
Setelah berucap demikian, tubuh Raja Iblis Baal terbakar bersama - sama dengan jantung Asmi yang masih berdetak di tangannya.
Sebelum api membakar habis tubuh Raja Iblis Baal Al Zubab, Pangeran Khalied mengeluarkan tongkat elder miliknya dan memukulkan tongkat tersebut ke tanah sebanyak tiga kali sehingga waktu pun terhenti seketika.
Waktu berhenti...............
Sunyi, sepi.....seperti keadaan orang mati.
Itulah keadaan ketika waktu berhenti berputar. Jam berhenti berdetak. Menit dan detik tak lagi berdetak. Tak ada yang terjadi. Bahkan jantung dan nafas setiap makhluk yang bernyawa tak lagi bekerja.
Tak ada lagi aktivitas di sekitar tempat itu. Tak ada suara senjata yang saling beradu.Juga tak ada suara hiruk pikuk Pekikan atau pun geraman dari para tentara iblish ataupun prajurit - prajurit dari bangsa jin. Kesunyian menyelimuti di seluruh bagian Istana Bukit Malaikat.
Pangeran Khalied memundurkan waktu kembali ke masa sebelum jantung Ibundanya direnggut paksa oleh Raja iblish Baal Al Zubab.
Waktu kembali berputar.
Ke masa di mana Raja Iblis bersiap ingin mengambil apa yang menjadi sumber kehidupan Ratu Asmi, yaitu Jantung Sang Ratu.
"Wanita Pemilik Keabadian.... Aku akan mengambil apa yang menjadi hidupmu...!!" Ucap Raja Iblis dengan suara nyaring yang menggema.
Mata Raja Iblis kembali berubah warna. Tadi berwarna merah, sekarang mata Raja Iblis berwarna putih terang dan bercahaya.
"Apa lagi yang akan dilakukan oleh Raja Iblis, pangeran... " Tanya Pangeran Hasyeem kepada putranya.
"Entahlah, Ayah. Tapi aku merasa bahwa apapun itu, tidaklah baik bagi ibundaku...!" Kata Pangeran Khalied sambil bergerak maju menyerang Raja Iblis dengan kekuatan penuh.
Akan tetapi, Raja Iblis menahan serangan Pangeran Khalied dengan kekuatannya. Tubuh Pangeran Khalied terpental keras beberapa meter ke belakang dan langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Pangeran Khalied,...!" seru Pangeran Hasyeem. Dia cemas akan nasib putranya.
"Jangan menyerangnya dengan kekuatan penuh. Serang Raja Iblis dengan setengah kekuatanmu, saat berada di dekatnya, gunakan Pedang mata Malaikat. Serang pada bagian matanya." bisik sebuah suara.
"Hahaha, kau tak akan bisa mengalahkan aku, Pangeran Khalied. Seranglah aku sesuka hatimu..! Pukulan kamu tidak akan berarti apa-apa bagiku.Kau lemah, kau amat menyedihkan Pangeran...!" bentak Raja Iblis kepada Pangeran Khalied.
Pandangan Raja Iblis kini kembali beralih ke arah Asmi. Kedua tangannya yang panjang dan berkuku runcing itu terentang ke arah Asmi.
Pangeran Khalied melihat tangan Raja Iblis seperti akan mencekik ibundanya. Dan Mata iblis itu memancarkan sinar putih terang ke arah Ratu Asmi.
"Tidak, mata itulah yang melukai ibuku. Aku harus menghentikannya sebelum dia merenggut jantung ibuku.." ucap Pangeran Khalied dalam hati.
Pemuda itu bangkit dan kembali menyerang Raja Iblis. Kali ini serangan yang di lancarkan oleh Pangeran Khalied tidak dengan kekuatan penuh. Bahkan tenaga dalam yang dikeluarkan oleh Pangeran tampan itu hanya separuh saja.
Fokus Raja iblis kembali teralihkan. Niatnya semula ingin menyerang Ratu Asmi, namun gagal terlaksana karena Pangeran Khalied kembali lagi menyerangnya.
"Pangeran Khalied, hati-hati dengan matanya." Seru Pangeran Hasyeem mengingatkan putranya itu.
"Hahaha.... rupanya kamu tidak jera juga, Pangeran. Baiklah,.... sepertinya aku harus mengirim dirimu terlebih dahulu ke neraka sebelum ibumu.." ucap Raja Iblis dengan sombongnya.
Dia menerima serangan Pangeran Khalied dengan senyuman penuh ejekan.
"Hah, Pangeran Khalied, tenagamu sudah semakin lemah, tapi kau masih berniat ingin menyerangku. Sepertinya kau memang bosan hidup." Raja Iblis semakin gencar mengejek dan merendahkan Pangeran Khalied.
Pangeran Khalied hanya tersenyum sinis mendengar ejekan Raja Iblis.
Dengan tenang, Pangeran Khalied kembali melancarkan serangan kepada Raja Iblis Baal. Beberapa kali pedang Mata Malaikat berhasil menggores tubuh sang Raja Iblis. Namun, tampaknya Raja Iblis Baal tidak terpengaruh oleh luka tersebut.
Raja Iblis hanya tertawa saja menerima serangan dari Pangeran Khalied yang dianggapnya lemah.
Pada suatu ketika, kembali Raja Iblis menyerang Pangeran Khalied dengan kekuatannya. Mendapat serangan dari Raja Iblis, membuat Pangeran Khalied kembali lagi terluka.
"Hahaha....Bersiaplah menyambut kematianmu, Pangeran Khalied.!!" Seru Raja Iblis sembari melontarkan pukulan ke arah Pangeran Khalied. Satu pukulan telak mengenai dada Pangeran Khalied. Pukulan selanjutnya, mengenai daerah yang sama. Dua pukulan beruntun yang amat keras menerjang Pangeran Khalied membuat Pangeran muda itu jatuh tersungkur. Setelah itu mata Iblis Baal kembali bersinar dan sinarnya menghantam dada Pangeran Khalied. Serangan terakhir adalah serangan yang amat fatal karena langsung mengarahkan ke jantung. Pangeran Khalied rubuh dengan dada yang menghitam gosong akibat pukulan Raja Iblis.
Zahra yang melihat pertarungan itu sampai berteriak histeris. Dia segera berlari menerjang Raja Iblis tanpa takut lagi demi membela sang kekasih.
"Hahaha....gadis bodoh..! Apa kau pikir kau bisa melawanku...! Kekasihmu saja sudah aku bunuh...!" bentak Raja Iblis kepada Zahra.
Dengan sekali gebrakan saja, tubuh gadis itu di angkat ke atas dan di hempaskan kembali ke bumi sehingga tewaslah gadis Malang itu seketika itu juga.
"Aku sudah berbaik hati dengan mengantarmu menemui kekasihmu, hahaha.. Gadis Bodoh.. !! " ucap Raja Iblis kepada mayat gadis itu.
"Masya Allah, Pangeran Khalied, Zahra...!!" Asmi berseru histeris melihat Pangeran Khalied dan Zahra yang tewas di tangan Raja Iblis.
Dia ingin bergerak mendatangi putranya namun dia tak bisa menggerakkan kakinya karena Raja Iblis telah mengunci anggota gerak yang bawah itu.
Melihat hal itu, Pangeran Hasyeem langsung melesat terbang ke arah Pangeran Khalied dan Zahra.
"Pangeran Khalied, ... Pangeran..!" panggil Pangeran Hasyeem. Namun tak ada sahutan. Tubuh Pangeran Khalied diam tak bergerak lagi. Tak ada tanda - tanda kehidupan pada diri putranya membuat Pangeran Hasyeem menjadi murka.
"Terkutuklah kau Iblis, aku tak akan mengampunimu...!" ucap Pangeran Hasyeem sambil maju dan menerjang Raja Iblis.
" HAH, SOMBONG SEKALI...Sebentar lagi, satu persatu putramu akan kukirim ke neraka...!" ucap Iblis sambil tertawa terbahak-bahak. Iblis merasa senang karena berhasil mengalahkan Pangeran Khalied.
Pangeran Hasyeem sangat gusar dan murka. Darah di tubuhnya mendidih melihat satu lagi putranya telah gugur. Dengan cepat Pedang Halilintanya menyambar - nyambar pertanda yang empunya sedang angkara.
Sedangkan Iblis makin bersorak kegirangan. Dia sudah melumpuhkan satu lagi kekuatan Pangeran Hasyeem yaitu putranya. Sekarang, tinggal mengalahkan Pangeran Hasyeem. Pangeran Hasyeem yang sedang emosi amatlah mudah ditaklukkan, pikir Raja Iblis.
Namun, ternyata hasil berbanding terbalik dengan harapan Raja Iblis. Tak terhitung lagi tentara iblish yang berhasil dimusnahkan oleh Pangeran Hasyeem.
Halilintar menyambar - nyambar para tentara iblish yang berada di sana.
Sementara itu, Putra Putri Pangeran Hasyeem yang mendengar berita gugurnya Pangeran Khalied merasa sangat sedih dan terpukul. Terlebih Pangeran Azzura. Dia semakin kalap. Pangeran itu mengamuk dan membabat habis semua tentara iblis seraya berlari menghampiri tubuh adiknya, yaitu Pangeran Khalied.
"Pangeran Khalied...bangunlah. Kau tidak boleh mati..! Ibu kita membutuhkan kamu. Pangeran Khalied....Bangunlah dinda...!! Bangun dan Kalahkan Musuh kita...!!" Pangeran Azzura berseru meneriakkan nama Pangeran Khalied.
Teriakan sorak sorai Tentara iblish yang merayakan kemenangan Raja Iblis karena berhasil membunuh Pangeran Khalied terdengar sampai ke seluruh penjuru istana.
Seluruh Rakyat, Prajurit dan keluarga Pangeran Hasyeem amat terpukul dan berduka. Mereka tak mempercayai bahwa Pangeran Khalied terbunuh oleh Raja Iblis.
Sementara itu, Pangeran Hasyeem Azzura masih mengamuk membabat habis seluruh pasukan tentara iblish yang tersisa. Hingga Iblish menjadi gusar dan marah.
"Ternyata Pangeran Hasyeem sangat sulit dikalahkan walaupun putranya Pangeran Khalied sudah tewas. Tak ada jalan lain, aku harus membunuh ratunya agar dia lemah dan dapat kukalahkan." ucap Raja Iblis sambil menyeringai licik.
"Waktunya untuk bergerak.....!" ucap Raja Iblis sambil berpaling kepada Ratu Asmi yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari kukungan Raja Iblis.
"Saat musim sudah tiba, Wahai wanita pemilik keabadian. Seperti janjiku, aku akan mengambil kehidupanmu... " ucap Raja Iblis kepada Asmi.
Pandangannya lurus ke arah Asmi dengan pancaran mata yang kembali bersinar-bersinar terarah kepada Ratu Asmi.
Tangan itu terulur seperti mencengkram sesuatu dengan kuat.
"Ratu Asmi.... berpalinglah kepadaku sekarang...!" suara Iblis yang mengandung kekuatan tenaga dalam memanggil Asmi seakan membius Asmi agar segera berpaling mengikuti perintahnya.
Pangeran Hasyeem menoleh cepat ke arah istrinya dan berseru untuk mengingatkan Asmi.
"Dinda sayang, jangan balas pandangan matanya, atau kau... " Kata Pangeran Hasyeem.
Tapi sayangnya peringatan Pangeran Hasyeem terlambat.
Mata Asmi sudah terpaku pada tatapan mata Raja Iblis. Mata itu..... mata itu terasa menembus jantung Asmi.
Namun itu hanya sepersekian detik. Detik berikutnya, sebuah bayangan putih menyambar tubuh Asmi lalu disusul seberkas sinar berwarna putih kebiruan menyambar - nyambar di sekelilingnya.
Hanya itu yang Asmi ingat. Setelah itu, tubuh wanita cantik itu jatuh terkulai, dan pingsan.
Namun sesuatu yang luar biasa terjadi. Raja Iblis Baal al Zubab berteriak sangat keras hingga teriakannya mampu meruntuhkan tembok istana. Untuk kemudian makhluk terkutuk yang berasal dari neraka itu pun jatuh tersungkur ke tanah dengan tubuh yang terbagi-bagi..
Di hadapannya, berdiri dengan gagah perkasa... Pangeran Khalied.
"KAU...!!" Mata Raja Iblis Baal melotot keluar ketika melihat siapa yang baru saja menyerangnya. "Kau hidup kembali, bagaimana bisa...Aku sudah membunuhmu..!" ucap Raja Iblis tak percaya.
"Iya, aku memang mati, tapi untuk bangkit kembali dan membunuhmu makhluk terkutuk....!! "
Setelah itu, kembali Pangeran Khalied mengayunkan pedang Mata Malaikat ke arah Mata Iblis Baal Al Zubab. Pedang Mata Malaikat menebas separuh kepala Iblis Baal Al Zubab dari bagian Mata hingga ke belakang. Maka terbagi dualah bagian kepala Raja Iblis Al Zubab.
Kepala itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan untuk sesaat, setelah itu lenyap bersama seluruh potongan tubuh Raja Iblis.
Bukan itu saja, seluruh pasukan tentara iblish ikut lenyap tak berbekas. Bahkan iblish Sammael yang menyertai Raja Iblis Baal, ikut pula lenyap. Semua bagai tersedot ke satu lubang Yang sangat besar, yaitu lubang neraka yang abadi, tempat asal Para Iblis berhuni.
Yang tersisa hanyalah tubuh - tubuh prajurit yang terluka dan Mayat Para Prajurit yang bergelimpangan di sana sini.
"Kau berhasil mengalahkan Raja Iblis, Pangeran Khalied... " ucap Pangeran Hasyeem sambil memeluk putranya dengan penuh rasa haru dan bangga.
Pangeran jin itu langsung mengangkat dan mengambil alih tubuh sang Istri yang terkulai tak berdaya dalam pelukan Pangeran Khalied.
Pangeran Khalied kembali lagi memukulkan tongkat Elder miliknya ke tanah sebanyak tiga kali.
Kali ini, Pangeran membawa semua orang ke waktu di mana sebelum Raja Iblis datang menyerang.
Keadaan yang aman, tentram dan damai. Dimana tak ada Keangkara murkaan dan juga kezholiman dari sang Iblis.
Tampak keluarga Pangeran Azzura dan anak-anaknya yang datang berkunjung ke istana Pangeran Hasyeem di Bukit Malaikat. Mereka datang dalam rangka acara berburu bersama yang biasa di adakan oleh keluarga besar istana Bukit Malaikat.
Pangeran Khalied tersenyum bahagia, walaupun dia kehilangan sesuatu... tapi bersatunya sebuah keluarga adalah yang utama.