawatir dan bersedih." ucap Zyfhar. Pemuda itu kemudian menarik tangan Putri Humairah dan membawanya ke belakang tubuhnya.
"Tetap di dekat hamba, Tuan Putri. Biar hamba yang akan mengirim makhluk itu kembali ke asalnya." Kata Zyfhar. Pandangan matanya kembali menangkap gerakan makhluk itu kembali mendekat ke arah mereka.
Zyfhar bersiap - siap menghadapi serangan mahkluk yang bernama Trubuks itu. Makhluk itu semakin berani untuk mendekati mereka.
Putri Humairah memeriksa keadaan di sekelilingnya menggunakan cermin.
"Zyfhar, makhluk itu ada di angka sembilan." Serunya putri Humairah.
Zyfhar yang memang sudah mengetahui keberadaan makhluk itu secepat kilat melancarkan serangan ke arah makhluk itu.
Berkali-kali pedang Zyfhar hampir mengenai tubuh mahkluk itu. Namun seperti belut, makhluk itu juga licin dan sulit untuk ditaklukkan.
Akan tetapi, Zyfhar tak kehilangan akal. Dalam suatu serangan, tubuh Zyfhar melayang di udara untuk kemudian berbalik secepatnya ke bawah dengan posisi pedang menghunus ke atas.
Makhluk trubuks itu tidak menyangka akan serangan berbalik arah dari Zyfhar. Akibatnya fatal, mata pedang Zyfhar kembali memakan korban. Tubuh trubuks terkena sabetan pedang Zyfhar dari dada memanjang hingga ke dekat ekornya.
Trubuks jatuh ke bumi dengan tubuh menggeliat - geliat karena merasa kesakitan. Makhluk itu menggeram marah dengan tubuh terluka.
Zyfhar kembali akan mengayunkan pedangnya saat trubuks mencoba kembali bangkit dan hendak menyerangnya.
"Cukup...!! Sebuah bentakkan keras terdengar di belakangnya, membuat pemuda itu urung untuk melancarkan serangan ke arah trubuks.
"Maafkan saya, Tuan. Saya hanya membela diri, bukan mau pamer kekuatan." jawab Zyfhar.
Hening, tak ada sahutan. Suara itu juga tak kunjung membalas ucapan Zyfhar.
"Tuan, siapakah anda ..? Sudikah kiranya tuan menampakkan diri di hadapan kami.
" Namaku Zalasar. Aku adalah pemilik tempat ini. " jawab suara itu.
" Zyfhar, mengapa kamu menyuruhnya untuk menampakkan diri. Apakah kau tidak takut dia akan marah dan tersinggung.?" bisik Putri Humairah.
"Justru aku menyuruhnya untuk melakukan hal itu untuk mengujinya. Sebenarnya, dia juga bangsa jin seperti kita. Karena aku bisa mencium bau tubuhnya. " kata Zyfhar dengan berbisik pula.
Hmm, aku mencium bau tubuh Manusia di tubuh wanita ini. Separuh manusia separuh jin. Amat menarik. Perpaduan yang langka. Aku jadi tertarik.. " ucap suara itu lagi tanpa mau menampakkan wujudnya.
Mendengar akan hal itu, Zyfhar semakin waspada. Dia mencari cara agar tubuh tanpa suara itu mau memperlihatkan diri.
"Wanita ini bersamaku, Tuan. Dia adalah istriku." ucap Zyfhar yang sengaja mengaku bahwa Putri Humairah adalah istrinya. Tatapan matanya seolah-olah memohon kepada Putri Humairah agar memaafkan dirinya karena telah lancang mengaku sebagai suami Putri Humairah.
"Kami berdua tersesat di tempat ini. Dapatkah tuan membantu kami untuk menunjukkan ke arah mana Bukit Malaikat..!" ucap Zyfhar santun.
"Kemana..?? Bukit Malaikat..?" Ada nada keheranan dalam pertanyaannya. " Katakan padaku, ada urusan apa kalian hendak ke bukit Malaikat..?" tanya Suara itu sekali lagi.
"Kami hendak bertemu dengan penguasa tempat itu. Apakah tuan dalam bisa menunjukkan ke arah mana jalan yang harus kami Lalui? " Zyfhar bertanya lebih lanjut.
"Jawab aku, apa hubungan kalian dengan Pangeran Hasyeem..?"
Putri Humairah dan Zyfhar saling pandang. Putri Humairah lalu menjawab pertanyaan suara itu dengan kesal. " Dia ayahku, puas kamu. Sekarang perlihatkan saja dirimu jika benar kalau kau adalah pemilik tempat ini..!"
Suasana kembali hening dan sepi. Tak ada lagi suara makhluk itu.
Namun tiba-tiba,... sesosok makhluk tinggi besar muncul di hadapan mereka.
" Jin Ifrit..!!" seru Zyfhar.