Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 83


Keesokan harinya, keluarga itu geger, karena diketahui kemudian ternyata putranya sudah tak bernyawa lagi.


Zamura geram ketika melihat semua itu. Sudah dua nyawa melayang menjadi tumbal Ki Bawut. Ini tidak bisa dibiarkan, kata Zamura dalam hati. "Aku harus bertindak, jika tidak maka akan ada jatuh korban lagi."


Zamura pun mendatangi rumah Hendra. Hanya pria itu yang belum didatangi oleh Ki Bawut.


Terlihat tanda merah berbentuk lingkaran dengan gambar kepala kambing di tengah. Itu adalah simbol iblis yang terdapat di pintu masuk rumah Hendra. Tanda yang keberadaannya hanya bisa dilihat oleh makhluk seperti Zamura saja. Tanda itu menandakan bahwa pemilik rumah akan mempersembahkan kurban kepada Ki Bawut.


Zamura melangkah ringan memasuki rumah Hendra tanpa memperdulikan keberadaan lambang tersebut.


Di dalam rumah, pengawal pribadi Pangeran Khalied itu tidak menemukan Hendra di dalam rumah itu. Mungkin lelaki itu sedang keluar rumah. Berfoya-foya dengan uang yang di dapatkan dengan cara yang salah.


Dia hanya mendapati Sari, istri Henda yang sedang mengandung anak pertama mereka. Wanita itu sedang duduk seorang diri sambil memainkan handphone miliknya.


Sama seperti pintu masuk ke rumah Hendra. Zamura menemukan tanda yang sama di dahi Wanita itu.


Tanda iblis itu pun sudah tertempel di dahi istri Hendra. Itu artinya, sebentar lagi, wanita itu atau mungkin jabang bayinya akan menjadi tumbal untuk Ki Bawut.


Zamura menatap ke arah wanita yang sedang hamil tua itu. Sungguh malang sekali nasib wanita cantik itu. Hanya sebentar saja dia merasakan kebahagiaan. Selebihnya, kehidupan sehari - hari wanita cantik itu hanya berisi penderitaan saja.


Perlakuan Hendra pada istrinya tidak semanis pada saat - saat awal pernikahan mereka..


Sekarang, lelaki itu lebih sering membiarkan istrinya itu di rumah sendirian karena sibuk dengan urusannya sendiri.


Semenjak dia menjadi abdi Ki Bawut, memang banyak sekali orderan dari bisnis usaha kayu yang baru saja dia rintis.


Memang untuk menjadi kaya, seorang yang menjalankan kegiatan pesugihan harus memiliki usaha. Itu hanya sebagai kedok saja agar tidak terlalu mencolok di mata orang atau masyarakat...


Usaha penjualan kayu yang di lakoni Hendra mendadak banyak orderan. Hingga membuat Hendra menjadi lupa dengan istri dan anak yang ada di dalam kandungan istrinya.


Bukan itu saja, karena merasa banyak uang, Hendra kembali lagi pada kebiasaannya yang dulu yaitu suka bermain judi dan wanita.


Zamura mendekati wanita itu dan duduk di dekatnya.


Namun, kemudian Sari tak mau ambil peduli. Dia kembali meneruskan kegiatannya bermain handphone karena hanya itu saja yang bisa dia lakukan.


"Aku ingin menampakan diri, tapi apa dia tak kaget saat melihat diriku. Sedangkan kekasih Tuanku Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana saja sempat ketakutan saat pertama kali melihat wujudku.. " pikir Zamura bingung.


"Tapi aku harus menyuruhnya keluar dari rumah ini secepatnya agar aku bisa membebaskan jeratan tanda tersebut dari tubuhnya." ucap Zamura bimbang


Akhirnya Zamura pun nekat untuk menampakkan diri kepada Selvi agar dapat meminta wanita itu untuk segera meninggalkan rumah tersebut karena nyawanya dan bayinya terancam bahaya.


"Assalamu'alaikum... " Zamura memberi salam kepada Sari.


"Waalaikum salam." jawab Sari yang mengira bahwa yang memberi salam tadi adalah suaminya.


Namun alangkah terkejutnya Sari setelah menoleh, tak ada siapapun di samping dirinya selain dirinya sendiri.


Mendadak Sari jadi was - was. Perasaannya tak enak. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari - cari siapa tadi orang yang telah mengucap salam.


Ketakutan wanita itu semakin jadi ketika matanya menangkap bayangan seseorang yang berdiri tak jauh darinya.


"Si...siapa di situ....?" tanya wanita itu. Sari memberanikan diri untuk bertanya.


"Maafkan saya, jika kehadiran saya mungkin telah membuat kamu takut." ucap Zamura.


Sari sangat ketakutan saat menoleh dan mendapati seorang lelaki tak di kenal sudah berada di kamar.


"Siapa kamu. Kenapa kamu berada di kamarku...?" tanya Sari


"Namaku Zamura... jangan takut. Aku datang kesini untuk menolong kamu." kata Zamura.


( Wah, rupanya Zamura tak mau kalah juga dengan tuannya. Dia pun menjelmakan wujudnya sebagai seorang laki-laki.)