Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 84 Serangan Gelap


Zamura menampakkan dirinya dalam wujud seorang lelaki yang tampan. Memanglah, jin dapat merubah wujud menjadi apa saja selama itu bukan wujud Rasulullah SAW.


"Siapa kamu....?" Sari mengulangi lagi pertanyaannya untuk yang kedua kalinya. Mungkin karena rasa takut yang dia alami membuat dia lupa bahwa dia telah melontarkan pertanyaan yang sama. Bahkan handphone yang dia pegang sampai terlempar akibat keterkejutan dan juga rasa takut yang dia rasakan.


Zamura tertawa kecil saat mengendus bau ketakutan dari manusia yang ada di depannya itu. Manusia yang sangat harum baunya karena sedang mengandung.


"Namaku Zamura.." Kembali Zamura menyebutkan namanya. "Kau yang bernama Sari, istri dari Hendra Subekti, bukan...?" tanya Zamura ingin memastikan.


"Be... benar. Bagaimana kau tahu...?" tanya Sari.


Zamura tertawa mendengar pertanyaan Sari. Sudah tentu dia mengetahui banyak hal di dunia ini yang tidak diketahui oleh manusia karena memang mereka bangsa Jin banyak di anugrah pengetahuan dalam hal yang ghaib.


"Dari mana aku tahu itu tak menjadi masalah. Saat ini yang perlu kau tahu, bahwa kau dan juga bayi yang ada dalam kandunganmu terancam menjadi tumbal untuk Ki Bawut."


Sari terkejut setengah mati mengetahui bahwa dirinya dan anaknya akan dijadikan tumbal. Sejenak dia lupa akan ketakutannya kepada Zamura. Dia menatap Zamura dengan pandangan heran.


"Ki Bawut, siapa Ki Bawut...? Aku tak mengenalnya.?" kata Sari kemudian.


"Tentu saja, kamu tak mengenalnya. Tapi suamimu mengenal Ki Bawut. Suamimu mengadakan perjanjian dengan Ki Bawut untuk mendapatkan kekayaan. Dan sebagai tumbalnya, kau dan anak yang ada dalam kandunganmu itu." tunjuk Zamura ke perut Sari yang membuncit karena sedang hamil tua.


"Bohong... kau bohong. Suamiku tak mungkin melakukan itu. Dia tak mungkin menumbalkan istri dan anaknya...!! Seru Sari sambil menggelengkan kepalanya.


Wajah wanita itu sudah pucat pasi ketakutan. Antara percaya dan tidak dengan ucapan Zamura. Selain itu, dia tak pernah percaya dengan dunia supernatural seperti itu.


"Terserah, aku tak akan memaksa kamu untuk mempercayai aku. Namun satu hal yang harus kau tahu, saat ini, Ki Bawut sudah menandaimu sebagai tumbal berikutnya..." tukas Zamura sambil menunjuk ke dahi Sari.


"Apa maksud kamu dengan menandai diriku." tanya Sari sambil kemudian melihat diri di cermin. Namun dia tak melihat sesuatu di dahinya. "Aku tak melihat ada tanda apapun di dahiku." kata Sari sambil menelisik seluruh bagian dahinya.


Zamura kemudian bergerak melesat menghampiri Sari." Tanda itu tak akan terlihat oleh manusia seperti dirimu. Hanya manusia tertentu saja yang bisa melihat tanda itu dan makhluk sebangsa kami." jawab Zamura.


Sari melotot mendengar ucapan Zamura. Dia manusia, lalu lelaki di depannya mengaku bukan manusia.


"Makhluk sebangsamu...? Memangnya makhluk seperti apa dirimu.? Apakah kau bukan manusia seperti aku..?" Tanya Sari kepada Zamura.


"Makhluk jin..? Kau adalah jin...? Astaghfirullah...! Allahu akbar....! Subhanallah... !!" Seru Sari dengan mulut menganga dan mata terbelalak tak percaya.


Makhluk jin yang dia tahu adalah makhluk gaib yang hidup di alam jin atau alam yang tak terlihat oleh mata manusia.


Tak percaya dengan semua yang dilihat dan dialaminya, membuat wanita hamil itu sukses pingsan.


Tentu saja Zamura kelimpungan dibuatnya. Niat hati ingin memberitahu soal Ki Bawut, dan menyelamatkan wanita itu, ternyata ujung - ujungnya wanita itu sudah keburu pingsan.


Zamura berniat untuk membangunkan Sari. Namun baru saja dia akan menyentuh tubuh wanita itu, dari arah depan masuk seberkas sinar yang langsung menyerang ke arah Zamura.


Terkesiap, Zamura langsung mundur untuk berkelit menghindar. "Cuih , beraninya hanya menyerang secara sembunyi-sembunyi. Ciri siluman busuk." umpat Zamura.


"*Jangan suka mencampuri urusan orang lain, Hai kau jin terkutuk...!! " suara itu berat dan jauh. Seperti dikirim dari tempat jauh.


"Aku tak bermaksud untuk mencampuri urusanmu. Tetapi pantang bagiku untuk berlalu pergi sementara ada orang lain yang membutuhkan pertolongan diriku." jawab Zamura.


"Kurang ajar*...! " bentak suara itu lagi." rupanya kau ingin mencari mati..? '


"Hidup matiku ada di tangan Allah. Yang jelas hidup matiku bukan di tangan makhluk jelek busuk melata seperti dirimu ...!" jawab Zamura dengan lantangnya.


Kembali sebuah serangan di tujukan kapada Zamura. Serangan itu berupa pukulan jarak jauh yang mematikan.


Druarrr...... Pukulan itu bertemu dan menghadirkan benturan yang dahsyat karena dua tenaga raksasa yang beradu hingga mengguncangkan dunia supranatural.


Tubuh Zamura terpental kebelakang dan jatuh terduduk di atas lantai.


"Bangsat....!!! Iblish...!? maki pengawal Pangeran Khalied itu murka. "Muncul saja alau kau berani keparat..!"tantang Zamura murka.


Sepi.. ....


Zamura tak tahu, apakah pukulan nya tadi berpengaruh pada makhluk siluman jadi - jadian tadi penunggu Hutan Alas Roban.