Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 71 Batu Lima Bintang


Melihat pasukan Zaddak yang kocar-kacir, Pangeran Khalied membelah wujudnya menjadi dua untuk menyelamatkan pasukan Zaddak.


Wujud Pangeran Khalied yang pertama tadi adalah berupa Makhluk berwujud seperti kingkong Raksasa.


Sedangkan makhluk yang kedua adalah Pangeran Khalied yang menyerupakan dirinya seperti wujud Zaddak.


Ketiga makhluk yang seperti kingkong raksasa itu kini berhadapan dengan makhluk - makhluk dinosaurus ciptaan Wambella yang buas dan ganas.


Makhluk - makhluk dinosaurus pemakan daging itu menyerang membabi buta. Menyerang siapa saja yang ada di depannya.


"Zamura, bantai salah satu makhluk itu maka perhatian mereka akan terfokus kepada kita." titah Pangeran Khalied kepada Zamura..


Zamura segera beraksi sesuai perintah tuannya. Dia menghadang salah satu makhluk itu.


Pertarungan antara dua makhluk raksasa terjadi. Zamura yang berwujud kingkong raksasa itu berhasil menangkap dan membanting salah satu dinosaurus itu ke tanah dengan keras.


Dinosaurus ciptaan Wambella itu meraung dan menggeram marah karena merasakan sakit yang teramat sangat akibat bantingan Zamura.


"Heh, sepertinya 'nyonya mudamu' sangat menikmati sekali bantinganmu, Zamura.. " ejek Pangeran Arkana.


"Hmmm, Pangeran.. sebentar lagi dia akan menggelepar - gelepar karena merasakan betapa nikmat cumbuaanku.." ucap Zamura sambil bersiap - siap kembali menerima serangan dinosaurus tadi. "Ayo, datanglah, padaku, manis...!" serunya kemudian.


Pangeran Arkana dan Pangeran Khalied menonton saja ketika makhluk itu menyeruduk dan menyerang Zamura.


Zamura yang berada dalam perwujudannya sebagai kingkong menunjukkan keperkasaannya.


Kingkong itu kembali menangkap dan menjepit leher dinosaurus itu kemudian memutarnya dengan keras hingga berbunyi.


Kreeikk.. Kreiekkk......


Tulang leher makhluk itu pun patah. Makhluk itu meraung kesakitan. Zamura kemudian merobek mulut makhluk itu dan kemudian membantingnya ke tanah sekali lagi.


Makhluk itu tewas seketika dengan mulut robek dan tulang leher yang patah.


Melihat ketangguhan dan keperkasaan Zamura, diam - diam nyali Wambella menjadu ciut. Wanita itu merasa gentar kepada Pangeran Khalied karena pengawalnya saja sudah sedemikian hebatnya. Bagaimana dengan tuannya.


Sedangkan untuk hewan dinosaurus itu, benar kata Pangeran Khalied. Siasat Pangeran Khalied untuk menghabisi salah satu makhluk dinosaurus itu berhasil.


Saat melihat salah satu temannya ada yang tewas, perhatian mahkluk dinosaurus itu pun teralihkan. Mereka seketika menjadi gusar dan marah karena melihat salah seorang dari kawanan makhluk itu ada yang tewas.


Kini, perhatian makhluk - makhluk itu beralih fokus kepada ketiga kingkong raksasa tersebut. Mereka menggeram marah kepada ketiganya karena telah membunuh salah satu dari mereka.


"Sepertinya kamu mendapat fans baru, Zamura... " kata Pangeran Khalied sambil tertawa.


"Itu karena memang daya tarikku yang luar biasa mempesona ini, Tuanku.. " ucap Zamura menanggapi gurauan tuannya.


"Oh, Zamura. Andai aku wanita, sudah dapat di pastikan, aku akan jatuh cinta padamu..!" seru Pangeran Arkana pada Zamura.


Zamura hanya tertawa mendengar ucapan kedua pangeran junjungannya itu.


"Awas, Tuan. Kita mendapatkan serangan balasan..!" ucap Zamura ketika melihat di hadapan mereka kini sudah mendekat para dinosaurus ciptaan Wambella.


"Bunuh mereka, mereka sudah membunuh salah satu teman kalian.!!" seru Wambella menghasut para Dinosaurus itu.


Para dinosaurus itu seolah faham apa yang diucapkan Wambella. Mereka menatap ketiga makhluk jelmaan jin itu dengan pandangan marah dan benci.


Lalu, serentak dari kawanan makhluk dinosaurus itu menyerang ketiganya.


Kembali, pertarungan seru antara kingkong raksasa jelmaan jin Bukit Malaikat itu dengan makhluk prasejarah ciptaan tertua suku Wedda itu berlangsung lah sudah.


Pangeran Khalied dan kawan - kawannya bertempur dengan gagah berani. Mereka yang memang pada dasarnya adalah para ksatria pilihan pilih tanding di Istana Bukit Malaikat itu tak gentar sedikitpun menghadapi keganasan makhluk dinosaurus jelmaan itu.


Satu persatu, makhluk ciptaan Wambella dibantai habis oleh ketiga kingkong raksasa tersebut. Hal ini tentu saja membuat Wambella semakin marah dan kehabisan akal untuk menghadapi ketiga makhluk jin tersebut.


Untuk itulah, kemudian Wambella memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyerang para prajurit Zaddak yang tersisa.


Karena Zaddak sedang terluka parah, maka para prajuritnya tak ada yang memimpin.


Dengan mudah, para prajurit suku Wedda memukul mundur para prajurit Zaddak. Mereka kocar-kacir menghadapi serbuan prajurit musuh.


Melihat hal itulah, maka Pangeran Khalied berinisiatif untuk mengubah diri menjadi Zaddak dan memimpin kembali prajurit Zaddak.


Wambella yang melihat Zaddak sudah berdiri memimpin pertempuran menjadi marah. Dengan mengendari Ziyard, dia kemudian menghadang Zaddak palsu itu dan mencoba menahannya di sana.


"Hah, kamu lagi, rupanya wanita sialan. Ayo, maju sini kalau berani..!! " ucap Zaddak palsu


"Huh, Zaddak. Aku tidak takut padamu. Seribu makhluk seperti kamu, aku tak gentar Keberadaan kalian mengotori tempat ini. Kalian membuat kesalahan dengan memilih tinggal di tempat ini." ucap Wambella ketus.


Pertarung kembali terjadi antara Zaddak melawan Wambella yang tampak semakin ganas saja.


Wambella yang mengetahui bahwa yang sedang dia hadapi saat ini, adalah wujud lain dari Pangeran Khalied maka wanita tetua suku Wedda itu makin berhati-hati. Dia tahu, Zaddak yang berdiri di hadapannya saat ini bukan Zaddak yang tadi sudah dia kalahkan.


"Hai, Wambella. Sungguh, kesombonganmu membuat aku muak. Mari kita selesaikan saja semua urusan kita ini. Jika memang kita sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan tidak bisa hidup saling berdampingan, maka salah satu dari kita harus pindah ke tempat lain." ucap Zaddak kepada Wambella.


"Cih, kau saja yang pindah ke tempat lain. Tanah ini adalah tanah milik kami." ucap Wambella.


Wanita itu langsung menyerang Zaddak dengan senjata tombak, tanpa memberi kesempatan lagi untuk bicara.


Di tariknya tombak yang tertancap di salah satu tubuh mayat salah satu prajurit suku Wedda. Tombak itu kemudian dia gunakan untuk menangkis serangannya dari Wambella.


Kedua senjata yang berupa tombak itu pun bertemu. Saling beradu kekuatan.


Wambella dengan garangnya mencoba untuk menggigit leher Zaddak. Namun, Zaddak sigap mengelak.


Zaddak balas mendorong tubuh Wambella hingga wanita itu terjerembab jatuh.


Tombak keduanya terlempar jauh dan jatuh di bawah menhir - menhir yang banyak terdapat di sekitar tempat itu. Tombak milik Zaddak jatuh tepat di bawah salah satu kaki menhir.


Wambella bangkit dan kembali hendak menyerang Zaddak. Sisa potongan tongkat yang tadinya di potong oleh Pangeran Khalied, kini dia pergunakan kembali sebagai senjata.


Wanita itu bergerak terbang melayang di atas kepala Zaddak. Dia bermaksud mengincar kepala Zaddak. Akan tetapi, Zaddak tiba-tiba saja terbang ke atas dan menyerang Wambella dengan tiba-tiba.


Tentu saja, Wambella yang tak menduga akan adanya serangan dari Zaddak merasa kaget bukan kepalang. Hingga dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


Namun sebelum sampai di tanah, tubuh wanita itu di sambut oleh satu pukulan yang tepat menghantam dadanya.


Darah muncrat dari mulut wanita itu diiringi dengan lengkingan keras kesakitan yang keluar dari mulut wanita itu.


Wambella ambruk jatuh ke tanah. Menggelepar - gelepar sesaat sebelum akhirnya diam tak berkutik lagi.


Wanita Tetua suku Wedda yang sombong itu menemui ajalnya di tangan Pangeran Khalied yang merubah diri Zaddak menjadi Zaddak.


"Wambella tewas.....!!! Wambella terbunuh.....!! Zaddak menang....!!" seru Salah seorang prajurit Zaddak sambil berlari...


Mendengar tetua mereka terbunuh, para prajurit suku Wedda langsung menyerahkan diri dengan mengangkat tangan dan melepas senjata mereka.


Namun, sebagian lagi memilih kabur melarikan diri kembali ke asal mereka.


Prajurit Zaddak bermaksud untuk mengejar para prajurit suku Wedda tersebut namun Zaddak yang merupakan jelmaan Pangeran Khalied mencegahnya.


"Tak perlu mengejar mereka. Biarkan mereka kembali." ucap Pangeran Khalied.


Para prajurit suku Wedda yang sudah menyerah itu kemudian di minta untuk kembali pulang dengan membawa mayat Wambella bersama mereka.


Dengan patuh, prajurit suku Wedda itu kemudian membawa pulang mayat Wambella bersama prajurit - prajurit lainnya yang terluka.


***


"Aku masih bertanya - tanya mengapa suku Wedda sedemikian membenci klan manusia Harimau..?" ucap Pangeran Arkana kepada Pangeran Khalied.


Saat ini, mereka sedang membantu Zaddak yang mengalami luka parah akibat tertusuk senjata Wambella.


Dengan bantuan tenaga dalam Pangeran Khalied dan Arkana, perlahan-lahan luka di tubuh Zaddak merapat kembali.


"Apar kau mengetahui latar belakang peristiwa masa lalu yang ada kaitannya dengan semua ini, Zaddak...?? " tanya Pangeran Arkana.


"Tidak, Tuaan.. " jawab Zaddak. .


"Mungkin mereka beranggapan bahwa klan manusia Harimau mengambil tanah leluhur mereka." Jawab Zamura.


"Entahlah, namun aku melihat sepertinya memang tempat ini merupakan tanah milik leluhur mereka." jawab Pangeran Khalied.


"Mengapa paman berpikir demikian?? " tanya Pangeran Arkana.


"Aku hanya berasumsi saja. Karena saat bertarung dengan Wambella tadi, aku sempat melihat beberapa tugu peringatan... " jawab Pangeran Khalied.


"Tugu peringatan... seperti apa, Paman...?" tanya Pangeran Arkana penasaran.


Pangeran Khalied tidak menjawab melainkan tubuh pemuda itu melesat terbang ke tempat di mana tombak yang dia gunakan saat bertarung melawan Wambella tertancap.


"Lihatlah tempat ini, aku berani bertaruh bahwa tempat ini bukan milik nenek moyang klan kalian, bukan..?? " tanya Pangeran Khalied pada Zaddak.


"Bukan, tuanku.... !" Jawab Zaddak lagi.


"Berarti benar dugaanku...!" guman Pangeran Khalied.


Tanpa sengaja, matanya tertuju pada senjata tombak yang tertancap tepat di bawah sebuah batu besar mirip Bangunan zaman Megalitikum.


Ada lima buah tiang batu besar yang berdiri mengelilingi sebuah batu besar yang mirip sebuah dolmen atau batu tempat sesaji.


Pangeran Khalied berjalan mendekati tombak tersebut dan kemudian tangannya meraih tombak tersebut. Dia bermaksud untuk mencabut tombak tersebut.


"Tunggu, Paman. Sepertinya aku melihat sesuatu.. !" cegah Pangeran Arkana..


???


Apakah yang dilihat oleh Pangeran Arkana..???


Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa untuk like dan Vote .


Sehat selalu untuk readers setia aku. Salam manis dari Minaaida