Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 66


"Nagini.....! itu Nagini....!!" seru Zamura sambil menghunus pedangnya.


Demikian juga Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana. Kini ketiga makhluk itu berhadapan langsung dengan ular besar dan panjang, Nagini.


"Dari mana datangnya Nagini. Mengapa sampai bisa Nagini berada di tempat ini..?" tanya Pangeran Khalied.


"Entahlah, Paman. Aku juga tak mengerti. Bagaimana bisa Nagini ada di tempat ini." jawab Pangeran Arkana.


"Apa kau punya jawaban, Zamura...?" tanya Pangeran Khalied kepada Pengawalnya itu.


"Aku rasa pastinya ada jalan rahasia yang menghubungkan Gunung Tengkorak dengan tempat ini, atau bisa saja Eddena memang dekat dengan Gunung Tenggorak, Tuan." jawab Zamura.


Pangeran Khalied manggut-manggut mendengar jawaban Zamura.


"Bisa jadi.. " kata Pangeran Khalied sambil pelan - pelan bergerak ke tempat yang lebih luas.


Kembalinya Nagini, ular besar yang mendiami Gunung Tengkorak membuat ketiganya bertanya - tanya. Bagaimana bisa Nagini ada di tempat itu. Bukankah jarak antara Eddena dan bukit tengkorak sangat jauh jaraknya. Jadi bagaimana caranya makhluk melata raksasa itu bisa sampai ke tempat ini.


Sementara itu, Zahra dan Kania yang melihat kehadiran ular raksasa itu merasa ngeri dan takut.


"Kak, bagaimana ini, aku takut sekali." ucap Zahra pelan sambil beringsut hendak mendekati pangeran Khalied.


"Sayang, menyingkirlah jauh dari tempat ini. Bergeraklah ke tempat Kania berada. Aku rasa pohon besar itu baik untuk tempat persembunyian." ucap Pangeran Khalied.


Kania yang melihat Zahra berada di dekat Pangeran Khalied segera saja melambaikan tangannya ke arah gadis itu. Dia memberi isyarat agar Zahra segera mendatangi tempatnya bersembunyi.


"Zahra, kemari. ...!" seru Kania. "Zahra, latilah sekuat tenaga kesini...!!" kata Kania lagi.


Kania meminta agar Zahra segera berlari ke arahnya. yaitu ke pohon raksasa yang sedang dia naiki sekarang ini. Kania berpikir, pohon adalah tempat yang sangat aman dan bagus untuk tempat berlindung dari ular besar itu.


Tanpa pikir panjang lagi, segera Zahra pun berlari menuruni bukit menuju ke arah pohon besar tempat Kania berada.


Namun sayangnya, Zahra tidak menyadari. Justru dengan gerakan Zahra yang berlari ke tempat Kania membuat perhatian Nagini teralihkan.


Saat melihat Zahra yang berlari, tanpa sadar, Zahra melakukan pergerakan. Hal ini akan berakibat Fatal bagi Zahra. Nagini melihat Zahra sebagai mangsa yang bergerak. Ular itupun akhirnya bergerak mengejar Zahra.


"Celaka ,Paman. Bagaimana ini. Nagini sekarang mengejar Zahra yang sedang berlari ke arah Kania.!!" seru Pangeran Arkana.


"Sialan... pasti dia pikir Zahra adalah kelinci paskah yang lucu...!" jawab Pangeran Khalied gusar. Secepat kilat, Pangeran itu terbang mengejar Zahra dan Ular besar yang bernama Nagini itu.


Di belakangnya, turut pula mengejar Zamura dan Pangeran Arkana.


"Tuan, anda harus bergerak cepat. Jika tidak, Nona Zahra mungkin akan dapat terkejar oleh Nagini...! " ucap Zamura.


Pangeran Khalied makin mempercepat larinya. Dia tak ingin kekasihnya menjadi mangsa empuk makhluk hitam panjang melata yang berasal dari Gunung Tengkorak tersebut.


Kania yang melihat ada ular besar di belakang Zahra yang sedang mengejar gadis itu merasa ngeri.


"Zahra, awas di belakangmu..!" seru Kania gemas campur ngeri.


Dia tak menyangka bahwa Ular itu akan mengejar Zahra. Kini, jarak Zahra dan Nagini semakin dekat.


Zahra yang penasaran dengan Nagini untuk sejenak menoleh ke belakang.


"Hah, Nagini...dia mengejarku.." ucap Zahra dalam hati.


Tubuh Zahra gemetar lemas saat tahu ada ular yang panjang dan besar sedang mengejar dirinya.


"Zahra... lari terus. Cepat... jangan sampai kamu di dapat oleh ular ituuuu....!!" seru Kania cemas.


Zahra ingin mempercepat larinya. Namun kakinya tak kuasa dia gerakan. Dia sudah terlalu takut dan Shock karena melihat betapa besarnya tubuh Nagini.


" KAK KHALIED...!!! pekik Zahra sekuat tenaga. Dia pasrah karena tak bisa lagi menggerakkan kaki atau tubuhnya. Zahra menutup matanya tak ingin melihat Nagini menelan tubuhnya.


Namun, tiba-tiba saja Zahra merasa bahwa tubuhnya tidak sedang menapak di bumi. Dia merasa tubuhnya serasa melayang di udara dan berpindah tempat. Apakah yang terjadi..?


Dia pun memberanikan diri untuk membuka matanya dan melihat ke bawah.


Dilihatnya Pangeran Khalied sedang mengarahkan tangannya ke arah Zahra. Rupanya, Pangeran itu sedang menggunakan kemampuan telepati untuk mengangkat Zahra tepat pada saat Nagini sudah sangat dekat dengan Zahra.


Tubuh Pangeran Khalied melesat terbang mendekati Zahra yang kini berjarak beberapa meter saja dari kepala Nagini.


"Jangan takut...! Aku ada di dekatmu. Ular itu tak akan bisa menyentuhmu selagi ada aku." ucap Pangeran Khalied seraya kini memeluk tubuh Zahra.


Tubuh Zahra sudah berada dalam pelukan Pangeran Khalied yang membawa dirinya terbang ke tempat yang lebih Aman.


"Kak, kita...ehh.. kita terbang di atas air." ucap Zahra takjub. Dia melihat ke bawah dan ternyata di bawah mereka adalah laut Eddena.


"Peluk aku kalau kau merasa takut...?" jawab Pangeran Khalied.


Zahra melihat ular Nagini kini sedang berhadapan dengan Pangeran Arkana dan Zamura yang sedang berusaha untuk melindungi Kania.


"Kak, ayo kita bantu mereka..!"


"Tunggu dulu, sayang. Aku harus memastikan kamu berada di tempat aman." ucap Pangeran Khalied.


"Aku sudah tak apa - apa... " jawab Zahra.


Pangeran Khalied kemudian membawa Zahra ke sebuah tempat yang aman. Lalu dia kembali mendatangi Pangeran Arkana dan Zamura.


"Pangeran, bawa Kania menjauh dari tempat ini..!!" titahnya.


"Baik, Paman.. " jawab Pangeran Arkana.


"Kania, ikut aku..!" ujar Pangeran Arkana sambil meraih tangan Kania dan membawa gadis itu melesat terbang melewati tempat itu menuju ke tempat Zahra.


"Sepertinya hari ini kita akan memanggang seekor ular besar, Zamura..!" seru Pangeran Khalied seraya mengarahkan Pedangnya ke atas.


"Apa anda suka ular panggang...?"


Tak lama kemudian, kilatan cahaya petir dan Halilintar susul menyusul memenuhi tempat itu.


Nagini marah dan menyemburkan bisanya ke arah ketiganya. Namun, semburan bisa itu meleset dan hanya mengenai bebatuan saja.


Batu itu pun meleleh dan hancur menjadi tanah. Aih.... begitu menakutkan serangan bisa Nagini.


"Nyaris saja...! Hei, Nagini... mengapa kau menyerang kami. Padahal kami sudah pergi jauh meninggalkan Gunung Tengkorak...?" tanya Pangeran Khalied.


"Mungkin saja, Nagini ngefans sama anda, Tuan." celetuk Zamura.


"Tutup mulutmu, Zamura..! Walaupun Nagini itu betina, tapi aku tak tertarik. Aku masih menyukai wanita normal, bukan yang panjang..." jawab Pangeran Khalied.


"Hahaha, bisa aja, Paman. Paman.... awas...! di belakangmu... !!! "


Pangeran Khalied segera melompat untuk menghindari serangan Nagini.


"Sialan, Mengapa hanya aku yang terus di serang oleh ular itu...?" gerutunya sambil terus berjumpalitan di udara untuk menghindari serangan Nagini.


"Sepertinya, dia sedang Hot, paman..!" seru Pangeran Arkana.


Pada suatu ketika, ketika sedang melompat untuk menghindari serangan Nagini untuk yang kesekian kalinya, tanpa sengaja, tongkat Alder terjatuh dari balik baju Pangeran Khalied.


Tongkat itu kemudian di pungut oleh Zamura.


"Tuan, sepertinya tongkat milik anda terjatuh dari balik baju anda." lapor Zamura sambil memperlihatkan tongkat Elder itu ke arah Pangeran Khalied.


"Tongkat Elder...! astaga... kenapa juga, aku bisa melupakan tongkat itu. Padahal wujud asli dari tongkat itu juga adalah ular."


Sejenak konsentrasi Pangeran Khalied sempat teralihkan oleh tongkat yang di pegang di tangan Zamura.


Hambatan ekor Nagini berhasil menghantam tubuh Pangeran Pangeran Khalied yang menyebabkan putra Asmi itu terjerembab dan kemudian jatuh ke dalam jurang.


Tubuh Pangeran Khalied menghantam karang terjal yang terdapat di pinggir pantai Eddena.


"Kak Khalied..!!! " seru Zahra tertahan. Separuh nyawa gadis itu seakan melayang terbang melihat tubuh sang kekasih di hantam batu karang terjal.


Bagaimana nasib Pangeran Khalied.? Apakah mereka sanggup mengalahkan keperkasaan Nagini.


Ikuti terus novel Pedang dan Cinta Sang Pangeran. Jangan lupa untuk Like dan Vote, ya. Salam manis dan sehat selalu dari Minaaida.. 😍😍😘😘