Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Di Serang Oleh Sesosok Makhluk Kecil


Di tempat lain, di sebuah mobil dengan Theo seorang diri mendadak kesal, saat mendapat perintah dari ayahnya tersebut.


Meskipun belum sepenuhnya memaafkan sang ayah, akan tetapi mau tak mau ia tetap harus membantu ayahnya untuk menyusul Kevin, putrinya, dan juga adik dari Leonard.


Yang mana kedua orang tersebut sangat berharga bagi ayahnya itu, apalagi ketika sang ayah mengatakan tentang si kembar adik dari Leonard sahabatnya, membuatnya bertekad akan menjaga dan melindunginya dengan nyawa taruhannya.


Mendial nomor ponsel dengan nama tertera yang ada dikontrak ponsel tersebut, seketika itu deringan panggilan tersambung dari arah seberang.


Tanpa berbasa-basi Theo pun menyampaikan keinginannya untuk cuti terlebih dahulu dari tumpukan berkas-berkas yang membuat kepalanya selalu dibuat pusing. “Apa kau bisa memberiku izin cuti untuk hari dan kedepannya?”


“Kenapa kau meminta izin padaku? Apa yang terjadi denganmu The?”


“Aku diminta oleh Ayahku menyusul seseorang ke desa. Maaf aku tak bisa menemanimu di rapat hari ini!”


“Siapa yang sedang kau susul itu? Apa kau tak sedang membohongiku?”


Suara dingin dari arah seberang membuat Theo menelan ludah, sembari tetap fokus menyetir dengan panggilan yang tersambung melalui earphone tersebut.


Dengan tegas Theo mengatakan, bahwa ia tak sedang membohongi maupun menyembunyikan apapun dari sahabatnya itu.


Meskipun sebaliknya Theo akan tetap membantu sahabatnya dengan diam.


“Tidak ada rahasia yang sedang aku sembunyikan darimu Le. Mengenai ini aku memang sedang diminta oleh Ayahku untuk menyusul atasannya yang sedang pergi ke desa, bahkan aku tak bisa menolak permintaan dari Ayah. Maka dari itu, aku meminta izin untuk cuti terlebih dahulu. Apa kau tak keberatan?”


“Maksudmu atasan Ayahmu itu Tuan Kevin Morgan Adhitya? Untuk apa kau disuruh menyusul atasannya itu?”


Tubuh Theo menegang saat mendengar sahabatnya menyebutkan, bahwa memang yang sedang disusul oleh Theo sendiri merupakan Kevin atasan sang ayah sekaligus orang merangkap sebagai keluarga.


“Dari mana kau tahu hal ini Le? Memang benar apa yang kau katakan itu, bahwa aku tengah disuruh Ayahku untuk menjemput Om Kevin dengan putrinya di sebuah desa terpencil? Apa kau benar-benar mengenal dua orang itu Le?”


Dengan berdehem lalu berucap dingin, Leonard pun menceritakan semua tentang pertemuan tersebut. “Aku bertemu mereka saat makan malam itu The, hanya saja saat itu aku dan Papa ingin menyaksikan sesuatu yang mengganjal di hati dan pikiranmu. Tak aku sangka menemukan sesuatu berita yang selama ini di sembunyikan oleh wanita itu.”


“Lalu apa yang ingin kau lakukan setelah bertemu dengan mereka?”


“Aku ingin kau mengatur jadwalku untuk bertemu dengan gadis itu. Karena aku sangat kasihan dengan keadaannya, yang aku tangkap sepertinya ia merindukan kasih sayang dari Mamanya. Akan tetapi aku tak menyangka selama ini, gadis itu tak pernah sedikit pun mendapatkan kasih sayang dari wanita itu.”


“Oke ... Nanti aku atur pertemuanmu dengannya. Itu saja yang ingin aku sampaikan, apa kau tak keberatan aku meminta izin cuti terlebih dahulu.”


Tanpa menjawab permintaan dari sahabatnya yang tengah menyetir itu, dari arah seberang telepon Leonard memutus panggilannya secara sepihak.


Saat dalam perjalanan menuju, entah mengapa dirinya merasakan perasaan yang sedang dirasakan oleh ayahnya itu, akan tetapi ia tak mengerti dengan keadaan dirinya sendiri.


Namun tiba-tiba saat sedang menyetir, ada sesosok yang menegurnya ketika mendapat keadaannya yang tengah melamun itu.


“Fokuskan hati dan pikiranmu pada jalanan terlebih dahulu. Dasar kau selalu ceroboh ketika berkendara, aku heran mengapa kau selalu membuatku cemas,” tegur salah satu dari sesosok yang selama ini melindungi dan menjaga Theo, tanpa mau menampakkan wujudnya.


Tanpa sadar mobil yang tengah membelah jalanan itu, tiba-tiba berhenti mendadak karena Theo tanpa sengaja menginjak rem pedal mobil untuk berhenti, dan membuatnya menoleh ke arah samping dan belakang untuk memastikan seseorang yang menegurnya.


“Maksudmu apa?” tanya Theo yang merasa heran.


“Sudah jangan banyak tanya. Fokuslah menyetir karena aku tak bisa mengatakan dan menjelaskan hal padamu.” Bersamaan dengan itu Theo pun tak mendapat suara kembali dari sesosok yang selalu diam-diam melindunginya.


Tanpa memedulikannya, Theo pun kembali melajukan mobilnya yang sempat terhenti tersebut.


Untuk bergegas menyusul putri atasan ayahnya dengan adik kembar Leonard sahabatnya itu.


“Bukannya Bapak ingin melarang kalian menolong arwah itu, akan tetapi sebaiknya kalian harus tetap berhati-hati. Karena Bapak merasakan diantara kalian pasti telah ditandai oleh sesosok yang ada di desa ini.” Pak Sholeh pun kembali mengingatkan pada keempatnya, untuk tak terlalu gegabah mengambil tindakan.


Dengan penuh pertimbangan yang matang, ketiga kembar tersebut mengikuti saran dari bapak tersebut.


Demi kebaikan mereka, agar mereka dengan satu orang yang tak lain Ivone selamat sampai tujuan ke tempat Kevin yang tengah beristirahat dipenginapan.


Saat keempatnya keluar dari rumah pak Sholeh setelah berpamitan, mereka pun memutuskan untuk kembali menemui Kevin, dengan diantara oleh penduduk asli tersebut.


Namun tanpa mereka sadari sesosok makhluk ukuran kecil tersebut, tengah mengintai mereka yang tengah berjalan beriringan.


Tentunya makhluk tersebut telah menandai satu orang yang membuatnya sangat kehausan, darah yang terpilih itu merupakan darah langka yang berada didalam tubuh Araxi.


Saat mereka berjalan beriringan, dengan Araxi yang berada dibelakang.


Tanpa sadar dari arah belakang Araxi pun diserang oleh makhluk kecil tersebut, yang membuatnya terkejut bukan main.


Tubuhnya tak bisa digerakkan seiring makhluk kecil dengan sebutan jenglot tersebut menggigit bahu kanan, dan menghisap darahnya dengan begitu kuat, sehingga Araxi tak dapat mencegahnya meskipun didalam tubuhnya di diami oleh cucu dari leluhurnya itu.


.


.


.


.


.


Ini hanya sekedar imajinasi ku ya hihihi


Nanti di Part selanjutnya akan ada kejutan yang luar biasa, pastinya bikin kalian kaget, penasaran, senyum-senyum


Like di atas 20 aku up Part selanjutnya


See you next time


Love you all sekebon rel sepur